Cari Blog Ini

Harapan Rakyat Online

Harapan Rakyat Online


Ciamis Urutan ke-5 Sebagai Daerah Rawan Bencana di Jabar

Posted: 17 Jan 2017 11:05 AM PST

Ciamis Urutan ke-5 Sebagai Daerah Rawan Bencana di Jabar

Photo Ilustrasi net/Ist.

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Bupati Ciamis, H. Iing Syam Arifin, menghimbau kepada masyarakat agar waspada terhadap perubahan cuaca sekarang ini yang tidak bersahabat. Terlebih Kabupaten Ciamis masuk urutan 5 di Jawa Barat sebagai daerah yang rawan bencana.

Hal itu dikatakan Iing saat menghadiri acara pengajian bulanan di Desa Sindangkasih, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Minggu (15/01/2017), di aula Desa Sindangkasih.

"Kita juga harus waspada pada bencana banjir, sebab sekarang ini hujan turun hampir setiap hari. Jadi saya menghimbau supaya jangan membuang sampah ke sungai, buanglah sampah pada tempatnya. Karena gara-gara membuang sampah sembarangan akan menimbulkan bencana, dan kita semua yang akan rugi," tandas Iing. (Andri/R3/HR-Online)

Ratusan Massa Gelar Aksi Solidaritas di Halaman Gedung DPRD Banjar

Posted: 17 Jan 2017 09:30 AM PST

Ratusan Massa Gelar Aksi Solidaritas di Halaman Gedung DPRD Banjar

Ratusan massa dari berbagai elemen yang tergabung dalam Aliansi Pergerakan Islam, saat menyampaikan aspirasinya di depan gedung DPRD Kota Banjar. Photo: Hermanto/HR.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Ratusan massa dari berbagai elemen yang tergabung dalam Aliansi Pergerakan Islam, Selasa (17/01/2017) pagi, mendatangi Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Banjar. Kedatangan mereka mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian Polresta Banjar.

Massa kemudian menyampaikan aspirasinya di depan gedung DPRD dan diterima langsung oleh Ketua DPRD Kota Banjar beserta anggotanya.

Koordinator aksi, Asep Samurai, mengatakan, aksi ini merupakan aksi solidaritas umat Islam, terkait dengan kejadian penyerangan yang dilakukan salah satu lembaga swadaya masyarakat (LSM) terhadap aktivis pembela alim ulama beberapa waktu lalu di depan Mapolda Jabar.

"Kami minta polisi segera mengusut tuntas tragedi berdarah yang terjadi di depan Mapolda Jabar beberapa waktu lalu," ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Banjar, Dadang R Kalyubi, mengatakan bahwa pihaknya siap menampung aspirasi dan akan menyampaikannya ke pusat. (Hermanto/R3/HR-Online)

FKB Ciamis Gelar Seminar Wawasan Kebangsaan

Posted: 17 Jan 2017 08:10 AM PST

FKB Ciamis Gelar Seminar Wawasan Kebangsaan

Photo: Ilustrasi net/Ist.

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Dalam rangka menumbuhkan kembali rasa nasionalisme dan patriotisme, khususnya pada generasi muda, Forum Ketahanan Bangsa (FKB) Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, belum lama ini telah menggelar Seminar Wawasan Kebangsaan.

Ketua FKB Kabupaten Ciamis, Mohamad Ijudin, mengatakan, peserta seminar terdiri dari perwakilan penyuluh agama Islam, santri, guru PKn dan perwakilan dari kalangan pemuda.

"Kegiatan tersebut dinilai sangat penting dan mendasar sebagai wujud kesungguhan dan komitmen nyata kita semua, guna membangun manusia Indonesia yang maju dan modern. Tetapi tetap memiliki nilai-nilai luhur budaya bangsa," terangnya.

Dengan demikian, tujuan digelarnya acara tersebut tiada lain untuk menghidupkan kembali semangat kebangsaan, mendorong terwujudnya hidup yang harmonis, menjaga keutuhan bangsa, serta mendorong pencapaian cita-cita tujuan nasional.

Ijudin menyebutkan, bahwa saat ini kondisi bangsa Indonesia sedang menuju arah yang lebih baik. Namun, ada hal yang sangat mengkhawatirkan bagi keberlangsungan bangsa ini, yakni terjadinya degradasi nilai-nilai nasionalme dan patriotisme yang ditandai dengan melemahnya nilai-nilai rasa cinta tanah air dan bangsa.

Sementara itu, Arif, salah satu peserta seminar, mengaku baru pertama kali dirinya mengikuti kegiatan tersebut. Dia pun mengakui bahwa materi yang diberikan dalam seminar itu sangat bermanfaat. Bahkan menjadi tahu akan nilai-nilai dari Pancasila.

"Saya lihat sekarang nilai toleransi untuk bisa saling menghargai dan nilai dari gotong royong sudah mulai luntur. Dengan acara ini semoga saja bisa tumbuh kembali, terutama rasa nasionalisme dan patriotismenya," kata Arif. (DSW/R3/HR-Online)

5 Fraksi di DPRD Banjar Usulkan Sekwan Diganti

Posted: 17 Jan 2017 07:42 AM PST

5 Fraksi di DPRD Banjar Usulkan Sekwan Diganti

Ketua DPRD Kota Banjar, Dadang R Kalyubi.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Dinilai tidak bisa memfasilitasi kinerja anggota dewan, lima fraksi di DPRD Kota Banjar, Jawa Barat, melayangkan surat usulan kepada unsur pimpinannya untuk mengganti Sekretaris Dewan (Sekwan) yang kini dijabat oleh H. Ruswa Sumarna.

Ketua DPRD Kota Banjar, Dadang R Kalyubi, mengatakan, surat usulan yang datang dari lima fraksi, yakni Fraksi PDI Perjuangan, Fraksi Gerindra, Fraksi PAN, Fraksi Hanura dan Demokrat (Hade), serta Fraksi PPP dan PKS (Pembangunan Keadilan) itu sudah diterima pihaknya hari ini, Selasa (17/01/2017). Sementara Fraksi Golkar tidak bersikap dalam gerakan "menggusur" posisi Sekwan tersebut.

Setelah menerima surat usulan itu, dirinya akan segera mengirimkan pemberitahuan kepada pihak eksekutif, bahwa fraksi-fraksi di DPRD Banjar sudah menghendaki Sekwan diganti.

"Ya harus kami tindaklanjuti karena sudah ada lima fraksi yang menyatakan suara yang sama. Minimalnya kan empat fraksi," tandasnya.

Dadang menyebutkan, bahwa munculnya usulan dari fraksi-fraksi tersebut dipicu oleh asumsi ketidaknyamanan atas kinerja Sekwan, dan pejabat tersebut dipandang tidak bisa memfasilitasi kinerja anggota DPRD. Salah satunya terkait kegiatan reses yang tidak bisa dilaksanakan oleh anggota DPRD.

"Soal reses itu dipicu oleh ketakutan pihak Sekwan dalam pelaksanaannya. Jadi mereka khawatir tak bisa membuat berkas administrasi pertanggungjawaban kegiatan dengan benar," terangnya.

Meski demikian, lanjut Dadang, langkah fraksi-fraksi tersebut merupakan sesuatu yang wajar, terlebih Sekwan DPRD Banjar sudah menjabat selama 4 tahun, waktu yang cukup lama untuk menduduki sebuah jabatan.

"Sebetulnya kami mendengar sudah ada rencana Sekwan akan diganti karena sudah terlalu lama menjabat. Namun sekarang muncul desakan dari fraksi-fraksi," ujarnya.

Dadang juga mengatakan, bahwa mekanisme penggantian Sekwan yang dilakukan eksekutif akan melibatkan rekomendasi DPRD. Jika Sekwan jadi diganti, maka pihak eksekutif akan menyodorkan tiga nama calon untuk dipilih oleh anggota DPRD. (Hermanto/R3/HR-Online)

Kodim Ciamis Gelar Lomba Essay, Tiga Siswa SMA jadi Pemenang

Posted: 17 Jan 2017 06:39 AM PST

Kodim Ciamis Gelar Lomba Essay, Tiga Siswa SMA jadi Pemenang

 

Rekapitulasi Hasil Penilaian

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Tiga orang siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) berhasil menjuarai lomba penulisan karya ilmiah (essay) tingkat SLTA yang digelar Komando Distrik Militer (KODIM) 0613 Ciamis. Ketiga siswa tersebut berhasil keluar sebagai pemenang setelah mengalahkan puluhan peserta perwakilan SMA se wilayah Ciamis, Banjar dan Pangandaran.

Hal itu disampaikan Ketua Tim Penilai dari Universitas Galuh (Unigal), Maman Herman, ketika ditemui HR Online, usai pemberian penghargaan kepada para pemenang lomba penulisan karya ilmiah, Selasa (17/01/2017), di Makodim Ciamis.

Maman menjelaskan, lomba penulisan karya ilmiah tersebut diselenggarakan Kodim 0613 Ciamis pada Bulan November 2016. Lomba tersebut digelar dalam rangka memperingati Sumpah Pemuda dan Hari Pahlawan.

"Lomba ini diikuti sekitar 50 peserta dari kalangan pelajar SMA se wilayah Kodim 0613, meliputi Ciamis, Banjar dan Pangandaran. Tema penulisan yang diperlombakan adalah tentang nilai kepahlawanan," kata Maman.

