Cari Blog Ini

Memuat...

Harapan Rakyat Online

Harapan Rakyat Online


Ini Pengakuan Pelaku Dugaan Pencabulan Siswi SMK di Banjar

Posted: 30 Aug 2016 10:39 AM PDT

Ini Pengakuan Pelaku Dugaan Pencabulan Siswi SMK di Banjar

RA (baju pink) bersama orang tuanya saat melapor dugaan pencabulan oleh oknum PNS Banjar, ke Polresta Banjar, Selasa (30/8/2016). Photo : Hermanto/HR.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Dar, seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) Dispenda Banjar, yang menjadi terlapor dugaan pelecehan seksual terhadap RA (17) siswi SMK Banjar, membantah keras jika dirinya telah berbuat seperti itu.

“Semua itu tidak benar!. Ketika itu, saya hanya bercanda dan dan tidak ada maksud apa-apa,” kata Dar kepada HR Online, di ruang rapat Dispenda Banjar, Selasa (30/8/2016).

Dar menjelaskan, pada saat itu dirinya bersama RA didorong oleh Did ke dalam ruangan. Kemudian pintu dikunci dari luar.

[ Baca Juga : Bejat, Kakek Tua di Banjar Diduga Sodomi 10 Bocah ]

"Tapi di dalam ruangan, saya tidak berbuat apa-apa dan hanya sentuhan tangan. Malah saya berteriak agar pintu dibuka,” terangnya.

Hal tersebut diakui Did rekan kerja Dar. Menurutnya, semua itu hanya sedang bercanda saja dan tidak lebih. (Hermanto/R5/HR-Online)

Berita Terait :

Siswi SMK Korban Pencabulan di Banjar Alami Trauma Berat

Posted: 30 Aug 2016 10:18 AM PDT

Siswi SMK Korban Pencabulan di Banjar Alami Trauma Berat

RA (baju pink) bersama orang tuanya saat melapor dugaan pencabulan oleh oknum PNS Banjar, ke Polresta Banjar, Selasa (30/8/2016). Photo : Hermanto/HR.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

RA (17), siswi SMK di Kota Banjar yang menjadi korban dugaan pencabulan oleh oknum PNS Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kota Banjar, kini mengalami trauma berat. Hal itu diungkapkan HS (45), orang tua korban.

Kepada HR Online, Selasa (30/8/2016) di Mapolresta Banjar, HS menuturkan, anaknya kini sering melamun dan tidak mau mengikuti kegiatan Praktek Kerja Lapangan (PKL) di Dispenda lagi. Bahkan, ia sudah men-cap semua orang instansi seperti itu.

[ Berita Terkait : Siswa SMK di Banjar Laporkan Dugaan Pencabulan Oknum PNS ]

“Akibat kejadian ini, kini dia mengalami shok berat,” ucapnya.

HS menambahkan, anaknya cukup berprestasi di sekolahnya. Selain itu, korban juga bercita-cita ingin menjadi PNS atau bekerja di kantor-kantor.

Dirinya melaporkan kejadian tersebut ke polisi setelah mengetahui dari teman sekolah anaknya. Dijelaskannya, pada saat kejadian, temannya sedang ke toilet di ruang bawah.

"Kemudian temannya menyusul anak saya ke ruang atas (ruang arsip), dan mendapati anak saya sudah menangis," tuturnya. (Hermanto/R5/HR-Online)

Siswa SMK di Banjar Laporkan Dugaan Pencabulan Oknum PNS

Posted: 30 Aug 2016 08:00 AM PDT

Siswa SMK di Banjar Laporkan Dugaan Pencabulan Oknum PNS

RA (baju pink) bersama orang tuanya saat melapor dugaan pencabulan oleh oknum PNS Banjar, ke Polresta Banjar, Selasa (30/8/2016). Photo : Hermanto/HR.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Seorang siswi SMK di Kota Banjar, RA (17), warga Desa Sukamukti Kecamatan Pataruman, melaporkan dugaan pelecehan seksual oleh oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) Dispenda Banjar, ke pihak kepolisian, Selasa (30/8/2016).

Kepada polisi, korban yang tengah melakukan praktek kerja lapangan (PKL) itu, mengaku dicabuli oleh Dar, di salah satu ruangan kantor Dispenda Banjar, Senin (29/8/2016) sekitar pukul 16.00 WIB.

[ Baca Juga : Bejat, Kakek Tua di Banjar Diduga Sodomi 10 Bocah ]

“Di dalam ruangan arsip, saya dipegang dan diciumi kurang lebih selama dua menit,” jelas RA kepada petugas.

RA mengaku, sebelum digerayangi, ia dipaksa masuk ke ruangan arsip dan didorong oleh Did, salah satu rekan kerja Dar. Kemudian Did mengunci ruangan tersebut dari luar. Pada saat itu, suasana kantor sudah sepi.

Saat ini, polisi masih mendalami kasus dugaan pelecehan seksual tersebut, dan belum ada tersangka yang ditetapkan. (Hermanto/R5/HR-Online)

Bejat, Kakek Tua di Banjar Diduga Sodomi 10 Bocah

Posted: 30 Aug 2016 06:39 AM PDT

Bejat, Kakek Tua di Banjar Diduga Sodomi 10 Bocah

Ilustras. Photo : net/ist

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Kakek berinisial S (70), warga Dusun Sindang Asih, Desa Kujangsari, Kec. Langensari Kota Banjar, diduga telah melakukan sodomi (pedofolia) terhadap anak di bawah umur.

Berdasarkan informasi yang diperoleh HR Online di lapangan, kejadian yang memakan korban 10 laki-laki berusia sekitar SD dan SMP ini diketahui sudah lama.

Kades Kujangsari, Siti Aisah, membenarkan, bahwa pelaku dugaan sodomi terhadap bocah di bawah umur itu adalah warganya.

"Saya tidak mengetahui persis apakah pelakunya sudah berhasil ditangkap apa belum, termasuk kronologis kejadiannya belum tahu. Makanya saya akan cari tahu ke pihak intel kepolisian," katanya, Selasa (30/8/2016).

Sementara itu dari keterangan anggota Polsek Langensari menyebutkan, pelaku saat ini sudah diamankan dan kasusnya dilimpahkan ke PPA Polresta Banjar. (Nanks/R5/HR-Online)

Bupati Pangandaran Rotasi 73 Pejabat Eselon III & IV

Posted: 30 Aug 2016 06:28 AM PDT

Bupati Pangandaran Rotasi 73 Pejabat Eselon III & IV

Photo: Ilustrasi net/Ist.

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Untuk pertama kalinya selama enam bulan menjabat sebagai Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata, melakukan pembenahan di intern pemerintahan yang dipimpinnya, Selasa (30/8/2016).

Dalam pembenahan itu, Bupati Pangandaran merotasi 73 pejabat dari eselon III dan IV, termasuk 39 orang diantaranya yang diduga bermasalah dalam aturan kepegawaian sesuai ASN.

Jeje Wiradinata, dalam sambutannya mengatakan, pelantikan kali ini adalah menurunkan yang diduga bermasalah, hingga mengangkat pejabat yang dianggap tidak menyalahi aturan ASN.

"Rotasi kali ini semoga peranan pejabat di tubuh Pemda Pangandaran membaik, dan siapa pun pejabatnya harus loyal pada tugas dan fungsinya," kata Jeje.

Menurutnya, rotasi dilakukan berdasarkan evaluasi dan pertimbangan, sesuai dengan Undang Undang yang berlaku, tidak boleh ada molarisasi atau moral pada kebijakan. Dimana dalam mengembalikan jabatanya itu sesuai ketentuan, dan harus dikembalikan ke jabatan semula, serta tidak boleh ada pejabat titipan. Artinya, harus sesuai mekanisme yang ada.
Dia juga mengatakan, bahwa awal Januari 2017 nanti akan ada Perda yang menetapkan tentang Struktur Pemerintahan, dan akan ada 9-10 dinas yang baru. (Ntang/R3/HR-Online)

Tiga Perangkat Desa Ciulu Ciamis Dilantik

Posted: 30 Aug 2016 05:50 AM PDT

Tiga Perangkat Desa Ciulu Ciamis Dilantik

Kepala Desa Ciulu, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, saat melantik tiga perangkat desa, bertempat di aula Kantor Desa Ciulu. Photo: Suherman/HR.

