Cari Blog Ini

Memuat...

Harapan Rakyat Online

Harapan Rakyat Online


Cagar Alam Pangandaran Tawarkan Pesona Hayati Bagi Pengunjung

Posted: 27 Jul 2015 08:17 AM PDT

Kawasan wisata Cagar Alam Pangandaran, memiliki kekayaan sumber daya hayati berupa flora dan fauna. Tampak sejumlah pengunjung tengah berjalan-jalan sambil menikmati pemandangan yang ada di dalam kawasan tersebut. Photo: Entang SR/HR.

Kawasan wisata Cagar Alam Pangandaran, memiliki kekayaan sumber daya hayati berupa flora dan fauna. Tampak sejumlah pengunjung tengah berjalan-jalan sambil menikmati pemandangan yang ada di dalam kawasan tersebut. Photo: Entang SR/HR.

Kawasan wisata Cagar Alam Pangandaran, memiliki kekayaan sumber daya hayati berupa flora dan fauna. Tampak sejumlah pengunjung tengah berjalan-jalan sambil menikmati pemandangan yang ada di dalam kawasan tersebut. Photo: Entang SR/HR.

 

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Cagar alam di kawasan obyek wisata Pangandaran, Jawa Barat, memiliki kekayaan sumber daya hayati berupa flora dan fauna. Hutan sekunder yang berumur antara 50-60 tahun itu dipenuhi dengan pepohonan besar.

Menurut Uking, salah seorang petugas obyek wisata Cagar Alam Pangandaran, mengatakan kepada harapanrakyat.com, Senin (27/05/2015), bahwa tempat tersebut bukan hanya kaya akan hayati saja, namun binatang pun cukup banyak, diantaranya kera, lutung, kelelawar jenis kalong, dan lainnya.

"Pemandangan tersebut semuanya bisa dinikmati oleh para wisatawan. Sehingga, wisata cagar alam ini dapat dijadikan kawasan edukasi bagi para pelajar yang berkunjung. Menginggat peninggalan sejarah pun ada di dalamnya, yakni goa-goa bekas peninggalan zaman penjajahan Jepang," tuturnya.

Selain itu, kata Uking, Cagar Alam juga sangat cocok untuk liburan keluarga. Maka tidak lengkap kalau para mengunjungi objek wisata Pantai Pangandaran tidak menginjakkan kakinya di Cagar Alam. Pasalnya, kawasan tersebut juga merupakan satu-satunya objek wisata hutan yang ada di Kabupaten Pangandaran. (Ntang/R3/HR-Online)

Terpedo Milik Balawista Pangandaran Mampu Angkat Orang Tergemuk di Australia

Posted: 27 Jul 2015 07:20 AM PDT

Seorang anggota Tim Balawista Pangandaran tengah memperlihatan alat untuk penyelamatan bernama torpedo. Photo: Entang SR/HR.

Seorang anggota Tim Balawista Pangandaran tengah memperlihatan alat untuk penyelamatan bernama torpedo. Photo: Entang SR/HR.

Seorang anggota Tim Balawista Pangandaran tengah memperlihatan alat untuk penyelamatan bernama torpedo. Photo: Entang SR/HR.

 

 

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Tim Balawista Pantai Pangandaran, Jawa Barat, selama musim libur Lebaran kemarin, telah mendapat tambahan peralatan torpedo yang didatangkan dari Australia. Bahkan, harganya pun cukup mahal, yakni sekitar Rp.3,5 juta per unit.

Ketua Balawista Kabupaten Pangandaran, Dodo Taryana, mengatakan, torpedo adalah alat untuk penyelamatan jika ada wisatawan yang tenggelam saat berenang di pantai. Meski ukurannya kecil, namun daya apungnya cukup kuat.

"Tim Balawista Pangandaran memang harus dilengkapi oleh sarana dan prasarana yang memadai, menginggat pekerjaan kami ini tidaklah mudah, karena menyelamatkan nyawa manusia. Terlebih saat musim libur panjang," tuturnya, kepada harapanrakyat.com, Senin (27/07/2015).

Menurut Dodo, disaat musim liburan seperti Lebaran dan tahun baru, petugas pantai bekerja super extra, sebab para penggunjung yang datang ke Pantai Pangandaran jumlahnya mencapai puluhan rubu. Untuk itu, sudah sepantasnya bila Balawista dilengakapi peralatannnya.

Hal senada juga dikatakan Sauji Fauji, salah seorang anggota Balawista. Menurutnya, ada saja wisatawan yang melanggar rambu-rambu saat berenang, dan tidak menghiraukan himbauan dari patugas pantai.

"Selama musim libur Lebaran kemarin, wisatawan yang terseret arus semuanya berjumlah puluhan orang, dan dapat diselamatakan. Dengan alat torpedo yang kecil ini, mampu mengangkat orang yang paling gemuk di Australia," kata Sauji. (Ntang/R3/HR-Online)

(Pilkada Pangandaran) Ini Alasan H. Ino Pilih dr. Erwin sebagai Wakilnya

Posted: 27 Jul 2015 05:55 AM PDT

Calon Wakil Bupati Pangandaran, dr. Erwin M. Thamrin. Foto: Dok HR

(Pilkada Pangandaran)

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Ketua DPD PAN Pangandaran yang juga Calon Bupati Pangandaran, H. Ino Darsono, memberikan alasan kenapa dia memilih dr. Erwin M. Thamrin sebagai wakilnya. Menurut Ino, dr. Erwin merupakan politisi muda potensial yang memiliki latarbelakang pendidikan mumpuni dan rekam jejak yang cukup baik.

Terlebih, lanjut Ino, nama dr. Erwin pun sudah dikenal di masyarakat Pangandaran. Apalagi, bapaknya H. E. Kusnadi, SH, seorang politisi senior yang dedikasi dan integritasnya sudah diakui masyarakat Pangandaran.

"Pak Kusnadi ini orang yang sangat peduli dalam membangun Pangandaran. Begitupun anaknya dr Erwin yang ikut meneruskan perjuangan bapaknya dalam membangun Pangandaran. Nah, alasan itulah yang membuat saya menjatuhkan pilihan kepada dr. Erwin," ujarnya, kepada HR Online, Senin (27/07/2015).

Menurut Ino, setelah seluruh persyaratan pencalonan sudah lengkap, rencananya dirinya bersama dr. Erwin akan melakukan pendaftaran calon ke KPUD Pangandaran pada Selasa (28/07/2015) sekitar pukul 15.30 WIB. " Kami besok akan berangkat dari kantor DPD PAN Pangandaran menuju kantor KPUD," terangnya. (Mad/R2/HR-Online)

Berita Terkait

(Pilkada Pangandaran) Supratman Tersingkir, PAN Usung H. Ino- dr. Erwin

(Pilkada Pangandaran) Ditinggal Poros Tengah, Alasan PAN Usung H. Ino- dr. Erwin

(Pilkada Pangandaran) Ditinggal Poros Tengah, Alasan PAN Usung Ino- Erwin

Posted: 27 Jul 2015 05:43 AM PDT

Calon Bupati- Wakil Bupati Pangandaran, H. Ino Darsono- Dr. Erwin M Thamrin. Foto: Madlani/HR

(Pilkada Pangandaran) Ditinggal Poros Tengah, Alasan PAN Usung H. Ino-  dr. Erwin

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Perebutan rekomendasi hingga penetapan Calon Bupati dari PAN (Partai Amanat Nasional) di Pilkada Pangandaran tampaknya begitu dinamis. Dari awal hingga penetapan rekomendasi, konstelasi politik di internal PAN begitu cepat sekali berubah. Maklum, PAN di Pilkada Pangandaran menjadi 'gadis cantik' yang banyak diminati sejumlah bakal calon bupati Pangandaran.

