Cari Blog Ini

Memuat...

Harapan Rakyat Online

Harapan Rakyat Online


Jalin Silaturahmi, ‘Tukang Ledeng’ Ciamis Touring ke Pangandaran

Posted: 28 May 2016 06:17 AM PDT

Para pekerja PDAM Tirta Galuh Kabupaten Ciamis bersiap 'ngegas bareng' ke pantai Pangandaran Kabupaten Pangandaran. Touring yang dilakukan para 'tukang ledeng', Jum'at (27/5/2016), untuk menjalin silaturahmi antar pegawai. Photo : Eli Suherli/HR.

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Sebanyak 70 orang pekerja PDAM Tirta Galuh Kabupaten Ciamis mengadakan 'ngegas bareng' ke pantai Pangandaran Kabupaten Pangandaran. Touring yang dilakukan para 'tukang ledeng', Jum'at (27/5/2016), untuk menjalin silaturahmi antar pegawai.

Direktur PDAM Tirta Galuh Ciamis, Ir. Cece kepada HR Online, Sabtu (28/5/2016) mengatakan, pihaknya sengaja melakukan kegiatan ini, karena sudah lama sekali tidak melakukan kumpul bareng bersama seluruh pegawai.

"Tujuan kegitan ini hanya untuk silaturahmi dan merekatkan tali persudaraan antar pegawai tukang ledeng. Mereka tidak setiap hari bisa kumpul bareng walaupun pada hari kerja, sebab semuanya sibuk dengan pekerjaan masing-masing," ungkapnya.

Cece menuturkan, pegawai yang mengikuti acara touring ini diantaranya pegawai pencatat meteran air dan seluruh kepala bagian dan staf di kantor PDAM.

"Meski kita berangkat touring tapi tidak mengganggu aktifitas kerja. Kita sengaja pilih hari libur agar kegiatan kerja tidak terganggu, bahkan tidak semuanya berangkat karena harus ada yang tetap kerja," katanya.

Cece menambahkan, pihaknya sengaja memilih pantai Pangandaran sebagai tempat tujuan touring, karena bisa bersilaturahmi dengan pegawai PDAM yang ada di Pangadaran.

Cece berharap, dengan kegiatan seperti ini, seluruh jajaran pegawai PDAM Kabupaten Ciamis bisa lebih kompak kembali dalam melaksanakan kerja. "Sehingga dapat membantu masyarakat, terlebih PDAM Ciamis merupakan perusahan air yang sekarang pelanggannya banyak sekali," pungkasnya (es/R5/HR-Online)

PGI Kota Banjar Kembali Gelar Monthly Game Golf

Posted: 28 May 2016 05:29 AM PDT

Ketua PGI Kota Banjar Ir Ojat Sudrajat MM tengah memberikan trofi kepada Anry juara 3 Best Nett di ajang Monthly Game Golf di Lapangan Golf-Citanduy Banjar Sabtu (28/5/2016) pagi tadi sekitar pukul 09.00 WIB. Photo : Hermanto/HR.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Persatuan Golf Indonesia (PGI) Kota Banjar, Sabtu (28/5/2016) pagi tadi sekitar pukul 09.00 WIB, menggelar pertandingan Golf di Lapangan Golf-Citanduy Banjar. Kegiatan Monthly Game Golf tersebut bekerjasama dengan Bank Jabar Banten (BJB) Cabang Banjar.

Para peserta yang ikut dalam pertandingan ini yakni dari Tasikmalaya, Ciamis, Banjar, dan Garut. Tidak hanya itu, ikut hadir pula dalam kegiatan ini yakni jajaran dari Polresta Banjar dan Walikota Banjar dua periode DR dr H Herman Sutrisno MM.

Ketua PGI Kota Banjar Ir Ojat Sudrajat mengatakan, bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin Persatuan Golf Indonesia (PGI) Banjar dan merupakan sebagai ajang silaturahmi bagi para pecinta olahraga golf di Priangan Timur, khususnya di Kota Banjar.

“Kegiatan ini merupakan agenda rutin dengan target setahun empat kali, dan ini merupakan yang kedua,”ujar Ojat kepada HR Online.

Ojat berharap pertandingan olahraga Golf ini menjadikan para pegolf-pegolf muda untuk lebih berprestasi baik, baik di tingkat daerah maupun tingkat nasional.

“Kami berharap dengan kegiatan ini untuk kedepannya para pegolf muda terus berprestasi baik di tingkat daerah maupun nasional,” pungkasnya.

Pada pertandingan ini setiap juara dibagi menjadi dua kategori, yakni kategori Best Gross Filght dan Best Nett Filght, serta Best Player. Untuk kategori Best Nett A juara 1 disabet Mufti dengan poin 69, juara 2 Dadan dengan poin 70, dan juara 3 diraih Anry dengan poin 74.

Untuk kategori Best Nett B diraih Iwan Bima dengan poin 66, juara 2 diraih Rislam dengan poin 66, dan juara 3 diraih Rosidi dengan poin 67. Sedangkan untuk Best Gross diraih dr Bowo dengan poin 64, dan Best Nett diraih Rusli dengan poin 66. (Hermanto/R5/HR-Online)

Ladies, Ini Bahayanya Mencukur Bulu Kemaluan

Posted: 28 May 2016 01:29 AM PDT

Photo: Ilustrasi net/Ist.

Berita Kesehatan, (harapanrakyat.com),-

Apa benar mencukur bulu kemaluan membuat daerah kewanitaan jadi bersih? Mungkin sudah menjadi hal umum bila seorang wanita merasa perlu mencukur bulu kemaluannya. Berbagai isu mengenai kehigienisan serta kekhawatiran akan terjangkit rasa gatal di bagian bawah sana jadi alasan bagi seseorang untuk mencukur bulu kemaluannya.

Dilansir dari The Atlantic, 60 persen wanita di Amerika Serikat berusia antara 18-24 tahun ternyata selalu dalam keadaan 'bersih' di bagian intimnya. Hal itu karena mereka berpikir tidak seharusnya ada rambut tumbuh di daerah situ, dan mereka berpikir pula bahwa hal tersebut adalah seksi.

Tapi, apakah hal tersebut benar? Dan ternyata jawabnya belum tentu. Sebab, 'bau' tidak selalu berhubungan dengan kurangnya kebersihan. Masalah ini menjadi penting lantaran banyak yang sekedar mencukur bulu kemaluan hanya karena mereka beraktivitas sehingga daerah tersebut menjadi bau. Padahal itu tidak sepenuhnya 'nyambung.'

Seperti dilansir dari The American College of Obstetricians and Gynecologist, bahwa vagina yang bersih dan normal ternyata memiliki bau. Menurut Dr. Emily Gibson, melalui blog medis bernama KevinMD, menyebutkan, menghilangkan bulu kemaluan sama halnya membuka lebar daerah kewanitaan tersebut ke berbagai infeksi dan penyakit yang akan mengganggu fungsi vagina.

Sebab, mencukur bulu kemaluan bisa membuat iritasi serta radang pada daerah kulit yang dicukur. Bila iritasi dikombinasikan dengan situasi lembap dan hangat yang ada di daerah kewanitaan, maka tempat tersebut akan menjadi sarang yang nyaman untuk beberapa bakteri patogen, diantaranya streptococcus, staphylococcus aureus, dan methicillin resistant staph aureus (MRSA).

Semua itu adalah bakteri penyebab infeksi berupa sekedar gatal-gatal hingga ruam yang parah di daerah kewanitaan. Bahkan, MRSA merupakan bakteri yang kebal terhadap antibiotik. Jika terjadi, tentu hal ini dapat mengganggu aktivitas seks bersama pasangan.

Selain itu, penyakit menular seksual yang lebih mudah tertular gara-gara mencukur bersih bulu kemaluan salah satunya yaitu herpes. Perpaduan antara luka-luka mikroskopis dan bakteri jahat yang senang 'bermukim' di bawah sana dapat menyebabkan sistem imun tubuh semakin jelek. Masalah itu terjadi secara sederhana, yakni hanya karena mencukur bersih bulu kemaluan.

Kalau mencukur bulu kemaluan tujuannya untuk kepuasan diri sendiri dan pasangan saat berhubungan intim, kenapa tidak menjadikan bulu kemaluan tetap ada atau dicukur dengan rapi demi kesehatan seksual kedua belah pihak? Jangan dicukur sampai botak. (Eva/R3/HR-Online)

Mobil Box vs Motor di Ciamis, Satu Orang Terluka Parah

Posted: 28 May 2016 12:24 AM PDT

Sepeda motor Supra yang bertabrakan dengan mobil Box di Pamarican, tampak mengalami kerusakan parah. Photo: Suherman/HR.

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Kecelakaan lalu-lintas kembali terjadi di Jalan Raya Banjar-Pangandaran, tepatnya di daerah Batukuya, Desa Bangunsari, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Sabtu (28/05/2016). Tabrakan kali ini terjadi antara mobil Box bernopol Z 8531 WI yang dikemudikan Kartiwa (22), warga Kampung Kutil, RT/RW. 04/01, Desa Lengkongjaya, Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya, dengan seorang pengendara sepeda motor Supra tanpa plat nomor.

Dalam kejadian tersebut, pengendara sepeda motor yang belum diketahui identitasnya mengalami luka-luka di sekujur tubuhnya dan langsung dilarikan ke Puskesmas terdekat.

