Cari Blog Ini

Harapan Rakyat Online

Harapan Rakyat Online


Luar Biasa! Minuman Hangat Berkhasiat Secara Psikologis

Posted: 03 Dec 2016 12:00 PM PST

Luar Biasa! Minuman Hangat Berkhasiat Secara Psikologis

Ilustrasi. Photo : Ist/ Net

Berita Kesehatan, (harapanrakyat.com),-

Di saat suhu udara sedang turun, teh dan kopi menjadi minuman pilihan untuk menghangatkan tubuh. Apalagi jika minuman ini disajikan hangat atau panas, meminumnya akan membantu merelaksasi pikiran dan perasaan.

Beberapa waktu lalu, Direktur Science Gallery King College London, Inggris, Dr. Daniel Glaser, melakukan sebuah penelitian tentang khasiat minuman hangat. Selai mengusir rasa dingin dalam tubuh, minuman hangat juga berkhasiat bagi psikologis seseorang.  

Menurut Daniel, terdapat unsur psikologis saat seseorang memutuskan untuk memilih mengonsumsi minuman hangat dibandingkan minuman dingin. Minuman hangat ternyata membuat sesorang menjadi lebih nyaman psikisnya, tenang dan enak. Orang yang memegang secangkir minuman hangat juga cenderung akan lebih ramah ketika bertemu seseorang.

Dalam eksperimen tersebut, Daniel, meminta pendapat dari responden ketika bertemu orang lain yang sedang memegang secangkir minuman hangat. Mayoritas responden merasakan kemurahan hati orang-orang itu.

“Dari sisi linguistik serta teknik metafora berbahasa, kata hangat acapkali diasosiasikan dengan hal-hal yang bersifat menenangkan hati. Sebaliknya, mereka yang memegang minuman dingin mungkin dianggap kurang ramah dan egois. Sepertihalnya kata 'hangat', kata 'dingin' juga juga menggambarkan kepribadian seseorang,” kata Daniel.(Deni/R4/HR-Online)

PGRI Pangandaran Sambut Baik Moratorium UN

Posted: 03 Dec 2016 10:55 AM PST

PGRI Pangandaran Sambut Baik Moratorium UN

Saprudin, Ketua PGRI Kabupaten Pangandaran.

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Rencana langkah moratorium Ujian Nasional (UN) yang dikeluarkan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), disambut hangat oleh ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Pangandaran, Saprudin.

Saat ditemui di ruang kerjanya, Saprudin menilai langkah pemerintah dalam mengambil langkah tersebut sudah sangat tepat. Pasalnya, dengan moratorium UN tersebut dapat meminimalisir anggara biaya Negara.

"Memang lebih baik hanya ada Ujian Sekolah saja yang pembiayaannya lebih jauh lebih ringan dibanding UN. Biarkan pihak sekolah yang menentukan kelulusan siswa. Apalagi sekarang kurikulum 2013 sudah mulai dilaksanakan di beberapa sekolah," kata Saprudin kepada Koran HR, Senin (28/11/2016) lalu.

 Sementara itu, Wawan Kusdiaman, salah seorang guru di Pangandaran, mengatakan bahwa kurikulum pelajaran tahun 2013 dirasa lebih sederhana dan lebih mudah untuk guru, kepala sekolah maupun siswa. Pasalnya, target dalam membentuk siswa berkarakter lebih cocok.

"Soal moratorium UN, bagi saya itu adalah kewenangan pemerintah. Saya sebagai guru di daerah hanya menjalankan apa yang menjadi keputusan pemerintah," ujarnya. (Ntang/R6/HR-Online)

DCKKTR Ciamis Perbaiki Fasilitas Trotoar Bagi Pejalan Kaki

Posted: 03 Dec 2016 10:48 AM PST

DCKKTR Ciamis Perbaiki Fasilitas Trotoar Bagi Pejalan Kaki

Pembangunan trotoar di sekitar Islamic Center Ciamis. Photo: Eli Suherli/HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Dinas Cipta Karya Kebersihan dan Tata Ruang (DCKKTR) Kabupaten Ciamis terus berupaya memperbaiki fasilitas trotoar bagi pejalan kaki yang ada di wilayah perkotaan Ciamis.

Sekretaris DCCKTR Kabupaten Ciamis, Andang Firman, ketika ditemui Koran HR, Selasa (29/11/2016) lalu, mengatakan bahwa program perbaikan fasilitas trotoar dilakukan secara bertahap, tergantung tingkat kerusakan.

Andang mengakui, saat ini masih banyak fasilitas trotoar yang perlu mendapat perbaikan. Apalagi di sepanjang jalur protokol atau jalur provinsi. Selain itu, ada sejumlah titik jalur yang memang perlu disediakan fasilitas trotoar agar terlihat rapi.

Diantaranya, kata Andang, di jalur wilayah perbatasan jalan kabupaten dan jalur wilayah perbatasan jalan kecamatan. "Mudah-mudahan melalui program berkelanjutan, pembangunan dan perbaikan trotoar jalan bisa terus dilaksanakan setiap tahun," katanya.

Tokoh masyarakat Ciamis, R.A Masmu, mengatakan bahwa masih banyak fasilitas trotoar di wilayah Ciamis yang perlu diperbaiki. Diantaranya di kawasan Jalan Jendral Sudirman, Jalan Siliwangi, dan Jalan Ahmad Yani. (Es/Koran HR)

Tenaga Pendidik di Ciamis Diminta Perbaharui Komitmen

Posted: 03 Dec 2016 10:40 AM PST

Tenaga Pendidik di Ciamis Diminta Perbaharui Komitmen

Photo: Ilustrasi net/Ist

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com), –

Melalui momentum Hari Guru Nasional (HGN) ke 71 tahun 2016, Forum Ketahanan Bangsa (FKB) Kabupaten Ciamis, meminta tenaga pendidik (guru) di kabupaten Ciamis untuk memperbaharui komitmen.

Ketua Umum FKB Ciamis, Mohammad Iezudin, ketika ditemui Koran HR, Selasa (29/11/2016) lalu, mengatakan bahwa untuk mencerdaskan generasi muda diperlukan komitmen, khususnya dari tenaga pendidik di berbagai tingkatan sekolah.

Iezudin menuturkan, momentum HGN ke 71 harus dijadikan sebagai sebuah nutrisi baru bagi para tenaga pendidik untuk dapat mencetak generasi muda, khususnya di Kabupaten Ciamis, lebih berkualitas.

"Kualitas pendidikan merupakan sebuah modal pembangunan mulai dari tingkatan pedesaan, kabupaten, hingga nasional," katanya.

Diakui Iezudin, pembentukan FKB juga didasari keinginan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat dan khususnya bagi pelajar. Tujuannya agar generasi muda penerus bangsa mendapatkan pemahaman tentang wawasan kebangsaan. Dengan begitu, karakter generasi muda akan terbentuk.

"Dunia pendidikan tidak hanya menjadi sebuah tonggak berdirinya suatu daerah ataupun negara, tapi peranan pendidikan juga menjadi salah satu bentuk upaya mencerdaskan pemuda generasi bangsa yang ada di berbagai wilayah," ucapnya. (DSW/Koran HR)

Gunung Madati Ciamis Ditunggui Sosok Macan Kumbang

Posted: 03 Dec 2016 10:32 AM PST

Gunung Madati Ciamis Ditunggui Sosok Macan Kumbang

Photo: Ilustrasi net/Ist

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Gunung Madati di Desa Mekarbuana, Kecamatan Panawangan, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, diyakini warga memiliki sosok penunggu berupa seekor macan kumbang. Macan kumbang itu juga ditengarai sering berubah menjadi sosok wanita cantik.

Jahri warga Rinduwangi, ketika ditemui Koran HR, Senin (28/11/2016), mengatakan, sosok macan penghuni gunung tersebut kerap muncul di wilayah Pasir Panjang. Menurut dia, warga meyakini macan tersebut sebagai sosok jelmaan.

"Sebab, kemunculannya selalui diikuti dengan kejadian aneh," katanya.

Kepada Koran HR, Jahri menuturkan, sekitar tahun 1990an dia menyaksikan secara langsung sosok macan yang berubah menjadi sosok perempuan cantik. Saat itu dia sedang berhuma di hutan. Malam harinya, dia melihat sorotan cahaya mendekat ke lokasi dia berhuma.

"Sesaat setelah cahaya mendekat, sesosok macan terlihat. Tidak lama, dia berubah menjadi sosok wanita," katanya.

Kepala Desa Mekarbuana, Amin, ketika ditemui Koran HR, Senin (28/11/2016) lalu, mengatakan bahwa kawasan Gununng Madati dihuni berbagai jenis binatang. Dan pada saat-saat tertentu binatang buas memang selalu muncul.

"Kemunculannya memang nyata, sehingga bisa dilacak keberadaan hewan tersebut," katanya.

Terkait sosok macan, Amin juga mengaku pernah melihatnya secara langsung. Dia justru melihat sosok macan itu berteman akrab dengan sosok seekor babi hutan. Menurut keterangan "orang pintar", keduanya merupakan binatang gaib.

