Cari Blog Ini

Harapan Rakyat Online

Harapan Rakyat Online


Motor Sport Murah dari Honda, Harganya Cuma Rp 8 Jutaan

Posted: 21 Nov 2017 09:18 AM PST

Photo: Net/Ist

Berita Otomotif, (harapanrakyat.com),-

Anak perusahaan Honda di Nigeria, Honda Manufacturing (Nigeria) Ltd, meluncurkan motor sport All New Honda Ace110. Motor baru ini dijual dengan harga yang bisa dibilang sangat murah.

Dikutip dari Otosia.com, Selasa (21/11/2017), perusahaan tersebut menawarkan All New Honda Ace 110 dengan harga NGN 220.000 atau 600 USD. Harga sebesar itu kalau dikonversi ke rupiah sekitar Rp.Rp 8.1 juta.

Meski sebagai model baru, namun Honda Ace110 masih menggunakan mesin yang sama dengan CG110 yang diklaim memiliki efisiensi konsumsi bahan bakar, tetapi tetap bertenaga. Kemudian, mesin tersebut didukung tangki bahan bakar yang lebih besar 45 persen dari Honda CG110.

Walaupun hanya bermesin 110 cc, All New Honda Ace 110 diklaim sebagai sepeda motor yang nyaman dan aman dikendarai. Di bagian jok dibalut dengan busa yang terlihat tebal. Sedangkan, untuk peredamkejutnya, motor ini menggunakan suspensi teleskopik pada bagian depan dan sepasang shock di bagian belakang.

Di bagian sistem pengeremannya, All New Honda Ace 110 masih menggunakan sistem pengereman tromol, tetapi sudah sangat mumpuni guna menghentikan laju kendaraan. (Eva/R3/HR-Online)

Cari Bambu di Kebun, Warga Ciamis Ini Tewas Tersengat Listrik

Posted: 21 Nov 2017 08:55 AM PST

Polisi saat menunjukkan mayat Muhtar (75) yang ditemukan tewas setelah tersengat listrik. Foto: Istimewa

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Warga Dusun Ciawitali RT 2 RT 1, Desa Gereba, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat digegerkan penemuan sesosok mayat akibat tersengat aliran listrik sekitar pukul 03.00 WIB, Selasa (31/11/2017).

Korban yang diketahui bernama Muhtar (75) ditemukan di sebuah kebun miliknya. Sebelum kejadian tersebut, korban sejak pukul 12.00 WIB pada Senin (20/11/2017) berpamitan ke keluarganya untuk mencari bambu di kebun.

Sayangnya, hingga larut malam korban tak kunjung pulang dan tidak ditemukan meski sudah dicari keluarga dan warga setempat.

Idoh (42), anak korban, menuturkan, setelah pencarian pada malam hari tak membuahkan hasil, pada pagi harinya sekitar pukul 03.00 WIB dirinya kembali mencari korban. Alhasil korban dapat ditemukan dalam keadaan sudah tergeletak dan tidak bernyawa dengan posisi terlentang di atas rerumputan sambil memgang kabel listrik.

Melihat kejadian ini, Idoh langsung melaporkannya ke perangkat Desa Gereba. Setelah itu Babinsa Koramil 1308 Cipaku bersama Babinkamtibmas Polsek Cipaku serta dibantu masyarakat melakukan evakuasi ke rumah korban.

"Harusnya PLN menertibkan jalur kabel yang kendor mendekati tanah dan terkelupas, khususnya di area penduduk agar kejadian tidak terulang kembali," ujar Idoh. (R6/HR-Online)

Perbaikan Dam Selaponteng Ciamis Telan Biaya Rp. 200 Juta

Posted: 21 Nov 2017 07:21 AM PST

 

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Kepala Bidang PSDA, Dinas PU Tata Ruang dan Pertanahan (DPUTRP) Kabupaten Ciamis, H. Agus Komara, menyebutkan, perbaikan dam irigasi Selaponteng, Desa Payungsari, Kecamatan Panumbangan, Kabupaten Ciamis, bakal menelan biaya sekitar Rp. 200 juta.

Agus menjelaskan, program serta anggaran perbaikan dam Selaponteng Payungsari Panumbangan sudah diusulkan masuk dalam APBD murni Provinsi Jawa Barat tahun 2018.  

Seperti diberitakan sebelumnya, bendungan irigasi Selaponteng, Selasa (14/11/2017) malam, jebol akibat terjadi peningkatan debit air menyusul hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut.

Jebolnya dam irigasi Selaponteng mengakibatkan keresahan bagi para petani di wilayah tersebut. Pasalnya, akibat jebolnya irigasi Selaponteng, sekitar 61 hektar sawah dan 5 hektar kolam tak lagi mendapat suplai pasokan air.

Anggota DPRD Ciamis, Ohan Hidayat, berharap pemerintah daerah segera turun tangan memperbaiki saluran irigasi tersebut.

"Irigasi Selaponteng sangat vital bagi areal pertanian di daerah ini. Kalau tidak segera diperbaiki, banyak petani yang merugi, karena areal persawahan dan kolamnya tak dapat pasokan air," ujarnya, kepada HR Online, Rabu (15/11/2017).

Ohan mengaku sejauh ini belum ada langkah-langkah penanganan dari dinas terkait. Dia berharap perbaikan irigasi tersebut harus mendapat prioritas karena menyangkut hajat hidup para petani setempat. (Deni/R4/HR-Online)

Asda II Sebut Pengelolaan Sampah di Pangandaran dengan Optimalisasi Dinas Kebersihan

Posted: 20 Nov 2017 09:02 PM PST

Mobil kebersihan milik Pemkab Pangandaran saat mengambil sampah. Foto: Entang SR/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Menanggapi perihal pengelolaan sampah di Pemkab Pangandaran, Asda II, Apip, menegaskan pemerintah saat ini tengah mengoptimalkan dinas kebersihan serta membuat tempat sampah terpadu.

"Jadi sampah yang dikumpulkan di tempat sampah terpadu itu akan diangkut kembali oleh petugas dan berakhir di TPA," katanya.

Ia mengakui, bahwa sejauh ini ada dua investor dari kota besar menawarkan ke Pemkab Pangandaran untuk mengelola sampah. Lantaran belum adanya rekomendasi karena masih menghitung untung ruginya serta volume sampah yang masih kecil, Pemkab Pangandaran masih memanfaatkan yang ada dengan optimalisasi dinas kebersihan.

"Justru nanti tahun 2018 Pemkab Pangandaran akan lebih optimal lagi dalam mengelola sampah. Apalagi di tahun tersebut kita sangat identik dengan pariwisata yang memang seharusnya terbebas dari sampah. Kita juga merencanakan TPA yang lebih besar seperti Bantar Gebang," pungkasnya. (Ntang/R6/Koran HR)

Pemdes Kutawaringin Ciamis Pembangunan Lanjutan Melalui DD Tahap II TA 2017

Posted: 20 Nov 2017 08:05 PM PST

Kepala Desa Kutawaringin, Slamet Bahtiar.

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Menindaklanjuti pembangunan melalui anggaran Dana Desa (DD) tahap II Tahun Anggaran (TA) 2017), Pemerintah Desa Kutawaringin, Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Ciamis, kembali melaksanakan pembangunan infrastruktur jalan lingkungan yang berada di tiga titik lokasi.

"Karena DD tahap kedua sudah cair, maka kami saat ini akan kembali melanjutkan pembangunan infrastruktur sesuai rencana. Pada anggaran tahap kedua ini pembangunannya akan kami fokuskan di tiga titik, yaitu pembangunan TPT jalan lingkungan di RT.06, Dusun Neglasari sepanjang 175 meter, serta pembangunan rabat beton jalan di Dusun Sukamaju sepanjang  560 X 1,8 meter, dan pembangunan jalan lingkungan, di RT.03, Dusun Sukamaju sepanjang  400 X 1,5 meter," tutur Kepala Desa Kutawaringin, Slamet Bahtiar, saat ditemui Koran HR, Rabu (07/11/2017) lalu.