Pada kesempatan itu, Maman menyebutkan, Ahmad Fauzi Ridwan dari SMA Negeri 3 Ciamis meraih juara 1 dengan perolehan nilai 430. Ahmad Ridwan Fauzi membuat karya ilmiah dengan judul "Penebaran Jiwa Bangga Berbangsa dan Bernegara Melalui Semangat Kepahlawanan sebagai Upaya Membangun Karakter Bangsa.

Kemudian M. Rizqi Hartoyo dari SMA Plus Darussalam berada di posisi kedua dengan nilai 410. Karya ilmiah yang dibuat Rizqi berjudul "Pahlawan Moral Sebagai Tindak Lanjut Pahlawan Bangsa".

Sedangkan Rika Amalia dari SMK Hikmah Banjar berada di posisi ketiga dengan perolehan nilai 400. Karya Ilmiah yang dibuat Rika berjudul "Aktualisasi Kejuangan Panglima Besar Jenderal Sudirman".

Informasi yang berhasil dihimpun HR Online, Tim penilai pada kegiatan lomba penulisan karya ilmiah siswa tersebut melibatkan dua akademisi Universitas Galuh, diantaranya Maman Herman dan Ida Farida. (Deni/R4/HR-Online)

Ini Tanggapan Ketua DPRD Pangandaran Soal Lahan Sawah yang Sering Banjir

Posted: 17 Jan 2017 06:30 AM PST

Ini Tanggapan Ketua DPRD Pangandaran Soal Lahan Sawah yang Sering Banjir

Air yang sebelumnya membanjiri lahan pesawahan di Blok Liposos, Kabupaten Pangandaran, tampak sudah mulai surut, namun para petani masih enggan mengolah lahan pertaniannya. Photo: Entang SR/HR.

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Menanggapi permasalahan seringnya lahan pesawahan di Kecamatan Kalipucang dan Padaherang terendam banjir, Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran, Iwan M Ridwan, mengatakan, tidak ada salahnya jika areal tersebut dirubah menjadi salah satu lokasi pariwisata.

Hal itu selaras dengan icon Kabupaten Pangandaran sebagai Kabupaten Pariwisata. Namun menurutnya, untuk menuju ke arah itu memang tidaklah mudah dan mesti ada proses panjang, serta kajian-kajian yang detil. [Baca berita terkait; Petani di Dua Wilayah Pangandaran Belum Berani Tanam Padi, Ini Alasannya].

"Yang terpenting adanya koordinasi serta pembicaraan antar para pemilik lahan. Dalam hal ini adalah para petani silahkan berembuk dengan petani lainnya. Nanti hasilnya kita duduk bersama-sama DPRD dan pemerintah untuk membahasnya," katanya, saat ditemui HR Online, Selasa (17/01/2017).

Menurut Iwan, sebagai wakil rakyat tentu pihaknya sangat terbuka, dan pihak pemerintah pun pasti memberikan sinyal positif menyambut baik. Dari pada selalu terendam banjir dan membuat para petaninya selalu merugi.

Di tempat terpisah, Ade Eton, salah seorang staf Kantor Desa Paledah, menyebutkan, sedikitnya ada 400 hektare luas lahan sawah milik para petani di Desa Paledah, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, yang sampai saat ini masih terendam air sehingga belum bisa ditanami padi.

Dia juga mengatakan, bahwa air yang ada tidak bisa dibuang ke Citanduy, menginggat pintu air di wilayah Desa Sukanagara sampai saat ini masih ditutup.

"Jika pintu pembuangan air dibuka tentu akan lebih parah lagi, karena sekarang ini debit air Sungai Citanduy lebih tinggi. Jadi air yang menggenangi areal pesawahan akan lebih besar lagi," terang Ade.

Menurutnya, areal pesawahan yang saat ini terendam air dan untuk bisa surut memakan waktu cukup lama. Jadi, tidak ada salahnya jika lahan sawah tersebut dijadikan tambak tambak apung untuk ditanami ikan.

"Nanti kalau musim kemarau panjang areal pesawahan itu bisa ditanami padi lagi. Dengan begitu lahan yang ada tidak akan mubadzir," ujar Ade. (Ntang/R3/HR-Online)

Petani di Dua Wilayah Pangandaran Belum Berani Tanam Padi, Ini Alasannya

Posted: 17 Jan 2017 05:21 AM PST

Petani di Dua Wilayah Pangandaran Belum Berani Tanam Padi, Ini Alasannya

Air yang sebelumnya membanjiri lahan pesawahan di Blok Liposos, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, tampak sudah mulai surut, namun para petani masih enggan mengolah lahan pertaniannya. Photo: Entang SR/HR.

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Areal lahan pertanian di wilayah Kecamatan Padaherang dan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, merupakan salah satu lumbung padi nasional. Namun, di lahan yang luas itu para petani hanya bisa menanam padi satu tahun sekali untuk bisa menikmati hasil panennya.

Hal itu diungkapkan Beni, salah seorang warga Desa Kedungwuluh, Kecamatan Padaherang, kepada HR Online, Selasa (17/01/2017). Menurut dia, ratusan hektar areal pesawahan di Blok Cilalay sampai saat ini masih tergenang air.

"Lahan pesawahan yang digenangi air begitu luas, seperti danau mati tak berpenghuni. Areal pesawahan milik para petani yang masih terendam air itu diantaranya di Desa Cibogo, Karangmulya, Kedungwuluh, dan sebagian lagi di Desa Karangpawitan, Kecamatan Padaherang. Meskipun ada sebagian yang bisa ditanami padi, tapi itu hanya sepersekian persen saja," terang Beni.

Di tempat terpisah, salah seorang petani asal Kalipucang, Kurnia, mengatakan, saat ini para petani yang memiliki areal persawahan di Blok Liposos dan Blok Bebedilan masih enggan mengolah sawah dan membiarkan lahan pertaniannya itu kosong tanpa tanaman apapun.

"Akibat faktor cuaca tidak menentu, saat ini memang air yang sebelumnya menggenangi areal pesawahan di dua blok tersebut sudah surut dan sepantasnya lahan sawah ditanami. Namun berkaca pada sebelumnya selalu saja terjadi banjir, karena intensitas hujan masih tergolong tinggi di daerah hulu sungai," tuturnya.

Untuk itu, kata Kurnia, dari pada merugi terus maka akhirnya para petani enggan menanam padi, meskipun air sudah surut dan lebih memilih membiarkan areal pesawahan seperti lahan tidur. (Entang/R3/HR-Online)

Atasi Longsor, Kades Banjaranyar Butuh Bantuan Pemkab Ciamis

Posted: 17 Jan 2017 04:29 AM PST

Atasi Longsor, Kades Banjaranyar Butuh Bantuan Pemkab Ciamis

Material longsoran tebing tampak memenuhi akses jalan penghubung dua wilayah antara Desa Banjaranyar, Kecamatan Banjaranyar, Kabupaten Ciamis dengan Desa Bungurraya, Kecamatan Langkaplancar, Kabupaten Pangandaran. Photo: Suherman/HR.

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Kepala Desa Banjaranyar, Kecamatan Banjaranyar, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Tata, membenarkan, terkait adanya material longsoran yang sempat menutup akses jalan penghubung antar kabupaten.

"Longsoran ini sudah terjadi beberapa kali di musim penghujan saat ini. Selaku pemerintah desa, kami saat ini masih merasa kebingungan untuk membenahi area longsor yang membahayakan warga," ujarnya, saat dikonfirmasi HR Online, Selasa (17/01/2017). [Baca berita terkait; Di Ciamis, Jalur Penghubung Dua Kecamatan Tertutup Longsor].

Guna menanggulangi bencana longsor yang menghambat jalur penghubung antar kabupaten tersebut, pihaknya pun berharap ada uapaya dari Pemkab Ciamis dalam penangggulangan bencana longsor.

"Untuk mengevakuasi longsoran, saat ini kami membutuhkan alat berat, serta pembuatan TPT di lokasi longsor. Karena anggaran desa tidak mungkin bisa, jadi kami berharap Pemkab Ciamis melalui dinas terkait, dapat memberikan bantuan alat berat, juga pembangunan TPT," ungkap Tata. (Suherman/R3/HR-Online)

Di Ciamis, Jalur Penghubung Dua Kecamatan Tertutup Longsor

Posted: 17 Jan 2017 04:08 AM PST

Di Ciamis, Jalur Penghubung Dua Kecamatan Tertutup Longsor

Material longsoran tebing tampak memenuhi akses jalan penghubung dua wilayah antara Desa Banjaranyar, Kecamatan Banjaranyar, Kabupaten Ciamis dengan Desa Bungurraya, Kecamatan Langkaplancar, Kabupaten Pangandaran. Photo: Suherman/HR.

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Jalan penghubung antara Desa Banjaranyar, Kecamatan Banjaranyar, Kabupaten Ciamis dengan Desa Bungurraya, Kecamatan Langkaplancar, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Selasa (17/03/2017) pagi tadi, kembali tertimpa longsor. Akibatnya, akses jalan penghubung dua wilayah tersebut sempat terputus.

Pantauan HR Online di lapangan, material longsoran tebing yang menutup akses jalan membuat aktifitas warga mejadi terputus. Mereka berharap adanya upaya dari pihak pemerintah untuk mengevakuasi longsoran yang menutup jalur penghubung antar dua kabupaten itu.

Salah satu pengguna jalan, Parman (42), asal Desa Jadikarya, Kabupaten Pangandaran, mengaku dirinya sempat terjebak oleh longsor setelah pulang berobat dari sebuah klinik yang berada di Banjaranyar.