Anda (45), warga sekitar, ketika dimintai tanggapan, menuturkan bahwa keberadaam macan kumbang di Gunung Madati disebut-sebut sudah punah. Dengan begitu, kemunculannya dianggap berhubungan dengan hal-hal mistis.

Sebenarnya, kata Anda, cerita mistis tersebut sengaja dibuat sebagai upaya agar masyarakat tidak lagi merambah dan merusak kawasan gunung tersebut. Buktinya setelah ada macan kumbang yang masuk perangkap di Desa Cikupa Lumbung, masyarakat baru sadar keberadaan hewan tersebut.

"Macan kumbang memang masih ada. Turunnya macan kumbang dan menggasak ternak warga akibat habitatnya terganggu. Sedangkan di Gunung Madati, kawasan hutan masih tetap terjaga, sehingga macan kumbang tetap berada di habitatnya," kata Anda. (Dji/Koran HR)

Guru di Daerah Terpencil di Banjar Tetap Semangat Mengajar

Posted: 03 Dec 2016 10:23 AM PST

Guru di Daerah Terpencil di Banjar Tetap Semangat Mengajar

Empat dari tujuh tenaga pengajar di MI Bantarsari, Dusun Cikapundung, Desa Neglasari, Kecamatan Banjar, Kota Banjar, yang tetap semangat mengabdikan dirinya mengajar, meskipun honor yang mereka terima jauh dari kata cukup. Photo: Eva Latifah/HR.   

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Sejumlah guru yang mengajar di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Bantarsari, Dusun Cikapundung, Desa Neglasari, Kecamatan Banjar, Kota Banjar, setiap harinya harus menempuh perjalanan cukup jauh untuk bisa sampai tepat waktu ke tempat mereka mengajar.

Maklum saja, 99 persen tenaga pengajar di sekolah yang sederhana itu berasal dari luar, sedangkan Dusun Cikapundung sendiri lokasinya berada di pelosok yang merupakan salah satu daerah terpencil di Kota Banjar.

Hanya saja, jasa serta pengabdian para guru berstatus tenaga honorer dan suka relawan (sukwan) itu belum sepenuhnya dihargai. Mereka hanya mendapatkan honor yang jauh di bawah upah minimum kota (UMK) para buruh sekalipun. Padahal, beban mereka begitu berat lantaran tak banyak guru yang mau mengabdi di daerah pelosok, terlebih pada sekolah swasta.

Entin Haryati, misalnya, salah satu guru yang sudah mengabdi di MI Bantarsari selama 20 tahun itu tetap semangat mengajar, meskipun honor yang diterimanya setiap bulan kurang dari Rp.500 ribu.

"Sebelum mengajar di MI Bantarsari, saya dulu mengajar di MI Purwaharja selama 10 tahun. Kemudian diminta untuk mengajar di MI Bantarsari, sampai sekarang ini sudah ada 20 tahun di sini," tutur warga Junti, Desa Balokang, Kecamatan Banjar, yang juga sebagai ketua RT di lingkungannya itu, kepada Koran HR, Sabtu pekan lalu.

Entin mengaku tetap bertahan dalam dunia pendidikan meski dengan kesejahteraan yang sangat terbatas tiada lain karena ingin mengabdikan diri melalui mengajar. Terlebih mengajar anak-anak di sekolah sederhana yang jauh dari pusat kota. Bahkan, total jumlah murid dari kelas 1-6 di sekolah itu hanya ada 34 orang.

Dia juga menceritakan, dulu tak jarang dirinya harus berjalan kaki dari rumahnya menuju ke lokasi sekolah. Karena memang akses menuju ke MI Bantarsari tidak dilalui kendaraan umum/angkot.

"Kalau sekarang berangkatnya sama anak saya pakai motor. Kebetulan anak saya juga kini sama-sama mengajar di MI Bantarsari," katanya.

Entin mengungkapkan, walaupun honor dari mengajar sangat minim, namun dirinya bersyukur penghasilannya itu bisa barokah. Bahkan, anaknya yang kini ikut mengajar di MI Bantarsari pun sudah mengenyam pendidikan hingga lulus sarjana.

Selama 20 tahun mengajar di sekolah tersebut, berbagai suka duka tentu sudah dialaminya. Namun dirinya bersyukur antusias masyarakat Dusun Cikapundung untuk menyekolahkan anaknya di MI Bantarsari cukup tinggi.

"Dulu di sini muridnya terbilang banyak sampai 80-an, bahkan MI Bantarsari ini jadi sekolah center karena wilayah Cikapundung ini lokasinya berbatasan dengan Pamarican dan Binangun. Jadi muridnya ada yang dari Binangun dan Pamarican," terangnya.

Tapi setelah Dusun Cikapundung masuk ke wilayah Desa Neglasari, Kota Banjar, maka siswa pun jadi berkurang. Karena, masyarakat di daerah Binangun dan Pamarican berpandangan bahwa sekarang MI Bantarsari sudah beda wilayah.

Sebelumnya Cikapundung masuk ke wilayah Pamarican, Kabupaten Ciamis. Daerah Cikapundung sendiri menjadi dusun paling baru yang masuk ke wilayah Desa Neglasari, Kota Banjar.

Pendapat serupa diungkapkan Yuyun, tenaga pengajar lainnya di MI Bantarsari. Menurut dia, uang tidak menjadi tolak ukur, sebab mengajar adalah pengabdian untuk ikut mencerdaskan anak bangsa, terutama yang berada di daerah pelosok.

"Walaupun honor kecil tapi Alhamdulillah barokah, saya bisa sampai kuliah. Uang tidak jadi tolak ukur, besar kecilnya yang kita dapat apakah bisa bermanfaat atau enggak, itu tergantung kita memanfaatkannya," ujar Yuyun.

Meski demikian, Yuyun maupun tenaga pengajar lain di MI Bantarsari yang statusnya sudah sarjana, tak menampik kalau mereka memang memiliki harapan untuk bisa diangkat sebagai guru PNS.

"Ya mudah-mudahan ke depannya bagi guru sarjana ada infasi, peningkatan supaya bisa diangkat. Sekarang kita jalani dengan ikhlas, tetap semangat mengabdikan diri mencerdaskan anak-anak di Dusun Cikapundung ini," kata Yuyun.

Kepala MI Bantarsari, Muhammad Nurjamil, S.Pd.I,. menambahkan, untuk membayar honor guru berikut kepala sekolah sebanyak 8 orang itu diambil dari BOS yang diterima sekolah Rp.28.800.000 per tahun.

Selain itu, biaya operasional sekolah juga didapat dari bantuan komite melalui Program Infak Padi, yakni setiap Kepala Keluarga (KK) di Dusun Cikapundung menyumbangkan 5 kilogram padi atau jika diuangkan senilai Rp.25 ribu per 6 bulan/per semester atau untuk satu kali panen.

"Ini sumbangan dari seluruh warga Dusun Cikapundung, dan program tersebut sudah berjalan satu tahun. Hal itu untuk menambah biaya operasional sekolah dalam setiap tahunnya. Walaupun MI Bantarsari ini sekolah swasta di bawah naungan Yayasan Darul Ikhlas, namun sekolah di sini juga sama gratis," tuturnya.

Nurjamil juga berharap kepada pemerintah, terutama unsur terkait, mengupayakan untuk membantu memberikan tunjangan fungsional, khususnya bagi guru di MI Bantarsari supaya meningkat.

"Untuk tenaga pengajar, saya juga berharap tetap bersabar dan tetap semangat dalam mengajar untuk menciptakan atau mencetak anak-anak yang cerdas," pungkasnya. (Eva/Koran HR)

Pemerintah Desa Cibeureum Banjar, Jaring Calon Perangkat Secara Transparan dan Netral

Posted: 03 Dec 2016 10:09 AM PST

Pemerintah Desa Cibeureum Banjar,  Jaring Calon Perangkat Secara Transparan dan Netral

Kepala Desa Cibeureum, Yayan Sukirlan, dan panitia penjaringan serta tim penguji, berphoto bersama calon perangkat Desa Cibeureum yang tengah menjalani test di Aula Desa Cibeureum. Photo: Eva Latifah/HR.  

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Pemerintah Desa Cibeureum, Kecamatan Banjar, Kota Banjar, tengah melaksanakan test terhadap calon perangkat desa untuk mengisi kekosongan Staf Umum, Staf Kesejahteraan Masyarakat (Kesmas), serta untuk mengisi kekosongan unsur kewilayahaan Dusun Cipantaran (Kepala Dusun).

Saat ditemui Koran HR, Senin (28/11/2016) lalu, Kaur. Perencanaan Pemerintah Desa Cibeureum, Heri Heryanto, mengatakan, ada 16 orang yang mendaftar, 9 orang diantaranya mendaftar untuk Tata Usaha Umum, 4 orang Staf Kesmas, dan 3 orang Unsur Kewilayahan (Kadus).