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Kepala Desa Ciulu, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, melantik secara langsung tiga perangkat desa, bertempat di aula Kantor Desa Ciulu, Selasa, (30/08/2016).

Pelantikan perangkat desa tersebut juga dihadiri Camat Banjarsari, Drs. Nandang, Kapolsek Banjarsari, Kompol. Deni Syarif, Danramil Banjarsari, Mayor. Wilde Pangalale, serta seluruh jajaran panitia, BPD dan tokoh masyarakat Desa Ciulu.

Kepala Desa Ciulu. H. Ramli Mahmud, mengatakan, pelantikan ketiga perangkat desa bisa dilaksanakan setelah sebelumnya pihak panitia menetapkan calon kandidat terpilih melalui mekanisme penjaringan dan testing.

"Yang dilantik kali ini adalah Agus Indra Prahasa, SH., sebelumnya bendahara desa menjadi sekretaris desa, Hermawan, SE., untuk posisi kaur keuangan, dan Riswanto untuk mengisi kekosongan kasi kesra. Dari latar belakang pendidikan yang tinggi, saya berharap nantinya mereka ini bisa menjadi pegawai teladan serta giat dalam melakukan pengabdiannya," kata Ramli, kepada HR Online, saat ditemui usai acara.

Ketua panitia yang juga Ketua BPD Desa Ciulu, Yayat Hidayat, menambahkan, proses penjaringan untuk mengisi kekosongan jabatan kasi menghabiskan waktu hingga 40 hari kerja. Hal itu untuk menempuh prosedur yang baik sesuai aturan yang berlaku.

"Dari tahapan demi tahapan yang menghabiskan waktu hingga 40 hari ini, kami akhirnya meloloskan dua orang untuk mengisi kekosongan jabatan kasi, dan satu orang lagi rotasi jabatan dari bendahara desa menjadi sekretaris desa. Ini tentunya tak lepas dari hasil musyawarah dan konsultasi dengan tingkat kecamatan," jelasnya. (Suherman/R3/HR-Online)

Atlet Terjun Payung Uji Coba Pendaratan di Lapang Parigi Pangandaran

Posted: 30 Aug 2016 05:18 AM PDT

Atlet Terjun Payung Uji Coba Pendaratan di Lapang Parigi Pangandaran

Salah seorang atlet PON cabor terjun payung asal Bandung, Jawa Barat, tengah melakukan uji coba pendaratan di Lapangan Parigi, Kabupaten Pangandaran. Photo: Entang SR/HR.

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Tiga atlet PON cabang olahraga (cabor) terjun payung asal Bandung, Jawa Barat, melakukan uji coba pendaratan di Lapang Parigi, Kabupaten Pangandaran, Selasa (30/08/2016). Ketiga atlet tersebut berhasil melakukan pendaratan dengan sempurna.

Dalam uji coba pendaratan atlet terjun payung asal Jawa Barat itu dihadiri oleh Bupati dan Wakil Bupati Pangandaran, berserta jajaran SKPD yang ada di lingkup Pemkab Pangandaran.

Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata, didampingi wakilnya, H. Adang Hadari, mengatakan, apa yang dilakukan oleh para atlet PON terjun payung asal Jawa Barat itu cukup bagus, dan pendaratan yang dilakukan ketiganya pun sangat sempurna. Dirinya juga berharap, pada waktunya nanti para atlet terjun payung bisa meraih medali yang sempurna dan membawa nama harum Jawa Barat.

"Sebagai pihak Pemkab Pangandaran, saya sangat mendukung dan mendo'akan para delegasi atlet PON, semoga semua yang akan berlaga di Kabupaten Pangandaran, termasuk pacuan kuda, bisa meraih hasil maksimal yang tentunya meraih emas di PON 2016," kata Jeje, kepada HR Online.

Sementara itu, salah seorang atlet PON cabor terjun payung yang akan berlaga di Nusawiru nanti, Triwidodo (44), mengatakan, dirinya bersama dua rekannya akan berusaha memberikan yang terbaik bagi Jawa Barat.

"Tadi sebelum terjun lompat dari pesawat dan sebelum melakukan take off, cuaca cukup mendukung, termasuk angin di seputaran lokasi, semoga saja pada waktunya nanti cuacanya bertahan sesuai harapan," harapnya. (Ntang/R3/HR-Online)

Pencak Silat Siap Dikemas Sebagai Ikon Pariwisata Pangandaran

Posted: 30 Aug 2016 04:30 AM PDT

Pencak Silat Siap Dikemas Sebagai Ikon Pariwisata Pangandaran

Ratusan jawara pencak silat tengah bersiap unjuk gigi dengan beragam jurus dalam acara pentas jawara di Kabupaten Pangandaran. Rencananya acara tersebut akan menjadi agenda tahunan yang akan dikemas untuk parwisata. Photo: Entang SR/HR.  

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Dalam upaya melestarikan seni budaya dan olahraga warisan nenek moyang, acara pentas jawara pencak silat rencananya akan dijadikan ikon tahunan di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Acara tersebut akan dikemas untuk pariwisata.

Hal itu dikatakan Ketua IPSI Kabupaten Pangandaran, Hendar Suhendar, kepada HR Online, saat ditemui beberapa waktu lalu disela-sela kegiatan pentas jawara pencak silat di Pangandaran.

Menurutnya, selain untuk meramaikan jawara dari daerah pakidulan, seluruh murid dari puluhan padepokan pencak silat yang ada di Pangandaran pun hadir dan unjuk gigi dengan beragam jurus dan senjata tajam.

"Dalam kontes jawara pakidulan jilid dua kali ini tidak hanya diikuti oleh para pendekar dari Jawa Barat saja, namun dari Sumatera, Kalimantan, Medan dan Sulawesi pun turut hadir," terang Hendar.

Senada dikatakan Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata, bahwa perhelatan jawara pakidulan nantinya akan ditetapkan menjadi salah satu kegiatan tahunan dan peringatan hari jadi Kabupaten Pangandaran.

"Warisan leluhur pencak silat juga ke depan siap diolah untuk dijadikan icon pariwisata, yang kemudian dikemas dan disuguhkan kepada para tamu, dalam hal ini adalah wisatawan, baik lokal maupun mancanegara," katanya.

Jeje merasa yakin, pencak silat yang ada di Kabupaten Pangandaran saat ini, secara tidak langsung mampu menjadi daya tarik serta ciri khas pariwisata Kabupaten Pangandaran.

Untuk itu, dirinya pun tak henti-henti menghimbau kepada semua lapisan masyarakat Pangandaran supaya tetap berperan aktif dalam segala hal. Terutama di bidang pembangunan yang sedang dilakukan oleh pihak Pemkab Pangandaran. (Ntang/R3/HR-Online)

Ihh…Pasar Banjarsari Ciamis Kotor & Kumuh

Posted: 30 Aug 2016 03:38 AM PDT

Ihh…Pasar Banjarsari Ciamis Kotor & Kumuh

Salah satu ruas jalan di lokasi Blok D, Pasar Banjarsari, Kabupaten Ciamis, tampak kotor dan kumuh. Photo: Suherman/HR.

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),

Kumuh dan kotor, itulah kondisi Pasar Banjarsari selama ini yang dikeluhkan warga. Mereka berharap Pemerintah Kabupaten Ciamis segera melakukan penataan agar aktifitas jual beli di pasar tersebut terasa nyaman.

Seperti diungkapkan Euis, salah seorang warga yang tengah berbelanja di Pasar Banjarsari. Menurutnya, kondisi pasar dari hari ke hari tidak ada perubahan yang membuat nyaman pengunjung.

