Cari Blog Ini

Memuat...

Harapan Rakyat Online

Harapan Rakyat Online


Pimpin PAN Kota Banjar, Hunes Targetkan 6 Kursi di Pemilu 2019

Posted: 13 Feb 2016 06:08 AM PST

Musyawarah Daerah (Musda) IV DPD PAN, di gedung Graha Banjar Idaman, Sabtu (13/2/2016). Photo : Hermanto/HR

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Hunes Hermawan akhirnya terpilih menjadi Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Banjar, periode 2015-2020. Hunes dipercayai 'menahkodai' DPD PAN Kota Banjar, usai dipilih oleh tim formatur dalam Musyawarah Daerah (Musda) IV DPD PAN, di gedung Graha Banjar Idaman, Sabtu (13/2/2016).

Ketua terpilih, Hunes kepada HR Online mengatakan, setelah terpilih menjadi ketua PAN, dirinya yakin bahwa PAN akan lebih baik dan maju, dengan apa yang sudah tercapai saat masih dipimpin oleh ketua sebelumnya yaitu H Husin Munawar.

“Sebagai partai politik, PAN Kota Banjar menetapkan target meraih enam kursi di pemilu 2019 nanti, dari saat ini yang hanya tiga kursi,” ujarnya.

Agar target tersebut tercapai, Hunes berharap kepada para kader PAN yang ada di Kota Banjar, untuk selalu solid dan kompak dalam menyongsong pemilu yang akan datang.

“Saya berharap kader PAN lebih solid dan kompak dalam menghadapi pemilu yang akan datang,” katanya.

Musda yang bertema “Terus Bekerja Untuk Kemajuan Kota Banjar" ini, dihadiri oleh Wakil Walikota Banjar drg H Darmadji Prawirasetya, DPW PAN Jabar Hari Darmawan, Ketua DPRD Kota Banjar Dadang R Kalyubi, Wakil Ketua MUI Kota Banjar H Muchtar Gozali, serta ratusan kader dan simpatisan PAN se Kota Banjar. (Hermanto/R5/HR-Online)

DCKKTRLH Banjar Belum Mengevakuasi Longsoran Sampah, Ini Alasannya

Posted: 13 Feb 2016 05:05 AM PST

 DCKKTRLH Banjar belum bisa mengevakuasi longsor sampah di TPA yang ada di Dusun Babakan, Desa Cibeureum, Kec. Banjar, Kota Banjar, Sabtu (13/2/2016). Photo : Nanang Supendi/HR.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Dinas Cipta Karya, Kebersihan, Tata Ruang dan Lingkungan Hidup (DCKKTRLH) Kota Banjar, belum bisa mengevakuasi material longsor berupa sampah dan tanah yang menutupi sebagian areal pesawahan milik warga, di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), di Dusun Babakan, Desa Cibeureum, Kec. Banjar, Kota Banjar, Sabtu (13/2/2016).

[ Berita Terkait : Ini Penyebab TPA Sampah Cibeureum Banjar Longsor ]

"Kami masih menunggu situasi, melihat kondisi dan cuaca yang ada dulu," kata Kasi Sarana dan Prasarana Bidang Kebersihan DCKKTRLH Kota Banjar, Dyah Shita Asri Wahyuningrum, kepada HR Online, Sabtu (13/2/2016).

Menurutnya, jika langsung dilakukan evakuasi atau lainnya, justru dikhawatirkan bisa memakan korban jiwa. Jadi perlu diperhatikan dulu situasi dan kondisi sekarang.

"Mohon dukungan dan doanya supaya masalah TPA itu dapat menemukan jalan keluar yang baik untuk semuanya," pinta Dyah.

Sebagai dinas terkait yang mengurus masalah TPA, pihaknya betul-betul harus ekstra berfikir dan bekerja. "Selain itu, langkah kami selanjutnya menunggu petunjuk pimpinan dinas," ucapnya. (Nanks/R5/HR-Online)

Sawahnya Terendam Banjir, Petani di Kalipucang Pangandaran Merugi

Posted: 13 Feb 2016 02:07 AM PST

Tanaman padi yang telah ditanam di areal pesawahan Dusun Majingklak, Desa Pamotan, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, terendam banjir. Photo: Entang SR/HR.

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Sedikitnya 3 hektare areal pesawahan yang telah ditanami padi di Desa Pamotan, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, terendam banjir tahunan yang kini sedang melanda wilayah tersebut.

Dudu, salah seorang warga Kalipucang yang memiliki lahan sawah di Dusun Majingklak, Desa Pamotan, saat ditemui HR Online, Sabtu (13/02/2016), mengatakan, usia tanaman padi yang terendam banjir ini sedang tanggung-tanggungnya.

"Jika tanaman padi terendamnya sampai memakan waktu dua minggu lebih, dipastikan mati akibat membusuk, otomatis petani pun merugi alias fuso," ucapnya.
Hingga berita ini diterbitkan, banjir yang terjadi di wilayah Kecamatan Kalipucang masih belum surut, bahkan air semakin meluas merendam pemukiman warga. (Ntang/R3/HR-Online)

Ini Penyebab Banjir yang Selalu Melanda Sukamulya Ciamis

Posted: 13 Feb 2016 01:32 AM PST

Para petani di desa Sukamulya, Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Ciamis, tampak sedang membersihkan saluran pembuangan air yang mampet, tepatnya di bawah saluran talang baja. Photo: Suherman/HR.