"Saat pulang mengantar anak saya berobat, tadi saya sempat kebingungan karena akses jalan sudah dipenuhi longsoran. Saya pun sempat terjebak beberapa waktu karena tidak ada satupun warga yang melakukan evakuasi material longsoran. Akhirnya terpaksa saya bersama keluarga yang ada di dalam mobil turun untuk menyingkirkan material longsoran agar mobil bisa lewat," tutur Parman.

Senada dikatakan Jamaludin, warga setempat. Menurutnya, ketika turun hujan, longsor yang menutupi jalan penghubung antar kecamatan/kabupaten tersebut sudah terjadi beberapa kali.

"Longsor ini bukan yang pertama kali, ini adalah longsor susulan yang terjadi pada malam tadi saat curah hujan mengguyur wilayah Banjaranyar. Akibatnya jalan penghubung ini selalu tertutup dan memutus jalur perekonomian warga," terang Jamaludin.

Warga berharap, dengan seringnya terjadi longsor di daerah ini, pihak pemerintah setempat bisa secepatnya mengambil tindakan. Misal dibangun tembok penahan tebing (TPT), agar bencana longsor seperti ini bisa diminimalisir. (Suherman/R3/HR-Online)

Kecelakaan Maut di Ciamis, Polisi Berhasil Identifikasi Semua Korban

Posted: 17 Jan 2017 03:39 AM PST

Kecelakaan Maut di Ciamis, Polisi Berhasil Identifikasi Semua Korban

Mobil mengalami kecelakaan dan menewaskan empat penumpang di Jalan Raya Ciamis- Tasikmalaya atau tepatnya di Dusun Jetak RT 01/RW 01 Desa Sindangsari, Kecamatan Cikoneng, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Senin (16/01/2017) malam sekitar pukul 23.30 WIB. Photo: Tantan Mulyana/HR.

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Petugas Laka Lantas Polres Ciamis, berhasil mengidentifikasi seluruh penumpang mobil Daihatsu Luxio warna putih bernopol B 1077 TKO, yang mengalami kecelakaan tunggal di Dusun Jetak, RT.01, RW.01, Desa Sindangsari, Kecamatan Cikoneng, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Senin (16/01/2017) malam, sekitar pukul 23.30 WIB, dan menewaskan empat orang berikut sang sopir.

Kepala Unit Laka Lantas Polres Ciamis, Ipda. Aan Supriatna, menjelaskan, seluruh korban kecelakaan telah berhasil teridentifikasi, tak terkecuali sang sopir. Korban kebanyakan berasal dari Kabupaten Kebumen dengan tujuan ke daerah Bandung. [Baca berita terkait; Mobil Sarat Penumpang Tabrak Pagar di Ciamis, 4 Orang Tewas Mengenaskan].

Berikut ini informasi nama-nama korban luka dan meninggal dunia yang dihimpun HR Online dari Unit Laka Lantas Polres Ciamis;

Nama-nama korban meninggal dunia :

  1. Pengemudi kendaraan Daihatsu Luxio No. Pol. B-1077-TKO : Nama : Slamet, umur 38 tahun, pekerjaan pengemudi, alamat Jalan Komud Supadio RT. 05, RW. 06, Kelurahan Husen Sastranegara, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung.
  2. Penumpang : Nama : Heri, umur 22 tahun, pekerjaan karyawan swasta, alamat Dusun Pandanlor, RT. 05, RW. 03, Desa Pandanlor, Kecamatan Klirong, Kabupaten Kebumen.
  3. Penumpang : Nama : Sumirah, umur 74 tahun, pekerjaan petani, alamat Dusun Kaleng, RT. 01, RW. 01, Desa Kaleng, Kecamatan Puring, Kabupaten Kebumen.
  4. Penumpang : Nama : Salimah, umur 45 tahun, pekerjaan petani, alamat Wonoharjo.

Nama-nama korban luka berat :

  1. Penumpang : Nama : Satimah, umur 45 tahun, pekerjaan petani, alamat DK. Sawangan, RT. 03, RW. 05, Desa Wonoharjo, Kecamatan Rowokele, Kabupaten Kebumen.
  2. penumpang : Nama : Romini, umur 42 tahun, pekerjaan petani, alamat DK. Sompok, RT. 04, RW. 05, Desa Tambakmulyo, Kecamatan Puring, Kabupaten Kebumen.
  3. Penumpang : Nama : Sumarno, umur 38 tahun, pekerjaan petani, alamat Morgosono, RT. 02, RW. 03, Buaya, Kebumen.
  4. Penumpang : Nama : Mursinah, umur 40 tahun, pekerjaan petani, alamat Kaleng Puring, Kebumen.
  5. Penumpang : Nama : Aldi, umur 23 tahun, pekerjaan petani, alamat Cugosima Glirong, RT. 05, RW. 05, Kebumen. (Tantan/R3/HR-Online)

Harapan Rakyat Online

Harapan Rakyat Online


SMK Taruna Bangsa Ciamis; Fasilitasi Lulusan Diserap DUDI

Posted: 16 Jan 2017 12:02 PM PST

SMK Taruna Bangsa Ciamis; Fasilitasi Lulusan Diserap DUDI

Kegiatan sosialisasi dan presentasi ikatan sekretaris dan administratif profesional Indonesia (ISI) di SMK Taruna Bangsa Ciamis. Photo: Heri Herdianto/HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Taruna Bangsa terus konsisten berupaya mengantarkan peserta didik berkualitas dan memiliki keahlian serta keterampilan untuk menghadapi kompetisi di dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Alhasil, SMK Taruna Bangsa kini menjadi sekolah unggulan pilihan masyarakat, dunia usaha dan industri.

Kepala SMK Taruna Bangsa, Agus Gusanto, ketika ditemui HR, tidak menampik, sekolah yang dipimpinnya mengalami perkembangan yang cukup pesat. Hal itu terbukti saat ini sekolah yang beridiri sejak 2004 itu sudah memiliki sekitar 900-an peserta didik yang terbagi ke dalam tujuh program keahlian atau kejuruan.

"Program kejuruan yang ada disini, diantaranya Teknik Kendaraan Ringan (TKR), Teknik Komputer Jaringan (TKJ), Keperawatan/ kesehatan, Farmasi, Teknik Sepeda Motor (TSM), Teknik Permesinan dan Administrasi Perkantoran. Beberapa program kejuruan sudah terakreditasi A," katanya.

Agus menegaskan, untuk penyaluran dan penyerapan lulusan SMK Taruna Bangsa, pihaknya gencar menjajaki kerjasama secara berkala dengan sejumlah dunia usaha, industri dan instansi pemerintah.

"Melalui kerjasama dengan perusahaan swasta ataupun BUMN, sekolah tidak hanya berkewajiban mencetak lulusan handal saja, akan tetapi turut membantu memberikan solusi agar lulus SMK Taruna Bangsa bisa mendapatkan kesempatan bekerja," katanya.

Menurut Agus, SMK Taruna Bangsa tidak bisa dipisahkan dari dunia usaha dan industri. Untuk itu, SMK Taruna Bangsa menggandeng Axioo untuk pengembangan program kejuruan TKJ. Kemudian untuk program TSM, pihaknya bekerjasama dengan Yamaha Dealer Regional DDS 2 Bandung.

"Untuk jurusan Keperawatan bekerjsama dengan PT. Kanopi Insan Sejahtera, Farmasi dengan PT. Pharos Indonesia, Administrasi Perkantoran dengan ISI (Ikatan Sekertaris Indonesia), TKR dengan Daihatsu dan Mercedes Benz Indonesia Regional Jawa Barat," katanya.

Selain di tingkat Jawa Barat, Agus menyebutkan, pihaknya juga menjalin kerjasama dengan dunia usaha tingkat daerah, diantaraya dengan RSUD Ciamis, bengkel reparasi komputer, apotik se-Kabupaen Ciamis, Tasikmalaya dan Banjar, serta provider telekomunikasi.

"Dalam program prakter kerja industri, sekolah juga bekerjasama dengan PT. Tunas Mobilindo Perkasa (Tunas Daihatsu), CV. Media Informatika Ciamis, ACS Komputer Ciamis, PO Gapuraning Rahayu, STIKES BTH Tasikmalaya, RS AL Arif, RSUD Ciamis, PPNI Ciamis, dan PT. Mitra Abadi Computer (Axioo Center Bandung)," katanya.

Lebih lanjut, Agus beralasan, kerjasama dengan dunia usaha, industri dan instansi pemerintah tersebut membuktikan bahwa kemapuan serta keahlian peserta didik lulusan SMK Taruna Bangsa sudah diakui secara lokal dan regional.

"Kerjasamasama ini juga diharapkan mendorong peningkatan kompetensi warga sekolah (SMK Taruna Bangsa). Bentuk kerjasama yang dibangun diantaranya tentang program Prakerin), observasi, serta peningkatan kompetensi," katanya.

Senada dengan itu, Ketua Yayasan Taruna Bangsa, Firman Yusuf, ketika ditemui HR, membenarkan upaya pihaknya dalam mewujudkan SMK Taruna Bangsa sebagai sekolah unggulan. Untuk itu, pihaknya berupaya melakukan peningkatan serta pembenahan di internal dan eksternal.

"Langkah kongkrit yang dilakukan, yaitu bekerjasama dengan instansi maupun perusahaan. Terbukti ketika akhir tahun ajaran, alhamdulillah banyak peserta didik serta lulusan diserap oleh dunia usaha dan industri. Tidak sedikit juga lulusan yang berwirusaha dan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri dan swasta," ucapnya.