"Jika tidak terdorong oleh kebutuhan, saya hoream (malas-red) belanja ke Pasar Banjarsari, apalagi saat hujan, kondisinya becek, pokoknya sangat kotor dan jijik," ujar Euis, kepada HR Online, Selasa (30/08/2016).

Senada dikatakan Sumiati, pengunjung lainnya, bahwa kondisi Pasar Banjarsari sudah sejak lama keadaannya kumuh. "Keadaan ini sudah lama dibiarkan oleh pemerintah, apalagi kondisi di pasar Blok D, jalannya saja selalu tergenang air, ketika masuk ke dalam juga becek," ungkap Sumiati.

Sementara itu, salah seorang pedagang di Pasar Banjarsari yang namanya enggan dikorankan, juga mengeluhkan kondisi pasar yang tampak kotor dan kumuh.

Menuurtnya, para pedagang pun berharap agar Pemerintah Kabupaten Ciamis mendengar apa yang keluhkan oleh pihaknya selaku warga pasar.

"Dengan kondisi pasar seperti saat ini, aktifitas kami jadi selalu terkendala," keluhnya.

Pantauan HR Online di lapangan, selain kotor dan kumuh, Pasar Banjarsari juga perlu penataan supaya masyarakat bisa merasa nyaman saat melakukan aktifitas jual beli. (Suherman/R3/HR-Online)

Capai Rp. 10 Miliar Lebih, Dispenda Banjar Terus Lakukan Inovasi Bayar Pajak

Posted: 29 Aug 2016 01:19 PM PDT

Capai Rp. 10 Miliar Lebih, Dispenda Banjar Terus Lakukan Inovasi Bayar Pajak

Sejumlah warga tengah membayarkan PKB kepada petugas Dispenda Provinsi Wilayah Kota Banjar di komplek Pasar Muktisari, Kecamatan Langensari, Senin (29/8/2016). Photo: Muhafid/HR

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Maraknya kendaraan wajib pajak tidak menunaikan kewajibannya terhadap negara, membuat Dinas Pendapatan Provinsi Wilayah Kota Banjar melakukan Operasi Gabungan Kendaraan Tidak Melakukan Daftar Ulang (KTMDU) di sejumlah titik bersama jajaran Satlantas Polres Kota Banjar.

Dalam operasi KTMDU di sekitaran Pasar Muktisari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar, Senin (29/8/2016), Ateng Kusnandar, Kepala Dispenda Provinsi Wilayah Kota Banjar, mengatakan pihaknya akan terus mengajak kepada masyarakat untuk taat membayar pajak kendaraan bermotor (PKB). Bahkan, sejumlah inovasi telah disiapkan.

"Nanti untuk membayar pajak kendaraan bermotor lebih mudah. Warga cukup memiliki ATM Bank yang sudah bekerjasama dengan kami. Selanjutnya mereka membayarkannya sendiri. Saat datang kepada kami, cukup menunjukkan buktinya," jelasnya kepada HR Online.

Dia juga menghimbau kepada masyarakat agar memanfaatkan terobosan yang dilakukan pihaknya dalam proses pembayaran PKB. Selain fasilitas Samsat keliling dan pelayanan di kantor, penggunaan ATM dari berbagai Bank pun perlu dimanfaatkan nantinya.

"Jadi taat wajib pajak akan lebih mudah dan cepat. Hingga Sabtu (27/8/2016) kemarin, kita sudah mencapai 66 persen menarik dari wajib pajak, yakni Rp. 10 miliar lebih," imbuhnya.

Ditempat yang sama, salah satu warga Kelurahan Bojongkantong, Kecamatan Langensari, Muhtadin, mengaku senang karena proses pembayaran PKB saat ini lebih cepat dan dekat jaraknya.

"Saya tadi tidak sampai 10 menit sudah selesai. Untungnya ada Samsat keliling, jadi tidak usah jauh-jauh pergi ke kantor Samsat," ucapnya.

Dari pantauan HR Online di lokasi, dari puluhan personil Polisi yang bersiaga,  mereka menghentikan sejumlah kendaraan yang melintas wilayah operasi KTMDU tersebut. Saat pengendara tidak memiliki kelengkapan berkendara, mereka dikenakan sanksi tilang. Ketika belum membayar pajak, mereka langsung diarahkan  membayar pajak kepada petugas Dispenda. (Muhafid/R6/HR-Online)

Harapan Rakyat Online

Harapan Rakyat Online


Demi Lingkungan Sehat, TNI dan Polisi Serta OKP di Banjar Bangun MCK

Posted: 29 Aug 2016 11:32 AM PDT

Demi Lingkungan Sehat, TNI dan OKP di Banjar Bangun MCK

Anggota TNI, Polisi, Pemuda Pancasila bersama warga tengah memasang gorong-gorong di rumah Endang (33), warga Lingkungan Pangadegan dalam gerakan sejuta jamban. Photo: Hermanto/HR

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Sejumlah anggota TNI dari Koramil 1325 Langensari bersama Polisi, OKP Pemuda Pancasila serta warga melakukan program gerakan sejuta jamban di Lingkungan Pangadegan, Kelurahan Hegarsari, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, Senin (29/8/2016).

Dalam gerakan untuk menciptakan lingkungan bersih dan pemukiman sehat, mereka membangun bagi rumah warga yang belum memiliki fasilitas MCK.

"Kegiatan ini merupakan tindak lanjut program gerakan sejuta jamban yang dicanangkan oleh Jendral Gatot Nurmantyo," ujar Mayor inf  Sukanda Sujono, Danramil 1325 Langensari, kepada HR Online.

Menurutnya, gerakan tersebut bukan hanya tanggungjawab TNI AD dan pemerintah daerah semata. Akan tetapi masyarkat juga harus ikut andil dan mendukung program tersebut. Selain itu, ia berharap masyarakat bisa berperilaku hidup bersih dan sehat.

"Kegiatan ini dilaksanakan selama 6 hari, semoga kemanunggalan antara TNI dan rakyat semakin erat," tutupnya.

Sementara itu, Camat Pataruman, Mochammad Dasuki, menyebutkan program tersebut diharapkan menjadi sebuah terobosan terhadap budaya membuang hajat sembarangan yang dilakukan warga. Pasalnya, kerap menimbulkan berbagai penyakit.

"Kami sangat menyambut baik kepedulian TNI terhadap masyarakat melalui program ini. Apalagi dibantu juga oleh OKP Pemuda Pancasila, tentu ini bisa menjadi kesatuan antara semua elemen untuk perubahan yang lebih baik," Kata Dasuki kepada HR Online. (Hermanto/R6/HR-Online)

Hati-hati, Jelang Idul Adha Pencuri Ternak Berkeliaran di Ciamis

Posted: 29 Aug 2016 10:44 AM PDT

Hati-hati, Jelang Idul Adha Pencuri Ternak Berkeliaran di Ciamis

Photo: Ilustrasi

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Hilangnya 2 sapi milik Muhtarudin warga Dusun Kersikan, Desa Handapherang, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, oleh kawanan pencuri membuat geram sejumlah pihak, salah satunya Kepala Dusun Kersikan, Deni Permana.

Menurutnya, aksi pencurian tersebut di wilayahnya adalah kejadian pertama kali. Kendati hanya ada 5 pemilik sapi, namun kejadian tersebut membuat resah warga.

"Saya kaget saat mendengar sapi milik Muhtarudin digondol maling. Padahal dari dulu belum pernah ada kejadian pencurian ternak sapi," ungkapnya kepada HR Online, Senin (29/8/2016).

Selanjutnya ia mengajak warganya untuk meningkatkan keamanan dengan ronda setiap malam secara bergilir.

"Setiap menjelang musim kurban, bahkan saat ini, kita akan lakukan perketat ronda malam hingga pagi hari. Khawatirnya malingnya datang lagi," jelasnya.

