Cari Blog Ini

Memuat...

Harapan Rakyat Online

Harapan Rakyat Online


Kejari Banjar Dibekali SKK BPJS, Tindak Perusahaan Bandel & Peserta Mandiri

Posted: 21 May 2015 08:35 AM PDT

Penandatanganan MoU antara BPJS Kesehatan dengan Kejari Banjar & Ciamis. Foto: Dok harapanrakyat.com.

Penandatanganan MoU antara BPJS Kesehatan dengan Kejari Banjar & Ciamis. Foto: Dok harapanrakyat.com.

Penandatanganan MoU antara BPJS Kesehatan dengan Kejari Banjar & Ciamis. Foto: Dok harapanrakyat.com.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Dalam penindakan kepada badan usaha yang membandel dengan tidak mendaftarkan karyawannya, maupun kepada peserta mandiri yang menunggak iuran BPJS Kesehatan, pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) kota Banjar, bakak dibekali surat kuasa khusus (SKK) dari pihak BPJS Kesehatan.

"Dalam bertindak nantinya meski kami telah melakukan MoU, tetap akan dilengkapi SKK yang diberikan oleh pihak BPJS Kesehatan," jelas Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) kota Banjar, Munaji, SH., kepada harapanrakyat.com, Selasa, (19/05/2015).

Surat kuasa tersebut, lanjut Munaji, maka pihaknya memiliki landasan kuat untuk melakukan penindakan atau penagihan terhadap perusahaan maupun peserta mandiri yang menunggak.

"Sebelum melakukan penindakan, kami akan melakukan pengawasan langsung terhadap perusahaan, dan kembali mengingatkan perusahaan tentang kewajibannya," tambahnya.

Dengan begitu, pihaknya, lanjut Munaji, sesuai prosedur setelah menerima SKK dari BPJS akan melakukan teguran, pemanggilan dan memintakan keterangan perihal kenapa belum mendaftar, atau sebab terjadinya tunggakan iuran.

"Bila telah terbukti bahwa perusahaan tersebut melanggar perundangan-undangan, maka kami atas nama jaksa pengacara negara dapat melakukan penegakan hukum, dengan mengajukan gugatan atau permohonan kepada pengadilan bidang perdata," jelasnya.

Langkah tersebut, kata Munaji, sebagai upaya memelihara ketertiban hukum, melindungi kepentingan negara dan pemerintah serta hak-hak keperdataan masyarakat. (Nanang S/R1/HR-Online)

Peserta BPJS Kesehatan Bandel, Kejari Banjar Bisa Tindak

Posted: 21 May 2015 08:16 AM PDT

Penandatanganan MoU antara BPJS Kesehatan dengan Kejari Banjar & Ciamis. Foto: Dok harapanrakyat.com.

Penandatanganan MoU antara BPJS Kesehatan dengan Kejari Banjar & Ciamis. Foto: Dok harapanrakyat.com.

Penandatanganan MoU antara BPJS Kesehatan dengan Kejari Banjar & Ciamis. Foto: Dok harapanrakyat.com.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Setelah penandatanganan Mou antara BPJS Kesehatan Banjar dengan Kejari Banjar dan Ciamis, badan usaha yang belum mendaftarkan karyawannya, dan perserta mandiri sudah terdaftar namun menunggak, diharapkan segera mematuhi peraturan yang ada.

Pasalnya, pihak Kejaksaan Negeri kota Banjar setelah MoU tersebut, bisa melakukan penindakan baik kepada badan usaha maupun peserta mandiri yang masih membandel.

"Jadi kami berharap badan usaha yang belum mendaftarkan karyawannya untuk segera mendaftarkan, dan peserta mandiri yang belum membayar iuran diharapkan juga segera membayar, sebelum pihak Kejari Banjar melakukan penindakan," ucap Kepala BPJS Kesehatan Banjar, Agus S. Soerli, MM.., Kes., AAK, kepada harapanrakyat.com seusai acara penandatanganan MoU, Selasa, (19/05/2015).

Meski begitu, pihaknya menurut Agus, akan berusaha agar tidak ada penindakan dengan gencar melakukan sosialisasi baik kepada badan usaha maupun himbauan kepada peserta mandiri yang menunggak iuran.

"Peserta mandiri nunggak lebih dari 6 bulan akan kita kirim surat penagihan. Jika masih tak menghiraukan kami terpaksa aparat penegak hukum yakni kejaksaan akan turun, kapasitasnya sebagai jaksa pengacara negara," tandasnya. (Nanang S/R1/HR-Online)

Polres Banjar Ringkus Dua Kurir Sabu Asal Bandung

Posted: 21 May 2015 07:19 AM PDT

Petugas Polres Banjar saat meminta keterangan kepada dua kurir sabu asal Bandung yang membawa 2 gram sabu yang dimasukkan kedalam bungkus rokok, Kamis, (21/05/2015). Foto: Hermanto/HR.

Petugas Polres Banjar saat meminta keterangan kepada dua kurir sabu asal Bandung yang membawa 2 gram sabu yang dimasukkan kedalam bungkus rokok, Kamis, (21/05/2015). Foto: Hermanto/HR.

Petugas Polres Banjar saat meminta keterangan kepada dua kurir sabu asal Bandung yang membawa 2 gram sabu yang dimasukkan kedalam bungkus rokok, Kamis, (21/05/2015). Foto: Hermanto/HR.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Dua kurir narkoba jenis sabu-sabu asal Bandung berinisial IAN (35) dan YC (43), berhasil diringkus satuan narkoba Polres Banjar pada Senin, (11/05/2015).

Dari tangan IAN, polisi berhasil mengamankan sabu seberat 2 gram yang dibungkus plastik putih dan disembunyikan dalam bungkus rokok.

Polisi juga berhasil menemukan vivet pada celana IAN serta barang bukti lainnya yaitu sepeda motor jenis matik bernopol D 5762 KQ, dan handphone milik tersangka.

Ditangkapnya kedua kurir tersebut, menurut Kasat Narkoba Polres Banjar, Iptu. Cecep Edi Sulaeman, mengatakan, berdasarkan laporan masyarakat yang menyebutkan adanya transaksi narkoba jenis sabu di sekitar terminal bis Banjar.

"Kami langsung bergerak melakukan penyelidikan, dan akhirnya berhasil menciduk kedua tersangka di SPBU sekitar terminal Banjar. Keduanya kami tangkap pada hari Senin (11/05/2015) lalu," jelasnya kepada harapanrakyat.com, Kamis, (21/05/2015).