Yusuf menambahkan, pihaknya terus berupaya melengkapi fasilitas pendidikan untuk menunjang proses pembelajaran peserta didik. Sementara fasilitas yang sudah tersedia, antaralain gedung sekolah 2 lantai, bengkel otomotif, bengkel las, laboratorium komputer, laboratorium kesehatan, laboratorium farmasi, laboratorium administrasi perkantoran, hostpot area, sarana olahraga, sarana ibadah (mesjid), tempat parkir dan perpustakaan. (Heri/Koran HR)

Kerjasama Disperindag Ciamis & BPN, 300 Pelaku UKM Difasilitasi Sertifikasi Tanah Gratis

Posted: 16 Jan 2017 11:09 AM PST

Kerjasama Disperindag Ciamis & BPN, 300 Pelaku UKM Difasilitasi Sertifikasi Tanah Gratis

Photo: Ilustrasi net/Ist

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM (Disperindagkop) Kabupaten Ciamis bekerjasama dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) tahun ini bakal menerbitkan sekitar 300 sertifikat tanah gratis bagi pelaku usaha kecil menengah (UKM).

Kepala Bidang Koperasi dan UMKM, Yayat Hidayat, ketika ditemui Koran HR, Selasa (10/01/2017) lalu, mengatakan, sertifikat tanah gratis bagi pelaku UKM tersebut merupakan upaya pemerintah mempermudah pelaku UKM dalam meningkatkan usaha.

Yayat menuturkan, pihaknya tahun ini mendapat kuota penerbitan sertifikat tanah gratis dari BPN sebanyak 300 lembar. Diakui Yayat, dari 15 ribu pelaku UKM, sebagian besar aset tanah yang mereka miliki tidak liquid karena belum bersertifikat.    

"Sehingga mereka sulit mengakses sumber pendanaan dari perbankan. Soalnya, lembaga keuangan (perbankan) membutuhkan agunan saat menyalurkan kredit," katanya.

Menurut Yayat, sertifikat tanah yang dimiliki pelaku UKM dapat dijadikan jaminan untuk mendapatkan modal. Makanya, Disperindag mengupayakan pelaku UKM memiliki sertifikat lahan yang dimilikinya.

"Karena memang masih banyak anggota pelaku UKM yang belum punya. Dan disini kita memfasilitasi," katanya.

Tahun lalu, Yayat menjelaskan, pihaknya mendapat jatah kuota dari BPN sebanyak 100 sertifikat. Dan tahun ini pihaknya mendapat tambahan kuota sebanyak 300 sertifikat. Disperindag dalam hal ini memfasilitasi pelaku UKM secara kolektif untuk mengajukan proses mendapatkan sertifikat gratis dari BPN. (Heri/Koran HR)

Soal Relokasi TPA Handapherang, Pemkab Ciamis dan BBWS Belum Buat Kesepakatan

Posted: 16 Jan 2017 09:59 AM PST

Soal Relokasi TPA Handapherang, Pemkab Ciamis dan BBWS Belum Buat Kesepakatan

Areal yang akan digunakan untuk kawasan genangan air Bendungan Leuwikeris. Foto: Istimewa/Bappeda

Berita Ciamis,(harapanrakyat.com),-

Meski terkena dampak pembangunan Bendungan Lewui Keris, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Handapherang belum dipastikan pindah. Pasalnya, sampai saat ini belum adakesepekatan antara Pemerintah Daerah Kabupaten Ciamis dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy selaku penanggungjawab pembangunan bendungan tersebut.

Kepala Dinas Perumahan Pemukiman Kebersihan dan Lingkungan Hidup (DPPKLH) Kabupaten Ciamis, Oman Rohman, ketika ditemui Koran HR, Selasa (10/01/2017) lalu, menegaskan bahwa pihaknya masih akan mempergunakan TPAS Handapherang untuk membuang sampah.

"Kami masih akan tetap menggunakan TPAHandapherang sebagai tempat pembuangan sampah, meski daerah itu nantinya terkena dampak pembangunan Bendungan Leuwi Keris. Itu kami lakukan sampai ada penggantian atau relokasi untuk pembuangan sampah," katanya.

Oman menegaskan, Pemerintah Daerah Kabupaten Ciamis dan BBWS Citanduy belum membuat kesepakatan soal penggantian TPA Handapherang. Namun demikian, pihaknya sudah menyiapkan pembuatan TPA baru pengganti TPA Handapherang.

Untuk lokasi, Oman menyebutkan, pihaknya sudah menyiapakan dua tempat. Diantaranya yaitu di wilayah Kecamatan Cisaga dan Kecamatan Kawali. Sementara pembangunan TPA di wilayah Kecamatan Banjarsari masih terus dilakukan karena untuk menampung sampah dari wilayah Ciamis selatan.

"Jika sampah dari Kota Ciamis dibuang ke Banjarsari itu cukup jauh. Pastinya anggaran untuk angkut sampah harus ditambah. Akan tetapi kami sudah mempersiapkan dua daerah, Cisaga dan Kawali," katanya.

Senada dengan itu, Kepala Bidang Kebersihan, Bayu Rukmana, ketika dimintai keterangan, mengatakan, saat ini luas TPA Handapherang kurang lebih sekitar tiga hektar. sedangkan area TPA yang akan terkena dampak pembangunan Bendungan Leuwi Keris sekitar satu hektar.

"Persiapan sedang kami lakukan untuk membangun TPA baru apabila TPA Handapherang sudah mendapatkan penggantian. Karena pembangunan TPA membutuhkan anggaran yang cukup besar," katanya.

Untuk pembangunan TPA baru, Bayu menjelaskan, pihaknya masih menunggu kesepakatan antara Pemerintah Kabupaten Ciamis dan BBWS Citanduy. Selain itu, pihaknya juga menunggu kesanggupan pihak BBWS Citanduy dalam penggantian TPA Handapherang.

Sampai berita ini tayang, Koran HR belum mendapat keterangan resmi dari pihak BBWS terkait kesepakatan penggantian lahan TPA Handapherang yang terkena dampak pembangunan Bendungan Leuwi Keris. (Es/Koran HR)

Potensi Wisata Alam, Curug Cibonte Banjar Perlu Banyak Sentuhan

Posted: 16 Jan 2017 09:16 AM PST

Potensi Wisata Alam, Curug Cibonte Banjar Perlu Banyak Sentuhan

Sejumlah pengunjung tampak sedang menikmati segarnya air Curug Cibonte di Desa Cibeureum, Kecamatan Banjar, Kota Banjar. Photo: Hermanto/HR.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Air terjun/Curug Cibonte setinggi 30 meter yang terletak di Dusun Cijambu, Desa Cibeureum, Kecamatan Banjar, Kota Banjar, masih harus banyak sentuhan karena kondisinya benar-benar masih alami.

Hal ini dikatakan Wakil Walikota Banjar, H. Darmadji Prawirasetya, kepada Koran HR, saat dijumpai sedang mengunjungi Curug Cibonte, Selasa (10/01/2017) lalu. Bahkan menurutnya, Curug Cibonte bisa satu paket dengan obyek wisata Situ Leutik.

"Terkait hal ini, saya sudah bilang kepada Kepala Desa Cibeureum, supaya ditanyakan dulu kepada bidang pariwisata mengenai siapa yang akan mengelola. Jangan sampai nantinya curug tersebut tak bertuan. Kalau memang nanti keterangan dari bidang pariwisata menunjuk pihak desa yang mengelola, ya kelola oleh desa, dan pemerintah desa bikin aksesnya menuju lokasi curug tersebut," tuturnya.

Darmadji juga mengatakan, bahwa Curug Cibonte seharusnya satu paket dengan objek wisata Situ Leutik, sehingga orang yang datang ke Curug Cibonte akan berkunjung pula ke Situ Leutik, karena memang jarak kedua lokasi tersebut berdekatan.

Selain untuk berwisata alam, Situ Leutik pun bisa dijadikan sarana edukasi bagi anak-anak. Setiap pohon yang ada di sana ditempel dengan papan nama, berikut nama latinnya. Sehingga, anak-anak yang berkunjung ke sana bisa sambil bermain dan belajar.

"Tumbuhan yang ada di sana ditempel di papan nama, berikut nama latinnya. Seperti pohon durian nama latinnya ini, atau pohon mangga nama latinnya ini, jadi anak-anak yang berkunjung kesana tidak asal main, melainkan bisa sambil belajar," harapnya.

Kedua objek wisata alam di Desa Cibeureum itu masih harus banyak sentuhan, terutama Curug Cibonte. Menurut Darmadji, di sana penataan pedagang, tempat parkir, dan lain-lainnya harus segera ditata. Dengan begitu maka untuk kedepannya masyarakat Desa Cibeureum akan terangkat perekonomiannya dengan adanya dua objek wisata alam tersebut.

"Saya sudah merencanakan dari tahun lalu, bahwa Pemkot Banjar akan menyediakan dua bis yang ngetem di Taman Kota Lapang Bhakti Banjar, dengan tujuan Situ Leutik, dan itu tidak dipungut biaya bagi mereka yang akan berwisata ke Situ Leutik maupun Curug Cibonte," pungkasnya. (Hermanto/Koran HR)

Kecelakaan Lalu Lintas di Ciamis, 1 Tewas dan 2 Patah Tulang

Posted: 16 Jan 2017 05:09 AM PST

Kecelakaan Lalu Lintas di Ciamis, 1 Tewas dan 2 Patah Tulang

Korban kecelakaan lalu lintas saat berada di ruang jenazah RSUD Ciamis. Photo: Tantan/HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di jalur provinsi Ciamis-Banjar, tepatnya di perbatasan Lingkungan Cipinang-Warung Jeruk, Desa Bojongmengger, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, antara sepeda motor Honda Beat bernopol Z 6841 VB dan Yamaha N Max dengan nopol Z 5454 WP, Senin (16/01/2017).