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Berharap tanaman padinya bisa tertolong dan tidak membusuk akibat terendam banjir, puluhan petani di Desa Sukamulya, Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, bergotong-royong membersihkan saluran talang air yang mampet, Sabtu (13/02/2016).

Menurut para petani, penyebab sering terjadinya banjir di daerah tersebut akibat buruknya saluran pembuangan yang kini sudah sangat dangkal. Sehingga, setiap kali hujan turun, daerah pertanian di wilayah Desa Sukamulya selalu terendam banjir.

Seperti dikatakan tokoh masyarakat Desa Sukamulya, Eeng Marzuki, kepada HR Online, saat ditemui di lokasi. Dia menyebutkan, selama puluhan tahun saluran pembuangan air menuju Sungai Citanduy yang terbentang sepanjang areal pesawahan, mulai dari wilayah Desa Puloerang, Kecamatan Lakbok hingga Desa Sukamulya, Kecamatan Purwadadi, kondisinya sudah sangat dangkal dan luput dari perbaikan.

"Pemerintah sudah harus melakukan pembenahan saluran irigasi ini, karena penyebab terjadinya banjir yang selalu merendam areal peswahan dan pemukiman warga Desa Sukamulya, salah satunya terjadi akibat pendangkalan saluran pembuangan menuju Citanduy," terangnya.

Selain itu, imbuh Eeng, talang yang melintang di jalur pembuangan juga harus dihilangkan. (Suherman/R3/HR-Online)

Diguyur Hujan Lebat, Hektaran Sawah & Rumah di Ciamis Terendam Banjir

Posted: 13 Feb 2016 12:30 AM PST

Warga tengah membersihkan perabotan rumahnya yang sempat terendam banjir. Photo: Suherman/HR.

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Hujan lebat yang terus mengguyur selama dua hari terakhir ini, Jum'at-Sabtu (12-13/02/2016), mengakibatkan ratusan hektare sawah yang telah ditanami padi di Dusun Karanganyar, Desa Sukamulya, Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, terendam banjir.

Selain merendam ratusan hektar sawah, air juga masuk sejumlah rumah warga, akibatnya puluhan warga memilih diam dan membersihkan alat perabotan rumah tangga yang sempat terendam banjir.

Maman (50), warga setempat, ketika ditemui HR Online, Sabtu (13/02/2016), mengatakan, banjir seperti ini memang sudah tidak asing lagi bagi puluhan warga yang tinggal di Dusun Karanganyar.

"Banjir langganan ini akibat pendangkalan saluran pembuangan Sungai Cilisung yang sudah lama belum pernah ada perbaikan. Selain itu, adanya pembangunan tanggul irigasi membuat saluran pembuangan mengalami penyempitan, sehingga air yang datang dari arah Desa Puloerang tersendat, dan berbalik ke pesawahan serta pemukiman warga," terang Maman.

Hal senada diungkapkan Enah (45), warga Desa Sukamulya lainnya. Menurut dia, akibat banjir yang terjadi di awal tahun ini, dirinya tidak bisa beraktifitas seperti biasa. "Hari ini saya lebih memilih beres-beres rumah dan membersihkan peralatan rumah tangga yang terendam banjir semalam," tutur Enah.

Pantauan HR Online di lapangan, sedikitnya ada 10 rumah yang sudah tergenang air. Banjir juga merendam ratusan hektar sawah milik petani yang sudah ditanami padi selama 40 hari. (Suherman/R3/HR-Online)

Ini Penyebab TPA Sampah Cibeureum Banjar Longsor

Posted: 13 Feb 2016 12:13 AM PST

Longsoran sampah di TPA Cibeureum menutupi sebagian sawah milik warga. Longsor tersebut disebabkan karena tembok penyangga yang berfungsi untuk menahan ratusan kubik sampah jebol. Photo : Hermanto/HR.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Hujan deras yang mengguyur Kota Banjar sejak sore kemarin, mengakibatkan gundukan sampah yang ada di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Dusun Babakan, Desa Cibeureum Kecamatan Banjar, Kota Banjar, longsor, Sabtu (13/2/2016).

Pantauan HR Online di lapangan, Sabtu (13/2/2016), tembok penyangga yang berfungsi untuk menahan ratusan kubik sampah itu jebol. Akibatnya, material longsoran sepanjang 100 meter dan ketinggian sampah campur tanah kira-kira 3 sampai 5 meter, menutupi sebagian areal pesawahan milik warga.

Ahmad Maulana (35) warga setempat mengatakan, bahwa dirinya melihat longsoran sampah tersebut Jum'at (12/2/2016) sekitar pukul 18.00 WIB. Namun pada saat itu, material sampah masih tertahan tembok penyanggah.

“Longsoran diduga terjadi pada dini hari tadi (Sabtu, 13/2/2016), karena pada pukul 6 sore, saya melihat longsoran masih tertahan tembok penyangga,”ujarnya.