Menurut pengakuan kedua tersangka, kata Cecep, sabu tersebut mereka bawa dari Bandung, dan mereka juga mengaku hanya disuruh oleh temannya, yang kini masih dalam pengejaran pihak kepolisian. "Mereka diupah sebesar lima ratus ribu oleh temannya, dan sabu itu rencananya akan dijual ke pemesan seharga 3,2 juta," tambahnya.

Kedua tersangka akan dijerat pasal 112 ayat (1) juncto pasal 114 ayat (1), Undang-undang No 35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman kurungan selama 12 tahun.

Tersangka IAN saat dimintai keterangan petugas mengaku mendapat ancaman dari temannya yang menyuruh mengantar sabu ke Banjar. "Kami hanya disuruh saja mengantarkan, dengan mendapatkan upah 500 ribu," ucapnya. (Hermanto/R1/HR-Online)

Setahun Tanpa BOS, Yayasan Al-Huda Ciamis Biayai KBM Sendiri

Posted: 21 May 2015 06:21 AM PDT

Foto: Ilustrasi net/Ist.

Foto: Ilustrasi net/Ist.

Foto: Ilustrasi net/Ist.

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Kelas jauh Yayasan Al-Huda yang berada di dusun Caringin, Desa Pasirnagara, Kec. Pamarican, Kab. Ciamis, telah selama satu tahun mengaku tidak menerima bantuan operasional sekolah (BOS), akhirnya mereka harus membiayai kegiatan belajar mengajar menggunakan dana pribadi.

"Padahal Yayasan Al-Huda sudah mendaftarkan kegiatan pembelajaran kelas jauh ke Dinas Pendidikan kabupaten Ciamis, dan kami terdaftar dengan sekolah induk SMP N 3 Pamarican," jelas Ajar (33), guru pengajar (filial) kelas jauh Yayasan Al-Huda, kepada harapanrakyat.com, Rabu, (20/05/2015).

Sekolah induk (SMP N 3), menurut Ajat, hingga kini juga tidak pernah mengucurkan BOS untuk yayasannya, dan kebutuhan siswa semuanya ditanggung yayasan, mulai dari buku hingga seragam sekolah.

"Kami berharap ada transparansi dari pihak sekolah induk mengenai BOS untuk yayasan kami, dan kami juga mendengar bahwa dari dinas pendidikan kabupaten dananya telah dicairkan," ungkapnya.

Kepala SMP N 3 Pamarican, Drs. Endang Sudarman, MM., saat dikonfirmasi harapanrakyat.com, Rabu, (20/05/2015), membantah bahwa pihak tidak menggelontorkan BOS bagi Yayasan Al-Huda.

"Sudah kami realisasikan, baik biaya honor pengajar, kebutuhan buku serta seragam untuk siswa. Bisa dikonfirmasi kepada bendahara BOS sekolah kami," tandasnya.

Menanggapi tudingan tersebut, menurut Endang, telah terjadi miss komunikasi antara yayasan dan pihak sekolah induk. Dan Endang meminta hal ini untuk tidak dibesar-besarkan.

"Toh selama ini kegiatan berjalan. Kami selalu memberikan hak mereka, malahan pihak yayasan selama ini sulit diajak koordinasi, bahkan saat diundang juga tidak datang. Padahal undangan itu sangat penting demi kelangsungan kegiatan ini," tukasnya. (Suherman/R1/HR-Online)

Harapan Rakyat Online

Harapan Rakyat Online


Curug Bojong, Daya Tarik Wisata Di Kawasan Hutan Pangandaran

Posted: 20 May 2015 08:14 AM PDT

Kawasan hutan menjadi areal wisata dengan memanfaatkan Curug Bojong yang ada di lokasi tersebut. Tampak pengunjung berphoto di sekitar lokasi curug. Photo: Entang Saeful Rachman/HR.

curug bojong

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Warga Desa Sukahurip Barat, Kecamatan Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, menyulap kawasan hutan menjadi areal wisata dengan memanfaatkan curug/air terjun yang ada di lokasi tersebut. 
Piping, salah seorang anggota Lembaga Masyarakat Desa Hutan Desa Sukahurip, mengatakan, dibukanya kawasan hutan menjadi areal wisata, selaras dengan Kabupaten Pangandaran sebagai kabupaten pariwisata, khususnya di Jawa Barat, dan Indonesia pada umumnya.

"Curug yang satu ini bernama Curug Bojong, dan menjadi salah satu daya tarik untuk berwisata di hutan belantara. Curug ini juga mulai dibuka sekitar tahun 2012 silam. Keistimewaan Curug Bojong memiliki air yang bening, dengan ketinggiannya mencapai 100 meter," tutur Piping, Rabu (20/05/2015).

Hal serupa dikatakan Asnadi, masyarakat desa hutan lainnya. Menurut dia, bagi wisatawan yang hendak berekreasi ke Curug Bojong hanya dikenakan tiket masuk Rp.5.000 per orang. Selain itu, waktu tempuh dari Pangandaran ke Curug Bojong hanya satu jam.

"Wisatawan yang saat ini berdatangan ke Curug Bojong masih didominasi warga lokal seputaran Kabupaten Pangandaran. Karena memang areal wisata ini baru dibuka beberapa tahun saja, dan belum dipromosikan," katanya.

Meski lokasinya berada di tengah hutan, wisatawan tidak akan kebingungan mencari jajanan/makanan, lantaran masyarakat sekitar banyak yang berjualan di areal curug.

Asnadi menambahkan, masyarakat desa hutan berharap agar pihak pemerintah memperhatikan keberadaan aset wisata tersebut, salah satunya membangun jembatan yang saat ini kondisinya memprihatinkan.

"Jika akses menuju ke areal wisata bisa dengan mudah ditempuh, maka dengan sendirinya kawasan wisata ini pasti banyak didatangi wisatawan," harapnya. (Ntang/R3/HR-Online)

Coco Jadi Maskot Pilkada Pangandaran

Posted: 20 May 2015 06:26 AM PDT

Maskot Pilkada Pangandaran yang bernama Coco atau kelapa diperlihatakan saat acara Launching KPU Pangandaran. Photo: Entang Saeful Rachman/HR.

IMG04552-20150520-1226

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Gong Pilkada Kabupaten Pangandaran dari hari ke hari semakin menghangat. Segala persiapan sudah dan sedang dilakukan. Hal itu dikatakan Ketua KPU Kabupaten Ciamis-Pangandaran, Kikim Tarkim, kepada harapanrakyat.com, usai acara Launching KPU Kabupaten Pangandaran, Rabu (20/05/2015).