Meski kondisi cuaca saat ini kurang bersahabat, lanjut Slamet, namun pihaknya berharap semua pembangunan bidang infrastruktur yang akan dilaksanakan bisa tercapai sesuai dengan target.

Untuk tercapainya tujuan pembangunan yang maksimal, Pemerintah Desa Kutawaringin juga terus melakukan sosilasi kepada masyarakat. Hal ini dilakukan sebagai bentuk upaya pengembangan visi dan misi dalam membangun desa, dengan ketransparansian menuju desa membangun secara nyata.

"Alhamdulillah, bentuk swadaya masyarakat juga selalu ada dalam setiap pembangunan yang tengah kami laksanakan. Mudah-mudahan ke depannya Desa Kutawaringin ini bisa lebih maju dalam segala bidang, dengan melaksanakan kebersamaan menuju desa yang maju," ucapnya.

Selain itu, guna menjaga keharmonisan dan kebersamaan antara pemerintah desa dengan masyarakat dalam meningkatkan mutu pelayanan, serta pengembangan pembangunan jangka panjang, Pemerintah Desa Kutawaringin belum lama ini juga telah melaksanakan Musrenbangdes.

Menurut Slamet, pihaknya tetap akan konsisten dengan apa yang telah tercantum dalam misi serta visinya, untuk menjadikan Desa Kutawaringin maju dalam segi pembangunan, dan untuk menjaga keharmonisan antar warga dalam pembangunan yang akan dilaksanakan pada tahun anggaran 2018 mendatang.

"Di tahun 2018 nanti, kami tetap menggunakan sistem pemerataan dengan cara membagi anggaran pembangunan untuk masing-masing dusun. Dalam hal ini kami sangat menghormati ajuan dari para Ketua RT serta kepala dusun, dan tetap konsisten merujuk pada hasil RPJMDes," terangnya.

Slamet menambahkan, untuk pembangunan yang belum tercover di tahun anggaran 2017, nantinya lokasi tersebut akan menjadi skala prioritas dan akan diutamakan untuk didahulukan. Berdasarkan hasil Musrenbangdes, ada 24 usulan yag diajukan masyarakat. Namun, dari hasil kesepakan pihaknya hanya bisa mengcover sekitar 9 titik lokasi. (Suherman/Koran HR)

Pemdes Waringinsari Banjar, Penggunaan ADD Tahap II Sudah 100 Persen

Posted: 20 Nov 2017 07:01 PM PST

Realisasi kegiatan fisik dari ADD tahap II yang dilakukan Pemerintah Desa Waringinsari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar. Foto: Nanang Supendi/HR

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Pemerintah Desa Waringinsari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar, telah melaksanakan kegiatan atau realisasi penggunaan pencairan Alokasi Dana Desa (ADD) tahap II hingga 100 persen, dan kini tengah menyelesaikan APBD Perubahan 2017, sebagaimana ditentukan karena adanya perubahan pagu atas kebijakan pemerintah daerah, yaitu pengurangan ADD sebesar 2 persen.

Kepala Desa Waringinsari, Misbahudin, melalui Sekdesnya, Sulaeman Zajuli, mengatakan, pihak desanya sudah menuntaskan realisasi penggunaan ADD tahap II dan sekarang tengah fokus menyelesaikan APBDes Perubahan Tahun Anggaran (TA) 2017.

"Terkait hal itu, kami pun bersama BPD telah melakukan pembahasannya pada hari Senin tanggal 6 November kemarin. Dari perubahan ADD 2017 itu mendapat pengurangan senilai Rp.21.675.000, dari total anggaran sebelumnya yang mencapai Rp.2.783.967.000," terang Sulaeman Zajuli, kepada Koran HR, Selasa (07/11/2017).

Untuk itu pula, lanjutnya, dalam perubahan APBDes yang sedang disusun ini ada pengurangan untuk kegiatan bidang pemberdayaan masyarakat. Namun, terjadi pula penambahan untuk kegiatan bidang pembinaan masyarakat.

Kegiatan tersebut semuanya tertuang dalam APBDes Perubahan dan akan dilaksanakan dalam pencairan ADD tahap III yang rencananya bisa terealisasi akhir bulan November 2017, yakni menunggu APBDes Perubahan tuntas.

"Pokoknya, menyusul desakan Pemkot Banjar melalui Asda II dengan surat yang dikirim pada setiap desa agar segera menuntaskan persyaratan tersebut, termasuk di dalamnya ditunggu Rencana Kerja Pembangunan Desa (RKPDes) tahun 2018 untuk siap diselesaikan, dan segera menyerahkannya," tandasnya.

Sulaeman juga mengatakan, bahwa APBDes Perubahan TA 2017 dan RKPDes 2018 yang sudah melalui pembahasan bersama BPD, kini tinggal di Musdeskan. Selanjutnya, Pemerintah Desa Waringinsari akan mengajukannya ke Pemkot Banjar melalui kecamatan untuk dapat dievaluasi, kemudian ditindaklanjuti proses pencairan ke DPPKAD.

Menurutnya, walau mepet di akhir tahun anggaran, namun pihak desanya siap menyampaikan laporan realisasi ADD tahap III. Karena, realisasinya kebanyakan hanya melaksanakan kegiatan bidang pemberdayaan dan pembinaan masyarakat.

"Terkait RKPBDes 2018, kami tak memungkiri masih banyak atau fokusnya ke arah kegiatan bidang pembangunan fisik. Namun, tak melupakan upaya lebih diperbanyak kegiatan bidang pemberdayaan masyarakat," ujarnya.

Terpenting penyusunan RKPDes tak lepas dari RPJMDes yang dimilikinya, atau RKPDes dibuat sebagai penjabaran RPJMDes. RKPDes disusun oleh desa sesuai dengan informasi dari pemerintah kota dengan pagu indikatif desa, juga penentuan alokasi belanjanya ditentukan mekanisme partisipatif Musrenbangdes dengan berdasarkan kepada kebutuhan dan prioritas program.

"Gambaran informasi tentang sumber keuangan atau dana transfer yang akan diterima tahun 2018, seperti ADD, DD, Bagi Hasil Pajak dan Retribusi, itu sudah ada," tukasnya. (Nanks/Koran HR)

Investor Siap Kelola Sampah di Pangandaran

Posted: 20 Nov 2017 05:50 PM PST

Mobil kebersihan milik Pemkab Pangandaran saat mengambil sampah. Foto: Entang SR/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Persoalan sampah di Pangandaran menjadi perhatian serius dari berbagai kalangan, termasuk Menteri Susi Pudjiastuti, artis kondang Doel Sumbang maupun para wisatawan yang tengah berkunjung ke Pangandaran.

Sebagai salah satu daerah wisata di ujung Jawa Barat, keberadaan sampah di Pangandaran, khususnya di kawasan pantai, menjadi salah persoalan serius yang perlu ditanggapi guna menjaga keindahan alam yang menjadi lokasi wisata.

Melihat kondisi tersebut, Ganep, salah satu warga Pangandaran, berinisiatif menggandeng investor asal Jakarta yang siap mengelola sampah di Pangandaran jika pengelolaannya diserahkan ke pihak ketiga.

Menurut penuturannya, tahun 2016 silam tepatnya di bulan Desember sudah menyampaikan hal tersebut ke Pemkab Pangandaran yang mana dihadiri oleh Wakil Bupati H. Adang Hadari serta instansi terkait.

"Tapi hingga saat ini belum ada realisasinya. Padahal kita sudah siap mengelolanya, termasuk segala kebutuhannya akan diakomodir oleh pihak ketiga," ujarnya kepada Koran HR beberapa waktu lalu.

Ganep menambahkan, rekanan yang dibawanya itu siap menggelontorkan anggaran setelah izin dari Pemkab Pangandaran turun. Bahkan, dengan sampah yang dikelolanya tersebut menariknya bisa menghasilkan PAD untuk daerah.