Di tempat terpisah, Kapolsek Cijeungjing, AKP Ipin Tasripin, membenarkan aksi pencurian sapi di wilayah Kecamatan Cijeungjing, yakni milik Muhtarudin. Dia menghimbau agar masyarakat waspada terhadap hewan ternak dari aksi pencurian, terutama hewan kurban.

"Kami akan selidiki kasus ini. Besar harapan pelaku bisa segera tertangkap. Paling penting masyarakat harus waspada," ucapnya kepada HR Online. (Heri/R6/HR-Online)

Jelang Idul Adha, 2 Sapi Milik Warga Ciamis Digondol Maling

Posted: 29 Aug 2016 10:17 AM PDT

Jelang Idul Adha, 2 Sapi Milik Warga Ciamis Digondol Maling

Muhtarudin (58), warga Dusun Kersikan, Desa Handapherang, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, saat menunjukan kandang sapi miliknya yang digondol maling. Photo: Heri Herdianto/HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Menjelang Hari Raya Idul Adha, harga hewan kurban semakin melambung tinggi sehingga mengundang sejumlah pencuri menyisir target operasi jahatnya. Salah satu warga Dusun Kersikan, Desa Handapherang, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, mengalami nasib nahas, sapi milik Muhtarudin (58) digondol maling.

Menurut Muhtarudin, aksi pencurian dilakukan pada dini hari sekitar pukul 01.00 WIB, Selasa (29/8/2016), ketika dirinya usai melakukan ronda malam. Saat pulang ke rumah, ia sempat mendengar suara sapi dari kandang yang letak jaraknya 10 meter dari rumah.

"Ternyata saat itu malingnya sedang beraksi. Namun saya baru menyadari ketika akan memberi makan rumput sekitar pukul 05.00 WIB, 3 sapi saya raib," ungkapnya kepada HR Online.

Melihat ternaknya hilang, Muhtarudin langsung meminta bantuan warga untuk menyisir keberadaan sapi miliknya. Alhasil sekitar 100 meter dari kandang, 1 ekor sapi dari salah satu 3 sapi yang hilang ditemukan dalam sebuah rumah kosong.

"Mungkin malingnya lebih dari satu orang dan menggunakan mobil yang ditempatkan di jalan besar, sekitar 200 meter dari kandang. Setelah membobol gembok kandang, mereka terburu-buru dan akhirnya 1 ekor sapi ditinggalkan begitu saja berkeliaran," imbuhnya.

Selain itu, ia mengatakan sebenarnya sapi tersebut sudah dijual kepada pembeli dengan harga Rp15 juta dan Rp16 juta. Sedangkan sapi yang tertinggal dijual seharga Rp 14.5 juta.

"Rugi besar saya, padahal sudah laku terjual. Semoga saja malingnya bisa ditangkap dan sapi saya bisa kembali," tutupnya. (Heri/R6/HR-Online)

Turun dari Gunung Sawal Ciamis, Seekor Kijang Terjebak di Pesawahan

Posted: 29 Aug 2016 05:56 AM PDT

Turun dari Gunung Sawal Ciamis, Seekor Kijang Terjebak di Pesawahan

Seekor kijang betina yang diduga turun dari Gunung Sawal dan terjebak di komplek pesawahan di Desa Cinyasag, Kabupaten Ciamis, kini diamankan di dalam kandang ayam milik warga setempat.

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Seekor kijang betina dengan bobot 60 kilogram dan tinggi sekitar 75 centimeter berhasil ditangkap warga Dusun Cengkir Manis, Desa Cinyasag, Kecamatan Panawangan, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.

Binatang itu ditangkap warga di tengah lahan pesawahan, tepatnya di Blok Tarikolot, Desa Cinyasag. Diduga kijang betina itu turun dari Gunung Sawal yang lokasinya tak jauh dari lahan pesawahan tersebut.

Salah seorang warga setempat, Rasam (45), mengatakan, kijang berhasil ditangkap lantaran binatang itu terjebak di areal pesawahan. "Kemarin pagi ada warga yang melihat seekor kijang berada di tengah pesawahan, lalu memberi tahu warga lainya, dan akhirnya warga pun menangkapnya beramai-ramai," terangnya, Senin (29/08/2016).

Menurut Rasam, binatang itu tidak sulit ditangkap sebab posisinya berada di lahan pesawahan yang gembur. Kini warga setempat mengamankannya dalam sebuah kandang ayam. "Demi keamanan kijang, kami tempatkan dulu di kandang ayam milik salah seorang warga," katanya. (Deni/R3/HR-Online)

Canggih, Singapura Punya Taksi Tanpa Pengemudi

Posted: 29 Aug 2016 05:06 AM PDT

Canggih, Singapura Punya Taksi Tanpa Pengemudi

Taksi Otomatis nuTonomy mashable.com.

Berita Teknologi, (harapanrakyat.com),-

Di Singapura, baru-baru ini taksi tanpa pengemudi pertama di dunia berhasil mengantar penumpang sampai ke tempat tujuan. Taksi tersebut diproduksi oleh sebuah startup kendaraan yang membuat mobil otomatis, yakni nuTonomy.

Dilansir dari Mashable, mobil-mobil yang diproduksi nuTonomy sebelumnya telah menjalani uji coba di Singapura selama beberapa tahun terakhir. Berkantor di distrik pemukiman bernama One North, taksi tanpa pengemudi ini hanya menjemput dan mengantar ke tempat spesifik yang sudah ditentukan.

Namun tak disangka, respon dari masyarakat sangat baik hingga nuTonomy kewalahan untuk menangani berbagai pesanan taksi, karena ternyata melebihi kemampuan yang disediakan oleh perusahaan tersebut.

Juru bicara dari nuTonomy sendiri telah mengungkapkan kepada Associated Press, bahwa dalam beberapa minggu mendatang, pihaknya akan segera melakukan pelayanan ke lebih banyak orang, serta menjangkau lebih luas lagi ke seluruh Singapura.

Meskipun sejumlah perusahaan seperti Volvo dan Google telah menguji coba kendaraan otomatisnya di jalanan selama beberapa tahun terakhir, namun nuTonomy mengklaim kalau perusahaannya akan menjadi yang pertama dalam memberi pelayanan angkutan masyarakat.

Bahkan, nuTonomy juga diklaim akan mengalahkan Uber yang saat ini masih berencana untuk melakukan pelayanan ride-sharing dengan mobil otomatis di Pittsburgh, Pennsylvania, Amerika.

Mobil yang digunakan oleh nuTonomy sendiri adalah modifikasi dari Renault Zoe dan Mitsubishi MiEV electrics. Mobil tersebut sebenarnya mobil manual.

Meski telah dimodifikasi, tapi jika terjadi sesuatu mobil ini tetap memiliki pengemudi yang siap untuk mengambil kemudi, juga seorang peneliti yang memantau laju mobil dari komputer yang ada di dalam mobil canggih tersebut.

Selain itu, pada setiap unit mobil ini memiliki enam buah lidar, yakni sebuah sistem deteksi dengan menggunakan laser untuk beroperasi layaknya radar, salah satunya berada di atas atap dalam keadaan selalu berputar.

Kemudian, dilengkapi pula dua kamera di dashboard guna memindai berbagai rintangan di depan mobil, sekaligus mendeteksi lampu lalu-lintas. (Eva/R3/HR-Online)

Jelang LT III Pramuka, Pangkalan SDN 1 Cipaku Ciamis Tingkatkan Latihan

Posted: 29 Aug 2016 03:26 AM PDT

Jelang LT III Pramuka, Pangkalan SDN 1 Cipaku Ciamis Tingkatkan Latihan

Dalam rangka mempersiapkan lomba Pramuka di tingkat kabupaten, Gudep 14-120 Pangkalan SDN 1 Cipaku, Kabupaten Ciamis, terus menggelar latihan. Photo: Edji Darsono/HR.