Ketua DPD PAN Pangandaran yang juga Calon Bupati Pangandaran, H. Ino Darsono, mengatakan, awalnya dirinya tidak ada niatan sedikitpun untuk menjadi calon Bupati Pangandaran. Karena, pada pertemuan sebelumnya, PAN yang rencananya akan berkoalisi dengan parpol poros tengah (PKB, Gerindra, Nasdem, Hanura), sudah sepakat untuk mengusung H. Supratman. [Baca juga: (Pilkada Pangandaran) Supratman Tersingkir, PAN Usung H. Ino- dr. Erwin]

"Saya sangat hormat kepada orang tua dan pahlawan pemekaran Pangandaran, yaitu bapak H. Supratman. Tetapi, proses politik di Pilkada Pangandaran begitu dinamis dan perubahannya begitu cepat di saat detik-detik terakhir ini," ujarnya.

Menurut Ino, setelah membangun kesepakatan koalisi dengan PKB, Gerindra, Nasdem dan Hanura, saat itu disepakati untuk mengusung H. Supratman sebagai calon bupati. Tetapi, pada Jum'at (24/07/2015) malam, terjadi perubahan konstelasi politik di kubu poros tengah yang kemudian menentapkan Azizah- Cucu sebagai Calon Bupati- Wakil Bupati Pangandaran.

"Setelah parpol kubu poros tengah menetapkan Azizah-Cucu, akhirnya kami (PAN) merasa ditinggal sendiri. Setelah itu, saya mendapat telepon langsung dari Ketua Umum DPP PAN yang meminta saya harus maju di Pilkada," tegasnya.

Ino menambahkan, sebagai ketua partai, dirinya memiliki tanggungjawab dalam keputusan dan proses politik yang terjadi di internal PAN. " Setelah ketua umum meminta saya maju, pada saat itu juga saya nyatakan siap. Karena PAN juga harus ikut ambil bagian dalam pesta demokerasi di Pilkada ini. Sedangkan urusan peluang kami nanti di Pilkada, sepenuhnya diserahkan kepada rakyat,” katanya.

Menurut Ino, rekomendasi dari DPP PAN turun pada Sabtu (25/07/2015) pukul 12.00 WIB. Dalam rekomendasi itu, memutuskan dirinya dan dr. Erwin diusung untuk ikut bertarung di Pilkada Pangandaran.

"Setelah mendapat kabar itu, saya bersama dr. Erwin langsung berangkat ke Jakarta untuk menyerahkan berkas ke DPP PAN. Alhamdulilah dalam prosesnya lancar dan kami langsung kembali ke Pangandaran," ujarnya.

Sementara itu, dengan majunya H. Ino di Pilkada Pangandaran, otomatis dia harus mundur dari jabatannya sebagai Wakil Ketua DPRD Pangandaran. karena, berdasarkan keputusan Mahkamah Konsitutisi, beberapa waktu lalu, Anggota DPRD harus mundur dari jabatannya apabila maju di Pilkada. (Mad/R2/HR-Online)

Harapan Rakyat Online

Harapan Rakyat Online


Air PDAM di Ciamis Kota Sering Tak ‘Ngocor’, Ini Penyebabnya

Posted: 26 Jul 2015 10:35 AM PDT

Ilustrasi. Foto: Ist/Net

Air PDAM di Ciamis Kota Sering Tak 'Ngocor', Ini Penyebabnya

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Bagian Pelanggan dan Pelayanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Galuh Ciamis, Dadan Firdaus, mengatakan, terganggunya pasokan air ke sejumlah pelanggan PDAM di wilayah sekitar Ciamis Kota belakangan ini diakibatkan dari minimnya bahan baku air yang bersumber dari Sungai Cileueur.

Menurut dia, setelah 3 bulan terakhir memasuki musim kemarau, debit air di Sungai Cileueur semakin menipis. Akibatnya, suplay pasokan air ke sejumlah pelanggan sering terganggu akibat kurangnya bahan baku air yang tersedia.

"Karena bahan baku airnya kian menipis, terpaksa kami gilir pasokannya. Karena selama musim kemarau ini, instalasi PDAM untuk wilayah Ciamis Kota memang tengah kekurangan bahan baku air," katanya, Minggu (26/07/2015).

Namun begitu, lanjut Dadan, masalah kekurangan bahan baku air hanya terjadi di Instalasi PDAM Ciamis Kota. Sementara di Instalasi PDAM di daerah lainnya, lanjut dia, hingga saat ini masih normal.

"Seperti di wilayah Panumbangan hingga Sindangkasih, pasokan air PDAM ke sejumlah pelanggan hingga saat ini belum ada masalah. Karena di daerah itu bahan baku airnya dari sumber air Gunung Cupu yang ketersedian airnya cukup bagus, meski beberapa bulan memasuki musim kemarau," ungkapnya.

Di wilayah Lakbok, Banjarsari dan Pangandaran pun, lanjut Dadang, pasokan air ke pelanggan masih normal. Karena Instalasi PDAM di wilayah selatan mengambil bahan baku airnya dari sungai yang debitnya cukup normal.

" Permasalahan pelayanan hanya terjadi di wilayah Ciamis Kota saja. Dan itu terjadi hampir di setiap musim kemarau," katanya. (Bgj/R2/HR-Online)

Kacian! Sekolah TK di Ciamis Ini Selama 25 Tahun Numpang Bangunan

Posted: 26 Jul 2015 10:31 AM PDT

Taman Kanak-kanak Tunas Pratiwi yang sudah berdiri hampir 25 tahun terebut ternyata belum mempunyai bangunan sendiri alias masih numpang di bangunan milik SDN 4 Situmandala. Photo : Heri Herdianto/ HR

Kacian! Sekolah TK di Ciamis Ini Selama 25 Tahun Numpang Bangunan

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Meskipun berdiri di beranda terdepan negara, tidak otomatis sarana dan prasarana pendidikan tersedia dengan baik. Salah satunya adalah Taman Kanak-kanak (TK) Tunas Pertiwi yang berada di Desa Situmandala, Kecamatan Rancah, Kabupaten Ciamis.

Pasalnya, sampai saat ini Taman Kanak-kanak Tunas Pratiwi yang sudah berdiri hampir 25 tahun terebut ternyata belum mempunyai bangunan sendiri alias masih numpang di bangunan milik SDN 4 Situmandala.

Kepala TK Tunas Pratiwi, Eroh, S.Pd, ketika ditemui Koran HR, pekan lalu, membenarkan sampai sekarang TK Tunas Pratiwi terpaksa menggunakan bangunan milik SDN 4 Situmandala untuk penyelenggaraan pendidikan anak-anak.

Eroh menuturkan, pihaknya diberi kesempatan oleh SDN 4 Situmandala untuk menggunakan salah satu ruangan yang selama ini dipakai untuk kegiatan pembelajaran siswa kelas tiga. Namun, ruangan yang dipakai bersama itu harus disekat menggunakan papan, karena siswa kelas tiga tidak memiliki ruangan lain.

"TK ini berdiri tahun 89. Awalnya, karena ada sistem sekolah pagi dan siang, SDN 4 Situmandala memiliki kelebihan ruangan. Dan salah satunya digunakan untuk pembelajar siswa TK. Tapi, pada tahun 2013, ada perubahan kebijakan, sistem sekolah pagi siang dihilangkan. Akibatnya, ruangan yang tadinya dipakai pembelajaran siswa TK terpaksa disekat dibagi dua. Satu bagian untuk siswa TK, bagian lain untuk siswa kelas tiga SDN 4 Situmandala," ucapnya.