"Mereka sudah menyiapkan anggaran penanganan sampah sebanyak Rp. 300 miliar. Tapi sayangnya belum ada lampu hijau dari pemerintah. Menurut saya, jika izin dari pemerintah sudah keluar, nantinya persoalan sampah bisa ditangani," pungkasnya. (Ntang/R6/Koran HR)

Perhatikan Hal Ini Sebelum Membeli Smartphone Android

Posted: 20 Nov 2017 05:34 PM PST

Ilustrasi. Foto : net/ist.

Berita Teknologi, (harapanrakyat.com),-

Dengan ramainya smartphone Android yang keluar di pasaran, membuat para konsumen tidak kesulitan untuk membelinya, namun yang menjadi masalah yaitu bingung untuk menentukan pilihan mana yang pantas untuk dibeli.

Pasalnya, saat ini beredar Android dengan beragam spesifikasi, varian warna, bentuk dan harga. Selain itu, dari masing-masing smartphone tersebut mempunyai kelebihan dan kekurangannya.

Agar Anda tidak bingung mana Android yang pantas dibeli, ada beberapa yang harus diperhatikan seperti dilansir dari laman Make Use Of, Minggu (19/11/2017).

# Prosesor

Prosesor merupakan otak dari semua kinerja yang teroperasikan pada device smarthpone. Sehingga dengan menjadikannya prosesor sebagai otak dari Android, maka itu menjadikan hal pertama yang harus diperhatikan.

Meski prosesor sangat penting sebagai bahan referensi, namun banyak konsumen yang mengabaikannya. Sebelum membeli smartphone, biasanya orang lebih tertarik melihat RAM, warna dan yang pasti kamera.

Ada beberapa macam prosesor yang saat ini digunakan di Android, diantaranya Qualcomm Snapdragon, Mediatek, Intel, OMAP, Nvidia Tegra, Exynos.

Agar kinerja Android berjalan lancar dan ngacir, prosesor perlu didukung juga oleh perangkat lainnya, seperti RAM, VGA dan lainnya.

# RAM

Prosesor bagus dengan 1GHz belum tentu kinerja Android akan cepat. Karena jika tidak didukung oleh RAM (Random-Access Memory) yang mumpuni, maka mustahil sistem akan bekerja dengan cepat, bahkan yang terjadi "lag".

Namun apakah RAM yang besar pasti membuat kinerja Android menjadi cepat? Jawabannya belum tentu. Karena harus dilihat dari kebutuhan dari si pemakai.

Jika pengguna sering banyak menggunakan aplikasi dan bermain game, tentu RAM besar menjadi pilihannya. Aplikasi dan game akan menguras daya dari RAM, sehingga jika Android dengan RAM yang kapasitasnya kecil, maka dampaknya kinerja smartphone akan berjalan dengan lambat atau "leg".

Namun, apabila Anda hanya memerlukan Android untuk sekedar mengirim pesan, atau telpon dan tidak suka bermain game, RAM dengan kapasitas yang kecil juga tidak masalah. Pasalnya, nanti akan percuma RAM besar namun aplikasi yang digunakan berukuran kecil, yang ada malah RAM kosong atau bebas justru tidak bermanfaat alias sia-sia. 

Jadi, sebaiknya membeli Android sesuai dengan kebutuhan.

# Kamera

Kamera menjadi bagian favorit dari perangkat yang ada di smartphone Android. Banyak yang mencari smartphone dengan kamera beresolusi/megapiksel yang besar. Padahal megapiksel besar belum tentu akan menghasilkan jepretan dengan kualitas yang bagus. Karena ada bagian yang menjadi pendukungnya, yaitu bukaan kamera, sensor sampai software yang dipakai untuk mengolah hasil jepretan. (Adi/R5/HR-Online)

SDN 1 Mekarjaya Ciamis Tanamkan Karakter Positif Lewat Berbagai Kegiatan

Posted: 20 Nov 2017 04:33 PM PST

Foto: Ilustrasi net/Ist

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Mekarjaya, berupaya menanamkan karakter positif pada diri peserta didik melalui berbagai macam kegiatan, baik kegiatan akademik maupun non akademik.

Kepala SDN 1 Mekarjaya, Uca Hendari, ketika ditemui Koran HR, beberapa waktu lalu, membenarkan, sekolah merupakan lingkungan yang tepat untuk melatih pesrta didik memiliki kebiasaan baik.

Menurut Uca, berbagai kegiatan yang menyenangkan dapat dijadikan media bagi guru untuk menanamkan nilai-nilai karakter positif agar peserta didik menjadi lebih baik. 

Uca menuturkan, kegiatan yang dijadikan media untuk menanamkan karakter positif tersebut diantaranya, upacara bendera, kegiatan keagamaan, senam bersama, literasi dan gerakan bersih-bersih sekolah.

"Kegiatan terjadwal setiap hari sebelum masuk. Tujuanya untuk membiasakan anak dan menumbuhkan karakter anak,” ujarnya.

Diakui Uca, setiap peserta didik memiliki bakat karakter yang berbeda-beda. Untuk membentuk sebuah karakter, maka diperlukan pembiasaan dan pelatihan. Upaya tersebut dapat dibangun melalui pembelajaran yang dilakukan para guru.

Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Baregbeg, H. Dedi Kusmana, menyambut baik upaya yang dilakukan SDN 1 Mekarjaya terkait pembentukan karakter positif pada diri peserta didiknya.

Dedi mengaku seringkali menekankan setiap sekolah yang ada di wilayah Kecamatan Baregbeg untuk mencari terobosan baru (inovasi) dan menciptakan kreatifitas untuk pengembangan karakter peserta didik. (Heri/Koran HR)

Pemdes Binangun Banjar Tingkatkan Kinerja Perangkat & Kesadaran Masyarakat Bayar PBB

Posted: 20 Nov 2017 03:53 PM PST

Foto: Ilustrasi net/Ist

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Guna meningkatkan kinerja perangkat dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, Pemerintah Desa Binangun, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, menggelar rapat koordinasi (Rakor) yang membahas program kinerja serta kedisiplinan jajaran pemerintah desa. Rakor tersebut diikuti kepala desa beserta jajarannya, di Aula Kantor Desa Binangun, Selasa (14/11/2017) lalu.

Saat ditemui Koran HR usai Rakor, Kepala Desa Binangun, Udung, mengatakan, bahwa saat ini pihaknya juga tengah melakukan persiapan pengajuan pencairan bantuan keuangan dana trasfer desa tahap III.

"Sebelum pengajuan tahap III, Pemerintah Desa Binangun telah merealisasikan penggunaan Dana Desa dan Alokasi Dana Desa tahap kedua untuk pembangunan dan pemeliharaan jalan keep," terang Udung.

Selain itu, Pemerintah Desa Binangun juga kini sedang berupaya memacu masyarakat untuk segera membayar PBB. Menurut Udung, disiplin membayar pajak termasuk pola masyarakat yang bijak, karena membayar pajak sebagai pendapatan negara.

"Untuk saat ini Pemrintah Desa Binangun sedang fokus pada PBB. Karena sampai saat ini ada kendala di lapangan, di mana kesadaran wajib pajak masyarakat masih harus lebih ditingkatkan lagi untuk membayar pajak tepat waktu. Dalam hal ini, kami selalu berupaya dan menghimbau kepada masyarakat perihal PBB tepat waktu," pungkasnya. (AM/Koran HR)

Harapan Rakyat Online

Harapan Rakyat Online


Buat Penggemar Seblak Harus Waspadai Ini!

Posted: 20 Nov 2017 10:13 AM PST

Photo: Ilustrasi net/Ist

Berita Kesehatan, (harapanrakyat.com),-

Kerupuk biasanya digoreng, tapi dalam jajanan khas Jawa Barat, yakni seblak, kerupuk diolah dengan cara direbus. Guru Besar Ilmu Gizi Institut Pertanian Bogor (IPB), Hardinsyah, mengatakan, cara mengolah kerupuk dengan direbus pada seblak mirip dengan kerupuk kulit.