Meskipun tidak ada korban jiwa, namun warga mengalami kerugian akibat tanaman padi mereka tertimbun longsoran material sampah dan tanah.

Sementara itu, Kasi Sarana dan Prasarana DCKTLH, Dyah Shita Asri Wahyuningrum mengatakan, pihaknya akan mempercepat perluasan tanah untuk sel sampah baru.

“Dengan kejadian ini, kami akan mempercepat perluasan tanah, untuk sel sampah baru,” katanya. (Hermanto/R5/HR-Online)

Puluhan Siswa di Banjar Tolak Hari Valentine

Posted: 12 Feb 2016 11:22 PM PST

Tolak hari Valentine, puluhan siswa berunjuk rasa di Alun-alun Kota Banjar, Sabtu (13/2/2016) pagi tadi sekitar pukul 07.00 WIB. Photo : Hermanto/HR.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Puluhan siswa-siswi SD dan SMP di Kota Banjar, menggelar aksi unjuk rasa tolak peringatan hari Valentine, di alun-alun Kota Banjar, Sabtu (13/2/2016) pagi tadi sekitar pukul 07.00 WIB. Selain unjuk rasa, siswa-siswi tersebut juga membagikan selebaran kepada para pengguna jalan yang berisikan penolakan hari Valentine.

Dengan didampingi gurunya, puluhan siswa-siswi SD dan SMP tersebut membawa spanduk dan poster berisikan kecaman hari Valentine. Mereka mengajak kepada warga khususnya para pelajar, untuk tidak merayakan Valentine.

Azkila (14), salahsatu peserta aksi mengatakan, bahwa peringatan hari Valentine itu adalah budaya barat dan merusak moral generasi penerus bangsa

“Kalau kasih sayangnya sih tidak apa-apa, namun kasih sayang tersebut sering disalah artikan dengan melakukan hal-hal asusila, atau seks bebas yang tidak semestinya dilakukan oleh pelajar,” ujarnya.

Ia pun mengajak kepada para generasi muda, jangan ikut terkontaminasi dengan hal-hal budaya barat.

“Budaya barat memang kini sudah melekat kepada kaum muda, seperti gay, lesbian atau yang lainnya. Untuk itu, kita harus secepatnya meninggalkan hal-hal seperti itu, karena hal tersebut akan merusak generasi muda,” tegasnya. (Hermanto/R5/HR-Online)

Harapan Rakyat Online

Harapan Rakyat Online


Pengendara Motor Jadi Korban Jalan Amblas di Banjar

Posted: 12 Feb 2016 09:25 AM PST

Petugas dari Polresta Banjar dan BPBD Kota Banjar mengamankan arus lalu lintas di jalan yang amblas dengan diameter lebih dari tiga meter. Akibat amblasnya jalan nasional yang menghubungkan Kabupaten Ciamis dengan Kota Banjar, seorang pengendara motor menjadi korban. Photo : Hermanto/HR.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Jalan nasional yang menghubungkan Kabupaten Ciamis dengan Kota Banjar, amblas dengan diameter lebih dari tiga meter. Akibatnya, arus lalu lintas dari arah barat maupun sebaliknya, tersendat dan macet panjang.

Diduga penyebab amblasnya jalan yang berada di jalan Brigjen M Isa Kecamatan Purwaharja itu, disebabkan hujan deras yang terus mengguyur wilayah Kota Banjar pada, Jum’at (12/2/2016). Sehingga gorong-gorong saluran pembuangan air yang berada di bawahnya tergerus dan jebol.

Akibat amblasnya jalan itu, pemotor asal Ciamis, Irman, terjatuh dan mengalami luka-luka, setelah motor yang dikemudikannya melindas bagian jalan yang rusak. Warga yang melihat kejadian tersebut, langsung melarikan korban ke RSUD Kota Banjar untuk mendapat perawatan.

Tidak lama kemudian, petugas dari Polresta Banjar dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjar tiba di lokasi kejadian.

“Kami dibantu jajaran kepolisian langsung melakukan pengamanan, dan kami pun menolong pengendara motor yang terjatuh akibat amblasnya jalan ini. Dan, tidak hanya sepeda motor yang menjadi korban. Namun ada beberapa mobil minibus yang saling bersenggolan,” ujar Pelaksana Kesiapsiagaan BPBD Kota Banjar, Uman kepada HR di lokasi kejadian.

Agar tidak ada pengendara motor yang jatuh lagi, petugas kemudian melakukan pengamanan arus lalu lintas, dengan memasang blokade di lokasi jalan aspal yang amblas. (Hermanto/R5/HR-Online)

Polsek Langensari Banjar Gerebek Gudang Pembuatan Tuak

Posted: 12 Feb 2016 05:30 AM PST

Ilustrasi. Photo : net/ist

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Jajaran Reskrim Polsek Langensari mengamankan puluhan drum dan jerigen berisi minuman keras berupa tuak di sebuah gudang yang ada di di Dusun Sindang Asih RT.02/06, Desa Kujangsari, Kec. Langensari, Kota Banjar, Jumat (12/02/2016) siang.