"Waktu tahapan penjaringan itu ada 19 orang yang mengambil formulir, tapi pas masuk tahapan penyaringan jadi 16 peserta yang sekarang ikut test. Nantinya dari 16 orang ini akan diambil 3 orang, sebagaimana kebutuhan kita yakni untuk Staf Umum 1 orang, Staf Kesra 1 orang dan Kadus Cipantaran 1 orang," terangnya.

Pelaksanaan test calon perangkat Desa Cibeureum berlangsung dari tanggal 22-30 November 2016, bertempat di Aula Desa Cibeureum, sedangkan tim pengujinya dari kecamatan. Test yang diberikan meliputi test komputer, test tulis, wawancara dan test berbicara di depan umum.

Lebih lanjut Heri mengatakan, ada beberapa tahapan yang dilaksanakan pihaknya dalam penjaringan perangkat ini. Mulai dari pembentukan panitia pada tanggal 7 Oktober 2016, kemudian mensosialisasikannya dalam setiap kegiatan-kegiatan umum, terkait penjaringan perangkat.

Namun, untuk sosialisasi penjaringan unsur kewilayahan, pihak panitia melakukannya secara khusus di Dusun Cipantaran, karena ada porsi untuk kadus. Di mana calon peserta harus ada dukungan masyarakat minimal 20 persen, dengan menyerahkan bukti potocopy KTP dan pernyataan dukungan.

Pembukaan pendaftaran dimulai tanggal 3-16 November 2016, kemudian tanggal 17-21 November penyelesaian administrasi dan pelaporan ke kepala desa untuk verifikasi berkas, guna mengetahui kalau ada kekurangannya. Tanggal 22-30 November 2016 baru pelaksanaan test.

"Selanjutnya rekapitulasi nilai untuk pelaporan ke kades yang nantinya akan diserahkan ke kecamatan untuk direkomendasi. Pelantikan perangkat itu rencananya tanggal 13 Desember 2016. Mudah-mudahan lancar dan tidak ada kendala," kata Heri.

Kepala Desa Cibeureum, Yayan Sukirlan, menambahkan, dalam penjaringan perangkat ini pihaknya benar-benar transparan, netral, tidak ada titipan dari pihak manapun. Artinya, tidak ada yang "bermain."

"Kami mengharapkan, apa yang menjadi perubahan-perubahan tentang desa atau kinerja, kami sangat membutuhkan perangkat yang siap untuk bekerja. Jangan sampai untuk mensiasati permasalahan malah menambah permasalahan. Kami tidak berharap seperti itu," tandasnya.

Yayan juga mengatakan, bahwa penjaringan perangkat ini merupakan program kegiatan tahap I, namun baru bisa dilaksanakan sekarang. Karena, pihaknya menunggu regulasi atau Perdes tentang Penjaringan yang tahapan evaluasi dan SOTK-nya selesai pada bulan September akhir. (Eva/Koran HR)

Bagi yang Jomblo, Perjodohan Ala Jepang Ini Bisa Ditiru Lho!

Posted: 03 Dec 2016 09:01 AM PST

Bagi yang Jomblo, Perjodohan Ala Jepang Ini Bisa Ditiru Lho!

Ilustrasi. Photo : Ist/Net

Berita Gaya Hidup, (harapanrakyat.com),-

Di negeri  kita, perjodohan mungkin sudah dianggap ketinggalan jaman oleh generasi modern seperti sekarang. Tapi di Jepang, budaya perjodohan atau disebut Omiai, masih dipegang teguh oleh kalangan orang tua. Para orang tua akan ikut andil mencari pasangan bagi anaknya yang kesulitan mendapatkan jodoh.

Omiai sendiri didefinisikan sebagai pertemuan antar keluarga yang bertujuan untuk mencarikan jodoh dan menikahkan anak mereka. Di Jepang, hampir 40 persen masyarakat menjalin hubungan melalui budaya ini.

Beberapa faktor menjadi penyebab budaya ini masih kuat bertahan. Salah satunya adalah karena umur ideal untuk wanita menikah adalah 25 tahun dan untuk pria 30 tahun. Kemudian, masyarakat memandang negatif wanita yang tidak menikah pada usia tersebut. Bahkan wanita yang telat menikah diberi julukan khusus "Chrismas Cake". Chrismas Cake berarti tidak baik setelah tanggal 25 Desember.

Untuk melaksanakan ritual Omiai ini, setiap calon harus mendaftarkan diri melalui biro jodoh. Biro jodoh akan mengatur jadwal pertemuan setelah data diri calon dan berbagai persyaratan penting sudah diisi. Mereka yang mendaftar ke biro jodoh mayoritas ibu-ibu yang anaknya kesulitan menemukan pasangan.

Bila pada saat pertemuan keluarga para calon pasangan merasa cocok, mereka akan langsung menggelar pesta pernikahan. Dan hasil sebuah studi menunjukkan, mayoritas pasangan yang menikah melalui budaya Omiai, pernikahan mereka langgeng hingga akhir hayat. (Deni/R4/HR-Online)

Pohon Tumbang di Banjarsari Ciamis Tutup Badan Jalan

Posted: 03 Dec 2016 07:11 AM PST

Pohon Tumbang di Banjarsari Ciamis Tutup Badan Jalan

Pohon tumbang di Desa Ciherang, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis. Photo: Entang Saeful Rachman/HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Angin kencang yang disertai angin di wilayah Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, mengakibatkan sejumlah pohon tumbang, salah satunya terjadi di Dusun Kalimati, Desa Sukasari, Sabtu (03/12/2016).

Anih, warga Kalimati, mengatakan, robohnya sebuah pohon yang cukup besar membuat warga keluar berhamburan menyelamatkan diri. Meski tidak ada rumah atau korban yang tertimpa pohon.

"Warga ketakutan karena anginnya kencang dan ada pohon yang tumbang. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa," katanya kepada HR Online.

Sementara itu, di Desa Ciherang, Kecamatan Banjarasari, juga terjadi pohon tumbang. Namun, pohon yang berada di pinggir jalan dan tinggi tersebut  sempat menutup badan jalan.

"Akibat tiupan angin cukup kencang, pohon tersebut tumbang. Beruntung lalu lintas sedang sepi dan tidak ada korban jiwa," kata Dedi, Kepala Desa Ciherang, kepada HR Online.

Dedi menambahkan, saat pohon tersebut tumbang, warga langsung berusaha mengevakuasi agar lalu lintas tidak terganggu. "Sekarang sudah dievakuasi pohonnya oleh warga dan kondisi lalu lintas lancar," tutupnya. (Ntang/R6/HR-Online)

Hujan Berangin, Tenda Manasik Haji Anak di Pangandaran Roboh

Posted: 03 Dec 2016 06:39 AM PST

Hujan Berangin, Tenda Manasik Haji Anak di Pangandaran Roboh

Salah  satu korban yang tertimpa tenda yang roboh akibat angin kencang di Pangandaran. Photo: Madlani/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Kondisi cuaca buruk yang terjadi di Pangandaran berupa hujan deras yang disertai angin kencang mengakibatkan kegiatan manasik haji anak Roudlotul Athfa (RA) se-Kabupaten Pangandaran di Lapang Ketapang Doyong Pantai Timur terganggu. Sebab, tenda mengalami roboh diterpa angin, Sabtu (03/12/2016).

Kapolsek Pangandaran, Kompol Suyadi, mengatakan, kejadian tersebut saat peserta manasik haji anak yang terdiri dari anak-anak dan orang tuanya tengah mengikuti kegiatan sekitar pukul 08.10 WIB. Pada saat itu, terjadi hujan deras yang disertai angin kencang.

"Pada saat hujan, baik guru, orang tua, anak dan pedagang ikut berteduh dibawah tenda. Sementara itu, angin yang kencang tersebut menghempas tenda hingga roboh dan mengakibatkan 3 orang terluka," kata Kompol Suyadi kepada HR Online.

Karena kejadian mengejutkan seluruh peserta kegiatan, kata Suyadi, akhirnya kegiatan tersebut pun dihentikan."Korban langsung dilarikan ke Puskesmas Pangandaran untuk mendapatkan perawatan medis," tutupnya.

Dari informasi yang dihimpun HR Online, 3 korban tersebut adalah Siti Khotijah (27) warga Bojong Gebang, Dusun Kedungrejo, Desa Wonoharjo, Kecamatan Pangandaran, mengalami pingsan. Korban selanjutnya Abdul Aziz (5) warga Desa Masawah, Kecamatan Cimerak, mengalami luka sobek pada bagian belakang kepala dan Suwarni (42) warga Padaherang mengalami luka robek pada kepala bagian atas. (Madlani/R6/HR-Online)

Harapan Rakyat Online

Harapan Rakyat Online


Cuaca Buruk, Pengarajin Bata Merah di Pangandaran Merana

Posted: 02 Dec 2016 11:47 AM PST

Cuaca Buruk, Pengarajin Bata Merah di Pangandaran Merana

Tobong bata merah milik Sugianto, warga Desa Paledah, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran. Photo: Entang Saeful Rachman/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Kondisi cuaca buruk yang terjadi akhir-akhir ini bukan hanya berdampak bruuk pada profesi nelayan yang hendak melaut, petani yang sawahnya terendam banjir, namun pengrajin bata merah juga mengalami hal serupa.