Aan, saksi mata, mengatakan, pengendara beat yang diketahui bernama Deden (17), warga Dusun Sumur Bandung RT 23 RW  07, Desa Karangkamulyan, Kecamatan Cijeungjing, datang dari arah timur menuju arah Ciamis kota bersama teman yang diboncengnya, Jeni.

"Saat berada di lokasi kejadian, tiba-tiba datanglah motor N Max yang dikendarai Nelis (47), warga Dusun Cisaga Kota, Desa Cisaga, dari arah barat dan langsung terlibat tabrakan. Padahal, Deden masih berada di jalur sebelah kiri jalan. Kejadian tersebut saya melihatnya secara langsung, karena kebetulan saya sedang ada di sekitar lokasi," jelasnya kepada HR Online.

Akibat tabrakan tersebut, kata Aan, Deden langsung meninggal di tempat kejadian. Sedangkan Jeni mengalami patah tulang. Dan Nelis mengalami luka serius, yakni pada muka dan kaki kanan patah.

"Semua yang terlibat kecelakaan tersebut langsung dilarikan ke RSUD Ciamis guna mendapatkan perawatan. Sementara korban meninggal langsung dilarikan ke ruangan Jenazah RSUD Ciamis," tegasnya.

Dari kejadian ini, pihak Kepolisian dari Unit Laka Lantas Polres Ciamis langsung melakukan penyelidikan lebih lanjut. (Tantan/R6/HR-Online)

Usai Makan Nasi Uduk, Sejumlah Guru di Pangandaran Keracunan

Posted: 16 Jan 2017 03:42 AM PST

Usai Makan Nasi Uduk, Sejumlah Guru di Pangandaran Keracunan

Photo: Ilustrasi net/Ist

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Sejumlah tenaga pengajar SDN 2 Bojong pagi tadi sekitar pukul 10.00 WIB dikabarkan mengalami keracunan makanan yang berasal dari warung dekat SMPN 6 Langkaplancar, Kabupaten Pangandaran, Senin (16/01/2017).

Jamaludin, salah seorang guru, mengatakan, kejadian tersebut berawal saat para guru menyantap makanan nasi uduk. Setelah beberapa menit, kemudian para guru tiba-tiba merasakan mual, pusing dan keringat dingin. Bahkan, ada yang yang muntah-muntah.

"Yang mengalami keracunan makanan tersebut ada 5 orang, termasuk saya. Beruntung kami mendapatkan obat dari petugas kesehatan," katanya kepada HR Online.

Akibat dari kejadian tersebut, lanjut Jamaludin, aktifitas Kegitan Belajar Mengajar (KBM) sempat terhenti. Namun, setelah para guru mendapatkan obat dari petugas kesehatan, KBM kembali berjalan. (Suherman/R6/HR-Online)

Unik, Pokdarwis Banjar Gelar Balap Dayung Gedebog Pisang

Posted: 15 Jan 2017 03:40 PM PST

Unik, Pokdarwis Banjar Gelar Balap Dayung Gedebog Pisang

Lomba balap dayung gedebog (batang pohon pisang ) di saluran irigasi Kelurahan Pataruman, Kota Banjar, Jawa Barat, Minggu (17/01/2017). Foto: Hermanto/HR

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Sekelompok anak muda yang tergabung dalam Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Patroman Jaya, menggelar lomba balap dayung gedebog (batang pohon pisang) di saluran irigasi Kelurahan Pataruman, Kota Banjar, Jawa Barat, Minggu (17/01/2017). Lomba ini digelar dalam rangka melestarikan permainan tradisional yang kini sudah hampir punah.

Kegiatan inipun didukung oleh sejumlah pejabat Pemkot Banjar, diantaranya tampak hadir Sekda Kota Banjar Feni Fachrudin, Kepala Dinas Olaharga, Pemuda dan Parawisata (Disporapar) Kota Banjar Asep Setiadi, Kepala BPBD Kota Banjar Yayan Herdiaman, Kabid Disporapar Ian serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Para peserta tampak antusias mengikuti perlombaan tersebut. Menurut mereka lomba gedebog ini sangat unik. Karena biasanya lomba dayung menggunakan perahu, tetapi dalam lomba ini menggunakan gedebog pisang.

"Sengaja saya mengikuti lomba ini, karena cukup menarik dan unik. Selain itu, kami pun berharap menjadi juara dan mendapat hadiah," ujar Anggi (16), peserta asal Langensari.

Sekda Kota Banjar, Feni Fachrudin didampingi Kadisporapar Kota Banjar, Asep Setiadi mengatakan, dirinya menyambut positif dengan adanya kegiatan ini. Menurutnya, secara bertahap Banjar bisa mengembangkan potensi wisatanya.

"Saya bangga dengan ide yang digagas anak-anak Pokdarwis. Mereka anak muda yang mau mengembangkan destinasi wisata di Kota Banjar,"katanya.

Feni menambahkan, semoga kedepan event-event tradisional seperti ini dapat terus dikembangkan dan ditiru oleh komunitas atau kelompok-kelompok anak muda lainnya di Kota Banjar."Kompetisi gedebog ini bisa menjadi agenda tahunan dalam meramaikan promosi wisata yang ada di Kota Banjar,"imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Pokdarwis, Muhammad Ubaedillah, mengatakan, untuk pengembangan destinasi wisata di Kota Banjar sebenarnya cukup banyak. Terlebih, kata dia, Banjar sudah dikenal dengan ragam wisata budayanya di tingkat provinsi bahkan nasional.

"Ini baru langkah awal kami dalam mengembangkan potensi-potensi wisata yang ada di Kota Banjar. Kedepan kami pun akan menggelar kreasi lainnya dalam menggeliatkan potensi wisata di Kota Banjar," ujarnya seraya menambahkan pihaknya pun berterimkasih atas dukungan semua pihak yang mensupport kegiatan tersebut. (Hermanto/R2/HR-Online)

 

Pengenalan Teknik Bermain Gitar, Banjar Guitarist Society Gelar Coaching Clinic

Posted: 15 Jan 2017 03:35 PM PST

Pengenalan Teknik Bermain Gitar, Banjar Guitarist Society Gelar Coaching Clinic

Seniman muda yang tergabung dalam Banjar Guitarist Society (BGS), saat menggelar coaching clinic di Aula SMKN 1 Banjar, Kota Banjar, Jawa Barat, Sabtu (14/01/2017). Foto: Hermanto/HR

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Sejumlah seniman muda yang tergabung dalam Banjar Guitarist Society (BGS), menggelar coaching clinic di Aula SMKN 1 Banjar, Kota Banjar, Jawa Barat, Sabtu (14/01/2017). Kegiatan ini digelar bertujuan untuk mengembangkan potensi, kreativitas, dan produktivitas pelajar dalam bidang seni.

Dihadapan ratusan pelajar yang mengikuti kegiatan ini, beberapa anggota BGS seperti Ervan Kepong, Mi’ing, Johan, Hendar, Gema, dan Ipunk memainkan kemampuan bermusik mereka. Tak ayal, para pelajar ini pun berdecak kagum melihat kepiawaian para gitaris tersebut.

Ketua BGS, Edi Susanto mengatakan, materi yang diberikan pada coaching clinic ini diantaranya pengenalan nada, kombinasi, instrumen gitar elektrik, pengenalan setting input dan output amplifier, pengenalan dasar rekaman dan cara merekam lagu.

“Materi yang diberikan hanya pengenalan dasar-dasar bermain gitar elektrik, seperti pengenalan scale nada pentatonik dan diatonik serta kombinasi, instrumen, hingga tata cara rekaman lagu,”ujarnya, kepada HR Online, di sela-sela kegiatan.

Edi menambahkan, selain pengenalan bermusik, kegiatan ini pun merupakan ajang silaturahmi antara BGS dengan keluarga besar SMKN 1 Banjar. Pria yang akrab disapa Utan ini berharap kedepannya pelajar, khususnya penghobi gitar dapat menambah wawasan dan ilmu setelah mengikuti kegiatan coaching clinic ini.

“Dengan digelarnya kegiatan ini kami berharap pelajar yang memiliki hobi bermain gitar bisa menambah wawasan dan ilmu serta mendapat spirit untuk terus berkarya dalam bermusik,”pungkasnya. (Hermanto/R2/HR-Online)

Kadis Pemdes Pangandaran; Siskedes Online Akan Didampingi Pendamping Desa

Posted: 15 Jan 2017 02:04 PM PST

Kadis Pemdes Pangandaran; Siskedes Online Akan Didampingi Pendamping Desa

Photo: Ilustrasi net/Ist

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Dani Hamdani, melalui Sekdisnya, Tjomi Suryadi, mengatakan, pemberlakuan aplikasi Siskedes Online telah diamanatkan dari Surat Edaran BPKP dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 113 Tahun 2015 yang merujuk UU Nomor 6 tahun 2014 tentang desa.

"Para perangkat desa tidak usah khawatir soal pemberlakuan aplikasi tersebut. Sebab, jika ada kesalahan, masih dapat dirubah. Akan tetapi hanya satu kali dalam satu tahun," tuturnya kepada Koran HR, Selasa (10/01/2017) lalu.

Soal proses pengisian aplikasi online tersebut, lanjut Tjomi, nantinya para operator akan didampingi langsung oleh pendamping desa yang telah mengikuti pelatihan IT. Sehingga, dengan diberdayakannya pendamping desa akan meminimalisir kesalahan penginputan data.