Menurut Eroh, walaupun masih menumapang di ruangan sekolah lain, tetapi semangat belajar anak didiknya tidak kalah dengan TK lain. Buktinya, anak didik TK Tunas Pratiwi sudah pernah menjuarai lomba mewarnai tingkat kabupaten serta kejuaraan-kejuaran yang diselenggarakan di tingkat kecamatan.

Eroh mengaku bangga terhadap anak didiknya karena berkat mereka, TK Tunas Pertiwi masih terus eksis. Dirinya juga berterimakasih kepada para pendiri seta juga masyarakat, terutama orang tua siswa karena memberikan kepercayaan kepada TK Tunas Pratiwi untuk mengajar anak-anak mereka.

"Alhamdulillah, lulusan TK Tunas pertiwi banyak yang melanjutkan sekolah ke negeri dan ternyata prestasi mereka juga sangat memuaskan. Ada anak kita yang masuk sepuluh besar. Jelas itu membuat kita bangga, karena mereka bisa mengimbangi pelajaran di sana," katanya.

Pada kesempatan itu, Eroh berharap Pemerintah Kabupaten Ciamis bisa memberikan perhatian lebih serta mencarikan solusi untuk mengatasi ketersediaan fasilitas ruangan bagi TK Tunas Pertiwi. (Heri/Koran-HR)

Waduh, Sampah Berserakan Di Alun-alun Langensari Banjar

Posted: 26 Jul 2015 10:10 AM PDT

Sampah berupa sisa bungkus makanan, plastik, koran dan lainnya tampak berserakan di Alun-alun Langensari Kota Banjar. Foto : Nanang Supendi/HR

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Setiap malam minggu, alun-alun Kecamatan Langensari, Kota Banjar, Jawa Barat, selalu dipadati pengunjung. Namun sayangnya tidak dibarengi dengan kesadaran menjaga kebersihan dari para pengunjung.

alun-langensari-kota-banjar-sampahPantauan HR Online, Minggu pagi (26/07/2015), terlihat sampah berupa sisa bungkus makanan, plastik, koran dan lainnya, masih berserakan di area alun-alun Langensari. Akibatnya, alun-alun yang merupakan kebanggaan masyarakat Langensari menjadi kurang nyaman.

Kondisi tersebut dikeluhkan Juju, pengunjung yang biasa berolahraga di alun-alun Langensari, setiap minggu pagi. "Saat udara sejuk seperti ini, miris dan risih melihat kondisi sampah masih berserakan," ucapnya.

Juju sebenarnya bangga akan keadaan Alun-alun Langensari saat ini. Namun, dia masih menyesalkan akan kesadaran sebagian dari pengunjung yang masih tergolong rendah,untuk turut menjaga kebersihan.

“Saya bangga sekarang alun-alun telah menjadi tempat alternatif wisata baik warga Langensari maupun sekitarnya. Tapi, alangkah baiknya dibarengi dengan menjaga dan merawatnya," tutunya. (Nanks/R5/HR-Online)

Bupati Pangandaran ; Kekosongan Jabatan di Disdikbudpora & DPU Segera Diisi

Posted: 25 Jul 2015 09:08 PM PDT

Drs. H. Daud Achmad

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Penjabat Bupati Pangandaran, Drs. Daud Achmad, ketika ditemui HR Online, Jum`at (24/07/2015), mengatakan, kekosongan jabatan di lingkungan Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disdikbudpora) dan Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Pangandaran akan segera terisi dalam waktu dua bulan kedepan.

Bupati Pangandaran ; Kekosongan Jabatan di Disdikbudpora & DPU Segera Diisi

“Soal ini terbentur oleh aturan ASN. Pejabat yang kurang dari 2 tahun tidak bisa kita proses. Tapi mudah-mudahan dua bulan kedepan sudah ada kandidatnya. Karena menurut informasi dari Bagian Kepegawaian, pada Bulan September mendatang ada yang sudah masuk persyaratannya. Sementara ini di Plt dulu. Dan selagi masih ada Kadisnya kita tidak usah khawatir,” kata Daud.

Di tempat terpisah, Kepala Disdikbudpora Kabupaten Pangandaran, Sobar Sugema, ketika ditemui HR Online, Jum`at (24/07/2015), mengakui adanya kekosongan jabatan di instansi Disdikbudpora. Kekosongan itu terjadi pada jabatan Kepala Bidang Pendidikan Menengah (Kabid Dikmen).

Sobar menandaskan, pengisian dan penempatan jabatan tersebut merupakan kewenangan Baperjakat, Sekda dan Penjabat Bupati. "Ya, jabatan Kabid Dikmen belum terisi, itu semua kewenangan dan kebijakan dari pimpinan kami,” pungkasnya. (Mad/R4/HR-Online)

Harapan Rakyat Online

Harapan Rakyat Online


Kaum Homoseksual di Banjar, Ada PNS Hingga yang Sukses di Dunia Usaha

Posted: 25 Jul 2015 07:58 AM PDT

Ilustrasi. Foto: Ist/Net

Kaum Homoseksual di Banjar, Ada PNS Hingga yang Sukses di Dunia Usaha

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Dalam hal pekerjaan, banyak diantara kalangan LSL (Lelaki Suka Lelaki) atau kaum Homoseksual yang bekerja di sektor-sektor formal maupun non formal, baik di pemerintahan atau Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun perusahaan swasta. Begitu pula di Kota Banjar, Jawa Barat.

Jhon sendiri mengaku tahu banyak tentang keberadaan mereka. Selain dari perkenalannya melalui akun media sosial, dia juga bisa dengan mudah saling mengenal satu sama lain dari teman-teman sesama komunitasnya. [Baca juga: Ini Sekelumit Cerita Kehidupan Kaum Homoseksual di Kota Banjar]

"Namun, ketika kita berkomunikasi, hal yang dibicarakan tidak jauh dari masalah pekerjaan, peluang usaha, dan tentunya masalah kesehatan. Jadi bukan membicarakan tentang hubungan intim. Banyak ko diantara mereka yang sukses usahanya, atau memiliki bakat-bakat tertentu," ucap Jhon, kepada Koran HR, pekan lalu.

Ada empat gambaran umum informasi yang dipahami oleh kalangan LSL, diantaranya informasi yang terkait dengan kesehatan, pertemanan, pekerjaan dan juga personal mereka.

Seperti dikatakan Aldo (bukan nama sebenarnya), bahwa pertemanan diantara kalangan LSL memang cukup kuat. Ada beragam alasan kenapa mereka memiliki orientasi seksual berbeda dengan kalangan heteroseksual lain.

Dia menyebutkan, salah satu faktornya adalah lingkungan, baik di lingkup keluarga maupun lingkungan yang lebih luas lagi. Namun, tak sedikit ada pula akibat dari histori buruk pada kehidupan mereka sebelumnya.

Atas perlakuan diskriminasi yang sering dihadapi, membuat mereka cenderung memiliki kelompok sendiri. Hal itu rata-rata dilandasi oleh kesamaan pandangan maupun latar belakang histori dari kehidupan mereka masing-masing.

Kehidupan manusia memang tidak terbatas pada masyarakat putih dan hitam saja. Karena, tak bisa dipungkiri bahwa ada kehidupan masyarakat lain yang kerap dipandang sebelah mata, atau bahkan dianggap sampah masyarakat.