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Persiapan menghadapi Lomba Tingkat (LT) III Pramuka di tingkat kabupaten pada bulan Oktober mendatang, Gudep 14-120 Pangkalan SDN 1 Cipaku, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis, terus melakukan latihan dan pemantapan materi bertempat di halaman Bale Desa Cipaku, Jum'at (26/08/2016).

Mabigus 14-12, Tatang Hermawan, S.Pd., mengatakan, setelah regu putri Pangkalan SDN 1 Cipaku  dinyatakan sebagai juara pertama pada LT II,  pihak sekolah dan para pembina terus meningkatkan latihan.

"Kegiatan Pramuka yang biasa dilaksanakan satu kali dalam seminggu, untuk persiapan mengikuti lomba di tingkat kabupaten maka latihan ditingkatkan menjadi dua kali," katanya, kepada HR Online, saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (29/08/2016).

Lanjut Tatang, pemantapan dan latiha Pramuka bukan orientasi semata untuk menjadi juara. Namun lebih kepada mempersiapkan Pramuka Penggalang sebagai kader bangsa yang memiliki kepribadian, dan kepeminpinan yang berjiwa Pancasila, disiplin, sehat rohani dan jasmani, serta berkomitmen terhadap kode kehormatan Pramuka, gerakan Kwaran Kecamatan Cipaku yang telah menggelar perkemahan LT II.

Sementara itu, Ade Nunung Nurjanah, S.Pd., sebagai pembina, menjelaskan, materi untuk kegiatan LT III diambil dari Syarat Kecakapan Umum (SKU), dan kegitan rutin yang diberikan dalam latihan satuannya masing-masing.

"Termasuk data tata laksana regu kegitan dalam rangka mempersiapkan diri membangun masyarakat, seperti yang termaksud dalam Trisatiya untuk Pramuka Penggalang," terang Ade.

Pembina lainnya, Yus Rusmana Sudia, S.Pd., menambahkan, peningkatan latihan Pramuka ditujukan untuk mempersiapkan regu yang akan dikirim pada kegitan LT III tingkat Kabupaten Ciamis.

Menurut Yus, selain untuk melahirkan kader bangsa yang memiliki kepribadian dan memiliki jiwa Pancasila, pihaknya juga berharap kontingen perwakilan dari Kwaran Cipaku nantinya bisa meraih juara umum di LT III. Sehingga pelaksanaan latihan dilaksanakan secara bersama-sama.

"Adanya peningkatan latihan tak lain agar memiliki persiapan matang, serta memperkuat silaturahmi antar Pramuka yang akan menjadi duta di tingkat kabupaten. Sehingga bisa menambah wawasan ke-Pramuka-an," harap Yus.

Salah seorang anggota regu PI Pangkalan SDN 1 Cipaku, Sinta Bela Regina, mengaku, kesuksesan dalam meraih prestasi pada LT II merupakan kemenangan bersama. Sebab, tanpa adanya pelatihan dan gemblengan dari para pembina serta kekompakan dalam regu, mana mungkin bisa meraih prestasi dan menjadi utusan dari tingkat kecamatan. (Dji/R3/HR-Online)

Awas! Rokok Elektrik Lebih Berbahaya dari Rokok Biasa

Posted: 29 Aug 2016 12:31 AM PDT

Awas! Rokok Elektrik Lebih Berbahaya dari Rokok Biasa

Photo: Ilstrasi net/Ist.

Berita Kesehatan, (haraparakyat.com),-

Di tengah gencarnya himbauan untuk menghentikan kebiasaan merokok dan semakin meningkatnya kesadaran masyarakat akan kesehatan, para perokok pun mulai berpikir untuk menghentikan kebiasaannya tersebut. Sebagai alternatif yang kini populer dilakukan yaitu merokok dengan menggunakan rokok elektrik.

Jenis perangkat elektronik ini akan memanaskan semacam cairan dengan berbagai macam rasa. Namun, cairan ini tetap mengandung nikotin dan mengeluarkan uap seperti rokok biasa. [Baca berita terkait; Rokok Elektrik Diprediksi jadi Favorit Remaja Masa Depan].

Sayangnya, sebuah penelitian yang dilakukan di Jepang menemukan bahwa uap rokok elektrik mengandung zat karsinogenik atau zat penyebab kanker, yakni zat formaldehyde dan acetaldehyde.

Formaldehyde merupakan zat kimia yang ditemukan dalam bahan bangunan dan balsem cair. Zat tersebut dapat meningkatkan resiko terkena kanker 10 kali lipat lebih tinggi dari rokok biasa.

Dilansir dari straitstimes.com, WHO atau badan kesehatan dunia sebenarnya sudah melarang penjualan rokok jenis ini secara bebas karena dikhawatirkan bisa membahayakan kesehatan, terlebih jika asapnya dihirup oleh anak-anak.

Bahkan, PBB sendiri melarang untuk menghisap rokok elektrik ini di ruang tertutup publik supaya tidak membahayakan. (Eva/R3/HR-Online)

Rokok Elektrik Diprediksi jadi Favorit Remaja Masa Depan

Posted: 29 Aug 2016 12:23 AM PDT

Rokok Elektrik Diprediksi jadi Favorit Remaja Masa Depan

Photo: Ilustrasi net/Ist.

Berita Kesehatan, (harapanrakyat.com),-

Rokok elektrik atau e-cigarette rupanya tengah menjamur di seluruh belahan dunia, tak terkecuali di Indonesia. Bahkan, e-cigarette diprediksi akan menjadi alat favorit bagi remaja masa depan.

Melonjaknya popularitas e-cigarette di kalangan remaja mulai diketahui berdasarkan penelitian tahunan yang dilakukan oleh CDC di Amerika. Hasil survei yang dilakukan sejak tahun 2013 lalu terhadap 20.000 siswa SMA menunjukkan pemakaian e-cigarette meningkat hingga angka 4,5 persen. Sedangkan pada penelitian di tahun sebelumnya hanya 2,8 persen siswa SMA yang diketahui menggunakan e-cigarette.

Namun, berdasarkan data dari CDC tidak ditemukan adanya peningkatan pemakaian e-cigarette di kalangan siswa SMP. Meski begitu, jumlah siswa yang pernah menghisap e-cigarette naik di angka 3 persen. Oleh karena itu, para ahli memprediksi populeritas e-cigarette akan terus meningkat di masa depan.

Walalupun dari kedua kelompok umur itu terjadi penurunan pemakaian rokok 'tradisional, tapi tren penggunaan rokok elektrik sebagai pengganti rokok juga bukanlah hal yang baik, khususnya bagi remaja. Sebab, e-cigarette memiliki potensi besar untuk disalahgunakan serta bisa berpengaruh meningkatnya kadar nikotin tubuh.

Karena, ketika jumlah nikotin dalam tubuh meningkat dan terakumulasi dalam waktu lama, maka akan terjadi gangguan pembuluh darah dan perubahan darah, seperti darah jadi mengental.

Tentu saja hal ini dapat mengancam kesehatan anak muda yang masih punya masa depan panjang. Terlebih zat-zat beracun lain yang terdapat pada e-cigarette juga berpotensi menimbulkan sejumlah penyakit mematikan, seperti kanker. (Eva/R3/HR-Online)

Ini Penguasa Smartphone di Indonesia

Posted: 28 Aug 2016 09:53 PM PDT

Ini Penguasa Smartphone di Indonesia

Ilustrasi. Photo : net/ist

Berita Teknologi, (harapanrakyat.com),-

Smartphone asal Korea Selatan, Samsung, masih menjadi penguasa di Indonesia di bidang penjualan kuartal kedua atau April – Juni tahun 2016, sebesar 22 %. Hal tersebut berdasarkan riset yang dilakukan Counterpoint.

Kejayaan Samsung dikarenakan salah satu produk smartphone kelas menengahnya yaitu Galaxy J series, yang laku keras di pasaran Indonesia.