Sugianto, warga Desa Paledah, Kecamatan Padaherang, mengatakan, sejak kondisi cuaca yang sedang tidak menentu ini membuat produksi bata merah miliknya terhambat. Sebab, bata merah yang sehari-hari biasanya dicetak mencapai ribuan bata, kini hanya setengahnya.

"Ratusan pengrajin bata merah di Paledah pasti mengeluh dengan kondisi ini. Untuk proses pengeringan biasanya membutuhkan waktu sekitar 2 minggu, tapi untuk sekarang jadi tambah lama karena 2 kali lipat," kata Sugianto kepada HR Online, Jum'at (02/12/2016).

Sedangkan menurut Ujang, pengrajin bata merah di Paledah, proses pengeringan terhambat karena cuaca sedang buruk. Pasalnya, para pembuat bata hanya mengandalkan sinar matahari.

"Memang sampai saat ini di Paledah belum ada yang menggunakan alat pengering maupun teknologi untuk pengeringan bata merah, semuanya mengandalkan terik matahari," ujar Ujang.

Meski begitu, Ujang mengaku melayani kebutuhan pembeli di Paledah masih bisa teratasi. Namun pembeli harus bersabar karena para pengrajin bata tengah terhambat cuaca. "Soal harga masih tetap normal walaupun kondisi cuaca tidak mendukung," tutupnya. (Ntang/R6/HR-Online)

TNI dan Rakyat Pangandaran Bangun Jalan 900 Meter

Posted: 02 Dec 2016 11:22 AM PST

TNI dan Rakyat Pangandaran Bangun Jalan 900 Meter

BP3APK2BPMPD Kabupaten Pangandaran dan Kodim 0613 Ciamis saat meninjau lokasi jalan yang akan dibangun. Photo: Madlani/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Pada kegiatan Bhakti Siliwangi Manunggal Satata Sariksa (BSMSS) tahun 2016 di Dusun Sindangkerta, Desa Karangpawitan, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, yang difasilitasi BP3APK2BPMPD Kabupaten Pangandaran bersama Kodim 0613 Ciamis, ratusan masyarakat dan TNI bahu-membahu membangun jalan desa sepanjang 900 meter, Senin (28/11/2016) lalu.

Dandim melalui Kasdim 0613 Ciamis, Mayor Inf. Mohammad Junaedi, mengatakan, kemanunggalan TNI dengan masyarakat dimaknai dengan bukti nyata di lapangan, yakni salah satunya membangun jalan sepanjang 900 meter. Perhatian kepada masyarakat, khususnya di wilayah Kodim 0613 Ciamis, terus dilakukan guna menjaga kondusifitas serta menjalin hubungan baik secara intensif.

"Manunggal TNI dengan rakyat terus kami pupuk. Membantu masyarakat pada peningkatan sarana dan prasarana dengan cara bergotong royong terus kami lakukan," katanya kepada Koran HR.

Melalui bangunan kebersamaan yang dibentuk dalam gotong royong, lanjut Junaedi, akan berdampak pada efek positif terhadap masyarakat.

"Sangat beragam sekali upaya untuk menghancurkan Indonesia dari berbagai arah seperti narkoba, paham radikal dan berbagai ancaman lainnya. Maka dari itu, untuk membentenginya kita galakan budaya gotong royong," tegasnya.

Di tempat yang sama, Sekda Kabupaten Pangandaran, Mahmud, menjelaskan, pada pembangunan desa di Pangandaran tahun ini mengeluarkan dana hingga Rp. 145 miliar perlu didukung oleh masyarakat, apalagi TNI sudah pasang badan untuk gotong royong demi membangun wajah Pangandaran. Sedangkan untuk tahun 2017, Rp. 170 miliar khusus dialokasikan untuk pembangunan fisik.

"Kami berharap pembangunan nanti bisa dirasakan oleh masyarakat di seluruh pelosok Pangandaran. Untuk pembangunan kali jalan raya ini tergetnya 14 hari sudah selesai," pungkas Mahmud.

Sementara itu, ketua pelaksana, Pasiter Kodim 0613 Ciamis, Kapten J Rohadi, menjelaskan, jalan yang dibangun tersebut meliputi pengecoran jalan sepanjang 500 meter dengan lebar 2 meter. Untuk pembukaan jalan baru sepanjang 400 meter.

"Pengerjaan dimulai sejak 26 November hingga 10 Desember 2016 nanti. Kami sangat berterimakasih kepada semua pihak yang ikut dalam pembangunan ini, khususnya Pemkab Pangandaran dan Batalyon 323 Raider yang terus mengawal kegiatan ini demi masyarakat," katanya. (Mad/R6/Koran HR)

Meski Hujan, Sebagian Petani Pangandaran Tenang

Posted: 02 Dec 2016 11:16 AM PST

Meski Hujan, Sebagian Petani Pangandaran Tenang

Kondisi areal pesawahan tadah hujan yang di Padaherang, Kabupaten Pangandaran. Photo: Entang Saeful Rachman/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Kondisi curah hujan cukup tinggi mengguyur wilayah Pangandaran ternyata tidak selamanya memberikan dampak negatif bagi warga, terutama petani. Pasalnya, di Desa Pasir Gelulis, sebagian Desa Karang Mulya, Kecamatan Padaherang dan sebagian wilayah Kecamatan Mangunjaya menjadi angin segar untuk areal sawah tadah hujan.

Siti Aminah, warga Padaherang, mengatakan, dirinya sangat bersyukur hujan akhir-akhir ini terus turun. Sebab, dia tidak kerepotan mencari air untuk mengairi sawahnya.

"Karena sawahnya disini termasuk tadah hujan, jadi hujan kali ini adalah berkah bagi para petani. Soalnya, kalau hujan tidak turun kita repot mencari airnya," katanya kepada Koran HR, Senin (28/11/2016).

Hal senada juga diungkapkan Ato, warga Mangunjaya. Saat hujan turun, para petani bergairah untuk kembali terjun ke sawah. Pasalnya, hujan menjadi dambaan petani agar pertumbuhan padi mereka normal.

"Hampir sebagian pesawahan yang ada di Mangunjaya tanaman padinya tumbuh normal.  Maka dari itu, hujan menjadi berkah bagi petani disini. Mungkin berbeda dengan pesawahan yang ada di daerah lain yang masih tergenang banjir," ujarnya.

Ditempat terpisah, Kepala Desa Cibogo, Kecamatan Padaherang, Karsim, mengatakan, kondisi hujan yang terus mengguyur saat ini membuat sebagian areal pesawahan Blok Cilalay Desa Cibogo. Dirinya kerap mendapat keluhan dari masyarakat agar pihak pemerintah daerah dan provinsi menangani banjir yang saat ini.

"Beberapa tahun ke belakang, meski hujan terus turun, itu tidak mengganggu petani. Saat ini, areal sawah yang normal malah diserang hama keong dan wereng coklat yang berdampak kerugian cukup besar," ungkapnya.

Karsim berharap, wilayah Padaherang yang menjadi salah satu lumbung padi seharusnya diperhatikan oleh pemerintah. Hal tersebut guna meningkatkan kesejahteraan warga yang juga berdampak pada stabilitas ekonomi Pangandaran.

"Banjirnya kami harapkan bisa ditangani agar kedepannya tidak terjadi lagi. Hama keong dan wereng coklat juga kami harapkan bisa dikendalikan," tutupnya. (Ntang/R6/Koran HR)

Jalan Sukajadi-Sukamukti Ciamis Rusak Parah

Posted: 02 Dec 2016 10:00 AM PST

Jalan Sukajadi-Sukamukti Ciamis Rusak Parah

Kondisi jalan yang menghubungkan Desa Sukajadi ke Desa Sukamukti memprihatinkan. Photo: Suherman/HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Warga Desa Sukajadi, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, mengeluhkan kondisi infrastruktur jalan yang menghubungkan Desa Sukajadi dengan Desa Sukamukti. Pasalnya, infrastruktur jalan tersebut mengalami kerusakan cukup parah dan belum juga diperbaiki. 

Warga Sukajadi yang enggan disebutkan namanya, ketika ditemui Koran HR, Selasa (29/11/2016) lalu, mengaku kecewa kepada pemerintah lantaran infastruktur jalan penghubung antar desa tersebut masih dibiarkan dalam kondisi rusak parah.

"Padahal jalan penghubung ini banyak dilalui warga Desa Sukajadi dan warga Desa Sukamukti," katanya.

Kepala Desa Sukajadi, Haiz Azka atau akrab dipanggil Jaka, ketika ditemui Koran HR, Selasa (29/11/2016) lalu, membenarkan kerusakan infrastruktur jalan di wilayahnya. Dia juga tidak menyangkal masih banyak jalan di Desa Sukajadi belum tersebut perbaikan.

"Jalan ini statusnya masih bingung. Kendati jalan ini pernah menjadi jalan alternatif angdes Pamarican-Banjarsari, tapi sampai saat ini statusnya masih belum diakui sebagai jalan kabupaten," katanya.