Manusia sebagai makhluk sosial tidak dapat hidup sendiri tanpa bantuan orang lain. Sehingga, dalam kesehariannya tak bisa lepas dari berbagai macam aktivitas yang melibatkan individu-individu lain untuk saling berkomunikasi, dan saling bersosialisasi. (Eva/Koran-HR)

Ini Sekelumit Cerita Kehidupan Kaum Homoseksual di Kota Banjar

Posted: 25 Jul 2015 07:26 AM PDT

Ilustrasi. Foto: Ist/Net

Ini Sekelumit Cerita Kehidupan Kaum Homoseksual di Kota Banjar

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Sebagian orang menganggap bahwa masyarakat hanya terbagi dua, yakni masyarakat putih dan hitam. Bagi yang tergolong dalam masyarakat putih sudah jelas mereka merupakan golongan baik-baik dan terpelajar. Sementara yang hitam merupakan sampah masyarakat akibat dari pelanggaran-pelanggaran dan penyimpangan yang dibuatnya.

Tetapi tak banyak yang mengetahui bahwa sebenarnya ada masyarakat abu-abu. Mereka nampak normal dan baik, namun karena perilakunya berbeda, maka dianggap menyimpang dan menjadi masalah sosial di masyarakat.

Kaum marjinal ini memiliki gaya hidup berbeda dan unik jika dibandingkan dengan mayoritas individu, atau golongan dalam masyarakat. Sehingga, kaum minoritas masyarakat ini seringkali mengalami diskriminasi dari masyarakat, karena dianggap menyimpang dan mengganggu kepentingan sosial.

Fenomena sosial yang saat ini mulai menyeruak adalah mengenai kehidupan kaum LSL (Lelaki Seks Lelaki), baik mereka yang dikategorikan sebagai kaum gay, homoseksual maupun kaum waria. Mereka dianggap menyimpang akibat perbedaan orientasi seksual yang dimilikinya.

Keberadaan mereka berbaur di sekitar kita. Kehadirannya memang terkadang diabaikan. Meskipun sebetulnya ada aktivitas positif yang biasa mereka lakukan dalam kegiatan sehari-harinya.

Seperti halnya di Kota Banjar sendiri, ada aktivitas positif yang biasa dilakukan kalangan LSL. Berdasarkan penelusuran Koran HR di lapangan, ada gambaran umum mengenai informasi yang dipahami oleh kalangan tersebut. Baik informasi terkait dengan kesehatan, pekerjaan, pertemanan, serta personal mereka masing-masing.

Roy (bukan nama sebenarnya), salah seorang kaum LSL, mengatakan, selama ini kaum LSL kerap dicap negative oleh banyak kalangan masyarakat. Tetapi, suka atau tidak label tersebut harus diterimanya dengan lapang dada. Walaupun di sisi lain banyak hal-hal positif yang biasa dilakukan oleh komunitasnya.

Menurutnya, salah satu kegiatan positif komunitas LSL diantaranya turut serta mengkampanyekan upaya pencegahan dan penanggulangan penyakit menular seksual dan HIV-AIDS, khususnya di kalangan mereka.

"Ketika kita ngumpul atau nongkrong bareng, topik pembicaraan yang dibahas semuanya bersifat positif. Selain masalah kesehatan, kita juga sering membahas mengenai usaha, atau bagi yang belum punya pekerjaan, kita saling sharing informasi agar bisa membantu satu sama lain," tutur Roy, kepada HR, beberapa waktu lalu, saat begadang bersama di sebuah tempat nongkrong di bilangan pusat kota Banjar.

Roy juga mengaku, saat nongkrong bareng, biasanya setiap satu minggu sekali mengadakan arisan. Namun, mereka yang ikut arisan bukan hanya komunitas LSL saja, tapi ada pula dari kalangan wanita pekerja seks (WPS).

Lantaran, menurut dia, antara komunitas LSL dengan WPS ada kedekatan satu sama lainnya. Sehingga, tak jarang mereka pun saling berbagi informasi, khususnya untuk masalah kesehatan. Karena selama ini dua komunitas tersebut dianggap rentan terkena penyakit menular, seperti IMS maupun HIV. (Eva/Koran-HR)

Kapolres Banjar; Deklarasi Damai, Tolak Konflik Antar Umat Beragama

Posted: 25 Jul 2015 06:51 AM PDT

Kapolres Banjar, AKBP. Novri Turangga, saat deklarasi damai antar umat beragama di Pusdai kota Banjar, Sabtu (25/07/2015). Foto: Hermanto/HR.

Kapolres Banjar, AKBP. Novri Turangga, saat deklarasi damai antar umat beragama di Pusdai kota Banjar, Sabtu (25/07/2015). Foto: Hermanto/HR.

Kapolres Banjar, AKBP. Novri Turangga, saat deklarasi damai antar umat beragama di Pusdai kota Banjar, Sabtu (25/07/2015). Foto: Hermanto/HR.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Dalam acara silahturahmi yang dihadiri sejumlah ormas islam berserta elemen masyarakat kota Banjar. Kapolres Banjar, AKBP. Novri Turangga, menyatakan dengan tegas menolak terjadinya konflik antar umat beragama.

"Para ulama, tokoh masyarakat serta pemuda kota Banjar menggelar deklarasi damai ini, guna menciptakan kondisi yang aman, tertib dan harmonis," ucap Novri di acara deklarasi yang bertema "Melalui Silahturahmi kita wujudkan harmonisasi islami, wathani, dan insane persaudaraan abadi" yang digelar di Pusdai kota Banjar, Sabtu (25/07/2015).

Acara tersebut dihadiri Walikota Banjar, Dandim 1306, Danyon Raider 323, IPHI, MUI, DMI serta elemen masyarakat lainnya.

Insiden Tolikara, lanjut Novri, tidaklah harus terjadi, bila semua warga sepakat dan bersama-sama mewujudkan harmonisasi. "Deklarasi damai sangatlah penting dilakukan, hal ini untuk kepentingan keamanan dan ketertiban di daerah," ujarnya.

Dalam deklarasi damai tersebut, kata Novri, salah satunya yakni menolak tegas konflik antar umat beragama di kota Banjar yang dapat mengganggu stabilitas keamanan.

"Deklarasi damai antar umat beragama ini, harus mampu meningkatkan keamanan dan ketertiban, khususnya di kota Banjar," harapnya. (Hermanto/R1/HR-Online)

Tabrakan, Kepalanya Membentur Aspal, Pemotor di Ciamis Ini Tewas Seketika

Posted: 25 Jul 2015 05:40 AM PDT

Ilustrasi. Foto: Ist/Net

Tabrakan, Kepalanya Membentur Aspal, Pemotor di Ciamis Ini Tewas Seketika

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Dua sepeda motor dilaporkan terlibat tabrakan di Jalan Raya Surungdayung Handapherang atau tepatnya di Dusun Kersikan, Desa Handapherang, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, Sabtu (25/07/2015) siang tadi. Akibatnya, seorang pengendara sepeda motor yang terlibat tabrakan itu dilaporkan tewas seketika.

Dari informasi yang dihimpun HR Online, korban tewas diketahui bernama Aef Hanafiah (25), warga Desa Raksabaya, Kecamatan Cimaragas, Kabupaten Ciamis. Saat terjadi tabrakan, korban langsung terpental dari motornya dan kepalanya membentur aspal. Akibatnya, korban mengalami pendarahan di bagian kepalanya hingga akhirnya tewas.

Menurut rekan korban, Maman Suherman, sebelum terjadi tabrakan, sepeda motor korban datang dari arah Ciamis menuju ke arah Bojong. Saat melintas di daerah Handapherang, korban mencoba menyalip mobil yang berada di depannya. Namun naas, saat menyalip di lajur kanan, tanpa diduga sebuah sepeda motor datang dari arah berlawanan. Akibatnya, tabrakan pun tak bisa dihindari.