Kanit Reskrim Polsek Langensari, Ipda. Yudi Ristianto, SH kepada HR Online mengatakan, dari gudang tersebut pihaknya siang tadi berhasil mengamankan 10 drum, per drumnya berisi 200 liter. Sebelumnya, Kamis (11/02/2016) malam, sebuah lembaga swadaya masyarakat (LSM) bersama Polsek Langensari juga berhasil mengamankan 70 jerigen berisi tuak.

"Barang bukti semuanya masih ada tersimpan di Polsek Langensari. Termasuk penunggu gudang, bernama Jajang (46)," ucapnya.

Yudi menambahkan, selanjutnya, kasus ini akan ditangani langsung Polresta Banjar. Sedangkan pelaku atau pemilik usaha yang diketahui warga Bandung, akan menjalani sidang Tindak Pidana Ringan (Tipiring).

Hasil penelusuran dan interogasi sementara terhadap penunggu gudang, terbukti gudang tersebut digunakan untuk kegiatan fermentasi dari gula kelapa yang dicampur kayu manis. Sehingga termasuk kategori minuman keras berjenis tuak.

"Air nira kelapa dibeli dari para petani dan dibikin tuak. Itu sudah kami curigai jauh-jauh hari," tandas dia. (Nanks/R5/HR-Online)

Smartphone Asal Perancis Ini Dijual Rp2,5 Juta

Posted: 12 Feb 2016 04:55 AM PST

ARCHOS 50D OXYGEN. Photo : net/ist

Berita Teknologi, (harapanrakyat.com),-

Vendor ponsel terkenal dari Perancis, Archos, kembali mengeluarkan produk terbarunya sebagai penerus dari 50c Oxygen keluar dua tahun yang lalu yaitu Archos 50d Oxygen.

Diambil dari GSM Arena, Jumat (12/2/2016), ponsel pintar yang memiliki layar 5 inci dengan resolusi 1080px serta berdimensi 141.4 x 70.8 x 8.2 mm dengan berat 140g ini, rencananya akan keluar bulan Mei 2016, dan dijual kisaran 129pound atau sekitar Rp2,5 juta.

Fitur lainnya dari smartphone ini yaitu dibekali dengan chipset dari MediaTek MT6753, dan prosesor Octa-core Cortex-A53 CPU yang mempunyai kecepatan 1,3 GHz. Untuk RAM sebesar 2 GB. Selain itu memori internal berkapasitas 16 GB, yang dapat diperluas menggunakan microSD.

Dari bagian kamera, untuk kamera belakang atau utama beresolusi 13 MP plus LED flash, sementara kamera bagian depan beresolusi 5 MP. Untuk sistem operasinya menggunakan OS Android 5.1 Lollipop.

Smartphone ini juga telah didukung jaringan 4G LTE, kartu juga dual SIM, baterai berkapasitas 2.100 mAh. (Adi/R5/HR-Online)

Berhenti Bercinta Timbulkan Efek Bagi Kesehatan Tubuh

Posted: 12 Feb 2016 04:00 AM PST

Photo: Ilustrasi net/Ist.

Berita Kesehatan, (harapanrakyat.com),-

Terlalu sibuk, bercerai, atau bahkan merasa tidak puas terhadap pasangan, serta alasan lainnya bisa menjadi alasan seseorang jarang atau mungkin berhenti melakukan hubungan intim. Dalam sebuah rumah tangga, berhubungan intim menjadi salah satu hal penting guna menjaga keharmonisan rumah tangganya.

Namun, ada beberapa hal yang dapat menjadi pemicu seseorang atau pasangan tidak lagi mau melakukannya. Ini penting diketahui, karena berhenti melakukan hubungan intim ternyata menimbulkan efek bagi kesehatan tubuh, baik wanita maupun pria.

Seperti dilansir dari prevention.com, berikut ini lima hal yang terjadi pada tubuh saat Anda jarang atau tidak lagi melakukan hubungan intim;

Bagi pria yang jarang melakukan hubungan intim memiliki dua kali kemungkinan lebih besar mengalami disfungsi ereksi, dibandingkan dengan mereka yang melakukannya satu minggu sekali atau lebih.

Berdasarkan hasil penelitian yang diterbitkan American Journal of Medicine, bahwa frekuensi melakukan hubungan intim mampu membantu menjaga kemampuan penis. Sebab, penis merupakan otot, dimana aktifitas bercinta dapat diibaratkan sebagai olah raga untuk melatih kemampuan otot-otot tersebut.

Selain itu, pria juga memiliki resiko kanker prostat. Sebuah penelitian menemukan, bahwa pria yang melakukan hubungan intim secara teratur mengalami penurunan resiko kanker prostat sebanyak 20 persen.

Kemudian, bagi mereka yang jarang melakukan hubungan intim rentan terkena flu dan pilek. Sejumlah peneliti dari Wilkes-Barre University, Pennsylvania, menemukan orang-orang yang melakukan hubungan intim satu atau dua kali dalam seminggu mengalami peningkatan immunoglobulin A (IgA) sebanyak 30 persen, dibandingkan dengan mereka yang jarang atau bahkan berhenti bercinta. Immunoglobulin A yaitu pasukan dalam barisan terdepan yang melindungi tubuh dari serangan virus.