Sementara di tempat kedua disusul Oppo, dengan pangsa pasar 17,3 %. Ini merupakan pertama kalinya vendor dari negeri tirai bambu menduduki peringkat kedua di Indonesia. Oppo juga menguasai pangsa pasar smartphone di India.

Keberhasilan Oppo menempati peringkat kedua disebabkan karena strategi promosi yang begitu baik. Contohnya, dalam melakukan promosi atau iklan, Oppo menggunakan jasa dari kalangan artis papan atas, dan investasi yang besar dalam membangun fasilitas jaringan distribusi.

Sedangkan Asus asal Taiwan menempel diposisi ketiga pada kuartal kedua dengan pangsa pasar 13,9 %, lewat produknya seri Zenfone C dan Zenfone Go.

Untuk peringkat keempat dan kelima diduduki vendor lokal yaitu Evercoss dengan market share 6,4 % serta Smartfren market share 5,9 %. (Adi/R5/HR-Online)

Kakek Usia 133 Tahun Masih Kuat Jalan Kaki dari Rumahnya ke Pasar Banjar

Posted: 28 Aug 2016 06:57 PM PDT

Kakek Usia 133 Tahun Masih Kuat Jalan Kaki dari Rumahnya ke Pasar Banjar

Kakek Marta (133), warga Dusun Cigadung, Desa Karyamukti, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar. Foto: Muhafid/HR

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Kakek Marta, seorang pria tua berusia 133 tahun, terlihat sibuk memanggul tumpukan rumput yang didapatkannya dari kebun di belakang rumahnya yang terletak di sebuah perbukitan, tepatnya di Dusun Cigadung, Desa Karyamukti, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar.

Saat ditemui HR, Selasa (23/08/2016), Kakek Marta menyambut dengan ramah dan langsung mempersilahkan masuk ke dalam rumahnya. "Maaf, saya tidak memakai baju, ayo kita di rumah saja ngobrolnya biar lebih enak," ucapnya.

Mengawali kisahnya, Kakek Marta mengaku dimasa tuanya dia menempati rumahnya hanya berdua bersama istrinya, Kasih (80). Sementara enam orang anaknya sudah tidak lagi tinggal bersama karena mereka telah berumah tangga.

"Saya sudah lupa berapa keturunan saya, soalnya banyak sekali. Bukan hanya sampai cucu, buyut pun sudah banyak yang memiliki anak," tuturnya.

Untuk mencukupi kebutuhan hidup bersama istrinya sehari-hari, Marta mengandalkan dari berjualan pisang maupun hasil palawija yang dia tanam sendiri di kebun belakang rumahnya. Hebatnya, hasil kebun tersebut dia jual ke Pasar Banjar menggunakan 2 buah wadah cukup besar dengan berjalan kaki. Jarak yang ditempuh dari rumahnya ke pasar sekitar 1 jam lebih.

Kakek Marta mengaku, dulu hal itu dilakukannya setiap hari, tapi karena faktor usia, sekarang paling 3 hari dalam seminggu. Bahkan menurutnya, dulu saat masih sehat pulangnya lari, bukan jalan kaki.

"Pokoknya soal hidup saya kalau diceritakan tidak akan habis-habis. Saya juga dulu ketika masih muda pernah menjadi relawan perang melawan penjajah Belanda bersama pasukan tentara yang biasa disebut Pasukannya Pak Hamara Effendi," kenangnya.

Karena dirinya berasal dari daerah Cipaku, Kabupaten Ciamis, sehingga Kakek Marta bersama para relawan bergabung dengan tentara yang ada di Banjar, untuk berjuang melawan penjajahan.

Menurutnya, sebagai manusia harus patuh terhadap aturan negara, agama, serta hukum yang berlaku. Untuk itu, dirinya pun merasa penting dan harus ikut membela negara dari penjajahan.

Terkait umurnya yang kini mencapai 133 tahun, Kakek Marta pun mengungkap resepnya agar umur senantiasa panjang dan sehat, dimana sepanjang hidupnya tidak pernah berbuat yang menyakitkan, baik perasaan maupun fisik orang lain. Selain itu, dia juga selalu merasa tenang dalam menjalani kehidupan sehari-hari walaupun hidup serba seadanya.

"Dulu saya pernah hidup hanya dengan makan pucuk dedaunan yang ada di pegunungan. Sekarang tidak ada yang seperti itu. Saya merasa serba terbatas, akan tetapi saya tetap bersyukur dan bahagia sehingga diberikan nikmat umur panjang oleh Alloh SWT," ungkapnya.

Sedangkan, mengenai masalah percintaan, dia sudah bertekad bulat tidak akan pernah berpindah pasangan. Hal itu dibuktikan Kakek Marta, selama masa pernikahannya dia belum pernah berpindah hati dari Kasih, istrinya. Sejak menikah, dia dan istrinya selalu kompak mengahadapi semua permasalahan yang ada, walaupun pahit.

Bagi dirinya tidak mungkin berganti pasangan, karena hal ini sudah menjadi takdir Alloh SWT yang telah memberikan nikmat sangat besar terhadap kehidupannya. Kakek Marta hanya berpesan agar semua aturan agama, negara, hukum bisa dihormati agar dalam menjalani kehidupan terasa aman dan tentram.

Di tempat yang sama, Nenek Kasih, istri Kakek Marta, mengakui, bahwa suaminya tidak bisa diam selama hidupnya. Artinya, dia selalu bergerak melakukan sesuatu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, meskipun usianya sudah tidak lagi muda.

"Bapak orangnya tidak bisa diam. Semuanya masih normal, kecuali sekarang pendengarannya agak sedikit tidak seperti dulu, normal. Setiap hari ke kebun menanam apapun yang bisa dimakan maupun dijual untuk hidup sehari-hari," tuturnya.

Masalah identitas yang berkaitan dengan umurnya, Nenek Kasih menyebutkan KTP milik suaminya tidak sesuai dengan umur. Pasalnya, dulu umurnya pernah lebih muda dari sebenarnya.

"Bapak ingat betul yang ia lakoni selama hidupnya, karena ingatannya masih normal. Yang menyedihkan, bapak tidak pernah menjumpai ayahnya karena sejak ia lahir ayahnya sudah tiada," pungkasnya. (Muhafid/Koran-HR)

Harapan Rakyat Online

Harapan Rakyat Online


Warga Mengeluh, Tradisi Hajat Bumi di Banjar Minim Perhatian Pemkot

Posted: 28 Aug 2016 06:58 AM PDT

Warga Mengeluh, Tradisi Hajat Bumi di Banjar Minim Perhatian Pemkot

Ritual hajat bumi yang dilakukan warga Lingkungan/Kelurahan/Kecamatan Pataruman Kota Banjar tahun lalu. Photo: Istimewa

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Ritual hajat bumi sudah menjadi bagian penting dari masyarakat sejak dahulu kala. Di Kota Banjar, tradisi rakyat tersebut semakin terkikis oleh perkembangan zaman. Namun, di Lingkungan/Kelurahan/Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, tradisi tersebut justru menjadi bagian penting dari masyarakat yang mayoritas pembuat bata merah.

Astudi (38), salah satu tokoh pemuda, mengatakan, ritual hajat bumi yang dilakukan warga sekitar sudah berlangsung selama 4 kali. Ritual yang merupakan manifesto dari do'a dan harapan tersebut walaupun terbilang baru di Pataruman, namun antusias warga sangat respon.

"Sebenarnya hajat bumi yang biasa kita lakukan adalah sebagai bentuk ucapan dan rasa syukur kita kepada Alloh SWT. Padahal baru 4 kali berjalan, namun masyarakat sangat antusias dengan kegiatan tersebut," ujar Astudi kepada HR Online saat ditemui dirumahnya, Sabtu (27/8/2016).

Didalam ritual hajat bumi, lanjutnya, warga secara swadaya membuat 7 tumpeng yang akan dimakan bersama-sama. Selain itu, warga juga mengambil air untuk mandi dari sebuah sumur yang sudah ditaburi kembang 7 rupa. Sebagai hiburan, biasanya menampilkan pentas seni tradisional seperti kuda lumping ataupun Ronggeng.