Agus, salah seorang saksi mata, mengatakan, sebelum kejadian, pengendara sepeda motor yang membawa karung berisikan bekicot datang dari arah Banjarsari. Ketika melintas di tikungan dekat SDN 3 Bangunsari, sepeda motor tersebut menyalip sebuah mobil sedan yang ada di depannya, namun dari arah Banjar muncul mobil Box dan tabrakan pun tak dapat dihindari.

"Sewaktu terjadi tabrakan, saya melihat secara jelas, pengendara sepeda motor langsung terpental dan bekicot yang ada dalam karung itu langsung berhamburan di tengah jalan. Warga pun kemudian memberikan pertolongan. Korban di bawa oleh mobil sedan putih yang disalipnya ke arah Banjarsari, katanya mau dibawa ke Puskesmas," terang Agus, kepada HR Online.

Hal serupa dikatakan Kustiwa, warga setempat, bahwa korban, yakni pengendara sepeda motor, adalah warga Banjarsari. "Korban tadi adalah warga banjarsari yang selalu rutin menjual bekicot kepada saya. Tapi kalau namanya saya tidak tahu, hanya saja dia adalah orang yang sering menjual bekicot ke tempat saya," ujar Kustiwa.

Pantauan HR Online di lokasi, akibat kejadian tersebut, mobil Box mengalami kerusakan di bagian depan, sementara sepeda motor mengalami kerusakan sangat parah. Hingga berita ini diterbitkan, peristiwa tabrakan itu lolos dari penanganan pihak kepolisian. (Suherman/R3/HR-Online)

Ini Smartphone Lengkung Pertama di Dunia Asal China

Posted: 28 May 2016 12:01 AM PDT

Smartphone lengkung Moxi 2016 Moxi.

Berita Teknologi, (harapanrakyat.com),-

Moxi, star-up baru asal China itu baru saja memperkenalkan smartphone layar lengkung pertama yang bisa dibengkokan layaknya jam tangan. Semua fungsi smartphone dimiliki oleh smartphone lengkung tersebut, tak ada satu pun yang dikurangi.

Namun sayang, saat ini smartphone Moxi masih menggunakan layar hitam putih atau monokrom. Tapi pihak Moxi mengaku bahwa dua tahun lagi layar smartphone buatannya itu sudah berwarna.

Selain itu, ada satu kekurangan lagi dari smartphone ini, yaitu harganya terlalu mahal. Rencananya dalam waktu dekat ini Moxi akan memasarkan smartphone lengkung dengan harga sebesar USD 760 atau Rp.10,3 juta menurut kurs sekarang. Harga sebesar itu tidak jauh berbeda dengan iPhone terbaru Apple.

Sampai saat ini, dua pelopor smartphone layar lengkung pertama, yaitu LG dan Samsung, belum mampu menghadirkan smartphone yang bisa bengkok seperti milik Moxi. (Eva/R3/HR-Online)

Soal Pelayanan Terhadap Pasien, Ini Kata Direktur RSUD Ciamis

Posted: 27 May 2016 10:43 PM PDT

Forum Transparansi Masyarakat Ciamis (FTMC), saat melakukan audiensi dengan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ciamis, beserta jajarannya. Photo: Eli Suherli/HR.

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ciamis, Dr. Aceng, mengaku mengapresiasi masukan-masukan yang diberikan oleh Forum Transparansi Masyarakat Ciamis (FTMC), karena hal itu dianggap sangat membantu terhadap kinerja semua pegawai RSUD.

"Dengan adanya sosial control seperti ini, jelas membantu kami di jajaran menjemen RSUD Ciamis, sehingga semua permasalahan yang sering terjadi terkait masalah pelayanan, bisa dengan cepat teratasi," kata Aceng, usai audiensi dengan FTMC, Jum'at (27/05/2016), di RSUD Ciamis. [Baca berita terkait; Pelayanan Dinilai Buruk, FTMC Minta RSUD Ciamis Berbenah].

Dia juga menjelaskan, terkait masalah palayanan yang diberikan petugas di RSUD, baik perawat, bindan maupun dokter, dirinya selalu menekankan untuk bisa melayani pasien dengan baik.

Bahkan kata Aceng, setiap apel pagi, yakni sebelum tugas kerja dilaksakan, dirinya pun selalu menghimbau kepada para petugas kesehatan, terutama dalam melayani pasien dan juga keluarga pasien, harus selalu ramah dan bisa memberikan petunjuk yang baik.

"Saya sangat tegas sekali kepada seluruh jajaran pegawai RSUD Ciamis. Saya juga selalu memberikan teguran dan pembinaan kepada siapa saja yang tidak menjalankan tugas dan fungsinya. Bahkan, setiap enam bulan sekali kami melakukan rotasi pegawai dan juga petugas RSUD," terangnya.

Namun, Aceng juga mengakui, bahwa memang untuk kebutuhan dokter spesialis, RSUD Ciamis masih kekurangan sehingga sampai sekarang tidak bisa naik kelas. Bukan hanya itu, perlatan medis pun masih banyak sekali kekurangnya. Ketika ada pasien yang tidak bisa ditangai karena tidak ada dokter atau alat, pihaknya langsung merujuknya.

Meski begitu, lanjut Aceng, secara perlahan pihaknya sedang terus berupaya melakukan pemebenahan dan perbaikan di semua bidang. Seperti halnya masalah ruangan, saat ini pihak RSUD Ciamis sedang terus membangun agar setiap pasien yang datang bisa langsung mendapatkan ruangan tanpa harus menunggu lama di IGD.

"Mudah-mudahan dengan banyaknya masukan dan juga kontrol sosial dari seluruh masyarakat, jelas kami akan terima dengan baik saran pandang tersebut. Karena, dengan begitu kinerja kami bisa terus ditingkatkan sesuai dengan keinginan seluruh masyarakat, terlebih yang berobat ke RSUD Ciamis," pungkasnya. (es/R3/HR-Online)

Menelisik Komunitas Pecinta Reptil di Kota Banjar

Posted: 27 May 2016 01:56 PM PDT

Para pencinta hewan reptil saat bermain-main dengan ular peliharannya, di base camp Jalan Dewi Sartika, Lingkungan Parunglesang, Kel/Kec. Banjar, Kota Banjar. Foto: Hermanto/HR

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Ular memang salah satu hewan melata yang kerap menjadi momok menakutkan bagi sebagian orang. Namun, bagi Ramdan (23), Fitra (23), dan Dini (17), justru ular menjadi teman yang mengasyikan.

Para remaja yang sering berkumpul di base camp Jalan Dewi Sartika, Lingkungan Parunglesang, Kel/Kec. Banjar, Kota Banjar ini, ingin mengubah paradigma dan pengetahuan kepada masyarakat, bahwa hewan yang biasa dianggap berbahaya justru malah jinak dan bisa bermain bersama, sehingga dapat menjadi penghilang stres.

"Tidak semua ular itu membunuh, dan kami ingin mengubah paradigma di masyarakat. Jika kita sudah bisa mendalami karakter ular, maka ular tersebut pun akan jinak dan menjadi teman bermain yang mengasyikan," kata Dini, kepada Koran HR, Selasa (24/05/2016).

Pendapat serupa diungkapkan Fitra. Dia mengaku menyukai hewan reptil, khususnya ular, sejak tahun 2012. Hingga kini dia pun ketagihan untuk memelihara hewan melata tersebut. "Indahnya bermain dengan ular, dan hal ini membuat saya lebih pede," ujarnya sambil tertawa.

Fitra juga mengatakan, bahwa dirinya akan memberikan pemahaman edukasi tentang hewan melata ini kepada masyarakat. Sebab menurutnya, tidak semua ular jahat, tergantung dari manusianya sendiri. Jika manusia mencintai dan menyayangi hewan melata seperti ular, maka hewan tersebut bisa menjadi bersahabat.

Untuk itu, dengan berkumpulnya para pecinta reptil merupakan suatu bentuk visi dan misi guna mengembalikan lagi populasi reptil. Hal ini karena hewan-hewan reptil memiliki keterkaitan sebagai penyeimbang alam, yakni sebagai siklus rantai makanan.

"Masyarakat harus paham, bahwa ular, kadal, dan jenis hewan reptil lainnya, bukanlah hewan yang menakutkan atau merugikan. Seperti contoh ular yang berperan penting dalam rantai makanan sebagai pengendali hama tikus," terang Fitra.

Sementara itu, Ramdan, menambahkan, dia bersama rekan-rekannya setiap Minggu pagi selalu mempertontonkan koleksi hewan-hewan reptil miliknya di Taman Kota Lapang Bhakti. Hal itu dilakukan sebagai sosialisasi kepada masyarakat dan mengubah pola pikir masyarakat yang menganggap semua jenis ular berbahaya.

Di base camp mereka, tidak hanya ular jenis sanca kembang, sanca manuk, dan kadut albino saja, namun ada juga kadal gurun, musang, biawak, buaya, tokek arab, burung hantu, serta jenis hewan lainnya.

"Di base camp ini kita jadikan tempat kumpul para remaja untuk berbagi kisah serta pengalaman tentang hewan-hewan reptil, khususnya ular," kata Ramdan. (Hermanto/Koran-HR)

PSGC Ciamis Targetkan Curi Poin di Kandang Persip Pekalongan

Posted: 27 May 2016 01:48 PM PDT

Pelatih PSGC Ciamis, Heri Rafni Kotari

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Guna mengamankan posisi juara grup, PSGC Ciamis menargetkan bisa mencuri poin pada laga tandang melawan Persip Pekalongan, dalam lanjutan kompetisi ISC Seri B, di Stadion Jenderal Heogeng, Sabtu (28/05/2016) sore.