"Aplikasi ini berbeda dengan aplikasi manual yang sebelumnya berlaku di setiap desa. Kalau sebelumnya yang diinput laporan keuangannya saja, tetapi saat ini dari mulai perencanaan hingga pencairan harus masuk ke server dalam aplikasi Siskedes ini," jelas Tjomi.

Selain penjelasan tersebut, Tjomi juga mengaku sudah memanggil para Kasi Pemerintahan, Ketertiban dan Keamanan tiap kecamatan guna memberikan penjelasan soal tata cara pengisian aplikasi tersebut.

"Saya sudah mengintruksikan dan mengumpulkan mereka untuk membantu desa yang belum memahami cara pengisian aplikasi online ini dan mereka juga siap membantu di kantor dinas. Sebab, saat ini tenaga PNS dan Dinas Pemdes terbatas," tutupnya. (Mad/R6/Koran HR)

Aplikasi Sistem Keuangan Desa di Pangandaran Menuai Masalah

Posted: 15 Jan 2017 01:08 PM PST

Aplikasi Sistem Keuangan Desa di Pangandaran Menuai Masalah

Photo: Ilustrasi net/Ist

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Pemberlakuan aplikasi sistem keuangan desa (Siskedes) secara online menuai pro dan kontra di kalangan pemerintah desa. Sebab, pemberlakuan aplikasi tersebut belum dipahami seutuhnya oleh para operator di desa karena belum adanya pelatihan maupun pendidikan terlebih dahulu.

Salah seorang Kepala Desa asal Kecamatan Pangandaran yang enggan disebutkan namanya mengatakan, bahwa penerapan Siskedes dirasa belum tepat. Selain menimbulkan kebingungan pada penerapannya, seolah-olah sistem tersebut juga terkesan dipaksakan.

"Sistem aplikasi keuangan tersebut nantinya akan masuk ke server. Jika salah memasukan data, maka tidak sulit merubahnya. Maka dari itu kita masih menggunakan secara manual. Toh pendidikan dan pelatihan belum dilaksanakan," tegas sumber Koran HR, Senin (09/01/2017) lalu.

Menurutnya, semua tenaga operator hampir secara keseluruhan mengalami kendala dalam proses memasukan data, karena belum paham. Selain itu, lanjutnya, landasan hukum sistem tersebut juga belum ia terima penjelasannya.

"Kita ketahui bersama SDM di tiap-tipa desa masih banyak yang memiliki kekurangan. Apalagi ditambah tidak ada pelatihan maupun pendidikan terlebih dahulu. Tentu ini merupakan hal yang aneh, tapi nyata. Mumpung masih awal tahun, kami harap persoalan ini segera diselesaikan," ketusnya. (Mad/R6/Koran HR)

Harapan Rakyat Online

Harapan Rakyat Online


Syarif Haerul Anwar ; Komisi III Kawal Realisasi Pembangunan Infrastruktur Pangandaran

Posted: 15 Jan 2017 12:02 PM PST

Syarif Haerul Anwar ; Komisi III Kawal Realisasi Pembangunan Infrastruktur Pangandaran

Photo: Ilustrasi net/Ist

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Wakil Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pangandaran, Syarif Haerul Anwar, menyatakan, pihaknya berkomitmen untuk fokus mengawal pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan yang dilaksanakan Pemerintah Daerah Kabupaten Pangandaran.

Wakil Ketua Fraksi PPP Plus DPRD Pangandaran ini juga menuturkan, pengawalan serta pengawasan dilakukan terhadap pembangunan infrastruktur jalan penghubung akses daerah wisata, penghubung jalan desa dan kecamatan, penghubung kecamatan dan kabupaten, serta perbatasan kabupaten dengan kabupaten lain.

"Semua pembangunan infrastruktur jalan diprioritaskan dengan kualitas hotmik dan beton. Ini menjadi salah satu bukti perubahan di wilayah pemekeran (Pangandaran)," kata Syarif Haerul Anwar, sekaligus Sekretaris DPC Partai Demokrat Pangandaran. 

Sebagai wakil rakyat, Syarif Haerul Anwar mengaku berkomitmen untuk fokus pada penataan infrastruktur di Kabupaten Pangandaran. Untuk itu, DPRD bersama Pemerintah Daerah harus bersama-sama mewujudkan pembangunan infrastruktur yang merata di semua wilayah.

Selain infrastruktur jalan, kata Syarif Haerul Anwar, pihaknya juga bakal memprioritaskan pengawalan terhadap pembangunan infrastrutur jembatan. Menurut dia, sejumlah wilayah di Kabupaten Pangandaran masih memerlukan infrastuktur jembatan yang representatif.

"Sasaran utamanya, yaitu peningkatan kualitas akses jalan menuju tempat wisata dan perbatasan, drainase di kawasan wisata, pelayanan jaringan teknologi informasi di area publik dan revitalisasi pasar tradisional," katanya. (Mad/Koran HR)

Masyarakat Ciamis Diimbau Ikut Rawat Infrastruktur Jalan

Posted: 15 Jan 2017 11:30 AM PST

Masyarakat Ciamis Diimbau Ikut Rawat Infrastruktur Jalan

Photo: Dokumen HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Kepala Seksi Jalan dan Jembatan di Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Pertanahan Kabupaten Ciamis, Aris, ketika ditemui Koran HR, Selasa (10/01/2017) lalu, meminta masyarakat untuk ikut merawat infrastuktur jalan yang sudah dibangun oleh pemerintah.

Aris menjelaskan, Pemerintah Daerah Kabupaten Ciamis dari tahun ke tahun melakukan pembangunan dan peningkatan infrastruktur jalan. Sayangnya, banyak jalan yang sudah dibangun kemudian rusak karena tidak dirawat oleh masyarakat penerima manfaat.

"Setalah kondisi jalan bagus, masyarakat penerima manfaat tidak ikut merawatnya, sehingga membiarkan kendaraan bermuatan berat keluar masuk dan menyebabkan kerusakan," katanya.

Lebih lanjut Aris mengungkapkan, pembangunan dan peningkatan infrastruktur jalan membawa dampak yang sangat baik bagi masyarakat penerima manfaat, sehingga keluhan terkait kerusakan jalan tidak lagi terdengar.

"Memang setelah diperbaiki, keluhan tidak ada. Akan tetapi kendaraan yang melewati jalan yang sudah dihotmix tidak terpantau, sehingga kendaraan bermuatan berat bisa lewati dan itu yang dikhawatirkan membuat jalan kembali rusak," katanya.

Agar kondisi infrastruktur jalan tetap terjaga, Aris mengakui, jalan perlu dilengkapi rambu-rambu yang mengatur kendaraan bermuatan berat tidak melewatinya. Meksi hal itu akan sulit, namun Aris berharap kesadaran dari pengguna jalan.

"Yang pasti, pemerintah tidak akan menghentikan program perbaikan jalan, terutama jalan-jalan yang diprioritaskan untuk diaspal hotmix. Dengan begitu manfaatnya akan terasa oleh seluruh masyarakat dengan jangka waktu yang lama," pungkasnya. (Es/Koran HR)

Soal Calon Bupati Ciamis, Akademisi ; Harus Punya Jiwa Enterpreneur

Posted: 15 Jan 2017 10:30 AM PST

Soal Calon Bupati Ciamis, Akademisi ; Harus Punya Jiwa Enterpreneur

Photo: Ilustrasi net/ist

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Meski bisa dibilang masih lama, tapi atmosfer Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Kabupaten Ciamis yang bakal digelar tahun 2018 mendatang sudah bisa dirasakan oleh berbagai kalangan.

Di mata akademis, calon kepala daerah yang akan memimpin Kabupaten Ciamis harus mempunyai konsep bagaimana meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Akademisi juga mengisyaratkan peningkatan pendapatan asli daerah itu bukan berasal dari sektor pajak.

"Pada jaman kerajaan, pajak itu sama dengan upeti. Kalau sekarang masih mengandalkan pajak, apa bedanya dengan masa kerajaan. Siapapun pemimpinnya juga bisa jika hanya mengandalkan pendapatan dari pajak," kata Endin Lidinillah, Akademisi Universitas Galuh (Unigal), ketika ditemui Koran HR, Selasa (10/01/2016) lalu.   

Untuk itu, Endin menuturkan, calon kepala daerah yang akan memimpin Kabupaten Ciamis harus memiliki jiwa enterpreneur. Dengan begitu, potensi yang ada di Kabupaten Ciamis bisa digali dan dikembangkan.

"Yang pasti, potensi pendapatannya bukan dari sektor pajak. Tapi dari sektor lain, yang dihasilkan dari penggalian dan pengembangan potensi non pajak," katanya.

Endin menyarankan calon kepala daerah yang akan memimpin Kabupaten Ciamis agar memaksimalkan peranan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk meningkatkan potensi pendapatan.

Sementara itu, Akademisi Unigal lainnya, Hendi Budiaman, mengimbau agar Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Ciamis dapat menjaga netralitas dan profesionalisme menjelang Pemilukada Ciamis tahun 2018.