"Hari ini kita memberikan sosialisasi tahapan-tahapan penyelengaraan Pemilu. Selain itu, tahapan-tahapan Pemilu juga nantinya disampaikan ke seluruh lapisan masyarakat Pangandaran di sepuluh kecamatan.Hal tersebut guna mengejar target Pemilu di Pangandaran bisa berjalan lancar," ujarnya.

Kikim menambahkan, khusus di Kabupaten Pangandaran, peyelengaraan Pemilu serentak ini di tandai dengan maskot yang bernama Coco atau kelapa, karena Pangandaran merupakan salah satu penghasil kelapa terbesar. (Ntang/R3/HR-Online)

Akibat Pembakaran Sampah, Sebuah Mesjid di Banjar Terbakar

Posted: 20 May 2015 05:07 AM PDT

Kepulan asap terlihat dari bagian kubah Mesjid Baiturrohim. Kebakaran terjadi diduga berasal dari pembakaran sampah di samping bangunan mesjid. Photo: Hermanto/HR.

as

 

Berita Banjar, (harapanrakyat.com), -

Mesjid Baiturrohim yang berada di Lingkungan Cimenyan I, RT. 2/4, Kelurahan Hegarsari, Kecamatan, Banjar, Kota Banjar, Jawa Barat, terbakar. Peristiwa itu terjadi Rabu sore (20/05/2015), sekitar jam 15.30 WIB.

Kebakaran tersebut membuat warga di sekitar mesjid menjadi panik. Mereka mencoba memadamkan api menggunakan alat seadanya dengan cara mengambil air dari sumur.

Ketua DKM Mesjid Baiturrohim, H. Muhtadin, menuturkan, kejadian itu diduga akibat dari pembakaran sampah di samping mesjid. Kemudian api menjalar ke dinding mesjid dan kayu penahan genting. Sehingga, api pun membakar atap dan kubah mesjid.

"Kejadian pastinya saya tidak begitu mengetahui, namun kebakaran ini diduga akibat dari pembakaran sampah di samping mesjid," kata Muhtadin, kepada harapanrakyat.com .

Tidak berselang lama, petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi kejadian. Setengah jam kemudian api berhasil dipadamkan. "Kami mengirimkan 2 unit mobil pemadam, dan alhamdulillah api berhasil dipadamkan," kata Kepala UPTB Damkar Kota Banjar, Dedi.

Beruntung, dalam peristiwa itu tidak menimbulkan korban jiwa, namun kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah. (Hermanto/R3/HR-Online)

Daud Achmad; Pilih Bupati Pangandaran yang Berkualitas

Posted: 20 May 2015 04:48 AM PDT

Photo ilustrasi.

630382_08224008032015_pilkadaBerita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Penjabat Bupati Pangandaran, Daud Achmad, menghimbau kepada semua masyarakat Pangandaran untuk lebih dewasa dalam memilih bupati di Pilkada yang akan digelar pada Desember nanti.

"Di kabupaten baru ini ada banyak calon bupati yang siap berlaga di arena Pilkada Kabupaten Pangandaran. Untuk itu, masyarakat harus memilih calon bupati yang berkualitas dan amanah," tegas Daud, dalam acara launching KPU Pangandaran, Rabu (20/05/2015).

Selain itu, dia juga menghimbau kepada para tim sukses masing-masing calon bupati agar bisa menempatkan gambar atau baligho di tempat yang tepat, dan tidak menganggu ketertiban umum.

Pasalnya, Pangandaran merupakan salah satu kabupaten pariwisata, sehingga keindahan pun harus tetap dijaga oleh semua pihak. (Ntang/R3/HR-Online)

Harapan Rakyat Online

Harapan Rakyat Online


Batu Ali Mangunjaya Pangandaran Berusia 98 Tahun Bergambar Unik

Posted: 19 May 2015 11:05 AM PDT

Batu ali milik Suhada yang berusia 98 tahun dan bergambar unik. Foto : Andri S Hamara/ HR

Batu ali milik Suhada yang berusia 98 tahun dan bergambar unik. Foto : Andri S Hamara/ HR

Batu ali milik Suhada yang berusia 98 tahun dan bergambar unik. Foto : Andri S Hamara/ HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Suhada, warga RT 18 RW 15, Dusun Sindangjaya, Desa Sidangjaya, Kecamatan Mangunjaya, Kabupaten Pangandaran, mengaku memiliki batu ali berusia 98 tahun.

Batu ali tersebut memiliki gambar unik yaitu, di satu sisi memperlihatkan gambar mata sapi, di sisi sebaliknya bergambar puser bumi.

"Batu ini sudah empat kali menghilang, tapi selama itu pula, batu ini kembali lagi ke tangan saya," ujarnya kepada harapanrakyat.com, Senin, (18/05/2015).

Menurut keterangan Suhada, batu ali itu didapat dari almarhum kakaknya. Batu itu juga memiliki keanehan, soalnya bila gambar mata sapi itu dicermati, gambar itu seolah bergerak. Sedangkan gambar puser bumi yang berada di bagian sisi lainnya, dapat menghipnotis siapapun yang melihatnya.

Di tempat terpisah, Heri, warga warga RT 09 RW 03, Dusun Banjarsari, Desa Banjarsari, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, membenarkan, bahwa batu ali milik Suhada memiliki keunikan dan terbilang bagus.

"Saya pernah melihatnya sendiri. Pernah saya mencoba menawarnya, tapi Suhada tidak mau menjualnya," katanya. (Andri/R1/HR-Online)

Harkitnas, Mahasiswa Banjar Turun ke Jalan

Posted: 19 May 2015 10:39 AM PDT

Photo ilustrasi net/ist.

Harkitnas,mahasiswa turun ke jalan

 

 

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Mahasiswa Kota Banjar, Jawa Barat, yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa (Gema), rencananya tanggal 20 Mei (hari ini-red), akan turun ke jalan dalam rangka Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) yang jatuh pada hari Rabu, tanggal 20 Mei 2015.

Menurut mereka, meski 17 tahun sudah sejak reformasi 1998, namun tetap saja tidak membawa perubahan terhadap kondisi di negeri ini. Agenda reformasi birokrasi dan transparansi kelembagaan negera belum terlaksana secara matang, khususnya di Kota Banjar.

Hal itu dikatakan Ketua Gema, Tsabit Andrea Habibi, kepada HR, Selasa (19/05/2015). Menurutnya, tercatat sejak tahun 2012 hingga 2015, ada enam kasus korupsi yang terjadi di Kota Banjar. Perkara ini sangat jelas menimbulkan berbagai gejolak sosial yang muaranya kesengsaraan masyarakat Banjar.