"Bedanya kerupuk digoreng dan direbus ya jadinya enggak kriuk. Sama seperti kerupuk kulit yang oleh orang Padang digoreng, tapi oleh orang Yogyakarta menjadi krecek. Tidak pernah dengar kan orang sakit gara-gara makan krecek?" kata Hardinsyah, seperti dikutip dari laman Health-Liputan6.com.

Pria yang juga Ketua Umum Pergizi Pangan Indonesia ini menjelaskan, bahan dasar kerupuk berupa tepung tapioka kemudian ditambah bumbu seperti garam, gula atau bawang putih dan udang atau ikan. Namun, ada yang menambahkan bleng atau boraks supaya lebih kenyal dan awet. Padahal, itu tidak disarankan.

Mengutip dari laman pom.go.id, bleng adalah nama pasar untuk bahan kimia yang disebut dengan boraks atau natrium tetraborat. Sesuai dengan Permenkes Nomor 033 Tahun 2012 tentang Bahan Tambahan Pangan, yang menyebutkan bahwa penggunaan boraks dalam pangan dilarang.

Sementara itu, terkait broadcast viral beberapa waktu lalu soal kasus anak yang alami peradangan usus buntu akibat konsumsi kerupuk kenyal dalam seblak, Hardinsyah, menyarankan kepada pemerintah setempat atau dinas kesehatan terkait untuk menanyakan di mana anak itu biasa membeli seblak.

"Dinas Kesehatan atau pemerintah bisa bawa sampel ke laboratorium, jadi bisa diketahui ada kandungan bahan berbahaya atau enggak," saran Hardinsyah.

Dia juga menyebutkan, bahwa usus buntu penyebabnya kompleks dan usus buntu bukan kejadian akibat mengonsumsi semalam atau seminggu lalu. "Tidak tahu juga apakah anak tersebut makan seblak setiap hari atau bagaimana," katanya.

Broadcast soal hal tersebut tentu saja membuat banyak penggemar seblak khawatir. Asal kerupuk yang digunakan aman dan frekuensi makan seblak tidak sering, maka mengonsumsi seblak boleh-boleh saja.

"Kalau seminggu sekali itu wajar, tak masalah, dan secukupnya saja kalau makan seblak. Porsinya juga jangan satu mangkuk besar. Biasakan pula makan beragam, misalnya ketika makan seblak pilih yang ada sayurnya," saran Hardinsyah.

Karena, dalam sayuran ada serat dan karbohidrat. Tapi bisa juga untuk siang makan seblak, kemudian malamnya makan buah serta sayur. Jangan lupa juga banyak minum, sebab cairan membantu pencernaan menjadi lancar. (Eva/R3/HR-Online)

Ketahui 6 Tanda di Wajah Orang yang Sedang Berbohong

Posted: 20 Nov 2017 09:08 AM PST

Photo: Ilustrasi net/Ist

Berita Gaya Hidup, (harapanrakyat.com),-

Siapa yang ingin dibohongi? Pasti jawabannya tidak ada. Meski begitu, untuk beberapa alasan orang terkadang masih melakukan kebohongan.

Kalau Anda tak mau dibohongi orang lain, ada cara untuk mendeteksinya. Gestur kecil di wajah bisa menjadi salah satu tanda untuk mengetahui seseorang sedang berkata bohong. Seperti yang dilansir laman Business Insider, Jum'at (17/11/2017), berikut ini;

Mata bergerak ke kanan dan kiri

Reaksi psikologis ketika berbohong adalah perasaan tidak nyaman. Hal itu akan berdampak pada pandangan mata yang bergerak ke kanan dan kiri secara berulang. Tapi, biasanya ini terjadi dengan sangat cepat, jadi Anda perlu lebih memperhatikannya dengan seksama.

Mata mengedip cepat

Saat sedang berbohong, orang pasti cenderung stres untuk menutupi kebohongannya, sehingga reaksi fisik yang ditimbulkannya adalah mengedipkan mata lebih cepat dari biasanya. Jika normalnya 5-6 kali per menit, tapi kalau berbohong bisa 5-6 kali lebih banyak.

Menutup mata lebih lama

Saat mengatakan kebohongan, orang cenderung menutup matanya lebih lama. Mata berkedip biasanya 0,1-0,4 detik, namun ketika berbohong bisa 1 hingga 2 detik.

Melihat ke arah kanan

Bila orang yang dominan tangan kanan, maka mereka cenderung melihat ke arah kanan ketika berbohong, dan sebaliknya dengan orang kidal yang melihat ke arah kiri.

Senyum palsu

Ketika berbohong, orang cenderung untuk tersenyum. Meski begitu, senyuman yang dihasilkan hanyalah senyum palsu karena tidak berdampak pada mata yang lebih menyipit.

Menyentuh wajah

Ketika orang sedang berkata bohong seringkali menimbulkan reaksi fisik, seperti gatal, terutama pada bagian wajah. Dengan demikian, orang yang berbohong lebih sering menyentuh wajah untuk mengurangi gatalnya. (Eva/R3/HR-Online)

Terkendala Anggaran, Pangandaran Belum Miliki Standar Pelayanan Publik

Posted: 20 Nov 2017 04:15 AM PST

Foto: Ilustrasi net/Ist

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Dalam rangka mengetahui sejauh mana kepuasan pelayanan yang diberikan kepada masyarakat, perlu adanya standar khusus sebagai parameternya. Akan tetapi, kenyataannya Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkup Pemkab Pangandaran hampir secara keseluruhan belum memiliki standar tersebut.

Standar yang dimaksud, di antaranya Standar Pelayanan (SP), Standar Pelayanan Minimum (SPM), serta Standar Operasional Prosedur (SOP) yang menjadi syarat guna mengukur tingkat kepuasan pelayanan SKPD terhadap masyarakat.

Kabag Organisasi Sekretariat Daerah Kabupaten Pangandaran, Nani Rusyani, mengatakan, untuk menjawab persoalan tersebut, pihaknya mengambil langkah penataan kelembagaan serta pendataan syarat-syarat tersebut.

"Belum dimilikinya SP, SPM dan SOP yang hampir di seluruh SKPD itu karena terkendala minimnya SDM serta Pangandaran sebagai Daerah Otonomi Baru (DOB). Maka dari itu, kita ambil langkah untuk segera menyusunnya," kata Nani kepada Koran HR, Senin (13/11/2017) lalu.

Nani menambahkan, sebagai tolak ukur kepuasan masyarakat atas pelayanan pemerintah melalui SKPD, maka standar pelayanan minimun sangat diperlukan.

"Kita sudah lakukan langkah penataan serta pendataan terlebih dahulu. Sebab, bagian organisasi yang pertama dan baru terbentuk sesuai dengan Undang-undang," imbuh Nani Rusyani.

Pentingnya SKPD memiliki standar tersebut, lanjut Nani, sangat berguna untuk mengukur kepuasan masyarakat serta mengukur capaian target dari pemerintah. Diakuinya, khusus SOP tiap SKPD sudah secara rutin dievaluasi. Namun, untuk standar kepuasan pelayanan belum bisa didapatkan lantaran belum disusun.

"Kendalanya itu pada sisi anggaran. Sebab, sampai saat ini melalui anggaran perubahan kita belum melaksanakan kegiatannya. Padahal, kita sudah merencanakan di tahun 2017 ini sudah dilaksanakan," tegasnya.

Ia berharap, ke depan pemerintah bisa berinovasi dalam melakukan pelayanan terhadap masyarakat, terlebih standaranya harus kita miliki di tiap SKPD.