Jaka menuturkan, infrastruktur jalan yang mengalami kerusakan mencapai sekitar 1.350 meter. Pihaknya mengaku sudah berupaya dengan mengajukan proposal permohonan perbaikan jalan kepada pemerintah. (Suherman/Koran HR)

Aksi Pencurian Buah Rotan Kembali Terjadi di Ciamis

Posted: 02 Dec 2016 09:54 AM PST

Aksi Pencurian Buah Rotan Kembali Terjadi di Ciamis

Photo: Ilustrasi net/Ist

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Aksi pencurian buah rotan di Gunung Sawal, tepatnya di Desa Cipaku, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat kembali terjadi. Warga menuding aksi pencurian itu kembali terjadi akibat lemahnya pengawasan dari Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA).

Suryadi (44), warga Bangbayangkidul, ketika ditemui Koran HR, Selasa (29/11/2016), mengatakan, aksi pencurian buah rotan di Gunung Sawal dikhawatirkan baal mendatangkan bencana. Sebab, menurut dia, pengambilan buah rotan tersebut dilakukan dengan cara menebang pohon rotan.

Sebelumnya, kata Suryadi, masyarakat bekerjasama dengan BKSDA berhasil menangkap tiga orang pelaku pencurian buah rotan di wilayah pengunungan yang ada di Desa Bangbayang.

Kepala Dusun Cipaku Girang, Lili, ketika ditemui Koran HR, mengatakan, penangkapan pelaku pencurian buah rotan tersebut bermula dari kecurigaan warga terhadap orang tidak dikenal yang memasuki kawasan Gunung Sawal.

"Kemudian warga mengawasi kendaraan pelaku yang diparkir di sekitar hutan. Ternyata  kecurigaan warga itu benar, pelaku membawa dua karung berisi buah rotan. Warga kemudian melaporkan hal itu ke pemerintah desa setempat," katanya.

Kepala Desa Cipaku, Juhana, ketika dihubung Koran HR, Selasa (29/11/2016) lalu, membenarkan adanya aksi pencurian buah rotan di wilayah Desa Cipaku. Menurut dia, aksi pencurian itu terjadi minggu lalu.

"Pelaku berasal dari Pageurageung Tasikmalaya. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku diberi pembinaan dan sudah membuat pernyataan," katanya.

Elin Suherlin, warga setempat, mengatakan, getah dan buah rotan merupakan produk ekspor yang bernilai jual cukup tinggi. Di pasar internasional, buah rotan dikenal dengan sebutan dragon blood atau darah naga.

"Getah dan buah rotan memiliki banyak mafpaat dan dijadikan bahan baku beberapa pabrik berskala besar. Diantaranya untuk dijadikan bahan baku obat-obatan dan pewarna. Pencurian buah rotan ini bisa dipastikan karena para pelaku tergiur dengan harga jual getah dan buah rotan. Sebab, harga buah rotan bisa mencapai Rp. 50.000 perkilogram," katanya. (Dji/Koran HR)

Realisasi Pembangunan di Desa Karyamukti Banjar Capai 80 Persen

Posted: 02 Dec 2016 09:45 AM PST

Realisasi Pembangunan di Desa Karyamukti Banjar Capai 80 Persen

Pembangunan gedung Kantor Desa Karyamukti, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar. Photo: Muhafid/HR

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Hingga saat ini, realisasi pembangunan di Desa Karyamukti, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, pada tahun anggaran 2016 ini mencapai 80 persen, baik itu pembangunan bidang fisik maupun non fisik.

Sekretaris Desa Karyamukti, Ede Yadi, menjelaskan, dari capaian 80 persen tersebut tinggal menunggu progress pembangunan gedung kantor desa yang saat ini tengah berlangsung, dan pengaspalan jalan di 4 titik lokasi.

"Kami yakin, sebelum masuk tahun 2017 semua pekerjaan sudah selesai, terutama pembangunan gedungnya. Kalau pengaspalan jalan tinggal dikerjakan saja, karena materialnya juga sudah siap," katanya, ketika ditemui Koran HR, Selasa (29/11/2016) lalu.

Selain masalah pembangunan, lanjut Ede, Pemdes Karyamukti juga sedang melakukan seleksi calon perangkat desa yang pendaftarannya telah dibuka beberapa hari lalu. Hal itu terkait dengan adanya kekosongan perangkat desa pada bagian Tata Usaha, Kepala Dusun, Kasi Kesejahteraan dan jabatan lainnya. Pemdes Karyamukti menargetkan hingga akhir 2016 ini harus sudah selesai.

"Testnya tanggal 13 hingga 15 Desember 2016. Sebenarnya 4 hari, namun bisa dipercepat. Nantinya peserta akan test tertulis, test computer, wawancara, test pidato dan juga test ngaji. Kalau animo masyarakat yang mendaftar sekitar 20 orang nantinya. Saat ini baru 13 orang," jelas Ede.

Setelah proses seleksi selesai, pengumuman akan segera disampaikan dan langsung dilakukan pelantikan yang rencananya digelar pada tanggal 28 Desember 2016 mendatang. Dengan begitu, maka di tahun 2017 perangkat desa sudah siap bekerja, dan bangunan yang dikerjakan tahun anggaran 2016 pun sudah selesai. (Muhafid/Koran HR)

Diduga Kena Cekak, Belasan Ayam di Parungsari Banjar Mati

Posted: 02 Dec 2016 09:40 AM PST

Diduga Kena Cekak, Belasan Ayam di Parungsari Banjar Mati

Salah seorang pemilik ayam di Lingkungan Parungsari, Kelurahan Karangpanimbal, Kota Banjar, menunjukan sisa ayam miliknya yang ada di kandang. Photo: Hermanto/HR.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Dalam sepekan, belasan ekor ayam milik warga Lingkungan Parungsari, RT.08, Kelurahan Karangpanimbal, Kecamatan Purwaharja, Kota Banjar, mati. Namun, hingga saat ini belum diketahui apa penyebab matinya belasan hewan unggas tersebut.

Seperti diungkapkan Ade (28), salah seorang warga, kepada Koran HR, Selasa (29/11/2016) lalu, bahwa ayam miliknya yang semula berjumlah 11 ekor, dalam satu minggu terakhir ini sudah ada yang mati sebanyak lima ekor, dan sekarang tersisa tinggal enam ekor.

Hal yang sama dikatakan Yana (37). Ia mengaku ayam-ayam miliknya pun mati secara mendadak, sehingga kini dirinya hanya memiliki tiga ekor. "Saya khawatir ada penyakit-penyakit yang mematikan, karena ayam yang sebelumnya sehat, namun keesokan harinya mati," tutur Yana.

Matinya belasan ayam secara mendadak dibenarkan oleh Suparno, Ketua RT setempat. Menurut dia, dalam sepekan ini memang ayam-ayam milik warganya banyak yang mati mendadak.

"Kalau penyebab utamanya saya juga belum tahu. Ayam-ayam tersebut mungkin mati akibat kena cekak," katanya. (Hermanto/Koran HR)

Akhirnya, Dua Jembatan Bailey Pangandaran Kembali Normal

Posted: 02 Dec 2016 07:24 AM PST

Akhirnya, Dua Jembatan Bailey Pangandaran Kembali Normal

Sebuah mobil bus yang tengah melintasi Jembatan Bailey Kabupaten Pangandaran. Photo: Madlani/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Bupati Pangandaran menyatakan perbaikan Jembatan Bailey yang sebelumnya pondasi mengalami ambrol kini sudah bisa digunakan oleh kendaraan dengan berat maksimal 20 ton.

"Jembatan Bailey sudah tahap penyelsaian dan sekarang sudah bisa dilalui oleh kendaraan yang maksimal berat 20 ton," kata Jeje saat meninjau lokasi Jembatan Bailey, Jum'at (02/12/2016).

Jeje menambahkan, karena sekarang salah satu Jembatan Bailey sudah dibuka kembali, kini arus lalu lintas tidak lagi dilakukan sistem buka tutup.

"Sekarang lalu lintas sudah lancar. Mudah-mudahan perekonomian masyarakat Pangandaran kembali stabil," pungkasnya.

Dari pantauan HR Online, sebelumnya arus lalu lintas di sekitar Jembatan Bailey tersendat dan menimbulkan macet akibat sistem buka tutup. Namun setelah dibuka sekitar pukul 17.00 WIB, arus lalu lintas kembali normal setelah kedua Jembatan Bailey digunakan. (Madlani/R6/HR-Online)

Saat Mancing, Warga Pangandaran Temukan Bayi di Sekitar Rawa

Posted: 02 Dec 2016 06:20 AM PST

Saat Mancing, Warga Pangandaran Temukan Bayi di Sekitar Rawa

Bayi yang ditemukan warga di sekitar rawa Dusun Bojongsari RT 01 RW 03 Desa Babakan, Kecamatan/Kabupaten Pangandaran. Photo: Madlani/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Sosok bayi laki-laki dengan berat badan 2600 gram dan tinggi 47 centimeter ditemukan warga di Dusun Bojongsari RT 01 RW 03 Desa Babakan, Kecamatan/Kabupaten Pangandaran sekitar pukul 15.30, Jum'at (02/12/2016).