"Itu sudah mencederai wajah Kota Banjar sebagai kota yang sudah sering mendapatkan predikat Wajar Tanpa Pengecualian dari Badan Pemeriksa Keuangan," ujarnya.

Oleh karena itu, sebagai garda terdepan agend of change and control social, mahasiswa menyatakan sikap dan siap mengawal kasus korupsi di Kota Banjar. Bahkan, Tsabit juga menyatakan, bahwa Kota Banjar saat ini sedang dalam kondisi gawat darurat korupsi.

Dengan demikian, maka pihaknya meminta kepada seluruh lembaga kenegaraan yang ada di Kota Banjar untuk lebih transparan, dan memiliki integritas tinggi. "Kami siap mengawal bentuk ketimpangan. Harkitnas ini merupakan reinkarnasi roh semangat perjuangan mahasiswa," pungkasnya. (Hermanto/R3/Koran-HR)

SMP N 4 Banjar, Wujudkan Sekolah Berbasis Lingkungan

Posted: 19 May 2015 01:35 AM PDT

Salah satu kegiatan sekolah berbasis lingkungan di SMP N 4 Banjar. Foto: Nanang S/HR.

Salah satu kegiatan sekolah berbasis lingkungan di SMP N 4 Banjar. Foto: Nanang S/HR.

Salah satu kegiatan sekolah berbasis lingkungan di SMP N 4 Banjar. Foto: Nanang S/HR.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 4 Banjar, kini tengah berusaha mewujudkan Sekolah Berbasis Lingkungan dan beriman. Untuk itu, berbagai upaya dilakukan oleh sekolah yang berada di Jl. Madjalikin, Desa Langensari, Kecamatan Langensari.

Kepala SMPN 4 Banjar, Sarjo, S.Pd., M.Pd., saat ditemui HR, Senin (11/05/2015), mengatakan, upaya itu didukung kebijakan yang dituangkan dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), dimana struktur kurikulum memuat mata pelajaran wajib, muatan lokal, pengembangan diri terkait perlindungan dan pengelolaan hidup dengan ketuntasan minimal belajar.

"SMPN 4 melengkapi kekurangan sarana dan dokumentasi kelengkapan SBL melalui rencana program kerja, diantaranya pembuatan taman sekolah di setiap kelas, pengumpulan sampah plastik dari tiap kelas, program kerohanian, pembinaan warung sehat di sekolah, pembinaan hidup sehat tanpa merokok," tuturnya.

Selain itu, pembuatan dan pemeliharaan WC yang sehat, kolam sekolah dan Lab. IPA sehat, drainase sekolah yang bersih, menciptakan kondisi sekolah sehat, pembuatan taman anggrek sekolah, cuci tangan dan berwudlu sehat, ruang kelas sehat, serta hari-hari bersih setiap bulan.

Menurut Sarjo, semua warga sekolah, mulai dari guru, siswa dan orang tua siswa, menyambut baik program SBL. Karena, program tersebut dalam rangka mendorong terciptanya tempat pembelajaran dan penyadaran warga sekolah. Sehingga, dikemudian hari warga sekolah dapat turut bertanggung jawab dalam upaya-upaya penyelamatan lingkungan hidup, dan pembangunan berkelanjutan.

Program SBL di SMPN 4 Banjar telah dicanangkan sejak tahun 2014, dan sudah terprogram dalam RKT maupun RKAS tahun 2014-2015. Dimana dalam rencana program tersebut rata-rata terlaksana 60 persen, kecuali sarana dan prasarana sudah mencapai 75 persen. Sedangkan, pada program keimanan atau kerohanian sudah terlaksana 90 persen.

"Keterkaitan mewujudkan itu, kami tidak lepas melakukan ajakan persuasif dalam bentuk banner pada situasi dan kondisi sekolah sehat, dan melakukan briefing dan pembinaan kepada guru serta tenaga kependidikan," terangnya.

Hal lainnya, tambah Sarjo, tentu memperhatikan visi sekolah, yaitu, "Dilandasi iman dan taqwa, terwujud sekolah unggul dan berprestasi tahun 2015," juga sebagaimana salah satu misinya, yakni, mewujudkan pembangunan sekolah berwawasan lingkungan yang indah, damai dan mandiri (Idaman).

"Guna mewujudkan sekolah kami menjadi SBL, tentu berharap ada bantuan, misalnya dari DCKTLH Bidang Lingkungan Hidup, kemudian dari Dinas Pendidikan untuk memenuhi berbagai sarana pendukung lingkungan," katanya.

Sarjo menambahkan, menjadi sekolah berbasis lingkungan jelas memerlukan dana yang besar. Sehingga, peran dan perhatian dari pemerintah dalam mendukung sekolah-sekolah di Kota Banjar, khususnya SMPN 4 Banjar, sangat ditunggu. (Nanang S/R1/HR-Online)

Tebing Sungai Cileueur Ciamis Dua Tahun Dibiarkan Ambrol

Posted: 18 May 2015 10:56 PM PDT

TPT Sungai Cileueur di wilayah Maleber ambrol ini sudah hampir dua tahun dibiarkan tanpa ada perbaikan. Photo : Eli Suherli/ HR

Tebing Sungai Cileueur Ciamis Dua Tahun Dibiarkan Ambrol

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Tembok Penahan Tanah (TPT) Sungai Cileueur, setinggi 8 meter dengan panjang 15 meter, di Blok Barak, Kelurahan Maleber, Kecamatan Ciamis, Kabupaten Ciamis, ambrol tergerus derasnya arus air sungai. Kondisi tersebut mengancam keberadaan areal pesawahan yang ada di wilayah tersebut.

Asep, warga setempat, ketika ditemui HR, pekan lalu, mengatakan, ambrolnya TPT Sungai Cileueur itu terjadi sekitar 2 tahun yang lalu. Tapi sayangnya, sampai saat ini belum diperbaiki, bahka ada kesan dibiarkan.

Menurut Asep, bila kondisi itu dibiarkan tanpa adanya perbaikan, maka tanah yang berada di atas tebing tersebut akan terancam longsor. Apalagi, beberapa hari belakangan ini curah hujan tidak menentu.

"Diatasnya (tebing) ada areal pesawahan dan beberapa kolam warga. Bila tidak diperbaiki segera, tentunya kawasan itu akan terancam longsor," ucapnya.

Di tempat terpisah, Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Binamarga SDA dan ESDM Kabupaten Ciamis, Taopik Gumelar, ketika ditemui HR, pekan lalu, mengaku akan memprioritaskan perbaikan TPT tersebut pada tahun anggaran 2015. Pasalnya, pihaknya sudah merencanakan perbaikan dan melakukan pengukuran .