"Contohnya, seperti di pelayanan perizinan itu tergantung dari para investor. Artinya, bagaimana caranya supaya investor itu tertarik untuk berinvestasi di Pangandaran. Tentunya hal ini dibuktikan dengan pelayanan publik yang inovatif sebagaimana standar minimumnya. Mudah-mudahan ke depan bisa dianggarkan untuk hal ini," pungkas Nani. (Mad/R6/Koran HR)

Diduga Korsleting Listrik, Sebuah Rumah di Banjar Hangus Terbakar

Posted: 20 Nov 2017 02:36 AM PST

Petugas pemadam kebakaran saat memadam kan api di rumah Parman Sihombing (55) di Lingkungan Cimenyan RT 1/7, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Banjar, Kota Banjar. Foto: Hermanto/HR

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Rumah kontrakan yang ditempati Parman Sihombing (55) di Lingkungan Cimenyan RT 1/7, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Banjar, Kota Banjar siang tadi mengalami kebakaran, Senin (20/11/2017). Kebakaran tersebut diduga akibat kornsleting listrik. 

Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh Ketua RT setempat, Asep (52). Menurutnya,  ia mencium seperti bau bakaran karet. Namun ketika ke luar rumah, ia melihat asap tebal dari salah satu rumah warganya. 

"Awalnya saya mencium bau seperti bakaran ban, namun begitu ke luar rumah saya melihat asap tebal dari rumah tetangga," ujarnya. 

Asep pun kemudian berteriak minta tolong, kemudian bersama warga lainnya mencoba memadamkan api dengan alat seadanya, namun api sulit dipadamkan.

"Kami mencoba memadamkan api bersama warga lainnya dengan cara manual, tapi api terus semakin membesar," imbuhnya. 

Masih kata Asep, pada saat kebakaran terjadi, rumah tersebut dalam keadaan kosong, karena pemilik rumah tidak ada di tempat dan sedang bekerja. 

Akibat ini, kondisi rumah hangus setelah terbakar, bahkan barang-barang berharga yang ada di dalam rumah ikut hangus dilalap si jago merah.

Api berhasil dipadamkan satu jam kemudian setelah BPBD tiba di lokasi dengan mengerahkan dua unit mobil pemadam kebakaran. Petugas dibantu aparat TNI dan Polri serta warga sekitar terus bahu-membahu hingga berhasil memadamkan api dalam peristiwa kebakaran tersebut. 

"Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun kerugian material ditaksir mencapai puluhan juta," pungkas Asep. (Hermanto/R6/HR-Online)

Dishub Imbau Penyedia Jasa Angkutan Online Patuhi Aturan

Posted: 20 Nov 2017 01:13 AM PST

Edi Yulianto

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Ciamis mengimbau penyedia jasa angkutan berbasis aplikasi yang kini beredar di wilayah Kabupaten Ciamis untuk mematuhi Peraturan Menteri Nomor 108 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek (PM 108).

Sekretaris Dishub Kabupaten Ciamis, Edi Yulianto, beberapa waktu lalu, membenarkan, pihaknya mensinyalir banyak kendaraan pribadi di Kabupaten Ciamis yang digunakan untuk usaha angkutan umum berbasis aplikasi online.

Edi mengaku, Dishub Kabupaten Ciamis tidak memiliki kewenangan mengeluarkan ijin ataupun menindak dan menertibkan keberadaan jasa angkutan umum berbasis aplikasi online yang beroperasi di wilayah Kabupaten Ciamis.

Menurut Edi, ijin ataupun penindakan terhadap keberadaan jasa angkutan umum berbasis aplikasi online merupakan kewenangan Kementrian Perhubungan dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

"Kita sebenarnya ingin mengagendakan sosialisasi kepada penyedia jasa angkutan. Kita ingin membuat kesepakatan dengan mereka untuk mematuhi peraturan tentang penyelenggaraan angkutan orang yang sudah dikeluarkan pemerintah," katanya. (Deni/R4/HR-Online)

Dishub Diminta Awasi Keberadan Jasa Angkutan Online di Ciamis

Posted: 20 Nov 2017 01:10 AM PST

 

Ilustrasi. Fhoto : Ist/ Net

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Menjamurnya jasa angkutan umum berbasis aplikasi di Kabupaten Ciamis, baik ojek maupun taksi online mendapat sorotan dari berbagai kalangan masyarakat. Ada yang mendukung, ada pula yang mempersoalkannya.

Pasalnya, di sejumlah daerah keberadaan jasa angkutan umum berupa taksi dan ojeg online seringkali menjadi persoalan dan menimbulkan gesekan dengan penyedia jasa angkutan konvensional.

Untuk menghindari gesekan tersebut, Forum Mahasiswa dan Pemuda Galuh Tabayun (Formagat), meminta Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Ciamis, segera menertibkan angkutan berbasis online yang tidak menaati aturan.

Fomagat menilai keberadaan angkutan online di Kabupaten Ciamis rentan memicu terjadinya gesekan atau konfli jalanan dengan para penyedia jasa angkutan konvensional.

Ketua Formagat, Ade Ainul Yakin, beberapa waktu lalu, meminta peran pengawasan dari Dishub Kabupaten Ciamis lebih ditingkatkan. Menurut dia, hal itu untuk meminimalisir terjadinya polemik antara penyedia jasa angkutan onlin dan konvensional.

Selain pengawasan terhadap keberadaan ojeg dan taksi online yang harus lebih ditingkatkan, Ade juga meminta Dishub meminimalisir pelanggaran terhadap Peraturan Menteri Nomor 108 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek (PM 108).

"Di luar daerah, persoalan ini sangat luar biasa. Mudah-mudahan di Kabupaten Ciamis tidak terjadi gesekan antara penyedia jasa angkutan online dengan konvensional," katanya.

Formagat menegaskan, penertiban keberadaan jasa angkutan berbasis aplikasi bukan berarti menolak kemajuan jaman. Tapi menciptakan keadilan bagi seluruh jasa angkutan, baik online ataupun konvensional, sehingga tidak ada yang dirugikan. (Deni/R4/HR-Online)

Kasihan, Dinding Rumah Nenek Jompo di Banjar Ini Jebol

Posted: 19 Nov 2017 11:52 PM PST

Kondisi rumah milik Eros yang jebol dindingnya di bagian dapur. Foto: Tsabit/HR

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Sebuah rumah milik nenek tua yang bernama Eros (63) warga Lingkungan Babakansari RT 02 RW 10, Kelurahan Pataruman, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar dikabarkan jebol dinding rumahnya bagian dapur setelah hujan deras yang terjadi sore kemarin.

Tembok rumah yang berukuran 4 X 5 itu diduga jebol lantaran tidak kuat menahan rembesan air yang masuk dari luar rumah. Pasalnya, posisi rumah lebih rendah dari pada tanah yang berada di luar. Sehingga, air hujan masuk ke dinding rumah melalui celah-celah yang keropos hingga mengalami jebol.

Diketahui, saat kejadian Eros tidak ada di tempat lantaran sebelumnya dia sendirian di rumah karena sakit dan tinggal sementara bersama keluarga di Desa Balokang. Meski tidak menimbulkan korban, namun kerugian mencapai jutaan rupiah.

Engkus, cucu korban, membenarkan kejadian tersebut lantaran tembok tidak mampu menahan air hujan dan juga posisi rumah lebih rendah dari pada tanah yang berada di belakang dapur.

"Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Meski begitu, kita harap ada bantuan dari pemerintah untuk segera diperbaiki agar rumah di sebelahnya juga tidak terdampak," ungkapnya kepada HR Online, Senin (20/11/2017).

Sementara itu, Dudi, Ketua RT setempat, mengatakan, pihaknya sudah mengkoordinasikan kejadian tersebut ke pemerintah agar ditangani secepatnya. Ia mengungkapkan, selain kondisi rumah yang sudah rapuh, tanah dibangun rumah Eros tersebut diketahui tanah tumpang. Akibatnya, proses mendapatkan bantuan cukup sulit karena terganjal kondisi tanah tumpang yang hanya memiliki hak guna pakai.