Pelatih PSGC Ciamis, Heri Rafni Kotari, mengatakan, meski masih buta kekuatan lawan, namun pihaknya tetap menargetkan bisa mencuri poin di laga tandang tersebut. Dia pun tak memasang target muluk-muluk. Bisa menahan imbang tuan rumah sudah merupakan keuntungan bagi timnya untuk mengamankan posisi di klasemen grup 3.

"Memang kami buta kekuatan tim Persip Pekalongan, tapi kami akan berusaha mencuri poin. Kami juga sudah mengingatkan kepada pemain agar tidak menganggap remeh lawan. Karena kalau secara materi tim, kami tentu diunggulkan,"ungkapnya.

Dalam lawatannya ke kandang Persip Pekalongan, PSGC Ciamis membawa 25 pemain. Hal itu agar sebelum pertandingan tim pelatih bisa menentukan starting lineup yang ideal untuk bisa mengimbangi permainan tuan rumah.

"Semua pemain kita bawa. Dan bagi yang duduk di bangku cadangan, nanti bisa ikut memantau kekuatan tim lawan. Sehingga pada pertandingan di kandang PSGC, permainan Persip Pekalongan bisa terukur kemampuannya,"jelasnya.

Heri menjelaskan, akan merubah strategi permainan pada laga nanti, salah satunya akan bermain bertahan dengan strategi serangan balik. "Kita tetap dengan formasi 4-3-3. Dan Joko Sasongko akan menjadi penyerang utama. Sementara untuk kiper tetap dipercayakan kepada Ghoni Yanuar," katanya. (es/R2/HR-Online)

Pilkades Serentak di Pangandaran Akan Dievaluasi

Posted: 27 May 2016 01:44 PM PDT

Ilustrasi. Foto: Ist/Net

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Kepala Bidang Pemerintahan Desa BP3APK2BPMPD Kabupaten Pangandaran, Tjomi Suryadi, menyatakan bahwa secara umum pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di 10 desa berjalan dengan lancar aman dan terkendali.

Namun demikian, kata Tjomi, pihaknya terus mengevaluasi terkait masih adanya kelemahan-kelemahan sebagai bahan evaluasi untuk pelaksanaan Pilkades serentak yang akan dilaksanakan pada tahun 2017 mendatang.

Tjomi menuturkan, tahun 2017 mendatang Pilkades serentak akan diikuti oleh 9 desa. Kemudian di tahun 2019 Pilkades serentak akan dilaksanakan di 74 desa. Menurut dia, momen Pilkades tahun 2016 akan menjadi pelajaran, khususnya terkait regulasi dan kebijakan penyelenggaraan ke arah lebih baik.

"Kita akui masih banyak kelemahannya, seperti terkait pengalokasian anggaran, dan kurangnya sosialisasi. Tetapi alhamdulillah pelaksanaan Pilkades serentak 10 Desa di Pangandaran berjalan lancar dan terkendali," katanya, ketika ditemui Koran HR, Senin (23/05/2016).

Lebih lanjut Tjomi menyebutkan, pada penyelenggaraan Pilkades serentak tahun 2016 ini menariknya diikuti oleh dua orang Pegawai Negeri Sipil (PNS) mantan Sekretairs Desa (Sekdes), yaitu dari Desa Jangraga Mangunjaya, Agustiaman, S.IP dan dari Desa Putrapinggan Kalipucang, Salam.

"Angka partisipasi kehadiran dari pemilih di 10 desa yang melaksanakan Pilkades serentak hampir semua diatas 50 persen. Yang tertinggi di Desa Mekarwangi Langkaplancar, jumlah DPT 1.031 partisipasi kehadirannya 91,27 persen," katanya.

Sebelum memangku jabatan Kepala Desa, semua Kepala Desa terpilih akan mengikuti kegiatan bimbingan dan pelatihan. Narasumbernya Bupati Pangandaran, Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD), Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), dan Inspektorat. (Mad/Koran-HR)

Tamu Ngeluh, Kota Banjar Tak Punya Hotel Berbintang

Posted: 27 May 2016 01:40 PM PDT

Ilustrasi. Foto: Ist/Net

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Kota Banjar yang usianya menginjak 13 tahun ini sudah seharusnya memiliki hotel berbintang. Beberapa tamu tertentu yang datang ke Kota Banjar, mengeluh karena tidak adanya fasilitas hotel berkelas.

Seperti dikatakan Irvan Hervian (35), promotor artis dari Kota Banjar. Dirinya mengaku bingung jika membawa artis ke Kota Banjar. Seperti pada beberapa waktu lalu saat dia membawa artis dari Jakarta untuk pentas di Banjar.

Menurutnya, yang paling bingung kalau sudah urusan menginap, karena di Banjar tidak memiliki hotel berbintang layaknya di kota-kota besar. Di pun terpaksa membawa artis tersebut menginap di hotel yang ada Pangandaran atau di Ciamis.

"Kasihan juga mereka capek datang dari Jakarta, pentasnya di Banjar, namun menginapnya di Pangandaran," ujar Irvan, kepada Koran HR, Selasa (24/05/2016).

Hal senada diungkapkan warga Banjar lainnya, Yadi Suryadi (34). Menurutnya, sudah selayaknya Banjar memiliki hotel berbintang. Karena, jika ada event-event musik maupun otomotif, serta event pemerintahan, tamu-tamu tertentu yang datang dari luar daerah kerap merasa kebingungan jika menginap.

"Di Banjar kebanyakan hotel kelas melati, sehingga tamu-tamu tertentu yang datang ke Kota Banjar sering menginap di Pangandaran maupun di Ciamis," kata Yadi.

Wakil Ketua DPRD Kota Banjar, Nana Suryana, membenarkan, bahwa Kota Banjar sudah pantas memiliki hotel yang representatif. Karena, beberapa event besar, baik otomotif, musik, maupun pemerintahan sering digelar di kota ini.

"Saya berharap ada investor yang mau berinventasi di Banjar. Jika ada hotel berbintang, otomatis tamu-tamu tertentu pasti menginap di Banjar, dan ini akan meningkatkan pendapatan asli daerah," kata Nana. (Hermanto/Koran-HR)

Harapan Rakyat Online

Harapan Rakyat Online


Perempuan yang Sering Berhubungan Intim Ukuran Miss V-nya Akan Berubah?

Posted: 27 May 2016 10:29 AM PDT

Ilustrasi. Foto: Ist/Net

Berita Gaya Hidup, (harapanrakyat.com),-

Ada sebuah kegundahan dalam hati sebagian besar perempuan dewasa yang sudah sering melakukan hubungan intim dengan pasangannya. Hal itu terkait mitos yang menyebutkan bahwa perempuan yang terlalu sering melakukan hubungan intim, maka ukuran Miss V mereka akan berubah secara permanen. Apalagi, kalau ukuran Mr P pasangannya memiliki ukuran yang cukup besar. Benarkan mitos itu? Mari kita ulas.

Dr Lauren Streicher, M.D, dari Northwestern University’s Feinberf School of Medicine dan penulis Love Seks Again akan menjawab terkait hal itu. Menurut dia, perempuan tak perlu khawatir dengan ukuran Miss V yang akan berubah secara permanen akibat terlalu sering berhubungan intim, meski pria pasangannya memiliki Mr P yang cukup besar.

"Tubuh perempuan itu didesain memiliki elastisitas yang cukup hebat, sehingga Miss V bisa membesar untuk mengakomodasi berbagai ukuran, baik Mr P yang besar maupun saat melahirkan bayi. Logikanya, ukuran bayi paling kecil saja, ukurannya pasti lebih besar daripada ukuran Mr P yang paling besar. Jadi, perempuan melahirkan bayi saja tidak berpengaruh terhadap Miss V-nya, apalagi oleh Mr P," katanya.

Menurutnya, Miss V hanya mengalami perubahan ukuran pada saat perempuan merasa terangsang saat berhubungan intim. Saat kondisi itu, maka aliran darah yang meningkat akan membantu melubrikasi bagian dinding vagina yang disebut rugae. "Ketika rugae rileks, Miss V dengan sendirinya akan melonggar dan memberikan ruang untuk Mr P masuk, meski sebesar apapun ukurannya," katanya.

Namun, Streicher merekomendasikan kepada perempuan yang pasangannya memiliki ukuran Mr P cukup besar, agar menggunakan bantuan pelumas supaya lebih rileks saat tengah berhubungan intim. "Kalau tidak memiliki pelumas, sebenarnya bisa mengunakan alternative lain, yakni dengan cara melakukan foreplay dan oral terhadap Miss V oleh pria. Dengan begitu, akan membuat Miss V lebih terangsang dan 'basah', sehingga akan memudahkan Mr P masuk," terangnya.