Tidak hanya di Blok Barak, Maleber, kata Taopik, pihaknya juga akan berusaha memperbaiki semua TPT yang ada di sepanjang jalur Sungai Cileueur. "Program pembangunan dan perbaikan TPT masih harus menunggu proses lelang," pungkasnya. (Es/Koran-HR)

Harapan Rakyat Online

Harapan Rakyat Online


Pelaku Pemukulan Warga Ciamis Ini Laporkan Balik Pihak Keluarga Korban

Posted: 18 May 2015 09:23 AM PDT

Petugas Polisi sedang melakukan olah TKP dan memeriksa saksi. Photo : Suherman/ HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Persoalan yang melibatkan Baehaki Effendy (35), warga Dusun Ciparakan, Desa Sukahurip, Kecamatan Pamarican, terduga pelaku dugaan kasus pemukulan terhadap Dzacky (14), warga Dusun Kubangpari, Desa Bangunsari, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis memang menjadi pelik.

Pelaku Pemukulan Warga Ciamis Ini Laporkan Balik Pihak Keluarga Korban

Ketika dihubungi harapanrakyat.com, Senin (18/05/2015), Baehaki, tidak menyangkal bahwa persoalan yang kini dihadapinya menjadi lebih runcing. Dia juga mengaku sudah mengetahui upaya pihak keluarga Dzaky yang terkesan memperpanjang masalah.

Namun demikian, kata Baehaki, pihaknya juga tidak tinggal diam. Paska pemeriksaan dan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), pihaknya juga melaporkan kasus kecelakaan lalu lintas yang dialami anaknya, Mahesana Putra Ramadhan (5).

"Akibat terserempat motor yang dikendarai Dzacky, anak saya juga terluka. Yang jelas, laporan pengaduan soal laka lantas ini sebagai upaya saya menuntut keadilan," ucapnya.

Terkait pelaporan yang disampaikan pihak keluarga Dzaky ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Ciamis, Baehaki mengaku akan mengklarifikasi kronologis kejadian yang sebenarnya. (Suherman/R4/HR-Online)

Berita Terkait ;
Saksi Bilang Wajar Aksi Pemukulan Warga Pamarican Ciamis Ini Terjadi
Terungkap Sudah Alasan Pemukulan Warga Pamarican Ciamis Ini
Polisi Tindaklanjuti Pengaduan Dugaan Pemukulan Warga Pamarican Ciamis
Korban Kasus Dugaan Pemukulan Warga Ciamis Ini Ungkap Fakta Baru
Korban Pemukulan Warga Ciamis Ini Minta Pelakunya Dipecat dari Profesi Guru
Kasus Pemukulan Warga Ciamis Ini Akan Dilanjut Hingga ke Meja Hijau
Pelaku Dugaan Pemukulan Warga Ciamis Ini Bantah Tak Punya I`tikad Baik
 

Pelaku Dugaan Pemukulan Warga Ciamis Ini Bantah Tak Punya I`tikad Baik

Posted: 18 May 2015 09:06 AM PDT

Petugas Polisi sedang melakukan olah TKP dan memeriksa saksi. Photo : Suherman/ HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Baehaki Effendy (35), warga Dusun Ciparakan, Desa Sukahurip, Kecamatan Pamarican, terduga pelaku dugaan kasus pemukulan terhadap Dzacky (14), warga Dusun Kubangpari, Desa Bangunsari, Kecamatan Pamarican, membantah dirinya tidak memiliki i`tikad baik untuk menyelesaikan masalah.

Pelaku Dugaan Pemukulan Warga Ciamis Ini Bantah Tak Punya I`tikad Baik

Ketika dihubungi harapanrakyat.com, Senin (18/05/2015), Baehaki membatnah tudingan pihak keluarga korban. Diapun mengaku memiliki i`tikad baik, salah satunya mendatangi pihak keluarga korban untuk meminta maaf.

“Siapa bilang saya tidak datang menghadap ke rumah orangtua Dzacky. Setelah ada upaya penyelesaian pun saya langsung datang kesana untuk meminta maaf. Kejadiannya pada Hari Rabu, Jum`atnya saya datang menghadap. Bahkan, saya datang sampai beberapa kali. Saksinya, banyak, termasuk Kepala Dusun setempat,” katanya. (Suherman/R4/HR-Online)

Berita Terkait ;

Saksi Bilang Wajar Aksi Pemukulan Warga Pamarican Ciamis Ini Terjadi
Terungkap Sudah Alasan Pemukulan Warga Pamarican Ciamis Ini
Polisi Tindaklanjuti Pengaduan Dugaan Pemukulan Warga Pamarican Ciamis
Korban Kasus Dugaan Pemukulan Warga Ciamis Ini Ungkap Fakta Baru
Korban Pemukulan Warga Ciamis Ini Minta Pelakunya Dipecat dari Profesi Guru
Kasus Pemukulan Warga Ciamis Ini Akan Dilanjut Hingga ke Meja Hijau

Korban Kasus Dugaan Pemukulan Warga Ciamis Ini Ungkap Fakta Baru

Posted: 18 May 2015 07:43 AM PDT

Dzacky (14) bersama keluarganya, saat memberikan keterangan resmi kepada harapanrakyat.com, Minggu malam (17/05/2015). Photo : Suherman/ HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Dzacky (14), korban dugaan pemukulan yang dilakukan Baehaki Effendy (35), mengaku tidak memiliki niatan untuk kabur paska insiden yang terjadi pada Hari Rabu, (06/05/2015), beberapa pekan lalu itu.

Korban Kasus Dugaan Pemukulan Warga Ciamis Ini Ungkap Fakta Baru

Pada saat ditemui harapanrakyat.com, Minggu malam (17/05/2015), Dzacky juga mengklaim bahwa laju kendaraan yang dibawanya saat itu tidak terlalu kencang. Apalagi di wilayah jalan tersebut terdapat banyak polisi tidur.

“Saya tidak bermaksud untuk melarikan diri saat itu. Dan memang begitu kejadian, saya tidak langsung berhenti karena di lokasi banyak sekali anak-anak sekolah yang berhamburan. Lagian sebenarnya bukan saya yang menabrak, tapi anak (Mahesana Putra Ramadhan) itu yang berlari menghampiri motor saya, hingga akhirnya ia terserempet. Jadi tidak benar kalau saya nabrak anak itu,” terangnya.