"Ya bagaimana lagi karena posisinya seperti itu. Kita sudah sampaikan, namun belum ada kepastian juga dari pemerintah," imbuhnya.

Bahkan, Dudi menambahkan, di lingkungannya terdapat sekitar 60 KK yang status tanahnya tumpang karang. Sehingga, untuk pengajuan bantuan dari pemerintah seperti Program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) cukup sulit.

"Pemkot diharapkan cari jalan keluar soal ini. Ada warga yang dapat bantuan, akan tetapi bukan dari program RTLH, tapi dari dana CSR serta Baznas," pungkasnya. (Tsabit/R6/HR-Online)

Revitalisasi Kawasan Perikanan Budidaya di Pamarican Ciamis Perlu Diawasi

Posted: 19 Nov 2017 09:07 PM PST

Proyek pembangunan revitalisasi kawasan perikanan budidaya yang dibiayai Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) di Dusun Pamarican, Desa Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, perlu diawasi masyarakat. Foto : Suherman/ HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Proyek pembangunan revitalisasi kawasan perikanan budidaya yang dibiayai Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) di Dusun Pamarican, Desa Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, perlu diawasi masyarakat.

Pasalnya, dalam proyek pembangunan revitalisasi kawasan perikanan budidaya tersebut, pihak rekanan tidak mencantumkan informasi detil tentang kegiatan. Tidak hanya itu, pemerintahan setempat juga menyatakan tidak mendapat tembusan atau pemberitahuan soal kegiatan tersebut.  

Kepala Desa Pamarican, Endang Rahman, ketika ditemui Koran HR, Senin (13/11/2017) lalu, membenarkan, pihak rekanan yang belakangan diketahui PT. Hapesindo Omega Penta, tidak menyampaikan informasi kegiatan pelaksanaan proyek pembanguna revitalisasi kawasan perikanan budidaya.   

"Lokasi kegiatan proyek itu masuk ke wilayah kami. Namun kami tidak mengetahui secara pasti darimana serta berapa jumlah nominal anggaran pembangunan tersebut. Baiknya (wartawan) langsung saja menanyakan kepada petugas lapangan," katanya.

Toni, mandor proyek pembangunan revitalisasi kawasan perikanan budidaya, ketika ditemui Koran HR, Senin (13/11/2017), mengaku hanya menjalan tugas mengawasi tenaga kerja. Dia tidak mengetahui informasi detil soal kegiatan proyek pembangunan tersebut. 

"Saya hanya mandor saja disini. Untuk anggarannya, saya tidak tahu berapa jumlahnya. Hanya saja, proyek ini satu paket dengan proyek yang ada di lima kabupaten, yaitu kabupaten Garut, Ciamis, Subang, Tasikmalaya dan Kota Banjar," katanya.

Senada dengan itu, Petugas PPL Perikanan wilayah Pamarican, Dian Risnandar, saat dihubungi Koran HR, Selasa (14/11/2017), juga mengaku tidak mengetahui secara rinci informasi proyek pembangunan revitalisasi kawasan perikanan budidaya tersebut.  

"Silahkan langsung konfirmasi ke dinas saja. Karena proyek ini dari kementrian lewat dinas. Kami (PPL) tidak tahu soal itu. Terus terang saja, pihak rekanan tidak memberikan tembusan kepada kami," katanya.

Sampai berita ini tayang, Koran HR belum mendapat keterangan resmi dari pihak rekanan dan instansi terkait di Pemerintah Kabupaten Ciamis. (Suherman/Koran HR) 

Hebat, Bumdes di Pangandaran Ini Jadi Tempat Study Banding 3 Kementrian

Posted: 19 Nov 2017 07:24 PM PST

Peserta study banding dari Kementrian Desa, Kementrian PPN/Bappenas dan Kementrian Pariwisata RI saat berfoto bersama di depan halaman Bumdes Guha Bau di Desa Kertayasa, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran. Foto: Madlani/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Kementrian Desa, Kementrian PPN/Bappenas dan Kementrian Pariwisata RI melakukan kunjungan ke Bumdes Guha Bau di Desa Kertayasa, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran dalam rangka study banding Bumdes berbasis kemaritiman dan kepariwisataan guna menggali potensi dan memecahkan permasalahan di berbagai daerah.

Menurut Ketua Bumdes Guha Bau, Teten, menjelaskan, Bumdesnya tersebut dalam pelaksanaan pengelolaannya lebih menonjolkan pada usaha berbasis desa wisata, yakni menggali potensi untuk pengembangan wisata, seni budaya, perikanan darat dan pertanian yang menjadi satu kesatuan yang terintegrasi.

"Kami harap ke depannya Bumdes Guha Bau ini lebih berkembang dan maju serta mampu berkontribusi meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa melalui pemberdayaan dan PADes," ujar Teten kepada HR Online saat menerima kunjungan dari 3 kementrian tersebut, Sabtu (18/11/2017) lalu.

Teten menjabarkan, Bumdes Guha Bau yang berlokasi di obyek wisata Green Canyon mengelola jasa body rafting, pengelolaan kios desa, jasa perahu, pembuatan souvernis, warung Bumdes. Sementara yang akan digarap di antaranya bidang perikanan darat serta pembangunan pangkalan gas elpiji ukuran 3 kilogram.

Selain itu, lanjut Teten, Desa Kertayasa juga masuk dalam daftar potensi desa wisata di Pangandaran yang di antaranya Desa Pamotan, Desa Babakan, Desa Cikalong, Desa Ciakar, Desa Margacinta, Desa Sukaresik, Desa Selasari, Desa Maruyungsari, dan Desa Sidomulyo. 

"Kami berkeinginan untuk mendapatkan dukungan dari semua pihak, terutama bantuan modal untuk menunjang kegiatan dan pengembangan usaha kami. Masuknya desa kami sebagai salah satu potensi desa wisata tentu sangat membanggakan, apalagi bila terus didorong oleh berbagai pihak," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan dan Desa Kabupaten Pangandaran, Dani Hamdani, mengatakan, pihaknya terus mengarahkan dan berupaya menggali potensi Bumdes di Pangandaran ke arah pengembangan wisata, seni budaya, pertanian dan perikanan darat yang menjadi satu kesatuan.

"Kami harap ke depannya lebih maju lagi dan berkembang," singkat Dani kepada HR Online. (Mad/R6/HR-Online)

Pergeseran Tanah di Pangandaran, 3 Rumah Warga Retak

Posted: 19 Nov 2017 06:58 PM PST

Lantai rumah milik Aco yang retak akibat pergeseran tanah. Foto: Entang SR/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Sebanyak 3 rumah milik warga di Dusun Bulak Banjar, Desa Banjarharja, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran mengalami rusak akibat pergeseran tanah. Kondisi retak pada bagian lantai dan juga dinding membuat khawatir pemilik rumah, terlebih kondisi cuaca saat ini yang kurang bersahabat.

Aco, salah satu pemilik rumah, mengatakan, di lokasi rumahnya dibangun konon dahulunya merupakan bekas sungai yang mana saat ini sudah ditimbun tanah untuk pembangunan rumah.

"Tanah bergesernya itu sekitar pukul 21.00 WIB. Saat kejadian, jelas sekali saya mendengar suara lantai retak dan juga dinding. Lalu saya dan keluarga berhamburan keluar untuk menyelamatkan diri karena takut terjadi apa-apa," ujar Aco kepada HR Online, Minggu (19/11/2017).

Dengan kondisi seperti ini, Aco hanya bisa pasrah dan melaporkannya ke pemerintah. Sementara itu, di rumah milik warga lainnya akibat pergeseran tanah air merembes yang berasal dari retakan tanah itu.