Menurut Streicher, apabila perempuan merasa Miss V-nya terasa longgar setelah berhubungan intim, jangan terlalu khawatir. Karena hal itu normal dan tak akan terjadi secara permanen. Ukuran Miss V yang melebar itu akan kembali ke ukuran semula dalam hitungan menit hingga jam. "Kalau Miss V  seperti melonggar, itu karena otot saja, bukan berubah ukuran," tegasnya. Maka, dia menyarankan agar perempuan melakukan senam kegel untuk membuat otot pelvis tetap kencang. (Net/R2/HR-Online)

Ini Sisi Positif Bagi Perempuan yang Pernah Diselingkuhi Pasangannya

Posted: 27 May 2016 10:01 AM PDT

Ilustrasi. Foto: Ist/Net

Berita Gaya Hidup, (harapanrakyat.com),-

Sebuah penelitian menyebutkan seorang perempuan yang pernah diselingkuhi pasangannya akan lebih mudah melihat tanda-tanda apabila suami atau pacarnya berselingkuh. Dengan begitu, perempuan ini akan memiliki insting kuat dan dapat menghindari kembali diselingkuhi pasangannya.

Seperti dilansir womansday.com, Minggu (1/5/2016), sebuah studi terbaru yang dilakukan oleh Binghamton University dan University College London menyimpulkan bahwa insting perempuan lebih kuat dari pria untuk urusan ini.

Menurut beberapa peneliti menyatakan bahwa seorang perempuan yang pernah berkencan dengan pria yang tidak setia di masa lalu, dia akan lebih cerdas memproteksi dirinya agar tidak diselingkuhi kembali di masa depan. “Ternyata bagi perempuan ada sisi positif dari pengalaman buruk dalam percintaannya di masa lalu,” kata Craig Morris, peneliti di Binghamton University.

Sementara itu, International Business Times pernah melaporkan survei anonim yang digelar secara online mengenai informasi putusnya hubungan dari 5.705 orang di 96 negara berbeda. Ternyata, survey itu menyebutkan bahwa putusnya hubungan akibat perselingkuhan persentasinya kecil. Sementara yang lebih banyak mendominisi disebabkan dari alasan perbedaan usia, budaya dan ras. (R2/HR-Online)

Guru Bule Asal Amerika Ini Sudah Berakhir Tugasnya di SMA 1 Pangandaran

Posted: 27 May 2016 07:59 AM PDT

Jones Kiplyn Lewise (25), warga negara Amerika Serikat, guru relawan yang bertugas di SMA Negeri 1 Pangandaran, saat berbincang dengan Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata, dalam sebuah kesempatan. Foto: Dokumentasi

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Setalah dua tahun bertugas sebagai guru relawan di SMA Negeri 1 Pangandaran, akhirnya masa tugas Jones Kiplyn Lewise (25), warga negara Amerika Serikat, di Indonesia sudah berakhir. Dia harus kembali ke negaranya karena masa tugasnya sudah berakhir pada tanggal 25 Mei 2016.

Perempuan cantik kelahiran Boston 21 Agustus 1990 ini, merupakan salah satu kontingen duta pendidikan dari Amerika Serikat yang dikirim ke Indonesia melalui kerjasama bilateral kedua Negara.

Selama bertugas di Indonesia, Kiplyn mendapat legalitas surat ijin dari Kementerian Tenaga Kerja dan Imigrasi RI dengan nomor 17277 tentang pemberian ijin tenaga kerja asing. Dalam surat lampiran tersebut, tercatat Joanes Kiplyn beralamatkan di jalan WR Supratman nomor 09 Surabaya dengan masa berlaku mulai dari 23 April 2014 sampai 25 Mei 2016.

Selain itu, dokumen Kiplyn tinggal di Indonesia, dilengkapi juga dengan surat dari Usaid Peace Corps nomor 199 yang diterbitkan tanggal 16 April 2014. Keberadaan surat tersebut tiada lain untuk menerbitkan IMTA surat rekomendasi dari Kementrian Sekertariat Negara RI no B-3515 /kemensesneg/Setmen/ KTLN / KL 03.02/03/ 2014 tanggal 11 April 2014.

Kepala SMA Negeri 1 Pangandaran, Surman, mengatakan, setelah masa tugasnya habis pada Rabu 25 Mei 2016 lalu, Kiplyn langsung pamit dan bertolak ke Surabaya untuk selanjutnya terbang ke negaranya. "Lembaga Usaid Peace Corps yang menaungi Kiplyn selama di Indonesia, kantornya berada di Surabaya. Jadi, dia ke Surabaya dulu sebelum terbang ke negaranya," katanya, kepada HR Online, Jum'at (27/05/2016).

Sebelum pulang ke negaranya, lanjut Surman, Kiplyn sempat menggelar acara perpisahan dengan guru dan siswa-siswi SMAN 1 Pangandaran, Rabu (25/05/2016). Dalam perpisahan itu, lanjut dia, Kiplyn seperti berat meninggalkan Pangandaran. "Dia mengaku sudah betah tinggal di Pangandaran. Tapi karena tugas, terpaksa harus meninggalkan Pangandaran dan kembali ke negaranya," ujarnya.

Saat acara perpisahan, kata Surman, Kiplyn pun menangis karena sedih meninggalkan lingkungan sekolah yang sudah dicintainya. "Kiplyn juga berjanji apabila ada waktu luang, dia akan berkunjung kembali ke sini. Tetapi, dalam kapasitas pribadi dan tidak mewakili negaranya. Karena dia pun suka dengan keindahan alam Pangandaran. Dia bilang bahwa keindahan alam Pangandaran bak seperti surga," katanya.

Menurut Surman, selama mengajar di sekolahnya, Kiplyn dinilai berhasil dalam meningkatkan kemampuan siswa pada pelajaran Bahasa Inggris. Selain dia mahir sastra Inggirs, juga sudah pasih berbicara Bahasa Indonesia. "Jadi, Kiplyn mudah sekali mentransferkan ilmu ke siswanya. Karena dia paham dan pasih Bahasa Indonesia. Bahkan, bahasa sunda pun dia sedikit-sedikit menguasai. Jadi, dia itu guru yang sangat luar biasa," katanya.

Selain itu, tambah Surman, Kiplyn pun memberikan motivasi kepada guru-guru lainnya, terutama dalam urusan kedisiplinan kerja. "Kedisplinannya sangat konsisten, diantaranya selalu datang tepat waktu ke sekolah dan cara mengajarnya pun sangat baik dan professional. Makanya, saya selalu tekankan kepada guru-guru di sini, agar meniru cara kerja Kiplyn. Mungkin kedisplinan sudah menjadi budaya warga Amerika," katanya.

Menurut Surman, meski Kiplyn sudah terikat kontrak dengan Lembaga Usaid Peace Corps, selama tugas di Indonesia, namun pihak sekolah tetap memberikan honor. "Tapi, besar honornya juga tidak seberapa, cuma alakadarnya saja untuk tambah-tambah biaya hidup selama di Pangandaran. Selain itu, kami pun menyediakan rumah kontrakan untuk Kiplyn selama dua tahun bertugas di sini," terangnya.

Di tempat yang sama, salah seorang siswa SMA Negeri 1 Pangandaran, Mira, mengaku sedih kehilangan guru yang sudah dicintai siswa-siswinya. Menurutnya, Kiplyn merupakan guru yang sangat baik, cerdas dan sangat ramah kepada siapapun.

"Ibu Kiplyn itu sudah menjadi guru idola di sekolah ini. Bukan karena alasan dia orang asing, tetapi memang seorang guru yang ideal. Karena dia menerapkan cara mengajarnya berbeda dengan guru-guru asli di sini. Makanya, kita cepat masuk kalau dikasih materi sama Ibu Kiplyn. Mungkin metode pembelajarannya menerapkan seperti di Amerika," katanya. (Ntang/R2/HR-Online)

Berita Terkait

(Cerita Guru Bule di Pangandaran) Favorit Karedok dan Pindang Gunung

(Cerita Guru Bule di Pangandaran) Intelijen Sempat Menelisik Keberadaan Kiplyn

(Cerita Guru Bule di Pangandaran) Kiplyn Dilarang Pergi Keluar Sendirian

Guru Bule Ini Pikat Siswa SMAN 1 Pangandaran

Pasangan Mesum yang Dirazia di Banjar Ternyata Sudah Punya Suami dan Istri

Posted: 27 May 2016 05:46 AM PDT

Petugas Satpol PP saat meminta keterangan kepada 3 pasangan mesum yang terjaring razia, di kantor Satpol PP Kota Banjar, siang tadi. Foto: Hermanto/HR

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Dua dari tiga pasangan mesum yang terjaring operasi penyakit masyarakat (pekat) Satpol PP Kota Banjar, Jum’at (27/5/2016), sekitar pukul 11.00 WIB, ternyata  pasangan selingkuh. Pasalnya, baik perempuan maupun laki-lakinya, masing-masing sudah memiliki suami dan istri.

Hal itu terungkap setelah petugas Satpol PP melakukan pendataan identitas pelaku saat dilakukan pemeriksaan di kantor Satpol PP Kota Banjar, tadi siang. "Mereka akan dikenai sanksi tindak pidana ringan (tipiring)," kata Kepala Satpol PP Kota Banjar Yayan Herdiaman melalui Kasi Trantib Aep Saepudin, di sela-sela pemeriksaan. [Berita Terkait: 3 Pasangan Mesum Terjaring Razia Satpol PP Banjar di 2 Hotel Berbeda]

Dari informasi yang diperoleh, pelaku yang diketahui masih terikat pernikahan adalah pria berinisial AC (32), warga Kecamatan Banjar dan perempuan selingkuhannya berinisial DWA (26), warga Tanjungsukur Kecamatan Pataruman Kota Banjar. Pasangan ini terjaring di hotel AS yang terletak di jalan Siliwangi.