Tidak berselang lama, kata Dzaky, Baehaki berteriak dan menghampirinya sambil marah-marah. Menurut dia, Baehaki juga menanyakan asal dan orangtuanya. Di saat bersamaan, Baehaki meraih kerah bajunya, kemudian menempelang wajah bagian kanan dan bagian kepala. (Suherman/R4/HR-Online)

Berita Terkait ;

Saksi Bilang Wajar Aksi Pemukulan Warga Pamarican Ciamis Ini Terjadi

Terungkap Sudah Alasan Pemukulan Warga Pamarican Ciamis Ini

Polisi Tindaklanjuti Pengaduan Dugaan Pemukulan Warga Pamarican Ciamis

Korban Pemukulan Warga Ciamis Ini Minta Pelakunya Dipecat dari Profesi Guru

Posted: 18 May 2015 07:35 AM PDT

Dzacky (14) bersama keluarganya, saat memberikan keterangan resmi kepada harapanrakyat.com, Minggu malam (17/05/2015). Photo : Suherman/ HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Pihak Keluarga Dzacky (14), warga Dusun Kubangpari, Desa Bangunsari, Kecamatan Pamarican, sekaligus korban dugaan kasus pemukulan yang dilakukan Baehaki Effendy (35), warga Dusun Ciparakan, Desa Sukahurip, Kecamatan Pamarican, meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Ciamis memecat pelaku yang berprofesi sebagai seorang guru honorer tersebut.

Korban Pemukulan Warga Ciamis Ini Minta Pelakunya Dipecat dari Profesi Guru

Talbiyah, kerabat Dzacky, ketika ditemui harapanrakyat.com, Minggu malam (17/05/2015), mengaku sudah menghubungi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Ciamis, agar Baehaki diberhentikan dar tugasnya sebagai seorang guru.

“Saya menilai, sebagai pengajar dia (Baehaki) tidak bisa memberikan contoh yang baik kepada masyarakat. Sampai-sampai dia begitu tega melakukan pemukulan terhadap keponakan saya yang masih kecil ini, ” ungkapnya.

Talbiyah juga menilai bahwa laporan pengaduan yang dilayangkan pihaknya kepada aparat kepolisian dan Disdikbud Ciamis wajar dilakukan. Soalnya, paska mengalami pemukulan, Dzacky mengalami trauma, bahkan sampai sakit panas.

"Lihat, benjolan di kepalanya juga masih ada," kata Talbiyah sembari menunjukkan benjolan di kepala yang dialami keponakannya. (Suherman/R4/HR-Online)

Berita Terkait ;
Saksi Bilang Wajar Aksi Pemukulan Warga Pamarican Ciamis Ini Terjadi
Terungkap Sudah Alasan Pemukulan Warga Pamarican Ciamis Ini
Polisi Tindaklanjuti Pengaduan Dugaan Pemukulan Warga Pamarican Ciamis

Harapan Rakyat Online

Harapan Rakyat Online


TPT Dibiarkan Ambrol, Jembatan Cikohkol Banjarsari Ciamis Terancam Ambruk

Posted: 17 May 2015 09:20 AM PDT

Tembok penyangga tebing sungai Ciputrahaji yang telah ambrol sejak lama hingga kini belum mendapatkan perbaikan. Kondisinya saat ini semakin parah, dan jembatan Cikohkol terancam ambruk. Foto: Suherman/HR.

Tembok penyangga tebing sungai Ciputrahaji yang telah ambrol sejak lama hingga kini belum mendapatkan perbaikan. Kondisinya saat ini semakin parah, dan jembatan Cikohkol terancam ambruk. Foto: Suherman/HR.

Tembok penyangga tebing sungai Ciputrahaji yang telah ambrol sejak lama hingga kini belum mendapatkan perbaikan. Kondisinya saat ini semakin parah, dan jembatan Cikohkol terancam ambruk. Foto: Suherman/HR.

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Tembok penyangga tebing (TPT) sungai Ciputrahaji yang telah lama ambrol, kini kondisinya semakin parah, dan jembatan Cikohkol Banjarsari, Kab. Ciamis terancam ambruk.

Pembiaran ambrolnya TPT tersebut sangat berpotensi terjadinya longsoran dibawah jembatan, dan dikhawatirkan warga akan berpengaruh kepada pondasi jembatan.

"Saat ini pondasi jembatan atau paku buminya telah terlihat akibat gerusan air sungai, karena TPT yang ambrol tidak kunjung diperbaiki," ungkap Asep Budiman, warga setempat, kepada harapanrakyat.com, Minggu, (17/05/2015).

Asep Budiman berharap, intansi terkait segera memperbaiki TPT yang telah ambrol tersebut, mengingat gerusan air bisa merusak pondasi jembatan Cikohkol. "Saya khawatir jembatan itu ambruk, aktifitas kendaraan yang lewat juga banyak yang bertonase berat. Ditambah aspal diatas jembatan sudah banyak yang retak, kemungkinan amblasnya besar," ujarnya.

Hal senada dikatakan Endet (40), pemilik warung yang berdekatan dengan jembatan Cikohkol. Menurutnya, TPT yang ambrol telah sejak lama dilaporkan warga untuk segera diperbaiki. Namun, hingga kondisinya semakin parah, tidak ada tindak lanjut.

"Bagaimana kalau ada air besar atau banjir, bisa mengancam jembatan. Arus sungai Ciputrahaji sangat deras. Kami disini sangat khawatir," cemasnya. (Suherman/R1/HR-Online)

LK3 Banjar Akan Tangani Dampak Psikologis Korban Pencabulan

Posted: 17 May 2015 08:05 AM PDT

Foto: Ilustrasi net/Ist.

Foto: Ilustrasi net/Ist.

Foto: Ilustrasi net/Ist.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Lembaga Konsultasi Kesejahteraan Sosial (LK3) dibawah naungan Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsosnaker) kota Banjar, akan menangani dampak sosial psikologis korban pencabulan yang terjadi beberapa waktu lalu.

"Kami tidak langsung mendatangi korban, tapi terlebih dahulu kepada kerabat atau keluarganya, guna memberi penjelasan maksud dan tujuannya," jelas Sekretaris LK3 kota Banjar, Irawan, kepada harapanrakyat.com, saat mengunjungi kerabat korban pencabulan yang menimpa salah seorang siswi SMA, Sabtu, (16/05/2015).

Langkahnya itu, lanjut Irawan, telah sesuai dengan tupoksi LK3 yaitu menangani permasalahan sosial. Sebab, korban pencabulan memerlukan penanganan psikologis untuk pemulihannya.

"Itu pun bila pihak keluarga berkenan. LK3 ingin memberikan solusi dan membantu setiap keluarga yang memiliki masalah," ujarnya.