Dari informasi yang dihimpun, ketiga rumah terdampak pergeseran tanah di antaranya milik Aco, Holis dan Marnasih. Sementara itu, retakan yang terjadi pada bagian lantai juga menyasar bagian dinding hingga membelah rumah. Tak hanya itu, retakan juga memanjang dari teras hingga ke dapur milik warga. (Ntang/R6/HR-Online)

Diguyur Hujan, Ruas Jalan di Objek Wisata Pangandaran Terendam Banjir 

Posted: 19 Nov 2017 06:00 PM PST

Ruas jalan di kawasan objek wisata pantai barat Kabupaten Pangandaran terendam banjir pada Minggu (19/11/2017), setelah hujan deras yang terus mengguyur. Foto : Entang SR/HR.

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Sejumlah ruas jalan di kawasan objek wisata pantai barat Kabupaten Pangandaran terendam banjir pada Minggu (19/11/2017), setelah hujan deras yang terus mengguyur.

Banjir tersebut diakibatkan karena drainase atau saluran air tidak berfungsi dengan baik. Sehingga, jika terjadi hujan sepanjang hari, maka air akan meluap ke jalan. Akibatnya, kendaraan roda empat maupun dua ekstra hati-hati untuk melintasinya.

Engkus, salah seorang warga Pangandaran mengatakan, jika hujan deras memang sebagian ruas jalan selalu digenangi oleh air. 

"Hujan sedikit saja di beberapa ruas jalan di kawasan obyek wisata selalu digenangi air, dan hal tersebut selalu dikeluhkan oleh wisatawan yang berkunjung," ucapnya.

Menjadi langganan banjir, warga dan para pelaku wisata di kawasan Pantai Pangandaran mengharapkan pembangunan infrastruktur yang layak termasuk drainase, agar seluruh jalan di kawasan tersebut terbebas dari banjir.

Sementara salah seorang wisatawan dari Bandung, Wildan mengatakan, seharusnya di kawasan objek wisata khususnya pantai barat Pangandaran tidak terjadi banjir, meskipun banjir cileuncang namun hal tersebut tetap saja berdampak pasa wisatawan.

"Saya berharap pihak Pemkab Pangandaran memperbaiki infrastuktur, karena obyek wisata Pangandaran salah satu tujuan wisata di Jawa Barat," harapnya. (Ntang/R5/HR-Online)

Sungai Citalahab Meluap, Sawah di Pamarican Ciamis Kebanjiran

Posted: 19 Nov 2017 05:54 PM PST

Kondisi banjir di areal pesawahan karena luapan Sungai Citalahab. Foto: Suherman/HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Hujan lebat yang mengguyur sejumlah wilayah di Kabupaten Ciamis dan sekitarnya sore kemarin membuat Sungai Citalahab meluap. Akibatnya, hektaran sawah yang berada di Dusun Cisaar, Desa Kertahayu, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis terendam air.

Otong, salah satu warga, mengatakan, banjir tersebut merupakan kiriman air dari wilayah Sukahurip Pamarican yang mana terdapat tanggul jebol hingga air masuk ke areal pesawahan.

"Kalau air datang ya pasti banjir. Soalnya di Sukahurip ada tanggul yang jebol. Akibatnya sawah di sini juga terkena dampaknya," kata ia kepada HR Online, Minggu (19/11/2017).

Dari pantauan HR Online di lapangan, air sungai terus mengalami peningkatan. Lantaran tidak ada saluran pembuangan, tanggul pembatas dengan Sungai Citanduy di sekitar lokasi banjir mengalami jebol. (Suherman/R6/HR-Online)

PK Golkar Ciamis Pertanyakan Penanganan Kasus Dugaan Surat Dukungan Palsu

Posted: 19 Nov 2017 05:51 PM PST

23 Ketua PK Partai Golkar Kabupaten Ciamis saat mempertanyakan penanganan perkara dugaan pemalsuan surat dukungan bakal calon bupati Ciamis di Mapolres Ciamis, Jum'at (17/11/2017). Foto: Eli Suherli/HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

23 Ketua Pengurus Kecamatan (PK) Partai Golkar Kabupaten Ciamis mempertanyakan penanganan perkara dugaan pemalsuan surat dukungan bakal calon bupati Ciamis yang sebelumnya mereka laporkan ke Polres Ciamis, beberapa waktu lalu. Mereka pun pada Jumat (17/11/2017) lalu sudah mendatangi Mapolres Ciamis, guna mempertanyakan sejauhmana perkembangan penyelidikan polisi dalam mengungkap kebenaran kasus tersebut.

Seperti diketahui, 23 Ketua PK Golkar tersebut merupakan pendukung bakal calon bupati Ciamis, Herdiat. Mereka mengadukan perkara ke polisi menyusul adanya pemalsuan data dan pemalsuan tandatangan, terkait surat dukungan dari Pengurus Desa (PD) Partai Golkar kepada bakal calon bupati Ciamis Iing Syam Arifin.

Awal mula kasus ini mencuat setelah Fungsionaris Partai Golkar yang juga Anggota DPRD Ciamis Titi Sutianah Khotim (Ibu Khotim), mengklaim bahwa Iing Syam Arifin sudah memiliki surat dukungan dari 162 PD Partai Golkar. Padahal, dalam rapat pleno diperluas di tingkat Kabupaten, Iing Syam Arifin hanya mendapat dukungan dari 37 PD Partai Golkar.

Berawal dari sinilah masalah dugaan pemalsuan surat dukungan mencuat. Pasalnya, setelah muncul klaim surat dukungan dari kubu Iing Syam Arifin, 23 PK Partai Golkar juga menemukan 25 surat dukungan PD Golkar kepada Iing Syam Arifin yang diduga dipalsukan.

Juru Bicara PK Golkar Kabupaten Ciamis yang juga Ketua PK Kecamatan Purwadadi, Dede Suarno, mengatakan, pihaknya mempertanyakan serta mendorong pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus dugaan pemalsuan surat dukungan, karena selama ini tidak ada itikad baik dari Titi Sutianah Hotim untuk membuktikan soal klaimnya mengenai 162 surat dukungan PD Golkar kepada Iing Syam Arifin.

"Kami hanya minta dibuktikan terkait klaim 162 surat dukungan yang sebelumnya disampaikan Ibu Hotim tersebut. Tetapi, hingga saat ini yang bersangkutan tidak kunjung membuktikannya," ujarnya.

Dede mengaku pihaknya sudah melakukan upaya agar Ibu Hotim membuktikan berkas surat dukungan sebanyak 162 tersebut. Malah, kata dia, pihaknya pun sudah menawarkan agar Ibu Hotim melakukan klarifikasi apabila klaimnya yang disampaikan di media ternyata tidak bisa dibuktikan.

"Namun sejauh ini tidak ada klarifikasi maupun ralat atas pernyataan yang disampaikan Ibu Hotim di media. Karena pada kenyataannya, Ibu Hotim hanya bisa menyerahkan 62 surat dukungan kepada DPD Golkar Ciamis. Sementara sisanya tidak bisa membuktikan," katanya.

Terlebih, lanjut Dede, dari 62 bukti fisik surat dukungan yang disampaikan, ternyata hanya 37 surat dukungan yang terverifikasi keasliannya. Sedangkan sisanya atau 25 surat dukungan diduga dipalsukan. "Kami sudah kroscek ke masing-masing PD yang 25 tersebut. Ternyata terdapat surat dukungan yang diduga dipalsukan. Motif pemalsuannya bermacam-macam, ada yang tandatangannya dipalsukan dan ada pula yang nama ketua PD-nya tidak sesuai. Terlebih, ada ketua PD yang sudah meninggal tetapi ikut menandatangani," ungkapnya.

Dede juga mengatakan permasalahan ini sebenarnya bisa diselesaikan tanpa harus berlanjut ke ranah hukum. Asalkan 162 surat dukungan yang diklaim tersebut bisa dibuktikan kebenarannya. "Kalau bisa membuktikan bahwa surat dukungan itu benar dan bukan dipalsukan, sebenarnya masalah ini selesai," ujarnya.