“Korban saat itu khendak pulang ke rumahnya setelah seharian kerja di tempat kerjanya sebagai satpam di salah satu perumahan di Ciamis," ujarnya.

Menurut Maman, korban tewas akibat mengalami pendarahan di bagian kepalanya. "Luka di bagian kepalanya cukup parah dan terus mengeluarkan darah. Mungkin akibat pendarahan itu korban langsung tewas di tempat kejadian," katanya.

Sementara itu, Kapolsek Cijeungjing, AKP Ipin Tasripin, membenarkan adanya kecelakan lalu lintas tersebut. Menurutnya, kasus kecelakaan yang terjadi di Handapherang itu kini sudah ditangani oleh Unit Satlantas Polres Ciamis. (Her/R2/HR-Online)

Harapan Rakyat Online

Harapan Rakyat Online


(Pilkada Pangandaran) Nasdem akan Segera Bergabung dengan Koalisi ‘Jihad’?

Posted: 24 Jul 2015 09:27 AM PDT

Ilustrasi. Foto: Ist/Net

Pilkada Pangandaran) Nasdem akan Segera Bergabung dengan Koalisi 'Jihad'?

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Ketua Tim Pemenangan Pasangan Calon Bupati – Wakil Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata- H. Adang Hadari Sandaan (Jihad), Taufik Martin, menegaskan, pihaknya kini tengah melakukan komunikasi intensif dengan DPP Partai Nasional Demkorat (Nasdem) untuk membahas kemungkinan Nasdem bergabung ke dalam koalisi pasangan Jihad di Pilkada Pangandaran.

"Setelah pertemuan kemarin, di Jakarta, sudah ada sinyal dari DPP Nasdem untuk bergabung masuk ke dalam koalisi Jihad. Mudah-mudahan saja Jihad mendapat dukungan dari satu parpol lagi, yakni Nasdem," ujarnya, kepada HR Online, Jum'at (24/07/2015).

Martin menambahkan, keputusan Nasdem apakah akan bergabung dengan koalisi Jihad, akan ditentukan pada hari Minggu (26/07/2015) mendatang. " Keputusan resminya nanti hari Minggu. Tapi, jika mendengar dari hasil pertemuan kemarin, besar kemungkinan Nasdem bergabung dengan kami," katanya.

Apabila Nasdem bergabung, lanjut Martin, berarti pasangan Jihad akan didukung oleh 6 parpol yang memiliki kursi di DPRD Pangandaran. " 6 Parpol itu yakni PDIP, Golkar, PPP, PKS, Partai Demokrat dan Nasdem," imbuhnya.

Selain itu, lanjut Martin, apabila Nasdem bergabung, dipastikan peserta yang akan bertarung di Pilkada Pangandaran hanya diikuti oleh 2 pasangan calon. (Mad/R2/HR-Online)

Di Banjar, Manusia Bertubuh Silver Galang Dana untuk Anak Jalanan

Posted: 24 Jul 2015 08:45 AM PDT

Komunitas Silver sekelompok pemuda asal Bandung tengah menggalang sumbangan untuk kepedullian terhadap anak jalanan, di pertigaan lampu merah Jembatan Baru Kota Banjar, Jum'at (24/07/2015). Foto: Nanang Supendi/HR

Di Banjar, Manusia Bertubuh Silver Galang Bantuan untuk Anak Jalanan

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Warga yang melintas di pertigaan lampu merah Jembatan Baru Kota Banjar, Jum'at (24/07/2015), siang tadi, dikejutkan oleh kehadiran manusia bertubuh warna silver. Diketahui ternyata mereka sekumpulan pemuda asal Bandung yang tergabung dalam Komunitas Silver.

Dengan menenteng kotak, para pemuda berbalut cat putih keperak-perakan ini tengah meminta uluran bantuan pengendara kendaraan yang lewat di pertigaan tersebut.

Kepada HR Online, salah seorang anggota Komunitas Silver, Ujang (30), mengatakan, kehadirannya di tempat itu untuk menggalang dana yang akan disumbangkan kembali kepada anak jalanan.

"Kami menggalang dana untuk kepedulian anak jalanan," ujarnya, kepada awak media, Jumat (24/07/2015).

Walau tak menyebut akan disalurkan kepada anak jalanan di wilayah mana, namun mereka menjamin akan menyalurkannya kepada anak jalanan.

Sementara salah seorang pengendara yang melintas ke daerah jembatan baru, Agus (45), mengaku masih meragukan tujuan aktivitas sekelompok pemuda tersebut. "Agak ragu juga sih. Tapi semoga saja sumbangan yang diberikan oleh pengguna kendaraan benar-benar disalurkan untuk kepentingan anak jalanan dan bukan untuk hal negatif," ucapnya. (Nanks/R2/HR-Online)

Kacian! TKW Asal Ciamis yang Mengidap HIV Kini Sulit Dapat Kerja

Posted: 24 Jul 2015 07:42 AM PDT

Ilustrasi. Foto: Ist/Net

Kacian! TKW Asal Ciamis yang Mengidap HIV Kini Sulit Dapat Kerja

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Setelah ditolak diberangkatkan kembali ke Taiwan, seorang TKW (Tenaga Kerja Wanita) asal Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, yang mengidap penyakit HIV, kini menjadi kesulitan mendapat pekerjaan. Setelah ditolak berangkat bekerja ke luar negeri lewat salah satu agen tenaga kerja, kemudian dia pun mendapat penolakan yang sama ketika melamar melalui agen tenaga kerja lainnya.

Hal itu dikatakan Ketua LSM Wisma (Lembaga Penanggulangan HIV/AIDS) Kabupaten Ciamis, Deni Wahyu, kepada HR Online, Jum'at (24/072015). Dia mengatakan, diskiriminasi terhadap penderita HIV/AIDS di Indonesia hingga kini terus terjadi. Meski sosialisasi terus digencarkan agar masyarakat menerima penderita HIV/AIDS, namun belum membuahkan hasil.

"Stigma negatif terhadap penderita HIV/AIDS hingga kini belum berubah. Masyarakat masih mengganggap penderita HIV berbahaya. Padahal, yang berbahaya itu bukan penderitanya, tetapi penyakitnya," katanya. [Baca juga: Gawat! Seorang TKW Asal Ciamis yang Bekerja di Taiwan Tertular HIV]

Deni menambahkan, setelah TKW asal Ciamis divonis mengidap HIV, kini nasibnya jadi tak menentu. TKW itu kini kesulitan mendapat pekerjaan. " Setelah divonis menderita HIV, seluruh agen tenaga kerja menolak menampung yang bersangkutan. Kini dia berada di Ciamis tanpa memiliki pekerjaan," terangnya.

Pemerintah, tegas Deni, harus turun tangan menyelamatkan nasib para penderita HIV/AIDS yang mayoritas kesulitan mendapat pekerjaan. " Saat ini banyak penderita HIV/AIDS di Indonesia, termasuk di Ciamis, yang tidak memiliki pekerjaan. Karena mereka ditolak apabila melamar bekarja ke berbagai perusahaan," terangnya.

Jika kondisinya sudah begitu, lanjut Deni, seharusnya pemerintah memberikan bantuan modal usaha kepada penderita HIV/AIDS yang kesulitan mendapat pekerjaan.