LK3 akan mengedepankan pendekatan pekerjaan sosial dalam proses pelayanannya, dan akan memberikan bantuan psikiater bagi pemulihan psikologis korban.

"Pelayanan menyangkut informasi, konsultasi dan konseling. Dan korban akan mengikuti berbagai program, seperti pelatihan usaha ekonomi produktif atau keterampilan kerja. Sehingga korban bisa pulih dan terampil," tukasnya. (Nanang S/R1/HR-Online)

Kerabat Korban Ungkap Kronologis Pencabulan Siswi SMA Banjar

Posted: 17 May 2015 07:48 AM PDT

Foto: Ilustrasi net/Ist.

Foto: Ilustrasi net/Ist.

Foto: Ilustrasi net/Ist.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Kerabat korban pencabulan siswi SMA di Banjar yang terjadi beberapa waktu lalu, membeberkan hal ikhwal peristiwa tersebut kepada harapanrakyat.com.

Menurut keterangan yang disampaikan paman korban, Gono, menyebutkan, korban, sebut saja Mawar, sempat dibawa ke areal perkebunan Batulawang oleh pelaku berinisial D. Disaat kejadian, korban pergi dari rumah pagi hari untuk bersekolah, dan hingga malam tidak kunjung pulang.

"Setelah belum pulang juga, pihak keluarga akhirnya melakukan pencarian. Namun tak juga ditemukan, dan tak mengetahui Mawar berada dimana," jelas Gono kepada harapanrakyat.com, Sabtu, (16/05/2015).

Di hari berikutnya, lanjut Gono, ada orang datang ke keluarga dan memberitahukan bahwa Mawar sedang berada di perkebunan Batulawang bersama seorang pria.

"Orang tua dan kakaknya langsung hendak menuju perkebunan Batulawang, akan tetapi ada telepon dari teman Mawar yang mengatakan bahwa Mawar sudah berada ditempatnya. Akhirnya mereka menjemput ke rumah temannya," paparnya.

Setelah Mawar berada dirumah, lanjut Gono, orang tuanya langsung menanyakan apa yang diperbuatnya bersama seorang pria berada di perkebunan Batulawang. "Saat ditanya pertama, Mawar tak mengakuinya. Setelah dimarahi dan didesak akhirnya Mawar mengakui telah berada di perkebunan Batulawang bersama seorang pria," ungkapnya.

Dan Mawar juga membeberkan apa yang telah menimpanya saat berada di perkebunan tersebut. "Akhirnya Mawar juga mengaku bahwa si pria itu telah berbuat tak senonoh hingga melakukan hubungan intim. Mendengar pengakuan itu, orang tuanya marah besar dan menuntut pertanggungjawaban pelaku untuk menikahi putrinya itu," tukasnya. (Nanang S/R1/HR-Online)

Johanes ; Hotel Aston Pangandaran Tunjang Pelaksanaan PON 2016

Posted: 17 May 2015 06:18 AM PDT

Komandan Pangkalan TNI AL Bandung, Kolonel Laut (P), Johanes Djanarko Wibowo, berphoto bersama dengan Pemilik Hotel Aston Pangandaran. Photo : Madlani/ HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Aston Hotel, yang kini sedang dibangun di wilayah Cikembulan, Desa Sukaresik, Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Pangandaran diyakni dapat menunjang pelaksanaan Pekan Olaharaga Nasional (PON) 2016. Pada PON 2016, Kabupaten Pangandaran ditunjuk menjadi tuan rumah untuk penyelenggaraan cabang olahraga paralayang dan pacuan kuda.

Johanes ; Hotel Aston Pangandaran Tunjang Pelaksanaan PON 2016

Komandan Pangkalan TNI AL Bandung, Kolonel Laut (P), Johanes Djanarko Wibowo, ketika ditemui harapanrakyat.com, belum lama ini, membenarkan hal itu. "Keberadaan Hotel Aston akan sangat menunjang, khususnya sebagai tempat menginap para tamu dan peserta PON 2016," ucapnya.

Johanes juga memprediksi, pengembangan kawasan wisata Pangandaran akan mengalami peningkatan yang sangat pesat. Guna menghadapi hal itu, kata dia, diperlukan juga sistem pengamanan maritim.

Pada kesempatan itu, Johanes juga menambahkan, bertepatan dengan awal pelaksanaan PON 2016, Hotel Aston Pangandaran sudah bisa dipakai untuk menginap, karena sudah berada di tahap pra pembukaan.

Sementara itu, Pemilik Hotel Aston Pangandaran, Tjahya Santosa, menambahkan, proses pelaksanaan pembangunan Hotel Aston Pangandaran sudah mengalami progres (kemajuan). Pihaknya juga mengklaim, pekerjaan pembangunannya pun berkualitas bagus.

“Mudah-mudahan awal tahun 2016 sudah bisa digunakan, atau bertepatan dengan pembukaan PON 2016,” pungkas Tjahya. (Mad/R4/HR-Online)

Harapan Rakyat Online

Harapan Rakyat Online


Soal Tuyul, Bhabinkamtibmas Sinartanjung Banjar Minta Warga Tidak Resah

Posted: 16 May 2015 08:27 AM PDT

Foto: Ilustrasi net/Ist.

Foto: Ilustrasi net/Ist.

Foto: Ilustrasi net/Ist.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Terkait hebohnya isu tuyul yang melanda warga Desa Sinartanjung, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar. Bhabinkamtibmas, Brigadir. One Suherman, menghimbau kepada masyarakat agar tidak resah dalam menyikapinya.

"Isu tuyul ini memang di luar akal pikiran manusia. Namun, sebagai umat muslim kita harus lebih mendekatkan diri kepada Yang Maha Kuasa," katanya.

Kini, warga pun rajin menggelar pangajian Yasinan setiap malam di wilayah RT masing-masing. Pengajian dilakukan untuk mendapat perlindungan dari Allah SWT, terkait dengan seringnya warga kehilangan uang yang diduga dilakukan oleh makhluk ghaib jenis tuyul. (Hermanto/Koran-HR)

Berita Terkait:

Uang Sering Lenyap, Tuyul Hebohkan Warga Sinartanjung Banjar

Uang Sering Lenyap, Tuyul Hebohkan Warga Sinartanjung Banjar

Posted: 16 May 2015 07:48 AM PDT

Foto: Ilustrasi net/Ist.

Foto: Ilustrasi net/Ist.

Foto: Ilustrasi net/Ist.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Warga Desa Sinartanjung, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, akhir-akhir ini dihebohkan dengan rumor adanya makhluk ghaib jenis tuyul. Pasalnya, sejumlah warga mengaku sering kehilangan uang dengan nominal Rp.100 ribu secara tidak wajar.