Menurut Dede, seperti yang disampaikan Ketua Bidang Pemenangan Pemilu (PP) Jawa I DPP Partai Golkar Agun Gunandjar Sudarsa, yang dilansir sejumlah media massa, bahwa rekomendasi Partai Golkar untuk calon bupati Ciamis belum final. Rekomendasi pengusungan secara resmi akan ditandatangani oleh ketua umum. Dan kemungkinan akan keluar pada bulan Desember.

“Karena rekomendasi calon bupati Ciamis belum final, maka kami sebagai pendukung Pak Herdiat, akan terus berupaya agar rekomendasi DPP Partai Golkar jatuh kepada calon bupati yang kami dukung.  Namun, hal itu bukan berarti terjadi kegaduhan di internal partai. Karena selama rekomendasi belum final, semua kader Golkar berhak mengusulkan calonnya ke DPP,” jelasnya.

Dede menyatakan apabila surat rekomendasi resmi dari DPP Partai Golkar sudah turun, maka pihaknya akan patuh terhadap keputusan partai, meskipun calon yang mendapat rekomendasi tidak jatuh kepada Herdiat.

“Kalau memang sudah final, kami akan patuh serta konsisten mengikuti keputusan partai. Tetapi karena belum final, maka kami masih berhak memperjuangkan Pak Herdiat dapat diusung oleh Partai Golkar. Karena apabila merujuk kepada aspirasi dari struktur partai, bahwa mayoritas menginginkan Pak Herdiat yang didukung oleh Golkar. Dan hal itu dibuktikan pada hasil rapat pleno diperluas yang digelar beberapa waktu lalu," ujarnya. (R2/HR-Online)

Musim Penghujan, Produksi Bata Merah di Banjar Turun Drastis

Posted: 19 Nov 2017 05:34 PM PST

Produksi bata merah selama musim penghujan menurun drastis, padahal permintaan pasar meningkat sedangkan barang yang tersedia sedikit. Photo: Tsabit AH/HR.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Sejak satu bulan terakhir ini, produksi bata merah menurun drastis. Kondisi ini dipengaruhi oleh cuaca yang kini mulai memasuki musim penghujan. Sehingga, para pengrajin mengalami kesulitan dalam produksi.

Seperti diungkapkan Yayay Ruhyat (53), salah seorang pengrajin bata merah di Kelurahan Pataruman, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, kepada Koran HR, saat ditemui Senin (13/11/2017) lalu.

"Kalau musim hujan begini, produksi bata merah menurun. Produksinya sedikit otomatis penghasilan juga menurun," ungkapnya.

Berbeda saat musim kemarau, pembuatan bata merah bisa cepat karena terik matahari memudahkan proses penjemuran bata merah yang masih basah. Sedangkan, saat musim hujan, proses pengeringan saja memerlukan waktu 4 hingga 8 hari.

Yayay mengaku, saat musim kemarau dirinya bisa memproduksi bata merah sampai kisaran 40.000 biji dalam sebulan. Sementara saat ini hanya bisa memproduksi paling banyak sekitar 25.000 biji per bulan. Padahal, permintaan banyak tapi barang yang tersedia sedikit.

"Biasanya pada saat memasuki musim hujan harga jual bata merah akan naik, yang dulu Rp.450.000 per 1000 biji, kini bisa menjadi Rp.500.000 per 1000 biji," terangnya.

Meski begitu, namun tak sedikit pengrajin bata merah yang memilih untuk tidak memproduksi saat musim hujan. Selain karena cuaca, mereka juga mengeluhkan saat musim hujan harus ekstra dalam membuat bata merah. Mereka harus menutup bata merah dengan plastik, baik yang sudah kering maupun masih basah, supaya saat hujan datang dengan tiba-tiba semuanya sudah tertutupi.

Keluhan serupa juga diungkapkan Rusmawan (41), pengrajin bata merah lainnya, bahwa pada musim penghujan jumlah produksi bata merah mengalami penurunan hampir mencapai 50 persen dari produksi pada musim kemarau.

Menurut Rusmawan, pada musim kemarau, dalam 15 hari biasanya bisa memproduksi bata merah sebanyak 4.000 biji yang siap jual. Namun, di musim penghujan dirinya hanya mampu menghasilkan produksi 2.500 biji bata merah siap jual.

Untuk harga satuan bata merah dijual senilai Rp.550. Harga tersebut merupakan harga pada umumnya dan harga itu bisa naik pada saat permintaan bata merah di pasaran meningkat.

"Ini 1.000 biji bata merah yang saya buat tiga hari lalu, sekarang masih basah karena tidak ada sinar matahari. Kalau untuk bahan baku saya sendiri punya tanah liat, jadi saya hanya butuh kayu saja untuk proses pembakaran. Untuk kayu bakar, saya membeli dengan harga 400 ribu rupiah per mobil pickup, dan itu biasanya cukup untuk membakar 4.000 biji bata merah," tuturnya.

Karena produksi bata merah menurun, saat ini Rusmawan memilih bekerja serabutan supaya bisa menutup biaya kebutuhan setiap hari yang tidak mungkin hanya dibebankan pada pendapatan dari produksi bata merah.

Pengrajin bata merah lainnya, Hasno Sutarno (50), mengaku kalau dirinya tidak memiliki bahan baku sendiri. Sehingga, semua kebutuhan bahan baku seperti tanah liat dan kayu bakar, harus membeli ke warga yang memilikinya.

Satu mobil pickup bahan baku tanah liat dibelinya seharga Rp.100.000, itu untuk mencetak sekitar 800-1.000 biji bata merah. Sedangkan, bahan baku kayu bakar dibeli dengan harga Rp.400.000 per mobil pickup.

"Karena selama musim hujan produksi menurun, saya mencari kerja serabutan sambil menunggu proses produksi selesai. Ini supaya dapur tetap mengepul," kata Hasno. (Tsabit/Koran HR)

Membanggakan, Santri Asal Pangandaran Juara Pidato Bahasa Arab Tingkat Nasional  

Posted: 19 Nov 2017 05:21 PM PST

Riska Maulida (12), membawa harum nama Pangandaran setelah menjadi juara pertama lomba pidato Bahasa Arab tingkat nasional, pada Porsadin, di Pasuruan Jawa Timur. Foto : istimewa.

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Prestasi yang membanggakan ditorehkan Riska Maulida (12), salah seorang santri asal pondok pesantren (Ponpes) Nurul Huda Asy-Syifa, Desa Masawah, Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran.

Santri asal Desa Madasari, membawa harum nama Pangandaran setelah menjadi juara pertama lomba pidato Bahasa Arab tingkat nasional, pada acara Pekan Olah Raga Dan Seni Antar Diniyah (Porsadin), yang diselenggarakan dari tanggal 16-19 November 2017, di Pasuruan Jawa Timur. 

Sebelum terpilih untuk mengikuti lombat tersebut, siswi MTs Satu Atap Masawah ini terlebih dulu ikut lomba Porsadin mulai dari tingkat kecamatan lanjut ke kabupaten. Kemudian dilanjutkan ke tingkat provinsi, dan mendapat juara 1 pidato bahasa Arab. 

“Berkat do’a dari semuanya alhamdulillah Riska Maulida juara I Lomba Bahasa Arab tingkat nasional. Dari lomba itu banyak pengalaman yang kami dapatkan,” jelas pendamping yang juga ibu dari Riska Maulida, Lilis Suryani kepada HR Online, Minggu (19/11/2017).

Lilis yang selalu mendampingi Riska kemana pun ikut lomba berharap, supaya Riska bisa menjadi penerus generasi islami (da’i), yang mempunyai wawasan ilmu agama yang luas. "Selain itu bisa menempuh beasiswa pendidikan dengan prestasinya sampai tinggi ke Al Azhar, Mesir," harapnya. (Madlani/R5/HR-Online)

 
">Index »'); document.write('

?max-results=10">Label 6

');
  • ?max-results="+numposts1+"&orderby=published&alt=json-in-script&callback=showrecentposts1\"><\/script>");