Selain itu, pria berinisial Luk (36), warga kecamatan Banjar dan perempuan selingkuhannya berinisial Lis (30), warga kecamatan Banjar juga tercatat masing-masing memiliki suami dan istri. Luk dan Lis terjaring di sebuah kamar hotel F yang terletak di jalan Pangandaran Kota Banjar.

Sementara pria berinisial Mak (23), warga Langensari Kota Banjar dan pasangan perempuannya berinisial Yan (23), yang juga warga Langensari Kota Banjar, tercatat belum menikah. Mereka adalah sepasang remaja yang tengah memadu kasih. Pasangan ini terjaring di hotel AS yang terletak di jalan Siliwangi. (Hermanto/R2/HR-Online)

Teater Wisnu Ciamis Akan Tampilkan Kisah Bebegig di Pasanggiri Tingkat Jabar

Posted: 27 May 2016 05:13 AM PDT

Penampilan Teater Wisnu saat menjadi juara di ajang Pasanggiri Seni Tari, Musik dan Teater tahun 2016 se- BKPP Wilayah IV Jabar, yang digelar di Tasikmalaya, beberapa waktu lalu. Foto: Dokumentasi

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Setelah berhasil merebut gelar juara pada ajang Pasanggiri Seni Tari, Musik dan Teater tahun 2016 se- BKPP (Badan Koordinasi Pemerintahan dan Pembangunan) Wilayah IV Jabar, yang digelar di Tasikmalaya, beberapa waktu lalu, Teater Wastu Kabupaten Ciamis berhak maju ke ajang Pasinggiri tingkat Provinsi yang digelar di Bandung, Sabtu-Minggu (28-29/05/2016).

Sutradara Teater, Didon, mengatakan, dalam pentas teater tersebut, timnya menampilkan kisah Bebegig Sukamantri. Menurutnya, Bebegig Sukamantri adalah sebuah bentuk seni helaran khas kabupaten Ciamis yang menampilkan sosok-sosok (Karakter) yang menyeramkan dan memakai kostum khas berasal dari alam.

"Selain kostum utama, yaitu topeng berukuran besar dengan raut muka yang menyeramkan, keunikan bebegig ini menggunakan bunga (kembang) bubuay, yaitu sejenis tanaman seperti rotan, tetapi berukuran besar," katanya, kepada HR Online, saat persiapan pemberangkatan ke Bandung, Jum'at (27/05/2016).

Kembang bubuay ini digunakan sebagai rambut, ditambah lagi asesoris lain yang menghiasi kepala seperti daun waregu, hahapaan, hanjuang dan bahan-bahan alam lainnya.

Para pemain Bebegig tersebut menghidupkan karakter. Topeng bebegig tersebur pun dilengkapi dengan kostum berasal dari ijuk pohon aren, sehingga lengkap dan ditambah dengan kolotok sehingga semakin unik dan khas.

Didon menambahkan, menurut cerita legenda sesepuh Sukamantri, Bebegig ini pada mulanya merupakan perwujudan dari ilmu kesaktian prabu sampulur yang menguasai wilayah Tawanggantungan (Sukamantri pada masa lalu). Setiap pertapaan prabu sampulur, kerap menghasilkan sebuah topeng hingga akhirnya berjumlah 18 karakter.

Topeng-topeng tersebut pada perkembangannya digunakan oleh para jagabaya Tawanggantungan untuk menjaga wilayahnya. Karena wilayah tersebut sering kali diganggu begal yang menjarah daerah Tawanggantungan.

“Dari situlah legenda ini yang diangkat oleh Bapak Noer JM (Penulis Naskah) dan Teater Wastu dalam pasanggiri seni tari, musik dan teater yang digelar oleh Disparbud Jabar,” ujarnya. Dia pun berharap Teater Wastu bisa menjadi juara pada ajang pasanggiri tingkat Jabar.

Para pendukung pementasan teater ini, terdiri dari pemain dengan berbagai tingkatan usia. Pementasan ini didukung oleh para pemain dari mulai usia pra sekolah, SD, SMP, SMA, Perguruan Tinggi serta umum.

"Diangkatnya tema dan legenda bebegig ini merupakan sebuah usaha untuk mendorong agar Kesenian Helaran Bebegig Sukamantri diakui sebagai ikon seni Kabupaten Ciamis. Dan diharapkan menjadi sebuah potensi yang bisa dijadikan sarana promosi wisata Kabupaten Ciamis," katanya.

Menurut Didon, kesenian helaran bebegig Sukamantri g sampai saat ini masih terpelihara. Hal itu berkat eksistensi Sanggar Seni Bebegig Baladewa di Dusun Campaka, Desa Sukamantri, Kecamatan Sukamantri. "Eksistensi mereka sudah menorehkan prestasi yang luar biasa, bukan hanya di level regional, tetapi juga nasional bahkan internasional," katanya.

Didon menambahkan, seni helaran bebegig ini beberapa kali meraih gelar juara dalam Festival Kemilau Nusantara serta diundang di berbagai event bertaraf nasional dan internasional, diantaranya di Surabaya dan Bali.

Sementara itu, Kasi Pembinaan Kesenian dan Perfilman Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Ciamis, Dedi Kusmana, mengaku bangga atas kerja keras pemain teater sehingga keluar menjadi juara.

“Ini adalah prestasi yang kedua sebelumnya kita juga pernah menjadi juara seni teater pada tahun 2014 saat di Garut. Semoga saja waktu di tingkat provinsi kita berhasil menyabet juara kembali,” tuturnya, saat persiapan pemberangkatan ke Bandung, Jum'at (27/05/2016). (DSW/R2/HR-Online)

3 Pasangan Mesum Terjaring Razia Satpol PP Banjar di 2 Hotel Berbeda

Posted: 27 May 2016 04:34 AM PDT

Petugas Satpol PP saat meminta keterangan 3 pasangan mesum yang terjaring razia, di kantor Satpol PP Kota Banjar, siang tadi. Foto: Hermanto/HR

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Tiga pasangan bukan mukhrim siang tadi sekitar pukul 11.00 WIB terjaring operasi penyakit masyarakat (pekat) yang dilakukan Satpol PP Kota Banjar, Jum’at (27/5/2016). Mereka terjaring ketika indehoy di kamar hotel kelas melati.

Ketiga pasangan tersebut, yakni Yan (21) warga Langensari Kota Banjar, berpasangan dengan Mak (23) yang juga warga Langensari Kota Banjar. Kemudian AC (32), warga Kecamatan Banjar berpasangan dengan DWA (26), warga Tanjungsukur Kecamatan Pataruman Kota Banjar. Kedua pasangan tersebut terjaring di hotel AS yang terletak di jalan Siliwangi.

Sedangkan Luk (36) warga kecamatan Banjar berpasangan dengan Lis (30) yang juga warga kecamatan Banjar. Luk dan Lis terjaring di sebuah kamar hotel F yang terletak di jalan Pangandaran Kota Banjar. Ketiga pasangan tersebut kemudian digiring ke kantor Satpol PP Kota Banjar untuk dimintai keterangan.

Kepala Satpol PP Kota Banjar Yayan Herdiaman melalui Kasi Trantib Aep Saepudin mengatakan, operasi tersebut merupakan operasi praja wibawa yang digelar untuk menjaga ketertiban dan keamanan menjelang bulan Ramadhan.

“Selain menjadi agenda rutin, operasi pekat ini juga dalam rangka menjelang datangnya bulan suci Ramadhan,”imbuhnya. (Hermanto/R2/HR-Online)

PCL Langensari Pertama Selesaikan SE di Banjar

Posted: 27 May 2016 04:34 AM PDT

PCL Kec. Langensari sedang melakukan pendataan Sensus Ekonomi 2016 kepada salah satu responden. Photo : Nanang Supendi/HR.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Petugas Pencacah Lapangan (PCL) Kec. Langensari, Kota Banjar, berhasil menyelesaikan pendataan Sensus Ekonomi (SE) 2016, meski batas waktu yang ditentukan yaitu 31 Mei 2016. Bahkan, PCL Langensari merupakan kecamatan pertama yang menyelesaikan SE di Kota Banjar.

"Selama proses pendataan SE kemarin, memang kami banyak hadapi kendala. Tapi alhamdulillah, 6 hari sampai batas waktunya kita sudah selesai 100%, dan katanya juga kami jadi kecamatan yang pertama selesai," kata salah satu Petugas Pemeriksa Lapangan (PML) Kel. Bojongkantong, Teguh, kepada HR Online, Jum'at (27/05/2016).

Menurutnya, itu semua berkat intensitas pemantauan dari Koordinator Sensus Kecamatan (KSK) Langensari, yang di lapangan rajin 'jemput bola'.

KSK Langensari, Sudjana membenarkan, bahwa pendataan SE di Kec. Langensari telah rampung 100%, dan menjadi kecamatan pertama yang menyerahkan data ke BPS Kota Banjar.

"Saat penyerahaan data dan melihat hasil laporan di BPS Kota Banjar, kamilah yang pertama selesai. Itu semuanya berkat kerja keras PML dan PCL serta koordinasi yang baik dengan kami selaku KSK, sehingga kendala relatif cepat teratasi," ujarnya.

Sementara hasil SE di Kec. Langensari, berdasar data, untuk Kec. Langensari ada kenaikan jumlah pelaku usaha yaitu sekitar 20% dibanding SE tahun 2006.

"Itu datanya valid, serta semua pelaku usaha atau responden semuanya sudah tersensus," katanya.