"Karena mereka pun sebagai warga negara memiliki hak untuk mendapat pekerjaan yang layak sebagaimana yang diamanatkan dalam UUD 45. Dalam hal ini tentunya pemerintah harus turun tangan," tegasnya. (Bgj/R2/HR-Online)

Gawat! Seorang TKW Asal Ciamis yang Bekerja di Taiwan Tertular HIV

Posted: 24 Jul 2015 07:00 AM PDT

Ilustrasi. Foto: Ist/Net

Gawat! Seorang TKW Asal Ciamis yang Bekerja di Taiwan Tertular HIV

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Kasus HIV kembali ditemukan di Ciamis. Kali ini, seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, yang bekerja di Taiwan, dilaporkan mengidap penyakit menular tersebut. Temuan itu diketahui setelah yang bersangkutan mengikuti program test VCT HIV/AIDS yang diselenggarakan Dinas Kesehatan Ciamis.

Ketua LSM Wisma (Lembaga Penanggulangan HIV/AIDS) Kabupaten Ciamis, Deni Wahyu, mengatakan, awalnya yang bersangkutan tidak mengetahui bahwa dirinya tertular penyakit HIV. Karena setelah dilakukan test VCT, Dinas Kesehatan belum memberitahukan hasil test kepada yang bersangkutan.

"Waktu itu yang bersangkutan seperti belum siap apabila diberitahu tertular HIV. Karena memang butuh proses waktu dan kesiapan mental untuk menerima keadaan tersebut. Makanya, setelah hasil VCT menyatakan dia tertular HIV, tidak langsung diberitatahu," katanya, kepada HR Online, Jum'at (24/07/2015).

TKW itu baru tahu dirinya tertular HIV, lanjut Deni, setelah ditolak pihak agen untuk diberangkatkan kembali bekerja ke Taiwan. "Sebelum berangkat ke Taiwan, TKW ini diperiksa kesehatannya di agen penyalur tenaga kerja di Jakarta. Setelah dilakukan test kesehatan, pihak agen tenaga kerja menolak memberangkatkan kembali yang bersangkutan dengan alasan kesehatannya tidak layak," terangnya.

Saat pulang lagi ke Ciamis pun, lanjut Deni, TKW itu belum tahu alasan pihak agen yang menolak memberangkatnya kembali ke Taiwan. " Alasan dari pihak agen cuma menyatakan kesehatannya tidak layak, tanpa memberitahukan yang bersangkutan tertular HIV," katanya.

Setelah pihak Dinas Kesehatan dan LSM Wisma mengetahui TKW tersebut urung kembali ke Taiwan, tambah Deni, kemudian secara perlahan memberitahukan tentang kondisi kesehatannya yang sudah tertular HIV. " Alhamdulilah, setelah melalui pendekatan, akhirnya dia sekarang menerima keadaan nasibnya. Dia pun kini sudah dalam dampingan kami," katanya.

Menurut Deni, TKW itu tertular HIV dari hubungan intim dengan pasangannya saat bekerja di Taiwan. " Kami tidak bisa menyebutkan TKW itu berasal dari kecamatan mana, apalagi menyebutkan identitas dan alamat lengkap yang bersangkutan. Karena indentitas penderita HIV harus dirahasiakan," pungkasnya. (Bgj/R2/HR-Online)

Harapan Rakyat Online

Harapan Rakyat Online


Libur Lebaran Bawa Berkah Bagi Pengusaha Perahu Siar Pangandaran

Posted: 23 Jul 2015 10:20 AM PDT

Selama masa libur lebaran tahun ini, jumlah wisatawan ke Objek Wisata Pantai Pangandaran, Jawa Barat, mengalami peningkatan. Hal itu membawa berkah tersendiri bagi para pemilik perahu siar yang terdapat di wilayah Pantai Barat Pangandaran. Photo : Entang SR/ HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Selama masa libur lebaran tahun ini, jumlah wisatawan ke Objek Wisata Pantai Pangandaran, Jawa Barat, mengalami peningkatan. Hal itu membawa berkah tersendiri bagi para pemilik perahu siar yang terdapat di wilayah Pantai Barat Pangandaran.

Libur Lebaran Bawa Berkah Bagi Pengusaha Perahu Siar Pangandaran

Suryanto, pemilik perahu siar, ketika ditemui HR Online, di bilangan Pantai Barat Pangandaran, Kamis (23/07/2015), mengaku mendapat penghasilan lumayan selama masa libur lebaran kali ini.

"Alhamdulillah, penghasilan pada musim liburan kali ini cukup lumayan," katanya.

Kepada HR Online, Suryanto bilang pada musim libur lebaran tersebut dia mematok tarif harga sewa perahu sebesar Rp 20 ribu perorang. Sekali berangkat, dia biasanya membawa sedikitnya 10 orang penumpang atau wisatawan.

"Para wisatawan diantarkan ke cagar alam pasir putih. Wisatawan juga dapat menikmati keindahan panorama bawah laut, seperti batu karang, saat pergi ke cagar alam. Dalam sehari, saya bisa membawa wisatawan sebanyak 20 PP (Pulang Pergi)," ucapnya.

Ahmad Nawawi, pengunjung asal Cilacap, ketika ditemui HR Online, mengaku baru pertama kali menaiki perahu siar di Pantai Pangandaran. Menurut dia, menaiki perahu siar memberikan pengalaman tersendiri baginya.

"Saat menaiki perahu, saya juga bisa menikmati keindahan alam bawah laut. Selain itu, tarif yang diandrol juga tidak mahal," ucapnya. (Ntang/R4/HR-Online)

Orangtua Bocah Asal Pamarican Ciamis Ini Berharap “Uluran Tangan”

Posted: 23 Jul 2015 09:35 AM PDT

Jacky Mostofa (12) anak dari pasangan suami istri Lehan (44) dan Uswatun (35), warga Dusun Ciparakan RT 09 RW 04, Desa Sukahurip, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, sudah lebih sepuluh tahun hidup dalam sebuah kerangkeng bambu. Photo : Suherman/ HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Orang tua Jacky Mostofa (12), Lehan (44) dan Uswatun (35), warga Dusun Ciparakan RT 09 RW 04, Desa Sukahurip, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, mengaku tidak bisa bekerja jauh dari rumah.

Orangtua Bocah Asal Pamarican Ciamis Ini Berharap "Uluran Tangan"

“Semenjak Jacky mengalami kelainan, saya terpaksa tidak bisa bekerja jauh dari rumah. sebelumnya saya bekerja sebagai sopir bus. Sekarang apa boleh buat, saya memilih menjaga anak ketimbang hal yang lain. Mudah-mudahan masih ada rejeki,” ungkapnya.

Karena keterbatasan ekonomi, Lehan mengaku sudah tidak mampu lagi untuk membawa Jacky pergi berobat ke dokter. Alasannya, jangankan untuk pergi berobat, untuk kebutuhan makan sehari-hari saja ia kini kesulitan.

“Bukan tidak mau membawa Jacky untuk berobat. Sekarang kan saya nggak punya penghasilan tetap. Jangankan untuk berobat, untuk menafkahi istri dan ketiga anak juga sudah pas-pasan,” kata Lehan diamini oleh sang istri.

Pada kesempatan itu, Lehan berharap, Pemerintah Daerah Kabupaten Ciamis bisa memberikan bantuan pegobatan bagi anaknya tersebut. Selama ini, kata Lehan, dia sudah mengupayakan segala cara untuk kesembuhan sang anak.