Sedangkan, efek bagi wanita yang jarang atau berhenti melakukan hubungan intim yaitu akan mengalami penurunan resiko pada infeksi saluran kemih. Karena, hampir 80 persen infeksi saluran kemih terjadi dalam waktu 24 jam setelah berhubungan intim.

Ketika melakukan hubungan intim, bakteri dalam vagina dapat mengalir ke dalam uretra dan dapat menyebabkan infeksi. Jadi, berkurangnya atau berhenti melakukan hubungan intim bisa menjadi celah yang baik bagi wanita, yaitu dapat menurunkan risiko infeksi saluran kemih.

Namun, bercinta juga mampu membantu seseorang mengurangi stres. Sebuah studi yang dilakukan para peneliti dari Skotlandia menemukan, bahwa orang yang berhenti melakukan hubungan intim berjuang lebih keras mengatasi stres, dibandingkan dengan mereka yang setidaknya melakukan hubungan intim satu kali dalam dua minggu.

Karena, ketika bercinta otak akan menghasilkan bahan kimia, seperti endorfin dan oksitosin. Sehingga, hal inilah yang membantu Anda akan merasa lebih nyaman. (Eva/R3/HR-Online)

Ini Fakta Soal Kentut yang Penting Kamu Tahu

Posted: 12 Feb 2016 02:59 AM PST

 

Ilustrasi. Photo : Ist/ Net

Berita Kesehatan, (harapanrakyat.com),-

Kentut merupakan salah satu siklus yang terjadi pada tubuh seseorang. Sebuah studi menyatakan, kentut dapat mencegah seseorang dari risiko penyakit, mulai dari penyakit kembung sampai penyakit kanker.

Dikutip dari oddee.com, Jum`at (12/02/2016), menyebutkan, pertama; kentut terjadi karena terdapat udara di dalam tubuh. Udara itu masuk ketika seseorang melakukan aktifitas menelan mengunyah dan minum. Udara tersebut masuk melalui aliran darah dan melalui usus.

Kedua; Gas kentut meliputi 59 persen nitrogen (N2), 21 persen hidrogen (H), 9 persen karbon dioksida (CO2), 7 persen metana (CH4) dan 4 persen oksigen (O2), 1 persen hidrogen sulfida (H2S0 dan merkaptan (C2H5) yang memiliki kandungan sulfur. Sulfur inilah yang menjadikan kentut memiliki bau busuk. Kacang-kacangan, kubis, keju, soda dan telur salah satu penyebab kentut memiliki bau busuk.

Ketiga; kentut yang mengeluarkan bunyi atau suara biasanya terjadi akibat getaran rektum (Organ terakhir dari usus besar yang berakhir di anus. Organ ini berfungsi sebagai tempat penyimpanan sementara feses.) Bunyi kentut bisa bermacam variasi tergantung seberapa banyak tekanan gas serta otot sfingter (otot melingkar berbentuk cincin yang berfungsi mengecilkan pasasi saluran, atau menutup mulut atau suatu alat berbentuk).

Keempat; setiap hari rata-rata orang memproduksi setengah liter kentut atau kentut sebanyak 14 kali dalam sehari. Dibandingkan pria, wanita ternyata paling sering mengeluarkan kentut meski kebanyakan dari mereka tidak mengakuinya. Orang yang memproduksi kentut selama enam tahun sembilan bulan, gas yang mereka hasilkan setara dengan energi bom atom.

Kelima; kecepatan gas yang keluar saat kentut hanya berkisar antar 10 sampai 15 detik. Dengan kata lain bau kentut akan hilang dengan cepat. Keenam; kentut menjadi bagian alami dari sistem pencernaan tubuh seseorang. Hindarilah sebisa mungkin untuk menahan kentut, sebab hal itu dapat mengakibatkan masalah dalam perut seperti kembung, wasir, gangguan usus dan dan gejala lainnya.

Ketujuh; di Negeri Tirai Bambu China, bila seseorang mengeluarkan kentut dengan bau busuk, hal itu pertanda orang itu dari kalangan profesional. Sementara di Roma Kuno, Kaisar Claudius mengesahkan undang-undang yang memperbolehkan bagi seseorang mengeluarkan kentut saat kegiatan atau acara perjamuan.

Kedelapan; kentut dapat terbakar karena mengandung gas metana dan hidorgen. Kesembilan; jangan heran bila mendapati orang mati mengeluarkan kentut. Soalnya, setelah tiga jam tubuh mengalami kematian, gas bakal keluar dari saluran pencernaan. (Deni/R4/HR-Online)

Ingin Miliki Pantat Lebih Padat Berisi? Coba Konsumsi Makanan Ini

Posted: 12 Feb 2016 02:00 AM PST

Photo: Ilustrasi net/Ist.

Berita Kesehatan, (harapanrakyat.com),-

Di awal tahun ini, beberapa standar kecantikan telah berubah menjadi trend. Selain trend bibir penuh dan alis yang tebal, ada satu trend lagi yang cukup mengejutkan, yaitu bentuk pantat yang padat berisi.