Pihaknya berharap dari hasil pendataan SE yang telah dilakukannya, dapat bermanfaat sebagaimana kepentingan strategis dalam menentukan kebijakan dan perencanaan pembangunan ke depan. (Nanks/R5/HR-Online)

Pembangunan Lapang Sepakbola di Ciparay Ciamis Disoal Warga

Posted: 27 May 2016 03:57 AM PDT

TPT lapangan sepakbola yang baru selesai dibangu sudah ambruk kembali. Photo : Suherman/ HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Warga Desa Ciparay, Kecamatan Cidolog, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat mempertanyakan pekerjaan pembuatan lapangan sepakbola yang dilaksanakan CV. Cimalela yang menelan anggaran sebesar Rp. 190 juta dari Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenporan) tahun anggaran 2015 silam.

Pasalnya, dari informasi yang berhasil dihimpun, pekerjaan pembangunan sarana olahraga atau lapang sepakbola yang dikerjakan CV. Cimalela itu terkesan dikesampingkan. Bahkan, pekerjaan tersebut lepas dari pantauan Pemerintah Kabupaten Ciamis. Selain itu, pekerjaan pun terkatung-katung hingga tembok penahan tebing (TPT) lapangan tersebut ambrol dan mengurug sawah warga.

Tokoh masyarakat Desa Ciparay yang namanya enggan untuk disebutkan, kepada Koran HR, Sabtu (21/05/2016), mengatakan, proyek pembangunan sarana lapang sepakbola tersebut sudah semestinya mendapat sanksi dari dinas terkait. Pasalnya, selain pekerjaannya belum selesai sebagian, TPT yang baru dikerjakan kondisinya sudah rusak lagi.

“Saya sih hanya ingin mempertanyakan sampai sejauhmana pihak pemerintah, terutama pihak desa dalam melakukan pemantuan terhadap pekerjaan tersebut. kenapa saya mengatakan lemahnya pemantauan dari pihak desa, karena saya mendengar jika sumber anggaran untuk pembangunan tersebut masuk dalam rekening desa. namun di dalamnya kok yang mengerjakannya adalah pihak rekanan. Apakah pihak desa melakukan lelang pekerjaan, sehingga seolah pihak desa tutup mata dalam hal ini,” ujarnya.

Kepala Desa Ciparay, Usep Hidayat, saat dihubungi Koran HR melalui sambungan telepon, Senin (23/05/2016) tidak membantah ada pekerjaan lapang sepakbola di wilayahnya yang masih belum selesai.

“Benar pekerjaan lapang sepakbola yang dikerjakan sejak tahun 2015 hingga saat ini belum selesai. Saya pun sudah melakukan koordinasi dengan pihak rekanan, namun jawabannya karena faktor cuaca,” terang Usep.

Disinggung terkait lemahnya pengawasan dari pihak desa terkait pekerjaan itu, Usep mengatakan, jika hal itu di luar tanggungjawab pihaknya. Dia mengamini anggaran pembangunan lapang itu masuk ke rekening desa.

"Namun itu di luar mekanisme. Karena tiba-tiba pekerjaannya sudah dilelang oleh pusat dan uang yang masuk ke rekening desa sebesar Rp. 190 juta itu pun langsung kami berikan sepenuhnya ke pihak rekanan. Maka dari itu, sekarang kami sedang mendesak pihak rekanan agar menyelesaikan pekerjaan," katanya. (Suherman/Koran-HR)

Restoran dan Tempat Hiburan di Pangandaran Wajib Tutup Selama Puasa

Posted: 27 May 2016 12:38 AM PDT

Wakil Bupati Pangandaran, Adang Hadari

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Pemkab Pangandaran mengeluarkan surat edaran prihal larangan yang ditujukan kepada pengelola warung makan dan restoran agar tidak berjualan pada pagi hingga siang hari selama bulan ramadhan (puasa). Larangan itu juga sama diberlakukan untuk warung nasi dan restoran yang berada di sejumlah kawasan objek wisata di Kabupaten Pangandaran.

"Warung makan ataupun restoran yang berada di sejumlah hotel di kawasan objek wisata juga wajib menaati larangan ini. Tidak ada yang terkeculai. Semua pengelola harus taat dan patuh. Pada prinsipnya kita ingin menghargai umat muslim yang tengah menjalani ibadah puasa," kata Wakil Bupati Pangandaran, Adang Hadari, kepada HR Online, Jum'at (27/05/2016).

Adang menambahkan, pihaknya melalui petugas Satpol PP akan langsung mendatangi seluruh pengelola warung nasi dan restoran untuk menyerahkan surat edaran tersebut sembari melakukan pembinaan. "Kita dekati dulu dan diajak berbicara agar patuh dan taat dengan surat edaran tersebut. Kalau sudah disurati dan dibina tetapi masih membandel, maka akan kita tindak," tegasnya.

Surat edaran tersebut, lanjut Adang, akan disebarkan kepada seluruh pengelola pada H-3 sebelum tanggal puasa pertama. Selain warung makan dan restoran, pihaknya pun  melarang seluruh tempat hiburan malam di objek wisata Pangandaran untuk beroperasi selama bulan puasa.

"Kalau tempat hiburan harus menghentikan usahanya selama puasa. Nanti petugas Satpol PP setiap hari akan pantau ke lapangan. Apabila ada pengelola yang membandel, kita sudah intruksikan kepada petugas untuk langsung melakukan penutupan. Jadi, tidak ada dalih karena berada di objek wisata mereka bisa buka seenaknya," tegasnya.

Biasanya, kata Adang, setiap bulan puasa jumlah wisatawan dari luar daerah berkurang atau tidak seperti bisanya. Namun, di kawasan objek wisata sering kali ramai dikunjungi wisatawan lokal untuk acara ngabuburit. (Ntang/R2/HR-Online)

Ini Vitamin Ampuh untuk Membunuh Jerawat Seketika

Posted: 27 May 2016 12:29 AM PDT

Photo: Ilustrasi net/Ist.

Berita Kesehatan, (harapanrakyat.com),-

Jerawat merupakan permasalahan klasik yang tak pernah habis untuk dibahas. Tidak hanya remaja yang sedang pubertas, orang dewasa pun terkadang menderita jerawat yang muncul tidak hanya di wajah, tapi juga di beberapa bagian tubuh lainnya.

Semua orang, termasuk juga Anda, pasti beranggapan bahwa dengan adanya jerawat tentu sangat menyebalkan. Selain terasa sakit, tampilan kulit pun menjadi tidak cantik, terlebih jika jerawat menimbulkan bekas.

Tapi sayangnya, ketika jerawat datang, Anda sibuk mengobatinya dari luar. Padahal faktor munculnya jerawat sebenarnya lebih banyak disebabkan dari dalam tubuh, termasuk makanan yang dikonsumsi.

Untuk itu, sebuah penelitian yang dilansir dari dailymail.co.uk, menyarankan supaya Anda banyak mengkonsumsi vitamin B12 atau makanan yang mengandung vitamin tersebut.

"Vitamin B12 bisa mengubah sindrom metabolik bakteri penyebab jerawat, propionibacterium acnes. Bakteri ini akan mengeluarkan senyawa penyebab jerawat," terang Dr. Huiyang Li, seorang peneliti dari University of California, Los Angeles.

Hasil penelitian juga menemukan bahwa konsumsi vitamin B12 mampu memangkas bakteri patogenesis baru yang menyebabkan jerawat. Contoh beberapa makanan yang mengandung vitamin B12 diantaranya biji-bijian, kacang-kacangan dan ikan salmon. Anda tertarik untuk mencoba mengusir jerawat dengan cara sehat ini? Selamat mencoba! (Eva/R3/HR-Online)

Harapan Rakyat Online

Harapan Rakyat Online


Mobil Damkar Ciamis Telat Datang, Disambut Sorak Kecewa Warga Banjarsari

Posted: 26 May 2016 09:31 AM PDT

Ilustrasi. Foto: Ist/Net

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Lambatnya mobil pemadam kebakaran datang ke lokasi kebakaran, membuat rumah milik Neni (50) warga Dusun Merjan RT 02/RW 04 Desa Ratawangi, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, tak tertolong dan hingga akhirnya luluh lantak dilalap si jago merah, Kamis (26/05/2016).

Saat mobil damkar yang didatangkan dari Ciamis tiba di lokasi, api sudah padam dan rumah korban pun hangus terbakar. Tak pelak, petugas yang jauh-jauh datang dari Ciamis, langsung disoraki dengan umpatan kata-kata kekecewaan dari warga setempat. [Berita Terkait: Dari Tabung Gas, Rumah Janda Tua di Banjarsari Ciamis Ludes Terbakar]

Dari teriakan warga terdengar bahwa Pemkab Ciamis tak mendengar aspirasi warga yang menginginkan satu unit mobil pemadam kebakaran ditempatkan di Banjarsari. Pasalnya, akibat mobil damkar harus didatangkan dari Ciamis, membuat rumah warga yang terbakar kerap tidak tertolong.

Seperti dikatakan Ernawati (40), warga setempat. Dia berharap Pemkab Ciamis segera mengabulkan permohonan warga Banjarsari yang meminta ditempatkan mobil damkar di Banjarsari.

“Sudah seharusnya Pemkab Ciamis merespon permintaaan warga Banjarsari. Tadi saja yang pertama datang ke lokasi petugas Damkar dari Kota Banjar. Itu pun sudah terlambat datang. Karena saat damkar Kota Banjar tiba ke lokasi, rumah Ibu Neni sudah ambruk dan api sudah mulai padam. Sementara  petugas Damkar dari Ciamis malah datangnya sangat terlambat setelah semuanya padam,” jelasnya.