Imang, saksi mata, mengatakan, ketika dirinya tengah mancing di Kebon Dahon atau rawa Dusun Bojongsari. Saat itu, Ia melihat orang gila yang tengah menggendong bayi.

"Beberapa saat kemudian, tiba-tiba bayi itu menangis. Karena saya curiga, lalu saya mendekat kearah suara tangisan bayi tersebut. Ternyata, bayi tersebut ditinggal di sebuah gubug dan perempuan yang tadi menggendongnya entah kemana. Saya pun langsung memberitahu warga sekitar," kata Imang.

Sementara itu, Kapolsek Pangandaran, Kompol Suyadi, membenarkan kejadian tersebut terjadi di wilayah hukumnya. Setelah mendapatkan laporan dari warga, pihak Polsek Pangandaran bersama warga langsung membawa bayi tersebut ke Bidan dan langsung dilarikan ke Puskesmas untuk mendapatkan perawatan secara medis.

"Diduga bayi tersebut lahir sekitar 10 jam yang lalu, karena masih ada bercak darah di sekitar lokasi kejadian. Tapi kondisi bayi sehat dan tali pusarnya sudah putus," katanya kepada HR Online.

Suyadi menambahkan, berdasarkan laporan dari warga perempuan yang diduga gila tersebut berusia sekitar 40 tahun dan warga sekitar tidak mengenalinya.

"Kami terus mengembangkan kasus ini. Karena ibu bayi masih belum diketahui identitas dan keberadaanya, mudah-mudahan nanti kami mendapatkan titik terangnya," pungkasnya. (Madlani/R6/HR-Online)

Di Ciamis, Mobil Tabrak Pohon, 2 Orang Luka Parah

Posted: 02 Dec 2016 05:32 AM PST

Di Ciamis, Mobil Tabrak Pohon, 2 Orang Luka Parah

Kondisi mobil yang menabrak pohon di Jalan Raya Pangandaran yang berlokasi di Dusun Karangsari, Desa Bangunsari, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Photo: Hermanto/HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Sebuah mobil minibus mengalami kecelakaan di Jalan Raya Pangandaran yang berlokasi di Dusun Karangsari, Desa Bangunsari, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, sekitar pukul 17.00 WIB, Jum'at (02/12/2016).

Diduga akibat mengantuk, dua orang penumpang mengalami luka parah sehingga korban dilarikan ke RSUD Kota Banjar untuk mendapatkan perawatan intensif.

Kecelakaan tunggal tersebut berawal ketika mobil minibus bernopol B 1574 KRE yang dikendarai Ahmad Yani (32) warga Rawa Lumbu, Bekasi Timur, datang dari Pangandaran menuju Jakarta yang membawa 7 orang penumpang.

Pada saat di lokasi kejadian, tiba-tiba mobil tersebut keluar jalur hingga menabrak pohon mahoni yang berada di pinggir jalan. Akibatnya, 2 orang mengalami luka parah pada bagian leher dan patah kaki.

"Saya sangat ngantuk, kemudian mobil oleng hingga saya lepas kendali dan akhirnya menabrak sebuah pohon," ujar Ahmad Yani kepada HR Online.

Mengetahui kejadian tersebut, warga sekitar pun panic. Pasalnya, pada saat kecelakaan terdengar suara benturan yang sangat keras.

"Suaranya sangat keras sekali. Karena curiga ada kecelakaan, warga pun langsung mendatangi lokasi dan ternyata benar ada mobil menabrak pohon. Lalu warga pun menolong korban," kata Agus Cahyadi (55).

Akibat kecelakaan tersebut, mobil minibus tersebut mengalami kerusakan parah, terutama pada bagian depan mobil. (Hermanto/R6/HR-Online)

Harapan Rakyat Online

Harapan Rakyat Online


Bendera Merah Putih di Tugu Pahlawan Banjar Terkoyak dan Lusuh

Posted: 01 Dec 2016 11:27 AM PST

Bendera Merah Putih di Tugu Pahlawan Banjar Terkoyak dan Lusuh

Bendera merah putih di Taman Pahlawan Banjar yang kondisinya sudah lusuh. Photo: Muhafid/HR.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Keberadaan Taman Pahlawan yang terletak di Kota Banjar, tampak biasa saja setiap harinya. Sebuah tugu pahlawan yang menunjukan telunjuk ke arah pusat Kota Banjar, menjadi simbol kota kecil yang penuh sejarah perjuangan pada zaman dulu.

Meski begitu, ada kesan miris saat melihat kondisi bendera yang berkibar tepat di belakang tugu pahlawan yang kondisinya sudah terkoyak nan lusuh. Setiap waktu dari pagi, siang, sore hingga malam hari, bendera tersebut tetap berkibar. Kondisi hujan dan panasnya matahari juga tak membuat pengelola taman tersebut menurunkan bendera yang menjadi simbol Negara Indonesia.

Saat Koran HR mencoba meminta keterangan kepada warga sekitar, ternyata bendera merah putih itu memang sudah lama tak diganti, walaupun Hari Pahlawan telah terlewati.

"Tidak tahu siapa yang berwenang soal lokasi tersebut. Tapi sangat disayangkan benderanya kok dibiarkan begitu saja. Padahal sudah tidak layak dikibarkan," kata warga yang tidak mau disebutkan namanya, Selasa (29/11/2016) lalu.

Padahal, menurutnya, dalam Undang Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa dan Lambang Negara disebutkan pelarangan untuk mengibarkan Bendera Negara yang kondisinya rusak, robek, luntur kusut, atau kusam.

"Tentu ini perlu menjadi pertimbangan bersama agar lambang Negara digunakan maupun dipasang sesuai dengan aturan yang ada. Bila kondisinya sudah tidak layak seperti di tugu pahlawan, seharusnya di ganti," pungkasnya. (Muhafid/Koran HR)

Warga Ciamis Diimbau Hindari Calo Saat Buat SIM

Posted: 01 Dec 2016 11:21 AM PST

Warga Ciamis Diimbau Hindari Calo Saat Buat SIM

Kanit Regiden Polres Ciamis, Iptu Bambang Haryono

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com), –

Kepolisian Resort (Polres) Ciamis mengimbau kepada masyarakat untuk tidak menggunakan jasa calo saat mengajukan pembuatan Surat Ijin mengemudi (SIM) di Mapolres Ciamis. Masyarakat juga dianjurkan untuk menempuh prosedur dan tertib saat membuat SIM.

Kanit Regiden Polres Ciamis, Iptu Bambang Haryono, didampingi BAUR SIM, Aiptu Susanto, ketika ditemui Koran HR, membenarkan imbauan tersebut. Menurut dia, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Ciamis sudah mengingatkan masyarakat untuk menghindari calo saat membuat SIM.  

"Tempuh prosedur dan tertib, termasuk hindari jasa calo saat ingin membuat SIM. Masyarakat bisa membuatnya langsung sendiri tanpa calo," katanya.

Bambang menjelaskan, tahapan saat membuat SIM diantaranya pemeriksaan kesehatan, pemeriksaan sidik jari, tes tulis dan tes teori. Pada tes tulis, pemohon diminta menjawab 30 soal. Minimal 70 persen dari soal itu harus dijawab benar oleh pemohon.

"Jika dalam tes itu pemohon tidak lolos, maka pemohon harus mempersiapkan kembali pendaftaran pada esok harinya. Tapi jika ujian tulis dan teori lolos, pemohon langsung bisa menempuh ujian praktek," kata Bambang.

Dan setelah dinyatakan lulus, lanjut Bambang, pemohon kemudian melanjutkan proses pemotretan dan menyelesaikan adiminstrasi keuangan di bank yang sudah ditunjuk. Terkait proses pelaksanaan pengajuan pembuatan SIM, pemohon bisa melihatnya langsung di banner informasi yang disediakan pihak Polres.  

Bambang menambahkan, upaya yang dilakukannya tersebut dilaksanakan dalam rangka mewujudkan pelayanan prima dan mengedepankan kepuasan masyarakat. Pihaknya juga mengingatkan kepada masyarakat yang ingin memperpanjang SIM untuk tidak terlambat mendaftar.

"Berdasarkan peraturan Kapolri No 09 tahun 2012, pasal 28 ayat 3 tentang perpanjangan SIM, bahwa SIM yang telah lewat masa berlaku, walaupun satu hari, tidak dapat diperpanjang.  SIM dapat diberlakukan kembali dengan melaksanakan proses penerbitan SIM baru," katanya.

Untuk itu, Bambang juga mengingatkan agar 14 hari sebelum masa berlaku SIM habis, pemohon harus sudah mengajukan kembali perpanjang SIM. (Dsw/Koran HR)

Siswa di Pangandaran Setuju UN Dihapus

Posted: 01 Dec 2016 11:06 AM PST

Siswa di Pangandaran Setuju UN Dihapus

Nungki, salah satu siswi SMKN 1 Padaherang, Kabupaten Pangandaran. Photo: Entang Saeful Rachman/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Ramainya perbincangan moratorium Ujian Nasional (UN) yang dilakukan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mendapatkan tanggapan siswa di Pangandaran. Ujian yang menjadi momok menakutkan bagi siswa justru disambut baik setelah rencana moratorium dihembuskan.