Bagi kamu yang memiliki pantat rata, tentunya hal ini menjadi berita buruk, karena kalau melakukan injeksi pantat pun sepertinya terlalu berlebihan, dan belum tentu aman bagi tubuh. Tapi, jangan dulu pesimis! Sebab, kamu juga bisa memperbesar pantat secara alami.

Seperti dilansir dari boldsky.com, bahwa menurut penelitian, ternyata ada makanan yang dapat membantu mewujudkan keinginan kamu untuk memiliki pantat seksi. Apa saja makanan itu? Berikut ini adalah daftarnya;

  1. Kacang
    Kacang tinggi akan lemak sehat, sehingga makanan ini cocok untuk membantu kamu membesarkan pantat. Kamu bisa menjadikan kacang sebagai camilan sehat, karena tidak hanya baik untuk membentuk pantat, tapi juga meningkatkan kesehatan jantung.
  2. Roti gandum
    Gandum tidak saja tinggi akan serat, tepai juga kalori sehat, maka makan gandum dapat membuat pantatmu padat berisi.
  3. Yogurt
    Yogurt dikenal sebagai makanan sehat untuk pencernaan. Namun karena memiliki kandungan lemak sehat di dalamnya, sehingga makan yogurt bermanfaat guna menambah ukuran pantat.
  4. Susu
    Lemak sehat dalam susu juga bisa membuat pantatmu jadi semakin lebar. Maka, biasakanlah minum susu setiap hari. (Eva/R3/HR-Online)

Awas! Perangkat Mobile jadi Target Baru Serangan Malware

Posted: 12 Feb 2016 12:15 AM PST

Photo: Ilustrasi net/Ist.

Berita Teknologi, (harapanrakyat.com),-

Kaspersky Lab Security Bulletin dalam laporan terbarunya mengidentifikasikan perangkat mobile menjadi target baru serangan spam dan malware. Berdasarkan data tahun 2015, Kaspersky menunjukkan bahwa Jerman adalah korban terbesar serangan spam dan malware dengan 19,06 persen. Angka tersebut mengalami peningkatan 9,84 persen dari tahun sebelumnya. Disusul Brazil dengan 7,64 persen serangan.

Sedangkan, Rusia yang berada di posisi ketiga dari sebelumnya menempati posisi ke-8, meningkat 3,06 persen sehingga jadi 6,03 persen dari keseluruhan serangan spam di tahun 2015.

Data yang sama juga menunjukkan, sepanjang tahun 2015, penjahat cyber terus menerus mengirimkan e-mail palsu dari perangkat mobile, dan notifikasi dari aplikasi selular berisikan malware atau pesan iklan.

"Meningkatnya pengguna perangkat mobile dalam kehidupan sehari-hari, baik untuk bertukar pesan dan data, maupun akses dan kontrol rekening bank, juga telah mengakibatkan meningkatnya kesempatan eksploitasi oleh penjahat cyber," ujar Spam Analysis Expert Kaspersky, Daria Loseva, Kamis (11/02/2016).

Dia pun menyebutkan, malware ponsel dan spam penipuan semakin populer dan terus upaya menipu korban menjadi lebih canggih dalam tiap tahunnya. Hal itu sehubungan dengan munculnya aplikasi yang bisa diakai oleh penjahat cyber, baik secara langsung maupun tidak langsung.

"Oleh sebab itu, pengguna perangkat mobile harus lebih hati-hati, karena kemungkinan cenderung meningkat seiring ketergantungan kita pada perangkat tersebut," kata Daria. (Eva/R3/HR-Online)

P2TP2A Banjar Butuh Shelter? Ini Alasannya

Posted: 12 Feb 2016 12:00 AM PST

Photo: Ilustrasi net/Ist.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Kekerasan terhadap perempuan di Kota Banjar naik secara signifikan. Data tersebut masih didominasi oleh kasus kekerasan anak di bawah umur. Hal itu dikatakan pendamping hukum P2TP2A Kota Banjar, Nova Chalimah Girsang, SH., MH.

"P2TP2A sifatnya pasif, sehingga data yang kongkrit ada di kepolisian. Kasus yang pernah kita dampingi hampir didominasi kasus di bawah umur," katanya, kepada HR, Rabu (10/02/2016).

Nova juga menjelaskan, bahwa peran P2TP2A dalam menerima laporan kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan, yaitu melakukan pendampingan secara keseluruhan, baik kesehatan, pendidikan dan perekonomian.

Karena, dalam mengkaji sebuah kasus, terutama pada kekerasan terhadap anak dan perempuan, harus dipertimbangkan dari segi psikis korban. Pasalnya, bukan hanya sekedar menindak pelaku secara hukum saja, tapi jaminan untuk korban harus diperhatikan. Sehingga, P2TP2A dalam melakukan pendampingan membutuhkan keamanan terhadap korban.

"Sebenarnya kami membutuhkan jaminan keamanan dalam hal pemulihan korban. Untuk itu kami butuh sebuah shelter rumah aman bagi korban. Namun, sejak P2TP2A berdiri tahun 2010 hingga sekarang, kami mengajukan tapi justru dicoret oleh pemerintah kota," ucap Nova.