“Semua sudah habis untuk membiayai Jacky. Mulai dari berobat ke dokter hingga ke dukun saya lakoni. Tetap saja, penyakit anak saya ini tidak sembuh. Yang saya harapkan saat ini adalah, selain pengobatan, saya juga butuh kamar khusus buat Jacky. Saya khawatir, semakin ia dewasa, kerangkeng bambu tidak akan lagi bisa menahannya, ” ujarnya. (Suherman/R4/HR-Online)

Seumur Hidupnya, Bocah Asal Pamarican Ciamis Ini Dikerangkeng

Posted: 23 Jul 2015 09:29 AM PDT

Jacky Mostofa (12) anak dari pasangan suami istri Lehan (44) dan Uswatun (35), warga Dusun Ciparakan RT 09 RW 04, Desa Sukahurip, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, sudah lebih sepuluh tahun hidup dalam sebuah kerangkeng bambu. Photo : Suherman/ HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Jacky Mostofa (12) anak dari pasangan suami istri Lehan (44) dan Uswatun (35), warga Dusun Ciparakan RT 09 RW 04, Desa Sukahurip, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, sudah lebih sepuluh tahun hidup dalam sebuah kerangkeng bambu.

Seumur Hidupnya, Bocah Asal Ciamis Ini Dikerangkeng

Ketika HR Online menyambangi kediaman mereka, Kamis (23/07/2015),  Lehan dan Uswatun mengaku terpaksa melakukan hal itu, lantaran anak pertama mereka ini selalu mengamuk dan merusak perabotan rumah tanpa alasan yang jelas.

“Sejak mempunyai kelainan seperti ini, kami terpaksa membuat sebuah kerangkeng di dalam rumah. Karena jika dibiarkan, Jacky akan mengacak-ngacak dan merusak seluruh isi rumah,” tandas Lehan.

Lehan mengungkapkan, Jacky mengidap kelainan sejak berusia 2 tahun. Menurut dia, Jacky sebenarnya terlahir secara normal, bahkan hingga ia berusia dua tahun atau saat dia sedang belajar berjalan.

"Namun saat belajar berjalan, Jacky terjatuh dan langsung sakit. Jacky langsung dibawa ke Puskesmas untuk mendapat perawatan. Namun selepas dari perawatan, Jacky kembali terjatuh kemudia sakit panas. Lebih parahnya lagi sampai kejang-kejang," ucapnya.

Dan berawal darisanalah, kata Lehan, Jacky memiliki keanehan, sering mengamuk seperti orang dewasa dan menghancurkan isi rumah. Maka, lanjut Lehan, dirinya memutuskan Jacky untuk dikerangkeng di dalam rumah.

“Soalnya bila Jacky tidak dikerangkeng, dia akan kabur, ngamuk dan bikin resah tetangga," imbuhnya. (Suherman/R4/HR-Online)

Selama Libur Lebaran, Volume Sampah di Ciamis Meningkat

Posted: 23 Jul 2015 08:29 AM PDT

Petugas kebersihan dari DCKKTR sedang mengangkut sampah yang berserakan di kawasan alun-alun Ciamis. Photo : Eli Suherli/ HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Dinas Cipta Karya Kebersihan dan Tata Ruang (DCKKTR) Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, mencatat, selama masa libur lebaran tahun ini volume sampah di wilayah perkotaan Ciamis mengalami kenaikan, khususnya di kawasan taman alun-alun Ciamis.

Selama Libur Lebaran, Volume Sampah di Ciamis Meningkat

Kepala Bidang Pertamanan dan Kebersihan DCKKTR Kabupaten Ciamis, M. Mardiana, ketika ditemui HR Online, Kamis (23/07/2015), menyebutkan, kenaikan volume sampah biasa terjadi saat masa libur lebaran.

"Sampah ini biasanya dihasilkan dari sisa bungkus jajanan yang dibeli pengunjung dari pedagang yang ada di taman alun-alun," katanya.

Mardiana menyebutkan, selama masa libur lebaran tahun ini, pihaknya selalu mengambil tumpukan sampah dari kawasan alun-alun sebanyak 10 sampai 15 kubik setiap harinya. Bahkan, saat malam takbiran, sampah di alun-alun Ciamis yang berhasil diangkut pihaknya mencapai 25 kubik.

"Sampah yang dibuang pengunjung taman dan juga PKL hampir semuanya berserakan, tidak berada di tempat yang sudah disedikan. Sampah memenuhi taman dan itu yang menyulitkan petugas," jelasnya.

Supaya lebih tertata lagi, kata Mardiana, pihaknya menghimbau kepada seluruh PKL yang mangkal di alun-alun Ciamis untuk menyediakan karung. Tujuannya agar sampah yang dihasilkan seperti batok kelapa dan plastik disimpan langsung dalam karung. (Es/R4/HR-Online)

Harapan Rakyat Online

Harapan Rakyat Online


(Operasi Ketupat Lodaya 2015) Kasus Laka Lantas di Banjar Turun 50 persen

Posted: 22 Jul 2015 10:56 AM PDT

Antrian kendaraan arus balik yang melintasi jalur utama wilayah Kota Banjar, tampak padat. Selama Operasi Ketupat Lodaya 2015 ini, kasus kecelakaan lalu-lintas di wilayah Kota Banjar menurun hingga 50 persen. Photo: Hermanto/HR.

Antrian kendaraan arus balik yang melintasi jalur utama wilayah Kota Banjar, tampak padat. Selama Operasi Ketupat Lodaya 2015 ini, kasus kecelakaan lalu-lintas di wilayah Kota Banjar menurun hingga 50 persen. Photo: Hermanto/HR.

Antrian kendaraan arus balik yang melintasi jalur utama wilayah Kota Banjar, tampak padat. Selama Operasi Ketupat Lodaya 2015 ini, kasus kecelakaan lalu-lintas di wilayah Kota Banjar menurun hingga 50 persen. Photo: Hermanto/HR.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Selama Operasi Ketupat Lodaya 2015, angka kecelakaan lalu-lintas yang tercatat di Unit Laka Lantas Polres Banjar sebanyak 7 kasus, satu diantaranya meninggal dunia, sedangkan sisanya mengalami luka parah dan ringan.

Kasatlantas Polres Banjar, AKP. Rislam Harfian, mengatakan, angka kasus kecelakaan lalu-lintas di Kota Banjar selama Operasi Ketupat Lodaya 2015, mengalami penurunan hingga 50 persen dari tahun sebelumnya.

Selain itu, jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan pada masa Operasi Ketupat Lodaya tahun sebelumnya, juga lebih banyak, yaitu dua orang. "Tahun sekarang korban meninggal dunia menurun 50 persen, yakni hanya satu orang," terangnya, kepada harapanrakyat.com, Rabu (22/07/2015).

Menurut Rislam, penurunan angka kasus tersebut dikarenakan semua jalur yang dianggap rawan telah diantisipasi petugas. Salah satunya adalah dengan memasang rambu-rambu peringatan bagi para pengendara.

Sementara, adanya kendaraan yang mengalami kecelakaan itu akibat kurang waspada, dan disiplin dari para pengendaranya. Untuk itu, pihaknya mengimbau agar pengendara lebih berhati-hati dan selalu waspada supaya selamat sampai tujuan.

"Kepada para pengendara, memasuki H+5 Lebaran ini, harus tetap berhati-hati dan waspada dalam perjalanan," pungkasnya. (Hermanto/R3/HR-Online)

Pasca Cuti Lebaran, Walikota Banjar Sidak ke Sejumlah SKPD

Posted: 22 Jul 2015 10:24 AM PDT

Walikota Banjar, Hj. Ade Uu Sukaesih, SIP., M.Si., saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke salah satu kantor SKPD. Photo: Hermanto/HR.