"Secara pribadi saya setuju UN ditiadakan. Ketika menjelang UN, para siswa merasa cemas akan hasilnya bila tidak memuaskan. Sebab, UN salah satu penentu kelulusan siswa," kata Nungki, salah satu siswa SMKN 1 Padaherang, kepada HR Online, Kamis (01/12/2016).

Hal senada juga disampaikan Yudi, siswa SMAN 1 Banjarsari. Menurutnya, sebelum UN dilaksanakan, biasanya pihak sekolah menyelenggarakan banyak pelatihan untuk menghadapi UN. Hal tersebut berdampak pada bertambahnya biaya kepada siswa maupun dari pihak penyelenggara, sekolah.

"Saya sangat setuju UN dihapus.  Sebab, bisa menghemat anggaran negara dan juga UN tidak lagi menjadi penentu kelulusan siswa," kata Yudi kepada HR Online.

Sementara itu, Yayan, wakil kepala sekolah SMKN Padaherang, mengatakan, pihaknya selalu siap menjalankan tugas yang diberikan oleh Dinas Pendidikan soal urusan UN seperti biasanya.

"Terkait moratorium UN, kita serahkan semua kepada pemerintah. Kami hanya menjalankan aturan yang ditetapkan," ujar Yayan.

Sedangkan Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Banjarasari, Dede Sarto, berharap UN tidak dihapuskan. Menurutnya, UN boleh saja tidak lagi menjadi standar kelulusan siswa, namun yang paling penting Ujian Sekolah (US) yang menjadi prioritasnya.

"Kami dari UPTD Pendidikan mau tidak mau harus siap menjalankan apa yang diperintahkan Dinas Pendidikan, karena itu kewajiban kami," tegasnya. (Ntang/R6/HR-Online)

Lagi, Tanggul di Pangandaran Ambrol

Posted: 01 Dec 2016 09:49 AM PST

Lagi, Tanggul di Pangandaran Ambrol

Tanggul ambrol yang terletak di Desa Kertajaya, Kecamatan Mangunjara, Kabupaten Pangandaran. Photo: Entang Saeful Rachman/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Derasnya aliran Sungai Citanduy akibat guyuran hujan yang terjadi akhir-akhir ini membuat gelisah masyarakat Pangandaran. Pasalnya, selain meluap yang menyebabkan banjir, sejumlah tanggul pun mengalami ambrol.

Sueb, Kesra Desa Sukanagara, Kecamatan Padaherang, mengatakan, tanggul yang hampir jebol di wilayah Dusun Sukajadi, Desa Sukanagara, membuat ribuan warga bahu-membahu untuk mengatasi agar tanggul tidak jebol dengan memasang bambu serta pohon kelapa untuk menahan tumpukan tanah dalam karung.

"Jika tanggulnya jebol otomatis ribuan warga kami diterjang banjir. Maka dari itu mereka antusias sekali untung membuat penahan agar tidak meluas longsoran tanggulnya," kata Sueb kepada HR Online, Kamis (01/12/2016).

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pangandaran, Nana Ruhena, mengungkapkan bahwa tanggul yang longsor akibat derasnya aliran Sungai Citanduy bukan hanya terjadi di Desa Sukanagara saja. Akan tetapi di wilayah Desa Kertajaya, Kecamatan Mangunjaya, juga mengalami hal serupa.

"Untuk kondisi tanggul yang di Desa Sukanagara sudah diketahui Bupati dan beliau sudah memberikan arahan serta memberikan bantuan untuk memperbaiki tanggulnya. Saat ini, BPBD sudah menempatkan beberapa petugas dari FKDM baik dari Desa Kertajaya maupun Sukanagara untuk memantau perkemabangan kondisi tanggul," kata Nana saat dihubungi melalui sambungan telepon seluler. (Ntang/R6/HR-Online)

Berita Terkait

Antisipasi Banjir, Warga Pangandaran Perbaiki Tanggul

Peringati Hari AIDS, Mahasiswa Unigal Ciamis Gelar Long March

Posted: 01 Dec 2016 09:11 AM PST

Peringati Hari AIDS, Mahasiswa Unigal Ciamis Gelar Long March

Long march mahasiswa Unigal pada peringatan Hari AIDs Sedunia di Alun-alun Ciamis. Photo: Tantan/HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Galuh (Unigal) Ciamis menggelar aksi long march dari kampus hingga Alun-alun Ciamis pada peringatan Hari AIDS Sedunia, (01/12/2016).

"Kami sebagai mahasiswa sangat peduli terhadap orang yang terserang virus yang sangat membahayakan. Sampai saat ini belum ditemukan obat yang bisa menyembuhkan penyakit tersebut," kata Dea, salah satu mahasiswa Unigal, kepada HR Online. 

Menurutnya, selain melakukan aksi long march, sejumlah mahasiswa dan lembaga juga menyampaikan beberapa orasi pada kesempatan mimbar bebas di Alun-alun Ciamis.

Ditempat yang sama, koordinator Ciamis Care Support, Yogi Firmansyah, mengatakan apresisasi kepada sejumlah kalangan yang peduli terhadap peringatan tersebut, khususnya kepada Pemkab Ciamis dan mahasiswa Unigal yang telah konsisten mengikuti kegiatan tersebut tiap tahun.

"Kami inginkan bukan hanya terlibat dalam kegiatan formalitas saja, apalagi pemerintah. Mereka harus lebih memperhatikan persoalan HIV, terutama Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA)," katanya.

Menurut Yogi, meski anggaran penanggulangan HIV/AIDS meningkat, namun ia sangsi dengan alokasi serta penggunaannya. Sebab, dirinya bersama Kelompok Dampingan Sebaya (KDS) atau komunitas ODHA serta para pegiat HIV/AIDS hanya dilibatkan dalam kegiatan seremonial saja. Padahal, permasalahan tersebut perlu ditangani serius, komperhensif dan berkesinambungan.

"Jadi, kita harap pemerintah bisa melakukan langkah yang tepat agar sesuai dengan sasaran. Tentunya juga mereka tidak bergerak sendiri," pungkasnya. (Tantan/R6/HR-Online)

Kondisi Ruas Jalan di Banjar Memprihatinkan

Posted: 01 Dec 2016 08:18 AM PST

Kondisi Ruas Jalan di Banjar Memprihatinkan

Ucup, tengah menunjukkan bagian jalan yang bergelombang di pertigaan Taman Kota Banjar. Photo: Muhafid/HR.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Sejumlah warga Kota Banjar mengeluhkan kondisi sejumlah ruas jalan di wilayah perkotaan yang kini sudah memprihatinkan. Bagian jalan banyak dipenuhi lubang dan gundukan aspal cukup tinggi, sehingga dapat membahayakan para pengendara.

Ucup, salah seorang warga Banjar, mengatakan, jalan yang terletak di pertigaan Taman Kota Banjar, saat ini kondisinya bergelombang dan membahayakan para pengendara, terutama sepeda motor.

"Ada bagian aspal jalan yang membentuk gundukan cukup tinggi, sedangkan pada bagian lain lubang menganga. Meski masuk jalan nasional, namun setidaknya pihak Pemkot Banjar bisa menyampaikan kondisi tersebut agar dapat segera ditangani oleh pihak yang berwenang," kata Ucup, kepada Koran HR, Selasa (29/11/2016) lalu.

Sementara itu, Nur, warga sekitar jalan pertigaan Tamkot Banjar, mengatakan, jalan rusak di lokasi tersebut kerap menimbulkan kecelakaan dan kemacetan akibat banyak dilalui berbagai jenis kendaraan.

"Sekarang jalannya kan dilalui oleh kendaraan yang bermacam-macam karena jalur melalui Jalan Brigjen M Isa ke arah Jawa Tengah masih di tutup. Jadi, kondisi kerusakan di jalan pertigaan Tamkot Banjar ini semakin diperparah oleh padatnya lalu-lintas," tutur Nur.

Di tempat berbeda, Yanto, warga Langensari, juga mengeluhkan kondisi jalan yang berada di jalur Banjar-Langensari. Meski ada sebagian yang telah diperbaiki, namun di wilayah Kelurahan Bojongkantong, seperti di lingkungan pasar, masih belum diperbaiki.

"Kemarin ada jalan yang dipasang pohon pisang karena lubangnya cukup dalam, tapi pohonnya sudah tidak ada lagi dan lubangnya masih belum ditambal. Kalau jalan dari pertigaan Parkid Kelurahan Muktisari yang menuju ke Kecamatan Lakbok, itu yang paling parah. Saya harap bisa diperbaiki agar tidak menyebabkan kecelakaan," harap Yanto. (Muhafid/Koran HR)

Bupati Kecolongan, Pembuat Sabu-sabu Ada di Pangandaran

Posted: 01 Dec 2016 08:01 AM PST

Bupati Kecolongan, Pembuat Sabu-sabu Ada di Pangandaran

Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata. Photo: Entang Saeful Rachman/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata, mengaku kecolongan adanya kasus penangkapan pembuat sabu-sabu yang terjadi beberapa waktu lalu di Pangandaran.