Menurutnya, sesuai peraturan Undang Undang Nomor 35 Tahun 2014, perubahan UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan Perempuan, maka kewajiban pemerintah untuk mendanai hal yang terkait dengan perlindungan anak dan perempuan.

"Seperti sekarang ini, ada kasus pemerkosaan dengan korbanya warga Banjar. Ini jelas harus ditangani secara serius. Bukan hanya diatur dalam peraturan perundang undangan ada instruksi gubernur. Kemudian, dalam instruksi Presiden pun menekankan semua kepala daerah harus mengeluarkan kebijakan tentang perlindungan anak dan perempuan," tandas Nova.

Anggota P2TP2A Kota Banjar, Hendi Hermadi, menambahkan, alasan dibutuhkannya shelter rumah singgah untuk tempat rehabilitasi sekaligus tempat tinggal korban dalam penanganan tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak, supaya korban tidak menjadi semakin traumatis.

"Shelter rumah singgah akan disterilisasi dari segala hal yang mengganggu proses hukum, dan shelter rumah singgah akan menjadi rumah yang nyaman bagi korban tindak kekerasan atau traficking perempuan dan anak," kata Hendi. (Nanks/Koran-HR)

Ini Kata BBWSC Soal Bantaran Citanduy di Banjar Terus Terkikis

Posted: 11 Feb 2016 11:30 PM PST

PPK Operasi dan Pemeliharaan II BBWSC, Supendi.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Terkait bantaran Sungai Citanduy di wilayah Lingkungan Parungsari, Kelurahan Karangpanimbal, Kecamatan Purwaharja, Kota Banjar, yang terus terkikis arus air, pihak Balai Besar Wilayah Sungai Citanduy (BBWSC), siap menanggulangi masalah tersebut.

Hal ini disampaikan PPK Operasi dan Pemeliharaan II BBWSC, Supendi, saat dikonfirmasi HR di ruang kerjanya, Rabu (10/09/2016). Menurutnya, pihak BBWSC akan segera menangani bantaran sungai yang terus terkikis di wilayah Lingkungan Parungsari.

"Kami akan segera meninjau lokasinya supaya bisa mengetahui titik-titik mana saja yang mengalami kikisan atau longsoran tebing bantaran Sungai Citanduy. Ini merupakan pencegahan dini, karena kikisan tebing bantaran sungai itu khawatir akan lebih meluas," katanya.

Dia juga menyebutkan, bahwa tahun 216 ini, pihaknya memiliki program yang diberi nama Program Tebing Kritis, sehingga BBWSC akan secepatnya menanggulangi permasalahan tersebut.

Supendi menambahkan, dengan adanya Program Tebing Kritis, diharapkan masalah bantaran Sungai Citanduy yang terkikis di beberapa titik di wilayah Parungsari bisa secepatnya terealisasi.

"Desa maupun kelurahan yang wilayahnya terlintasi aliran Sungai Citanduy dan bantaran sungainya mengalami pengikisan, maka pihak desa maupun kelurahan harus segera memberi tahu kami," pungkasnya. (Hermanto/Koran-HR)

Warga Parungsari Banjar Resah, Bantaran Citanduy Terus Longsor

Posted: 11 Feb 2016 11:03 PM PST

Marsimin (55), warga RT.8, Lingkungan Parungsari, Kelurahan Purwaharja, Kota Banjar, menunjukkan bantaran Sungai Citanduy yang terus mengalami longsor akibat tergerus arus air. Photo: Hermanto/HR.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Warga Lingkungan Parungsari, khususnya yang berada di wilayah RT.8 dan RT.12, Kelurahan Karangpanimbal, Kecamatan Purwaharja, Kota Banjar, kini kembali resah. Pasalnya, bantaran Sungai Citanduy di wilayah tersebut terus mengalami pengikisan akibat banjir dan tergerus arus sungai.

Saat ini, bantaran sungai di lokasi itu dalam kondisi sangat kritis, dimana jarak antara bantaran dengan tanggul kini hanya menyisakan 5 meter. Pantauan HR di lapangan, ada beberapa titik lokasi bantaran sungai yang terus mengalami longsor.

Otang (61), warga setempat, mengatakan, dulu, jarak antara bantaran sungai dengan tanggul kurang lebih sekitar 15 meter, tapi kini hanya menyisakan 5 meter. Jika hujan turun, tanah di tepian sungai terus mengalami ambrol atau longsor, sehingga warga pun merasa resah.

"Bantaran sungai kini semakin parah, jarak antara sungai dan tanggul yang sebelumnya 8 meter, kini hanya menyisakan 5 meter. Kalau tidak cepat ditanggulangi, lama-lama tanah tersebut terus longsor hingga ke tepi tanggul," tutur Otang, kepada HR, Selasa (09/02/2016).

Keresahan serupa diungkapkan warga lainnya, Marsimin (55). Dirinya mengaku cemas melihat kondisi longsoran yang terus bertambah, karena semakin hari, longsoran makin meluas. "Saya khawatir jika air sungai meluap dapat memperparah longsoran menjadi luas, dan lambat laun bantaran sungai pasti akan hilang," kata Marsimin.