Sementara itu, Camat Banjarsari, Nandang, mengatakan, pihaknya sudah mengusulkan ke dinas terkait untuk meminta satu unit mobil Damkar berikut petugasnya ditempatkan di Banjarsari. Namun, usulan itu hingga saat ini belum ada realisasinya.

“Kami juga sangat berharap, Pemkab Ciamis menempatkan mobil damkar di wilayah Banjarsari. Karena memang setiap terjadi kebakaran di wilayah Banjarsari selalu tidak tertolong. Mudah-mudahan harapan warga Banjarsari bisa secepatnya direalisasikan oleh Pemkab Ciamis,” katanya. (Suherman/R2/HR-Online)

Dari Tabung Gas, Rumah Janda Tua di Banjarsari Ciamis Ludes Terbakar

Posted: 26 May 2016 09:06 AM PDT

Rerentuhan Rumah milik Neni (50), warga Dusun Merjan RT 02/RW04 Desa Ratawangi Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, yang ludes terbakar dilalap si jago merah, Kamis (26/05/2016). Foto: Suherman/HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Rumah milik Neni (50), warga Dusun Merjan RT 02/RW04 Desa Ratawangi Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, ludes dilalap si jago merah, Kamis (26/05/2016). Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, rumah semi permanen beserta isinya ini ludes tak tersisa. Korban diperkirakan mengalami kerugian sekitar Rp. 50 juta.

Dari informasi yang dihimpun HR Online, sumber api berasal dari tabung gas milik korban saat ditinggalkan ke luar rumah. Sementara warga yang mengetahui adanya kebakaran tidak bisa berbuat banyak, meski telah berupaya keras untuk memadamkan api. Akhirnya, kobaran api tak mampu dijinakan dan membuat rumah korban luluh lantak dilumat si jago merah.

“Kejadiannya tadi sekitar pukul 11 WIB, saat saya tengah pergi ke rumah tetangga. Sementara di rumah ada anak saya tengah memasak telur, kemungkinan api berasal dari kompor dan merembet ke tabung gas,” jelas Neni sambil terbata bata. (Suherman/R2/HR-Online)

Ada Benjolan pada Vita Suaranya, Bupati Pangandaran Dioperasi di Singapura

Posted: 26 May 2016 08:19 AM PDT

Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata, saat menjalani operasi vita suara di salah satu rumah sakit di Bandung, belum lama ini. Foto: Dokumentasi HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Pengobatan dan operasi lanjutan Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata, yang akan ditangani oleh tim medis rumah sakit di Singapura rencananya akan dilakukan pekan depan. Jeje bersama keluarga diagendakan berangkat ke Singapura pada Selasa (02/06/2016) mendatang.

Menurut Ajudan Bupati Pangandaran, Karsim, setelah dilakukan operasi vita suara, di salah satu rumah sakit di Bandung, Jeje harus menjalani operasi lanjutan di salah satu rumah sakit di Singapura. Karena, menurut dokter di Bandung, pada vita suara Jeje terdapat benjolan yang harus diangkat.

"Dokter menyarankan untuk dilakukan operasi di salah satu rumah sakit di Singapura, agar penanganannya lebih bagus," katanya, kepada HR Online, Kamis (26/05/2016).

Sementara itu, Wakil Bupati Pangandaran, Adang Hadari, mengatakan, Jeje akan menjalani operasi dan pengobatan di Singapura selama 4 hari. Namun demikian, lanjut dia, dengan berobatnya Jeje ke Singapura tidak mengganggu urusan kedinasan. "Selama Pak Jeje berobat, tugas bupati dilimpahkan kepada saya. Jadi, tidak akan berpengaruh terhadap roda pemerintahan," ungkapnya.

Adang berharap Jeje segera sembuh seperti sediakala. Karena agenda kerja yang akan dihadapi semakin banyak, apalagi jelang pembahasan anggaran tahun 2017. "Setelah dari Singapura, semoga Pak Jeje bisa sembuh total," ujarnya.

Sementara itu, akibat vita suaranya bermasalah, membuat orang nomor satu di Pangandaran ini suara bicaranya sedikit terganggu. Saat berbicara, suara Jeje terdengar serak, bahkan sering kali terdengar tidak jelas suara bicaranya. (Ntang/R2/HR-Online)

Satpol PP Ciamis Bantah Penertiban PKL di Jalan Statsion Berbau Premanisme

Posted: 26 May 2016 03:51 AM PDT

Kabid Trantib Dinas Satpol PP Kabupaten Ciamis, Dedi Iwa Saputra

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Dinas Satpol PP Kabupaten Ciamis, Dedi Iwa Saputra, mengatakan, pihaknya melakukan penertiban terhadap lapak PKL yang didirikan di atas trotoar secara permanen.

"Lapak PKL yang kami bongkar karena sudah melanggar Peraturan Daerah (Perda) Nomor 10 tahun 2012 tentang Kebersihan, Ketertiban dan Keindahan. Dan PKL yang tidak melanggar tidak kami tertibkan," jelasnya, kepada Koran HR, Selasa (24/05/2016).

Dedi menuturkan, tidak benar apabila petugas Satpol PP bertindak premanisme, seperti dituduhkan melakukan pemukulan kepada perwakilan PKL jalan station. Yang jelas waktu itu suasannya ramai sekali, sehingga pihaknya terpaksa memberikan tindakan tegas supaya para PKL tidak melakukan perlawanan.

"Sudah jelas melanggar aturan, masih saja tidak mengerti dengan penjelasan yang sudah kami sampaikan, surat peringatan hingga tiga kali dan para PKL tetap saja tidak meninggalkan tempat itu, kami terpaksa melakukan tindakan tegas sesuai aturan yang diterapkan dan melakukan pembongkaran," pungkasnya. (es/Koran-HR)

Berita Terkait

Penertiban Lapak PKL di Ciamis, Satpol PP & Pedagang Adu Mulut

Penertiban PKL di Jalan Stasiun Ciamis Dinilai Berbau Premanisme

Penertiban PKL Berbau Premanisme, Trust Akan Datangi Bupati dan DPRD Ciamis

Penertiban PKL Berbau Premanisme, Trust Akan Datangi Bupati dan DPRD Ciamis

Posted: 26 May 2016 03:32 AM PDT

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Ciamis melakukan pembongkaran lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) di bilangan Toserba Yogya. Photo: Eli Suherli/HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Direktur Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Trust Institute, David Firdaus, menegaskan, pihaknya berencana melayangkan surat kepada Bupati Ciamis dan menggelar audiensi dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Ciamis dalam waktu dekat ini. Hal itu untuk melaporkan tindakan petugas Satpol PP Ciamis yang memakai cara premanisme saat melakukan pembongkaran lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) di bilangan Toserba Yogya Ciamis.

Pihaknya pun, lanjut David, akan meminta Bupati dan DPRD untuk menindak oknum petugas Satpol PP yang sudah melakukan tindakan kekerasan saat penertiban PKL tersebut.

"Kalau memang benar melakukan keadilan, kenapa beraninya hanya kepada PKL saja, sementara kepada pengusaha yang melanggar aturan Satpol PP hanya diam saja, seolah-olah tidak peduli jika pelanggaran dilakukan oleh pengusaha besar, apakah itu yang dinamakan adil bagi masyarkat kecil," katanya, Selasa (24/05/2016). (es/Koran-HR)

Berita Terkait

Penertiban Lapak PKL di Ciamis, Satpol PP & Pedagang Adu Mulut

Penertiban PKL di Jalan Stasiun Ciamis Dinilai Berbau Premanisme

Penertiban PKL di Jalan Stasiun Ciamis Dinilai Berbau Premanisme

Posted: 26 May 2016 03:22 AM PDT

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Ciamis melakukan pembongkaran lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) di bilangan Toserba Yogya. Photo: Eli Suherli/HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Direktur Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Trust Institute, David Firdaus, menyayangkan insiden pembongkaran lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) di bilangan Toserba Yogya yang dilakukan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Ciamis, belum lama ini.

"Saya kecewa atas tindakan  petugas Satpol PP yang langsung membongkar dan menertibkan PKL. Padahal sebelumnya sudah melakukan negosisasi. Petugas Satpol PP berlaku arogan ketika penertiban dan pembongaran lapak. PKL perlu mencari penghidupan tapi kenapa pedagang kecil selalu ditindas," katanya, kepada Koran HR, Selasa (24/05/2016). [Berita Terkait: Penertiban Lapak PKL di Ciamis, Satpol PP & Pedagang Adu Mulut]

David menilai, penertiban PKL di Jl Stasiun Ciamis itu mengandung unsur tindakan premanisme karena terjadi aksi pukul-memukul. Tidak hanya bertindak seperti preman, David juga mengaku kena bogem mentah petugas. Selain itu, petugas terlihat mengeluarkan belati untuk mengancam pedagang. (es/Koran-HR)

Sekolah dan Faskes di Ciamis Akan Diminta Komitmen Bebas Asap Rokok

Posted: 26 May 2016 03:12 AM PDT

Ilustrasi. Foto: Ist/Net

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Raperda (Rancangan Peraturan Daerah) tentang Kawasan Tanpa Asap Rokok yang kini dibahas di DPRD Ciamis merupakan delegasi dari UU 23 tahun 2014 tentang pemerintahan daerah. Dalam rancangan itu, akan diatur beberapa kawasan di Ciamis yang dilarang ada asap rokok.