"Semoga saja kejadian tersebut adalah terkahir kalinya dan hal ini menjadi pelajaran bagi kita semua agar tetap waspada dengan peredaran barang haram seperti sabu-sabu," katanya kepada Koran HR, Selasa (29/11/2016) lalu.

Menurutnya, wilayah Pangandaran adalah daerah yang terbuka bagi siapapun, karena menjadi lokasi wisata yang sangat dikenal. Maka dari itu, Jeje meminta semua jajarannya serta masyarakat agar selalu mawas diri serta saling mengenal terhadap orang-orang di sekitar lingkungan.

"Gotong royong saat ini sudah mulai memudar karena kesibukan masing-masing. Makanya kami mengajak kepada semuanya agar budaya asli Indonesia, gotong royong, selalu dipertahankan," tegasnya.

Ia meminta kepada semua warga Pangandaran agar melaporkan semua hal-hal yang mencurigakan kepada pihak yang berwajib. "Polisi tidak mungkin bisa mengawasi semuanya di lapangan kalau tidak ada laporan dari masyarakat. Sekali lagi, mari kita jaga kebersamaan," pungkasnya.

Sementara itu, Kapolsek Pangandaran, Kompol Suyadi, mengungkapkan bahwa pelaku pembuat sabu-sabu tengah diproses di Polres Kabupaten Ciamis setelah tertangkap.

"Kami terus mengintensifkan patroli ditengah-tengah masyarakat. Selain itu, kami juga tidak bosan mengkampanyekan akan bahaya narkoba kepada masyarakat," katanya kepada Koran HR saat dihubungi melalui sambungan telepon.

Suyadi menghimbau kepada masyarakat, khususnya remaja agar memahami bahaya narkoba. Sementara itu, ia juga mengajak semua elemen di Pangandaran terus membudayakan gotong royong serta mensosialisasikan bahaya narkoba.

Hal senada juga diungkapkan Drs. Surman, kepala sekolah SMA 1 Pangandaran. Menurutnya, kampanye bahaya narkoba kepada pelajar khususnya, sangat diperlukan guna membangun perilaku pelajar lebih positif.

"Adanya penangkapan pembuat sabu-sabu di Pangandaran tentu menjadi bahan kita bersama agar bisa diantisipasi serta terus melakukan pencegahan," ujarnya.

Sedangkan menurut Yulia, pelajar SMAN 1 Pangandaran, perkembangan teknologi yang semakin berkembang pesat seharusnya digunakan untuk hal-hal yang positif.

"Kita sekarang jadi tahu soal bahaya narkoba setelah mendapatkan pengetahuan dari pemerintah kecamatan maupun Kepolisian saat mengkampanyekan di sekolah. Mudah-mudahan siswa jadi memiliki rem untuk tidak melakukan hal-hal negatif," katanya. (Ntang/R6/Koran HR)

Berita Terkait

Berproduksi Selama 3 Bulan, Polisi Bongkar Pabrik Sabu-sabu di Pangandaran

Pemilik Pabrik Sabu-sabu di Pangandaran Dikenal Jarang Bergaul

Ditangkap Polisi, Begini Sepak Terjang Pemilik Pabrik Sabu-Sabu di Pangandaran

Aksi Damai 212, Ratusan Warga Banjar Bertolak Ke Jakarta

Posted: 01 Dec 2016 06:58 AM PST

Aksi Damai 212, Ratusan Warga Banjar Bertolak Ke Jakarta

Ratusan massa dari berbagai ormas islam di Kota Banjar, Jawa Barat, saat khendak bertolak ke Jakarta dengan menggunakan angkutan Bus, di Mesjid Agung Kota Banjar, malam tadi. Foto: Hermanto/HR

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Ratusan massa dari berbagai ormas islam di Kota Banjar, Jawa Barat, malam ini berangkat ke Jakarta, Kamis (01/12/2016). Massa akan bertolak ke Jakarta untuk bergabung dengan ribuan massa lainnya mengikuti aksi super damai bela islam jilid III yang akan digelar di lapangan Monas Jakarta, Jum'at (02/12/2016) pagi.

Sebelum berangkat, massa ormas islam ini berkumpul di aula masjid Agung Kota Banjar sekitar pukul 19.30 WIB dan mendapat pengarahan dari Wakil Walikota drg Darmadji serta ketua MUI Kota Banjar Muhtar Gozali. Kemudian massa melakukan do’a bersama sebelum berangkat.

“Di Jakarta, kami akan melakukan aksi super damai bergabung dengan ribuan massa islam yang datang dari berbagai wilayah di tanah air,”ujar Ketua FPI Kota Banjar, Asep Samurai.

Dengan menggunakan beberapa mobil minibus dan bus, selanjutnya massa bertolak ke Jakarta. Keberangkatan massa ini mendapat pengawalan ketat dari petugas TNI dan Polri. (Hermanto/R2/HR-Online)

PMII Galang Kekuatan, Rencanakan Unjuk Rasa Kembali ke DPRD Banjar

Posted: 01 Dec 2016 06:44 AM PST

PMII Galang Kekuatan, Rencanakan Unjuk Rasa Kembali ke DPRD Banjar

Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Banjar, saat melakukan aksi unjuk rasa di Gedung DPRD Kota Banjar, Selasa (29/11/2016) lalu. Foto: Dokumentasi HR

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Pasca aksi unjuk rasa ke Gedung DPRD Kota Banjar pada Selasa (29/11/2016) lalu, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Banjar kembali berkumpul menggelar konsolidasi untuk menggalang kekuatan kepada mahasiswa dari berbagai kampus di Kota Banjar dan merencankan akan kembali menggelar aksi serupa.

Menurut koordinator PMII Kota Banjar, Tsabit Andrea Habibi, pihaknya menggelar pertemuan ini untuk melakukan pemahaman kepada mahasiswa. Karena, menurutnya mahasiswa harus tahu kondisi parlemen DPRD Kota Banjar yang saat ini sedang “sakit”.

“Hari ini kita kembali melakukan diskusi dan temu mahasiswa se-Kota Banjar bersama anggota dan kader PMII yang tersebar di berbagai penjuru kampus di kota Banjar untuk merumuskan langkah strategis pasca gerakan kemarin,”ujarnya di sekretariat PMII di jalan Brigjen M Isa, Cipadung-Banjar, Kamis (1/12/2016).

Tsabit menambahkan, PMII berencana akan menggelar aksi jilid 2 untuk  menggedor DPRD Kota Banjar. Karena mereka menilai kondisi parlemen sudah terpasung, tidak bisa berbuat apa-apa dan kemudian mati secara fungsinya, baik sebagai fungsi legislasi, kontroling serta budgeting yang pro terhadap rakyat.

“Dalam agenda ini, kami pastikan akan kembali turun melakukan gerakan yang lebih besar dan massif bersama mahasiswa se-Kota Banjar,”pungkas Tsabit. (Hermanto/R2/HR-Online)

Aksi Pencuri di Pasar Banjar Terekam CCTV

Posted: 01 Dec 2016 01:53 AM PST

Aksi Pencuri di Pasar Banjar Terekam CCTV

Rekaman CCTV yang menunjukan saat pencuri di Pasar Banjar tengah membawa hasil curiannya. Photo: Hermanto/HR

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Aksi kawanan pencuri di sebuah kios klontongan di Pasar Banjar terekam CCTV pada Rabu (29/11/2016) sore sekitar pukul 16.42 WIB. Kawanan pencuri tersebut menggasak ratusan slop rokok di kios milik Titing (52) dan Samini (65). 

Salah satu korban, Titing (52), menuturkan, pencuri diduga masuk melalui rolling door kios miliknya dengan cara merusak kunci gembok terlebih dahulu. Kemudian pelaku menggasak ratusan slop rokok, minyak sayur, dan sejumlah uang yang berada di laci.

"Di pasar Banjar sudah sering terjadi aksi pencurian. Kios saya sendiri sudah tiga kali terjadi," ujarnya kepada HR Online, Kamis (01/12/2016).

Pada hari yang sama, kios klontongan milik Samini (65) pun mengalami hal serupa. Ratusan slop rokok dan barang klontongan lainnya berhasil digasak pencuri.

"Saya langsung melaporkan kejadian ini ke Satgas keamanan Pasar Banjar. Saat diperiksa CCTV yang terpasang di pasar, ternyata benar kawanan pencuri tersebut berhasil menggondol barang-barang yang ada di kios," katanya.

Usai pihak Satgas pasar mendapatkan laporan dari Samini dan Titing, pihak Satgas pun langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Pataruman dan kasus ini tengah ditangani. (Hermanto/R6/HR-Online)

 
">Index »'); document.write('

?max-results=10">Label 6

');
  • ?max-results="+numposts1+"&orderby=published&alt=json-in-script&callback=showrecentposts1\"><\/script>");