Mereka pun mulai curiga bahwa kehilangan uang yang dialaminya bukan kejadian biasa, melainkan karena ulah tuyul. Kejadian tersebut sebenarnya sudah dialami warga sejak beberapa waktu lalu. Namun, rumor tuyul yang sempat menghebohkan itu kini mencuat kembali.

Seperti diungkapkan Oman (51), salah seorang warga Dusun Pananjung, RT.23/5, Desa Sinartanjung. Dia mengaku, uang sebesar Rp.2 juta yang disimpannya dalam amplop untuk membayar karyawannya, ternyata berkurang Rp.100 ribu.

"Terus terang saya sangat heran, baru lima menit saya tinggalkan uang dalam amplop sebanyak 2 juta rupiah yang diletakkan di atas meja, tiba-tiba berkurang menjadi 1,9 juta rupiah. Padahal di dalam rumah tidak ada siapa-siapa," tuturnya, kepada HR, Jum'at (08/05/2015).

Kecurigaan keberadaan tuyul semakin besar lantaran warga yang sering kehilangan uang bukan hanya Oman, melainkan para tetangganya pun kerap mengalami hal serupa.

Seperti diakui Siti (50), seorang buruh tani, bahwa uangnya pernah hilang saat disimpan dalam lemari. Uang hasil dari "buburuh" yang awalnya berjumlah Rp.300 ribu, hanya tersisa tinggal Rp.100 ribu.

"Aneh puguh, saha atuh nu ngingu kencit di dieu, meni asa teungteuingeun. Mudah-mudahan saja orang yang melakukan ritual tuyul bisa segera terungkap dan ditangkap," kata Siti, dengan nada kesal.

Asep Odot (30), warga lainnya, mengatakan, keberadaan isu tuyul yang sedang heboh di Sinartanjung saat ini menyebabkan warga menjadi resah. Karena, hampir setiap hari warga kehilangan uangnya. "Terus terang kami resah dengan keadaan ini, setiap hari ada saja warga yang kehilangan uang di rumahnya," kata Odot. (Hermanto/Koran-HR)

Konsolidasi Anggota, Komunitas Balad Galuh Touring ke Pangandaran

Posted: 16 May 2015 07:04 AM PDT

Perwakilan pengurus DPP dan Korwil sedang melakukan pemberangkatan, pada kegiatan touring ke Pangandaran. Photo : Deni Supendi/ HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Komunitas Suporter 'Balad Galuh' menggelar acara touring ke Objek Wisata Pantai Pangandaran, Sabtu (15/05/2015). Kegiatan touring tersebut sengaja digelar dalam rangka konsolidasi Dewan Pengurus Pusat (DPP) dan Perwakilan Kordinator Wilayah (Korwil) Balad Galuh.

Konsolidasi Anggota, Komunitas Balad Galuh Touring ke Pangandaran

"Acara (Touring) ini merupakan salah satu program DPP, untuk menjalin silaturahmi dengan pengurus DPP dan Pengurus Korwil," kata Anthika Asmara, Wakil Ketua II, Balad Galuh, sekaligus Ketua Pelaksana Kegiatan Touring, ketika ditemui harapanrakyat.com, sebelum pemberangkatan, Sabtu (16/05/2015).

Diakui Anthika, tidak semua pengurus DPP dan Korwil itu dalam kegiatan touring tersebut. Hanya saja pihaknya memastikan, perwakilan yang ikut, baik dari DPP ataupun Korwil, akan membicaraka mengenai kemajuan dan nasib masa depan Balad Galuh sebagai suporter PSGC.

Anthika mengaku, pihaknya berambisi untuk selalu konsisten dengan segala rancangan dan program yang sudah ditetapkan organisasi. Untuk itu, pihaknya juga akan lebih memperkuat jalinan komunikasi baik dengan interla organisasi Balad Galuh, ataupun dengan lintas organisasi suporter. (DSW/R4/HR-Online)

Pulang Haji Bawa Batu Muzdalifah, Kaki Warga Cipaku Ciamis Membengkak

Posted: 16 May 2015 06:27 AM PDT

Ilustrasi. Photo : Ist/ Net

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Seorang warga di Dusun Sindanghilir, Desa Cipaku, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, mengalami pembengkakan di bagian kakinya. Menurut informasi yang beredar, pembengkakan kaki warga Cipaku tersebut terjadi sepulang dari menunaikan ibadah haji di Mekah, satu tahun yang lalu.

Pulang Haji Bawa Batu Muzdalifah, Kaki Warga Cipaku Ciamis Membengkak

Berbagai upaya dilakukan untuk menyembuhkan pembengkakan yang dialami warga tersebut namun sayangnya, kesembuhan tidak kunjung datang. Bahkan orang pintar pun didatangkan untuk membantu sekaligus mendeteksi penyebab pembengkakan tersebut.

"Orang pintar itu bilang, pembengkakan kaki warga Cipaku itu disebabkan karena melanggar sesuatu hal yang tabu, yaitu membawa batu kerikil muzdalifah dari tanah suci," kata warga yang enggan disebutkan namanya, ketika ditemui harapanrakyat.com, Sabtu (16/05/2015).

Menurut sumber harapanrakyat.com, warga Cipaku tersebut diketahui membawa kerikil batu muzdalifah sebanyak 15 buah. Namun setelah diketahui batu itu menjadi penyebab derita yang dialaminya, diapun membuangnya.

Senada dengan itu, Hj. Ining, warga setempat, membenarkan bahwa membawa batu kerikil muzdalifah tidak dibenarkan. Menurut dia, batu itu digunakan untuk melempar jumroh. Biasanya, ketika menunaikan haji, para jamaah dihimbau untuk tidak membawa batu tersebut ke Indonesia dengan alasan apapun.

"Sesungguhnya bukan karena alasan batu itu memiliki kélebihan. Namun pada dasarnya setiap jemaah memang dilarang mengambil apapun yang bukan haknya selama di tanah suci,' ucapnya.

Hj. Ining menambahkan, bila benar kejadiannya demikian, diapun menganjurkan agar batu kerikil muzdalifah itu dikembalikan ke tanah suci. Caranya bisa dititipkan kepada jamaah calon haji yang akan pergi ke Mekah. (Dji/R4/HR-Online)

 
">Index »'); document.write('

?max-results=10">Label 6

');
  • ?max-results="+numposts1+"&orderby=published&alt=json-in-script&callback=showrecentposts1\"><\/script>");