Walikota Banjar, Hj. Ade Uu Sukaesih, SIP., M.Si., saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke salah satu kantor SKPD. Photo: Hermanto/HR.

Walikota Banjar, Hj. Ade Uu Sukaesih, SIP., M.Si., saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke salah satu kantor SKPD. Photo: Hermanto/HR.

 

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Setelah cuti bersama libur Lebaran 2015, Walikota Banjar, Hj. Ade Uu Sukaesih, SIP., M.Si., beserta petugas Satpol PP, Rabu pagi tadi (22/07/2015), sekitar jam 08.00 WIB, melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kota Banjar.

Dalam sidak tersebut, walikota mendatangi beberapa kantor SKPD, diantaranya Bappeda, DCKTLH, serta sejumlah SKPD yang ada di komplek perkantoran Pamongkoran. "Kami melakukan sidak untuk melihat secara langsung, apakah PNS di Pemkot Banjar mematuhi aturan atau tidak," kata Ade Uu.

Meski ada beberapa PNS yang tidak masuk kerja dihari pertama setelah libur Lebaran tanpa alasan yang jelas, namun tidak ada sanksi tegas dari walikota. Menurut Ade Uu, dirinya akan berpikir terlebih dahulu mengenai sanksi apa yang harus diberikan kepada PNS yang mangkir.

Namun, walikota yakin bahwa 99 persen PNS di lingkungan Pemkot Banjar masuk kerja pada hari pertama, pasca cuti bersama Lebaran.
Sedangkan, mengenai Wakil Walikota Banjar, drg. H. Darmadji Prawirasetya, M.Kes., yang tidak masuk kerja di hari pertama, menurut Ade Uu, bahwa wakilnya itu sedang menghadiri acara silaturahmi bersama Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, di Bandung.

"Bukannya tidak masuk kerja, tapi ini bagi tugas. Saya juga nanti berangkat menggunakan kereta api," pungkasnya. (Hermanto/R3/HR-Online)

Korban Penganiayaan Mantan Suami; Anak Saya Sudah Dikembalikan

Posted: 22 Jul 2015 09:05 AM PDT

Photo ilustrasi net/Ist.

Photo ilustrasi net/Ist.

Photo ilustrasi net/Ist.

 

 

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Korban penganiayaan ringan berinisial LN, warga Lingk. Sidamukti, RT.01, RW.05, Kel. Muktisari, Kec. Langensari, Kota Banjar, Jawa Barat, oleh mantan suaminya berinisial ES, yang juga merebut anaknya secara paksa, menyatakan, bahwa kini anak tersebut sudah kembali ke pangkuannya.

Saat ditemui harapanrakyat.com, di kediamannya, Rabu (22/07/2015), LN, mengatakan, anak hasil perkawinan dengan mantan suaminya itu, telah diantarkan oleh keluarga terlapor. Dalam hal ini ES, yang sebelumnya dilaporkan korban ke pihak kepolisian Polsek Langensari.

"Alhamdulillah, anak saya sudah dikembalikan dan kami pun sudah menyelesaikannya secara kekeluargaan," kata LN.

Atas pertimbangan tersebut, dan melihat masa depan anak, lanjut LN, maka pihaknya tidak akan melanjutkan proses hokum, dan laporan polisinya akan dicabut.

"Saat ini oleh pihak keluarga kami sedang membuat permohonan, namun belum selesai dan belum diajukan ke Polres Banjar. Karena, berkas laporan oleh Polsek Langensari sudah dilimpahkan ke Polres," tuturnya.

LN menjelaskan alasan dirinya melaporkan mantan suaminya, karena pada saat itu ia mengaku sudah tidak tahan atas perlakuan ES. Pasalnya, bukan sekali itu saja, tapi sudah beberapa kali perlakuannya seperti itu.

"Walau kami sudah selesaikan secara kekeluargaan, untuk menjaga dan mengantisipasi pelaku akan mengulangi perlakuan tak semestinya, saya dalam musyawarah lanjutan bersama kedua belah pihak keluarga akan meminta pernyataan bersegel," pungkas LN. (Nanks/R3/HR-Online)

Tak Terima Dianiaya Mantan Suami, Seorang Janda di Banjar Lapor Polisi

Posted: 22 Jul 2015 08:26 AM PDT

Photo ilustrasi net/Ist.

Photo ilustrasi net/Ist.

Photo ilustrasi net/Ist.

 

 

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Nasib naas menimpa LN (25), janda beranak satu yang berprofesi sebagai guru RA, warga Lingk. Sidamukti, RT.01, RW.05, Kel. Muktisari, Kec. Langensari, Kota Banjar, Jawa Barat. Ia ditampar mantan suaminya berinisial ES, tanpa alasan yang jelas. Peristiwa itu terjadi pada hari Sabtu (18/07/2015).

Akibat tamparan tersebut, bagian wajah LN mengalami luka memar. Bukan hanya itu, ES juga merebut anak secara paksa, dimana anak tersebut merupakan buah perkawinannya dengan korban. Atas kejadian itu, pada hari Senin (20/07/20150), korban pun melaporkannya ke pihak kepolisian Polsek Langensari.

Anggota Polsek Langensari, Bripda. Lili, membenarkan, bahwa pihaknya telah menerima laporan tersebut hari Sabtu, tanggal 18 Juli 2015. Menurut dia, pada saat korban melapor, kebetulan dirinya sedang piket.

"Ya kami menerima laporan dari korban penganiayaan ringan atas nama LN, dengan kerugian pelapor mengalami luka memar di bagian wajah, dan anaknya direbut oleh mantan suaminya, yakni ES," kata Lili, kepada harapanrakyat.com, Rabu (22/07/2015).

Dalam Laporan bernomor:LP/B/ /VII/2015/JBR/RES BANJAR/SEK LANGENSARI, kronologis kejadian sebagai barang bukti yaitu, pada hari Sabtu (18/07/2015), sekitar jam 14.00 WIB, telah terjadi penganiayaan ringan. Saat pelapor sedang berada di rumah orang tua kandungnya, terdengar suara orang mengetuk pintu dengan keras.

Karena merasa takut, korban tidak membukakan pintu. Namun, pada saat itu tiba-tiba listrik mati, dan pelapor mencoba mengintip dari jendela. Diketahui ternyata yang mengetuk pintu dan mematikan saklar atau kilometer listrik adalah mantan suaminya.

Setelah itu pelapor membukakan pintu, kemudian terlapor langsung masuk ke kamar dengan tidak sopan. Akibat sikap terlapor seperti itu, pelapor menegurnya. Tapi yang terjadi pelapor didorong ke tembok sambil berbicara akan membawa anak hasil dari perkawinannya.

Lantaran takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan pada anaknya, lalu dipeluknya anak tersebut oleh pelapor. Namun, lagi-lagi terlapor malah menampar pelapor.

Tak lama kemudian datang warga selaku saksi atas kejadian itu, dan melerai permasalahan tersebut. Sehingga, terlapor akhirnya pulang, tapi tak lama berselang datang lagi sambil marah-marah, lalu pergi.

Kemudian setelah itu, masih dihari yang sama terlapor datang lagi dengan perlakuan yang sama, dan berhasil membawa anaknya. "Setelah menerima laporan, Polsek Langensari langsung mengambil tindakan, seperti mendatangi TKP. Sekarang masalah ini masih dalam proses penanganan," pungkas Lili. (Nanks/R3/HR-Online)

 
">Index »'); document.write('

?max-results=10">Label 6

');
  • ?max-results="+numposts1+"&orderby=published&alt=json-in-script&callback=showrecentposts1\"><\/script>");