"Pada ritual hajat bumi mendatang yang jatuh tanggal 7 Oktober 2016, kita ingin sedikit lebih gebyar. Selain santunan anak yatim dan jompo, juga hiburan Seni Tari Ronggeng. Mudah-mudahan hasil swadaya masyarakat dan donatur bisa mewujudkan hal itu," imbuhnya.

Sementara itu, Asep Permana (39), warga sekitar, mengaku kewalahan dalam melaksanakan kegiatan hajat bumi yang biasa dilaksanakan. Pasalnya, panitia harus bersusah payah menggali dana secara swadaya tanpa ada bantuan dari Pemkot Banjar.

"Seharusnya tradisi yang ada di Banjar didorong oleh Pemkot. Namun sejauh ini kita belum melihat tanda-tanda itu. Padahal, sepengetahuan kami tradisi warga Banjar yang ada mendapatkan bantuan dari pemkot, sedangkan kami tidak," tegasnya. (Muhafid/R6/HR-Online)

Ratusan Rider Motor Trail ‘Serbu’ Ciamis

Posted: 28 Aug 2016 05:48 AM PDT

Ratusan Rider Motor Trail ‘Serbu’ Ciamis

Photo: Ilustrasi net/Ist

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Ratusan pecinta motor trail meriahkan odong odong adventure days di Lapangan Cimaranggi Desa Situmandala, Kecamatan Rancah, Kabupaten Ciamis, Minggu (28/8/2016) yang diselenggarakan Karang Taruna Kecamatan dan Komunitas Trabas Rancah.

Wawa Iskandar, ketua panita, mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk cara memeriahkan HUT RI ke 71 serta ajang silaturahim yang dilakukan para pecinta motor ekstrim, trail.

"Berkat kerjasama semua elemen pemuda Rancah, acara ini diikuti sekitar 500 peserta dari berbagai klub motor trail yang ada di Jawa Barat dan Jawa Tengah," ujarnya kepada HR Online disela-sela kegiatan.

Garis star dimulai dari Lapangan Cimaranggi, lanjutnya, peserta menempuh jarak sekitar 95 kilometer melintasi bantaran sungai,  pegunungan Cigobang,  sampai ke daerah Cipicung Dayeuh Luhur Jawa Tengah dan finis di Lapangan Cimaranggi.

"Selain olahraga, kegiatan ini juga merupakan ajang silaturahim sekaligus mengenalkan lingkungan sekitar jalur tempuh. Kami menekankan kepada peserta supaya tidak merusak tanaman, karena misi kita melestarikan lingkungan," imbuhnya.

Dari pantauan HR Online di lokasi, peserta yang telah mencapai garis finis langsung disambut hiburan musik dangdut dan pemberian hadiah motor melalui undian. (Heri/R6/HR-Online)

Miss V Anda Ingin Sehat, Hindari Menggunakan Benda Ini

Posted: 28 Aug 2016 05:41 AM PDT

Miss V Anda Ingin Sehat, Hindari Menggunakan Benda Ini

Ilustrasi. Photo : net/ist

Berita Kesehatan, (harapanrakyat.com),-

Diperlukan ekstra hati-hati untuk merawat Miss V milik Anda, Ladies. Pasalnya, niat ingin membersihkan Miss V, namun karena menggunakan bahan atau benda yang asal-asalan malah berdampak buruk pada barang pribadi milik Anda.

Padahal, Goodhousekeeping.com melansir beberapa waktu lalu, bahwa area Miss V tidak butuh perawatan yang sering, sebab wilayah tersebut bisa menjaga keseimbangan sendiri. Bahkan jika terlalu sering dibersihkan, akibatnya Miss V akan menjadi tidak baik.

Namun jika Anda ingin membersihkan atau merawat barang pribadi milik Anda, harap jangan menggunakan benda berikut ini:

# Semprotan deodoran

Jangan sampai Anda menyemprotkan Miss V atau daerah sekitarnya dengan deodoran atau Feminine Hygiene Sprays. Pasalnya, bukannya membuat wangi daerah Miss V, eh… malah bisa mengakibatkan iritasi di daerah pribadi Anda. 

# Minyak

Jika Miss V mengeluarkan aroma atau bau tertentu yang bisa mengganggu, sebaiknya Anda langsung saja hubungi dokter spesialis. Memang banyak iklan atau saran yang menganjurkan agar aroma Miss V hilang menggunakan tea tree oil atau minyak zaitun. Padahal, minyak tersebut bisa mengganggu ekosistem di daerah Miss V.

# Semprotan air

Dr Jenny K. Francis, MD, dari Columbia University Medical Center mengatakan, pH di dalam Miss V bisa berubah jadi asam, jika Anda menyemprotkan air ke dalamnya. Sebab, Miss V merupakan tempat tumbuhnya bakteri yang bersifat baik yang bisa melawan bakteri jahat. Jadi, air tersebut tidak hanya melenyapkan bakteri baik saja, melainkan akan mengacaukan keseimbangan di dalam Miss V.

# Sabun

Ingat, jika ingin membersihkan Miss V menggunakan sabun, sebaiknya bersihkan bagian saja. (Adi/R5/HR-Online)

Si Denok Benih Padi Unggul Kota Banjar

Posted: 28 Aug 2016 03:18 AM PDT

Si Denok Benih Padi Unggul Kota Banjar

Petugas UPTD Balai Benih Padi kota Banjar tengah melakukan pengemasan benih padi unggul yang telah dipesan konsumen, Sabtu, 27/08/2016. Photo: SBH.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Benih padi varietas Inpari Si Denok kini menjadi benih padi unggulan yang diproduksi UPTD Balai Benih kota Banjar.

Selain nasi berkwalitas pulen, Si Denok juga memiliki rimbun bulir padi, dengan begitu mampu meningkatkan produksi gabah petani.

Varietas Si Denok, menurut Tatang, petugas Balai Benih padi, saat ini menjadi primadona baru petani. "Karena nasi pulen dan jumlah produksi meningkat, Si Denok jadi digemari petani," ujarnya kepada harapanrakyat.com, Sabtu, (27/08/2016).

Selain varietas Si Denok, lanjut Tatang, jenis varietas Ciherang dan IR masih menjadi andalan produksi pihaknya. "Selain ketiga jenis varietas itu, kami juga menyediakan varietas lainnya," tambahnya.

Pihaknya lanjut Tatang, selalu membina petani mitra atau petani konsumen untuk menanam jenis varietas yang menguntungkan dan tahan segala musim. Hal itu, agar petani tidak mengalami kerugian akibat hama ataupun hasil produksi. (Subakti Hamara/R1/HR-Online)

Unik, Ternyata di Pangandaran Ada Kampung Jawara Pakidulan

Posted: 28 Aug 2016 01:43 AM PDT

Unik, Ternyata di Pangandaran  Ada Kampung Jawara Pakidulan

Salah satu jawara tengah melakukan pertunjukan dalam Kontes Jawara Pakidulan yang di gelar di Kabupaten Pangandaran, Sabtu (27/8/2016). Photo: Entang Saeful Rachman/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Kontes Jawara Pakidulan yang di gelar di Kabupaten Pangandaran, Sabtu (27/8/2016) lalu, yang melibatkan ribuan pesilat dari berbagai daerah Jawa Barat, Banten serta Sumatera ternyata menyimpan sisi unik tersendiri dari segi penempatan istirahat para tamunya, yakni di sebuah saung.

Lokasi yang tidak jauh dari lapang Bulak Laut, tempat istirahat tersebut dinamakan Kampung Jawara Pakidulan, yang mana para peserta melangsungkan istirahat dalam sebuah gubug atau saung yang terbuat dari bahan alakadarnya. Tidak hanya dari luar daerah, dari tuan rumah pun istirahat dalam kampung tersebut.