"Saya khawatir, bila sampai terjadi dikotomi di kalangan PNS, maka pelayanan publik bisa terganggu. Untuk itu, PNS harus tetap berpegang teguh pada sumpah dan janji," katanya. (Deni/Koran HR)

Wawalkot Banjar; Toko Modern Boleh Beroperasi Asal Urus Perizinannya

Posted: 15 Jan 2017 10:11 AM PST

Wawalkot Banjar; Toko Modern Boleh Beroperasi Asal Urus Perizinannya

Photo: Ilustrasi net/Ist

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Toko modern yang ada di sejumlah titik di wilayah Kota Banjar tidak akan ditutup, asalkan perizinannya sudah ada, termasuk untuk Izin Usaha Toko Modern (IUTM). Hal itu ditegaskan Wakil Walikota Banjar, H. Darmadji Prawirasetya, kepada Koran HR, Selasa (10/01/2017) lalu.

"Masalah toko modern yang belum mengantongi IUTM, walikota sudah menyerahkan ke saya, dan saya tidak akan menutup toko modern yang ada di Kota Banjar. Namun, saya kasih waktu untuk mengurus perizinannya hingga Februari 2017," terangnya.

Darmadji juga mengatakan, bahwa dalam permasalahan ini dirinya akan mempertanyakan terlebih dahulu kepada BMPPT, mengenai toko modern mana saja yang sudah memiliki IUTM dan mana yang belum.

"Saya tidak akan tebang pilih dalam menangani masalah ini dan saya tidak akan menutupnya, karena itu kewenangan walikota. Kalau memang perizinannya lagi ditempuh, ya tinggal buka saja," kata Darmadji.

Seperti diketahui sebelumnya, beberapa waktu lalu ada empat toko modern di Kota Banjar yang ditutup paksa/disegel oleh Satpol PP dengan alasan belum mengantongi IUTM. Namun, keempat toko modern itu kini kembali beroperasi seperti biasa. (Hermanto/Koran HR)

Terintegrasi Pendidikan Pesantren, STAIMA Banjar Lahirkan Generasi Bangsa Islami & Ilmiah

Posted: 15 Jan 2017 09:23 AM PST

Terintegrasi Pendidikan Pesantren, STAIMA Banjar Lahirkan Generasi Bangsa Islami & Ilmiah

Gedung Sekolah Tinggi Agama Islam Miftahul Huda Al Azhar (STAIMA) Kota Banjar. Photo: Muhafid/HR

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Sekolah Tinggi Agama Islam Mifathul Huda Al Azhar (STAIMA) Citangkolo, Kota Banjar, merupakan satu-satunya perguruan tinggi berbasis pesantren di Banjar yang dirintis oleh para tokoh ulama sejak tahun 2000 silam.

Seiring perjalanan dan perkembangan STAIMA Banjar, perguruan tinggi yang langsung berada di bawah naungan Yayasan Miftahul Huda Al Azhar Citangkolo, terus menunjukkan eksistensinya, yakni menelurkan sarjana-sarjana profesional, mandiri, serta mampu mengimplementasikan nilai-nilai ke-Islaman di tengah-tengah masyarakat di seluruh penjuru Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Ketua Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi (BPPT) STAIMA Kota Banjar, KH. Munawir AR, M.A., menegaskan, STAIMA Banjar selain perguruan tinggi yang terintegrasi dengan pondok pesantren, juga merupakan kampus yang berkomitmen menyelenggarakan pendidikan tinggi yang kompetitif. Baik secara teoritis maupun praktis, sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan masyarakat.

"Alhamdulillah, ribuan lulusan STAIMA Banjar sudah banyak yang menunjukkan kiprahnya di tengah-tengah masyarakat. Hal tersebut menunjukan bahwa STAIMA benar-benar memiliki daya saing tinggi di era zaman yang semakin modern ini," tandasnya.

KH. Munawir AR, MA., menambahkan, STAIMA Banjar terus menginformasikan ajaran Islam melalui prinsip berilmu amaliyah dan beramal ilmiah 'ala thoriqoti ahlis sunnah wal jama'ah kepada masyarakat, yang semakin komplek dengan perkembangan teknologi serta arus informasi.

"Jadi, para mahasiswa STAIMA Banjar kita arahkan menjadi tenaga ahli yang unggul serta memiliki akhlaqul karimah. Kemandirian mereka juga terus kita dorong melalui pendidikan di pesantren, organisasi intra maupun ekstra kampus yang ada," tegasnya.

Sementara itu, Ketua STAIMA, Drs. KH. Muslih AR, M.Pd.I., menyebutkan, melalui penyelenggaraan pendidikan tinggi, baik dengan Fakultas Tarbiyah Jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) yang terakreditasi B, serta Fakultas Syari'ah Jurusan Ahwal As Syakhsiyah (Hukum Keluarga), lulusan STAIMA terbukti banyak yang sudah berkiprah di tengah-tengah masyarakat dari berbagai profesi, baik guru, PNS, pejabat DPR, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, TNI, Polri, pengusaha maupun profesi lainnya. Bahkan, saat ini Ketua Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama adalah lulusan STAIMA.

"Tentu ini menjadi kebanggaan dari pihak kampus yang terus memberikan pelayanan semaksimal mungkin kepada masyarakat yang mempercayakan pendidikan kepada lembaga kami. Hal ini adalah bentuk komitmen kita mengantarkan generasi bangsa ini menjadi lebih baik," kata KH. Muslih AR, M.Pd.I.

Sebagai pemicu semangat mahasiswa dalam mengikuti proses perkuliahan di STAIMA Banjar, pihak kampus memberikan beasiswa bagi mahasiswa berprestasi, mahasiswa yang tidak mampu, mahasiswa yang hafal Al Qur'an 30 Juz, serta ketegori beasiswa lainnya yang dapat memupuk semangat mahasiswa dalam mengikuti perkuliahan di STAIMA.

"Tidak hanya itu, sarana dan prasarana kampus juga terus kita lengkapi guna menunjang kebutuhan mahasiswa dari fakultas yang ada. Bahkan, kami akan menambah jurusan Ekonomi Syariah Perbankan. Mudah-mudahan STAIMA semakin diterima oleh masyarakat luas," pungkasnya. (Muhafid/Koran HR)

Matikan Lampu Saat Tidur! Berikut Anjuran Nabi dan Peneliti Kesehatan

Posted: 15 Jan 2017 09:02 AM PST

Matikan Lampu Saat Tidur! Berikut Anjuran Nabi dan Peneliti Kesehatan

Photo: Ilustrasi net/Ist

Berita Gaya Hidup, (harapanrakyat.com),-

Aktifitas tidur merupakan aktifitas rutin yang dilakukan manusia baik pada waktu siang hari maupun malam hari.

Tidur siang hari biasanya dilakukan sebagian orang untuk menyegarkan tubuh disela-sela aktifitas pada waktu istirahat. Sementara tidur malam merupakan hal lazim yang dilakukan sebagian besar manusia untuk mengistirahatkan tubuh sekitar 7 hingga 8 jam bagi orang dewasa dan 10 jam bagi anak-anak serta orang dewasa.

Aktifitas tidur yang kurang dari waktu diatas, menurut para praktisi kesehatan, dapat menyebabkan gangguan tubuh yang cukup membahayakan, begitu pula bila melakukan aktifitas tidur berlebihan.

Sementara itu, sebagian orang lebih memilih mematikan lampu saat tidur pada malam hari. Dan sebagian lagi lebih nyaman tidur dengan menyalakan lampu.

Selain berdasarkan penelitian ilmiah yang menyebutkan bahaya menggunakan penerang ruangan saat tidur, lebih dahulu Nabi Muhammad SAW menganjurkan umatnya agar tidur tanpa menggunakan penerang ruangan.

Seperti hadist yang diriwayatkan Abu Musa ra, Rosululloh memerintahkan agar sebelum tidur untuk mematikan lampu terlebih dahulu. Meski dulu belum ada lampu, masih menggunakan lentera, namun anjuran tersebut masih berlaku hingga saat ini yang lebih modern, yakni penggunaan lampu.

"Pada suatu malam, sebuah rumah berikut penghuninya terbakar di Madinah. Ketika keadaan mereka diceritakan kepada Nabi Muhammad SAW., beliau bersabda: Sesungguhnya api ini merupakan musuh kalian. Karena itu, apabila kalian hendak tidur, maka matikanlah api tersebut," seperti dalam Hadist Shahih Muslim No. 3760.

Perlu diketahui, tidur dalam keadaan ruangan yang gelap dapat memberikan efek positif bagi kesehatan tubuh. Sedangkan tidur menggunakan penerang ruangan seperti lampu dapat meningkatkan resiko penyakit kanker, kardiovaskular maupun gangguan sistem metabolisme tubuh.

Dilansir dari berbagai sumber, berdasarkan laporan penelitian Ohio State University, menyebutkan bahwa aktifitas tidur dalam keadaan lampu menyala dapat menyebabkan perubahan struktur otak serta membuat depresi. Selain itu, hormon melatonin yang menjadi salah satu hormon kekebalan bagi tubuh dari bahaya kanker prostat dan payudara tidak akan berjalan bila tidur dalam keadaan lampu menyala.

Jadi, baiknya Anda bisa mempertimbangkan kembali sebelum tidur sesuai anjuran baik dari Nabi Muhammad maupun para peneliti kesehatan. Selain dapat memberi dampak kesehatan bagi tubuh, mematikan lampu juga dapat menghemat listrik. (Muhafid/R6/HR-Online)

KTNA Ciamis; 30 hektar Lahan Tanaman Tomat Sengaja Ditelantarkan

Posted: 15 Jan 2017 05:29 AM PST

KTNA Ciamis; 30 hektar Lahan Tanaman Tomat Sengaja Ditelantarkan

Photo: Ilustrasi net/Ist

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Merosotnya harga tomat dari petani yang mencapai Rp. 300 perkilogramnya, para petani tomat di Kecamatan Sukamantri terpaksa menelantarkan tanaman tomatnya mengering. Bahkan, tomatnya pun dibiarkan membusuk.