"Kami sudah mengusulkan pada Raperda ini tercantum klausul mewajibkan kepada sekolah dan tempat fasilitas kesehatan (puskesmas atau rumah sakit) agar bebas asap rokok. Dan dalam klausul Raperda dicantumkan pula harus ada sebuah komitmen tertulis dari sekolah dan tempat fasilitas kesehatan agar bersedia melaksanakan hal tersebut," terangnya, kepada Koran HR, pekan lalu.

Menurut Ade, pihaknya sebenarnya mengusulkan beberapa tempat lainnya yang dilarang sebagai tempat merokok, seperti perkantoran, fasilitas umum, ruang publik dan tempat-tempat strategis lainnya. " Tapi itu baru sebatas usulan saja. Belum tentu dalam pembahasan disepakati bersama. Hanya, kami akan menekankan agar pada Perda tersebut diatur larangan merokok di sekolah dan tempat fasilitas kesehatan," katanya. (Bgj/Koran-HR)

Berita Terkait

DPRD Ciamis Dorong Pengelolaan Sampah dan Pasar Modern Diperdakan

Melalui Perda, DPRD Ingin Pelayanan Sampah di Ciamis Hingga ke Desa

Ini Alasan DPRD Ciamis Usulkan Pelayanan Sampah Hingga ke Desa

Ini Alasan DPRD Ciamis Usulkan Pelayanan Sampah Hingga ke Desa

Posted: 26 May 2016 02:48 AM PDT

Ilustrasi. Foto: Ist/Net

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Wakil Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Ciamis, Ade Amran, menjelaskan, pihaknya mendorong Raperda (Rancangan Peraturan Daerah) Tentang Pengelolaan Sampah, karena miris melihat kondisi di daerah, dimana hampir di setiap sungai atau lahan kosong terdapat tumpukan sampah rumah tangga.

"Coba dicek saja ke beberapa daerah di Ciamis yang belum mendapat pelayanan sampah. Di daerah-daerah itu menggunakan sungai dan lahan kosong untuk menampung sampah. Tetapi, setelah ditumpuk, dibiarkan begitu saja tanpa ada pihak yang membuang sampah tersebut ke TPA. Kalau kondisi ini dibiarkan, tentunya akan berbahaya bagi masyarakat yang berada di lingkungan sekitar," terangnya, kepada Koran HR, pekan lalu.

Dengan begitu, lanjut Ade, pemerintah daerah harus melakukan upaya sebelum terjadi dampak negatif yang ditimbulkan dari keberadaan sampah tersebut. "Mengenai teknisnya nanti akan kita bahas bersama Pemkab Ciamis. Sekarang kita dorong dulu melalui Perda. Dan teknis lapangannya nanti bisa diatur oleh Peraturan Bupati (Perbup)," ujarnya. (Bgj/Koran-HR)

Berita Terkait

DPRD Ciamis Dorong Pengelolaan Sampah dan Pasar Modern Diperdakan

Melalui Perda, DPRD Ingin Pelayanan Sampah di Ciamis Hingga ke Desa

Kasus Perjudian Pilkades di Pangandaran Tak Bisa Gugurkan Kades Terpilih

Posted: 26 May 2016 02:39 AM PDT

Ilustrasi. Foto: Ist/Net

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Camat Padaherang Saprudin, mengatakan, permasalahan pidana terkait dua pelaku judi taruhan Pilkades sudah masuk ke wilayah kepolisian. Dia meminta agar masyarakat mempercayakan penanganan masalah tersebut ke pihak kepolisian. 

"Kami berharap kasus ini tidak meluas dan cukup serahkan saja ke pihak kepolisian. Bagi masyarakat, jadikanlah permasalahan ini sebagai pengalaman agar kedepan kasus serupa tidak terjadi kembali. Kami mengharapkan Desa Paledah selalu kondusif. Makanya, kami meminta bantuan kepada seluruh masyarakat untuk bersama-bersama menjaga," katanya, saat audensi dengan sekelompok warga Desa Paledah, Kecamatan Padaherang, di Aula Desa Paledah, Rabu (25/05/2016).

Di tempat yang sama, Ketua BPD Desa Paledah, O Sodikin, mengatakan, kasus hukum perjudian dengan pelaksanaan Pilkades konteksnya terpisah dan tidak ada kaitannya. Dengan begitu, kata dia, apapun keputusan hukum terkait kasus tersebut, tidak akan mempengaruhi proses pelaksanaan Pilkades yang sudah berjalan. [Berita Terkait: Penjudi Pilkades di Pangandaran Diisukan Dilepas Polisi, Warga Bereaksi]

"Saat penyelenggaraan Pilkades kemarin sudah berlangsung aman tanpa ekses. Adapun permasalahan hukum perjudian, itu sudah berbeda konteks. Jadi, masyarakat harus paham dengan permasalahan ini agar tidak mudah terprovokasi," tegasnya.

Kabid Pemerintah Desa BP3APK2BPMPD Kabupaten Pangandaran, Tjomi Suryadi, mengatakan, permasalahan hukum terkait perjudian tidak mempengaruhi tahapan pelaksanaan Pilkades Serentak yang sudah berjalan, termasuk tidak bisa menggugurkan calon kepala desa terpilih.

"Proses pengusulan pelantikan kepala desa terpilih dari BPD ke Bupati melalui Camat terus berjalan. Dan rencananya pelantikan akan digelar secara serentak pada tanggal 2 Juni 2016 mendatang," katanya.

Tjomi menjelaskan, seluruh calon kepala desa di Desa Paledah dan Desa Jangraga tidak mempermasalahkan hasil Pilkades. Bahkan, seluruh saksi dari masing-masing calon pun sudah menandatangani berita acara hasil perhitungan suara.

"Jadi, meski ada permasalahan ini, tidak ada calon yang akan melakukan gugatan. Artinya, semua pihak sudah sepakat memisahkan konteks hasil pelaksanaan Pilkades dengan kasus hukum perjudian,"pungkasnya. (Mad/Koran-HR) 

Penjudi Pilkades di Pangandaran Diisukan Dilepas Polisi, Warga Bereaksi

Posted: 26 May 2016 02:30 AM PDT

Sekelompok warga Desa Paledah, Kecamatan Padaherang, saat menggelar audensi dengan Kapolsek Padaherang, Camat Padaherang dan perwakilan dari BP3APK2BPMPD Kabupaten Pangandaran, bertempat di Aula Desa Paledah, Rabu (25/05/2016). Foto: Madlani/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Pelaksanaan Pilkades (Pemilihan Kepala Desa) Serentak di Kabupaten Pangandaran yang berlangsung Minggu (22/05/2016) lalu, ternyata menyisakan persoalan. Hal itu setelah pihak kepolisian Polres Ciamis menangkap dua orang penjudi taruhan Pilkades di dua tempat yang berbeda, yakni di Desa Paledah Kecamatan Padaherang dan di Desa Jangraga Kecamatan Mangunjaya.

Pasca penangkapan, ternyata riak dari warga setempat pun muncul. Hal itu setelah berhembus isu bahwa polisi akan melepaskan dua penjudi yang sebelumnya ditangkap. Warga kemudian bereaksi dan meminta polisi untuk mengusut tuntas kasus tersebut.

Hal itu terungkap saat sekelompok warga Desa Paledah, Kecamatan Padaherang, menggelar audensi dengan Kapolsek Padaherang, Camat Padaherang dan perwakilan dari BP3APK2BPMPD Kabupaten Pangandaran, bertempat di Aula Desa Paledah, Rabu (25/05/2016).

Kapolsek Padaherang AKP Jumaeli, saat audensi, membenarkan bahwa petugas kepolisian Polres Ciamis menangkap dua pelaku judi taruhan Pilkades di Desa Paledah dan Desa Jangraga, usai pelaksanan Pilkades digelar. Namun, dia meminta warga agar tidak terprovokasi oleh isu yang menyesatkan. Dia juga memastikan bahwa proses hukum terhadap dua pelaku saat ini masih berjalan di Polres Ciamis.

"Saya minta kepada warga Desa Paledah untuk bisa menahan diri dan tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu yang tidak bertanggung jawab. Saya jamin Polres Ciamis akan serius menangani kasus ini,"kata Jumaeli.

Jumeli menambahkan, meski penanganan kasus tersebut ditangani oleh Polres Ciamis, namun pihaknya berkewajiban untuk menciptakan kondusifitas di masyarakat agar penanganan hukum kasus dugaan perjudian bisa berjalan dengan lancar.

"Jangan khawatir tidak diproses, karena kasus perjudian sudah masuk masalah serius. Pelaku perjudian akan dijerat pasal 303 KUH Pidana dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara," tegasnya.

Jumeli pun mengatakan dirinya sudah memberikan masukan secara objektif kepada Kapolres Ciamis terkait permasalahan ini. "Pak Kapolres meminta kepada kami agar jaga kondusifitas di masyarakat. Dan kami pun meminta bantuan kepada masyarakat untuk menjaga kondusifitas. Kami juga meminta agar permasalahan ini tidak mengganggu proses pelaksanaan Pilkades yang sudah berjalan," katanya. (Mad/Koran-HR)

 
">Index »'); document.write('

?max-results=10">Label 6

');
  • ?max-results="+numposts1+"&orderby=published&alt=json-in-script&callback=showrecentposts1\"><\/script>");