"Nah tempat tersebut kita namakan Kampung Jawara Pakidulan. Nuansa kesederhanaan tersebut sangat erat sekali dengan kehidupan para Jawara yang terbiasa mengembara dan istirahat dalam sebuah saung," ujar Edi Suryadi, salah satu panitia, kepada HR Online.

Sementara itu, Darmawan, pesilat asal Bekasi, mengaku kagum mengikuti kontes tersebut. Pasalnya, selain baru pertama kali mengikuti, nuansa Kampung Jawara Pakidulan juga sangat identik dengan kehidupan jawara.

"Ternyata luar biasa sekali antusiasnya dari peserta maupun masyarkat. Apalagi disini malah ada kampungnya juga untuk para jawara. Saya yakin lokasi ini menginspirasi banyak orang," kata Darmawan kepada HR Online. (Ntang/R6/HR-Online)

Peduli Lingkungan, Ratusan Calon Mahasiswa di Banjar Bersih-bersih Pasar Banjar

Posted: 27 Aug 2016 11:20 PM PDT

Peduli Lingkungan, Ratusan Calon Mahasiswa di Banjar Bersih-bersih Pasar Banjar

Sejumlah calon mahasiswa STAIMA Kota Banjar tengah membersihkan sampah di komplek Pasar Banjar, Minggu (28/8/2016). Photo: Muhafid/HR

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Ratusan calon mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Miftahul Huda Al Azhar (STAIMA) Kota Banjar melakukan bhakti sosial bersih-bersih sampah di Pasar Banjar dan bagi sembako serta santunan anak yatim di sejumlah tempat, Minggu (28/8/2016).

Ketua Panitia, Mardiyah, mengatakan, kegiatan tersebut sengaja dilakukan oleh Panitia Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus (Ospek) STAIMA Banjar karena melihat intensitas sampah dari pasar mencapai 1 ton setiap harinya. Selain itu, sebagai bentuk kepedulian calon mahasiswa terhadap kebersihan, khususnya di Pasar Banjar.

Usai bersih-besih, calon mahasiswa pun diberi tugas menggali informasi seputar perekonomian yang ada di Pasar, yakni wawancara kepada pedagang pasar.

"Ini langkah awal kita mengedukasi calon mahasiswa untuk peduli terhadap kebersihan lingkungan di Kota Banjar. Peran mahasiswa sebagai kaum akademik juga perlu diimbangi dengan jiwa sosial," ujarnya.

Dari seluruh calon mahasiswa yang ada, imbuh Mardiyah, dibagi dalam tiga kelompok, yakni 2 kelompok untuk bhakti sosial membagikan sembako dan santunan anak yatim di Langensari dan di Desa Binangun. Sedangkan 1 kelompok lagi difokuskan bersih-bersih pasar.

"Setelah 2 hari pelaksanaan Ospek, hari ketiga ini adalah yang terakhir. Setiap tahunnya pasti agenda ini dilaksanakan sebagai wujud bhakti mahasiswa kepada masyarakat, khususnya untuk Kota Banjar," pungkasnya.

Edi, salah satu pedagang asongan di pasar Banjar, mengatakan, sampah di pasar Banjar sangat banyak sekali, terutama sampah sayuran yang biasanya kerap mengganggu kenyamanan pembeli karena mendatangkan bau yang menyengat. Melalui kegiatan mahasiswa tersebut, setidaknya ada efek positif untuk pembeli dan pedagang sekitar.

"Ini kegiatan yang sangat bagus. Saya harap ini bisa diikuti oleh elemen lain demi kebersihan Kota Banjar. Kota boleh bersih, tapi yang paling penting adalah kesadaran masyarakat akan kebersihan yang perlu ditanamkan," katanya. (Muhafid/R6/HR-Online)

Kasihan, Kakek di Ciamis Ini Tetap Bekerja Dalam Kondisi Sakit

Posted: 27 Aug 2016 09:29 PM PDT

Kasihan, Kakek di Ciamis Ini Tetap Bekerja Dalam Kondisi Sakit

Muslih (70), warga Dusun Lengkong, Desa Cieurih, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis, terpaksa bekerja di sawah walaupun dalam kondisi sakit. Photo: Edji Darsono/HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Nasib malang menimpa Muslih (70), warga Dusun Lengkong, Desa Cieurih, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis, akibat sebuah benjolan di pipi sebelah kanannya, dia mengalami sakit-sakitan menahun yang disertai gatal.

Meskipun sedang sakit, Muslih yang berprofesi sebagai petani harus bersusah payah tetap bekerja demi memenuhi kebutuhan hidup sehari-harinya.

"Benjolan ini sudah 3 tahun. Selama itu saya jadi sering sakit dan ini sangat menyiksa," jelasnya kepada HR Online, Sabtu (28/8/2016).

Meski pernah dibawa ke dokter, lanjutnya, dia hanya bisa pasrah karena himpitan ekonomi yang menderanya sehingga Muslih tidak bisa melakukan operasi. Dia hanya bisa mebiarkan penyakit tersebut menyerang di usia senjanya.

"Saya ingin sembuh. Karena tidak ada biayanya, terpaksa saya membiarkan begitu saja dan hanya bisa berharap ada bantuan dari pemerintah maupun para dermawan," tutupnya. (Dji/R6/HR-Online)

Seni Ibing Ronggeng Amen di Kota Banjar Belum Punah

Posted: 27 Aug 2016 08:19 PM PDT

Seni Ibing Ronggeng Amen di Kota Banjar Belum Punah

Ratusan warga dari berbagai daerah ikut larut menari mengikuti irama alunan musik tradisional, mengelilingi enam penari ronggeng yang berada di tengah-tengah pentas. Photo : Hermanto/HR.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Kesenian tradisional Ronggeng Amen di Kota Banjar, Jawa Barat, ternyata belum punah. Hal ini terbukti antusiasme ratusan warga datang untuk menyaksikan seni ibing khas Jawa Barat ini, di areal terminal Bus Banjar, Sabtu (27/8/2016) sekitar pukul 20.00 WIB.

Acara yang digagas oleh Forum Komunikasi Warga Terminal Banjar (FKWTB) ini, ternyata mampu menyedot perhatian kalangan orang tua maupun muda dari Banjar, Ciamis, Banjarsari, dan Pangandaran, bahkan Cilacap.

Pantauan HR Online di lokasi, mereka ikut larut menari mengikuti irama alunan musik tradisional, mengelilingi enam penari ronggeng yang berada di tengah-tengah pentas.

Ketua FKWTB Purn. TNI Dalijo (51) mengatakan, bahwa kegiatan seni ibing ronggeng ini digelar untuk melestarikan seni dan budaya tradisional sunda.

“Kami sengaja menggelar kegiatan sebagai bentuk “ngamumule” budaya tradisional sunda. Sehingga budaya tradisional seperti ronggeng ini tidak punah dan dapat terus dilestarikan,” ujarnya kepada HR Online di sela-sela kegiatan.

Dirinya akan terus menggelar acara kegiatan kesenian sunda. Hal itu dilakukan karena minat para kaum muda terhadap seni tradisional mulai sedikit memudar.

“Sehingga nantinya para generasi muda tidak terkontaminasi oleh budaya barat, dan lebih mencintai seni budayanya sendiri,” tuturnya.

Sementara itu, Suryaman (69) warga Dayeuh Luhur, Kabupaten Cilacap Jawa Tengah menuturkan, bahwa dirinya sangat merasa terhibur dengan adanya kegiatan seni ibing ronggeng amen ini.

Menurutnya, selain mencari hiburan, seni ibing ini pun mengenang untuk mengenang masa mudanya dulu.

“Acaranya sangat meriah Tidak penasaran saya jauh-jauh datang ke sini,” ujar kakek delapan cucu ini sambil terkekeh. (Hermanto/R5/HR-Online)

 
">Index »'); document.write('

?max-results=10">Label 6

');
  • ?max-results="+numposts1+"&orderby=published&alt=json-in-script&callback=showrecentposts1\"><\/script>");