"Bayangkan saja, kami menanam sebanyak 3.000 pohon. Sedangkan kita dapat sekitar 5 ton tiap panen. Meksi pohon yang kami tanam masih usia produktif, tapi kita tidak bisa berbuat apa-apa lagi, daripada merugi lebih baik ditelantarkan," kata Rahmat, petani tomat asal Desa Cibeureum, Kecamatan Sukamantri, kepada Koran HR.

Menurutnya, kasus menelantarkan tanaman tomat tidak hanya terjadi kali ini saja. Namun sebelumnya pun menjadi langkah para petani akibat anjloknya harga tomat.

"Tomat itu tidak tahan lama, sehingga ketika dipetik tidak boleh terlampau matang ataupun terlalu muda. Selain itu juga harus cepat terjual," terangnya.

Sementara itu, Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Ciamis, Pipin Arif Apilin, membenarkan kejadian tersebut terjadi di wilayah Kecamatan Sukamantri yang juga merupakan sentra cabai. Menurutnya, saat ini sekitar 30 hektar tanaman tomat sengaja ditelantarkan. Sedangkan setiap hektar mampu menghasilkan sekitar 40 ton tomat.

"Saat harga anjlok, ongkos panennya justru lebih mahal dibanding harga jualnya. Maka para petani mengambil langkah tersebut daripada mengalami kerugian," katanya.

Pipin menambahkan, naiknya harga kebutuhan pokok dan anjloknya harga tomat membuat petani tomat tidak bergeming untuk memelihara tanamannya. Dengan alasan tomat yang terlampau matang serta menghindari kerugian, sehingga para pedagang pun enggan untuk membelinya.

"Menghadapi situasi sekarang ini, salah-satunya cara adalah menelantarkan. Kecuali, jika ada pedagang yang mau membeli. Tapi sekarang sudah terlambat, tomat terlampau matang, sehingga lebih cepat rusak," pungkasnya. (Tantan/R6/Koran HR)

Berita Terkait

Harga Tomat Rp. 300 perkilogram, Petani di Ciamis 'Menjerit'

Harga Tomat Rp. 300 perkilogram, Petani di Ciamis ‘Menjerit’

Posted: 15 Jan 2017 02:37 AM PST

Harga Tomat Rp. 300 perkilogram, Petani di Ciamis ‘Menjerit’

Photo: Ilustrasi net/Ist

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Meskipun harga kebutuhan pokok dapur saat ini masih melambung tinggi, namun sejumlah petani tomat di Kecamatan Sukamantri, Kabupaten Ciamis, justru kelimpungan.

Rahmat, petani tomat, mengatakan, harga tomat yang dibeli dari petani saat ini mencapai Rp. 300 perkilogram. Sedangkan ongkos jasa petik tomat sebesar Rp. 500 perkilogram. Sementara harga jual saat ini di pasaran mencapai harga Rp. 2.500 perkilogramnya.

"Sudah jelas kan dari mana keuntungan buat kami? Kalau jadinya seperti ini kita dirugikan Rp. 200 perkilogramnya," tegasnya kepada Koran HR, Rabu (11/01/2017) lalu.

Walaupun harga sayuran melambung, kata Rahmat, ia bersama petani lainnya memilih tidak memanen tomatnya daripada ia mengalami kerugian. "Lebih baik saya telantarkan saja dan mencabuti pohonnya," tandas Rahmat.

Di wilayah Desa Cibeureum, Kecamatan Sukamantri, yang merupakan sentra pertanian, sambungnya, tahun ini banyak sekali petani yang justru mengalami kerugian. Selain faktor alam, faktor harga yang tidak menentu juga sangat membuat sesak dada para petani lokal.

"Tomat sekarang kualitasnya kurang bagus dipasaran. Sebab, banyak tomat yang kondisinya sudah tua. Maka dari itu, kita memilih untuk membiarkannya membusuk hingga pohonnya mengering. Kita tidak mau rugi," ucapnya. (Tantan/R6/Koran HR)

Rubah Wajah Pangandaran, Tahun 2017 Pemkab Anggarkan Rp. 50 miliar

Posted: 15 Jan 2017 02:00 AM PST

Rubah Wajah Pangandaran, Tahun 2017 Pemkab Anggarkan Rp. 50 miliar

Rencana pembangunan kawasan wisata Pangandaran. Photo: Entang Saeful Rachman/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Pada usia ke 4 Kabupaten Pangandaran, berbagai sektor terus ditata pemerintah guna mewujudkan Pangandaran sebagai kawasan wisata yang mendunia.

"Tahun 2017 kita fokus penataan sektor pariwisata serta infrastruktur. Dipastikan pada tahun ini Pangandaran akan berubah total, terutama kawasan wisata," tegas Wakil Bupati Pangandaran, H. Adang Hadari, kepada Koran HR, Selasa (10/01/2017) lalu.

Penataan yang dimaksud, lanjut Adang, adalah lokasi bundaran, pantai barat maupun pantai timur Pangandaran dan termasuk pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH). Sementara anggaran yang akan digunakan untuk penataan tersebut, ia menyebutkan sekitar Rp. 50 miliar.

"Untuk penataan sekitar Rp. 15 miliar, infrastruktur 1,3 miliar. Intinya kita ada anggarkan Rp. 50 miliar," jelasnya.

Sedangkan untuk penataan para PKL yang berada di bibir pantai, kata Adang, pihaknya akan memindahkan ke empat lokasi dan akan direalisasikan sekitar bulan Oktober 2017 mendatang.

"Pada penataan serta pembangunan Pangandaran, tahun ini akan dilelangkan proyeknya. Jika wajah Pangandaran nantinya sudah berubah, dipastikan wisatawan akan betah berlama-lama di Pangandaran," tutupnya. (Ntang/R6/Koran HR)

Goa Kaca dan Goa Surupan, Wisata Alam Baru di Pangandaran

Posted: 14 Jan 2017 08:17 PM PST

Goa Kaca dan Goa Surupan, Wisata Alam Baru di Pangandaran

Goa Kaca yang terletak di Dusun Dusun Pasirkored, Desa Sidomulyo, Kecamatan Pangandaran. Photo: Entang Saeful Rachman/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Kabupaten Pangandaran selain dikenal sebagai kawasan yang dikenal keelokan wisata baharinya, objek wisata alam lain juga seperti halnya gua maupun sungai menjadikan Pangandaran terasa semakin lengkap untuk dijajal wisatanya.

Terletak di Dusun Pasirkored, Desa Sidomulyo, Kecamatan Pangandaran, sebuah gua yang dikenal Goa Kaca dan Goa Surupan menjadi salah satu objek wisata baru yang menyimpan keindahan alam sangat luar biasa. Berupa batuan fosfat didalamnya, akan membuat decak kagum para wisatawan.

Menurut Ketua Karang Taruna Bakti Lestari Desa Sidomulyo, Bambang Hermawan, Goa Kaca dan Goa Surupan merupakan objek wisata baru yang telah dibuka pada pertengahan Desember 2016 lalu. Meski terbilang anyar, ia yakin keberadaan gua tersebut lambat laun semakin ramai dan bisa menjadi tambahan PAD Kabupaten Pangandaran.

"Setelah kami bekerja keras menata kawasan ini, Alhamdulillah kini sudah bisa dinikmati oleh khalayak umum, yakni wisatawan," kata Bambang kepada Koran HR, Selasa (10/01/2017).

Sebelum dibuka, cerita Bambang, dulunya Goa Kaca merupakan lokasi yang ditemukan oleh pemburu landak. Berawal dari para pemburu selalu kehilangan buruannya di lokasi yang berupa lubang kecil, semakin membuat mereka penasaran.

"Saat itulah gua tersebut mulai terkuak. Karena didalamnya terdapat bebatuan jenis fosfat, sejak tahun 1990 hingga tahun 2016 terjadi eksploitasi. Dan karena banyak bebatuan menyerupai kaca yang merupakan fosfat, maka gua tersebut dinamakan Goa Kaca" jelasnya.

Sedangkan Goa Surupan, lanjut Bambang, merupakan gua alami yang didalamnya terdapat air mengalir yang tak pernah surut. Dengan kedalaman hingga 75 meter dibawah bukit dan panjang mencapai 1200 meter, Goa Surupan diklaim menjadi gua bawah tanah terpanjang di Pangandaran.

"Untuk masuk ke dalam, wisatawan hanya merogoh kocek sebesar Rp 15 ribu rupiah. Sementara jalur tempuhnya menuju lokasi sekitar 20 hingga 30 menit saja dari pusat wisata Pantai Pangandaran," paparnya.

Terpisah, Kepala Dusun Pasirkored, Indra, mengaku berterimakasih atas peran aktif masyarakatnya yang menjadikan gua tersebut sebagai salah satu objek wisata baru di Pangandaran. Ia berharap keberadaan gua tersebut akan semakin menambah kesejahteraan masyarakat  sekitar.

"Sebenarnya di kawasan ini ada 3 gua, yakni Goa Lanang, Goa Surupan (wadon) dan Goa Kaca. Karena Goa Lanang belum diekplorasi, maka baru dua gua saja yang ditawarkan kepada wisatawan," tuturnya. (Ntang/R6/Koran HR)

 
">Index »'); document.write('

?max-results=10">Label 6

');
  • ?max-results="+numposts1+"&orderby=published&alt=json-in-script&callback=showrecentposts1\"><\/script>");