Sementara itu, Ketua RT.8, Lingkungan Parungsari, Kelurahan Karangpanimbal, Suparno (53), menambahkan, setiap bulannya bantaran Sungai Citanduy mengalami longsor. Dirinya sudah beberapa kali melaporkan hal ini ke pemerintah kelurahan untuk selanjutnya disampaikan ke pihak BBWSC. Tapi, hingga sekarang belum juga ada realisasinya.

"Tahun 2013 memang sudah ada yang mengukur bantaran sungai di lokasi tersebut, tetapi sampai saat ini belum ada kelanjutannya. Malahan tanah yang dulu diukur oleh petugas dari BBWSC, kini sudah tidak ada akibat tergerus arus sungai," tuturnya.

Menurut Suparno, pepohonan yang berada di sekitar bantaran, seperti jati, bambu, dan loa, semuanya hanyut terbawa arus sungai. Kini tinggal ilalang dan beberapa pohon bambu saja yang masih bertahan.

Warga berharap, pemerintah segera menanggulangi permasalahan tersebut. sebab, bukan tidak mungkin, dengan seringnya terjadi longsor, lambat laun bantaran sungai akan cepat habis, dan warga khawatir air sungai meluap dan menjebol tanggul. (Hermanto/Koran/HR)

Harapan Rakyat Online

Harapan Rakyat Online


Ini Tuntutan Guru Honorer di Banjar

Posted: 11 Feb 2016 10:30 AM PST

Pertemuan guru honorer, di Gedung Dakwah Islam Kota Banjar, Kamis (11/02/2016). Dalam pertemuan tersebut, guru honorer di Banjar menuntut Pemerintah Kota Banjar melakukan pengangkatan menjadi PNS, terutama yang ber-SK PTT. Photo : Nanang Supendi/HR.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Berlarut-larutnya ketidakjelasan status, guru honorer di Banjar kembali bersuara menuntut Pemerintah Kota Banjar melakukan pengangkatan menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS), terutama yang ber-SK Pegawai Tidak Tetap (PTT).

Hal itu ditegaskan Ketua Forum Asosiasi Sukwan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Banjar, Tantan Bustanul Arifin, saat pertemuan guru honorer, di Gedung Dakwah Islam Kota Banjar, Kamis (11/02/2016).

"Sejauh ini kami tetap bersabar dan berbagai upaya sudah dilakukannya. Namun, entah kenapa perjuangan mencerdaskan kota selama ini, seolah tak dianggap," tukasnya.

Menurutnya, pengabdian mengajar sampai masa kerja puluhan tahun ini, bahkan ada yang menginjak usia kritis, namun tenaga honorer tak lagi dilihat oleh pemangku kebijakan.

"Makanya, dengan pertemuan kali ini, kami sepakat ada beberapa tuntutan yang ingin disampaikan kepada pihak Pemkot Banjar," tegasnya.

Tuntutan itu diantaranya, meminta di tahun 2016 diadakan perekrutan CPNS. Sebab pihak forum guru honorer belum yakin Pemkot Banjar betul-betul mengajukannya. "Ini masih menjadi pertanyaan. Apakah di tahun 2016, Pemkot Banjar akan rekrut CPNS ?," tanya dia.

Seharusnya, melihat jumlah PNS guru yang pensiun di Banjar, maka harus merekrutnya. Karena PNS guru yang pensiun itu sudah ratusan jumlahnya.

Tantan meminta agar honorer ber-SK PTT, diprioritaskan untuk diangkat CPNS, baik guru pendidik maupun tenaga kependidikan.

"Bila Walikota Banjar dalam menanggapi memberi jawaban tidak jelas atas tuntutan tersebut, maka kami akan mem-PTUN kan-nya," ancam dia.

Hal itu akan dilakukan karena pihaknya menduga saat pengangkatan PNS beberapa tahun ke belakang, ada yang tidak beres dan patut dipertanyakan. Termasuk, katanya, pada saat pendataan dan verifikasi kategori 2 (K2), seharusnya ada sekitar 200 orang masuk data base kategori 2 (K2). (Nanks/R5/HR-Online)

KIS-PBI Tidak Aktif, Ini Imbauan BPJS Kesehatan Banjar

Posted: 11 Feb 2016 10:07 AM PST

Ilustrasi. Photo : net/ist

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

BPJS Kesehatan meminta warga Kota Banjar yang memiliki Kartu Indonesia Sehat (KIS) dari Penerima Bantuan Iuran (PBI) tidak aktif, untuk segera melapor ke kantor BPJS Kesehatan.

[ Baca juga : Puskesmas Langensari II Banjar Temukan KIS Tidak Aktif ]

"Jika memang KIS yang dipegangnya telah non-aktif, saya minta melapor segera ke sini dengan membawa kartunya untuk dicek, dan kami akan berusaha menjelaskannya," kata Kepala Unit Hukum, Komunikasi Publik dan Kepatuhan (HKPK) BPJS Kesehatan Kota Banjar, Dadang Sulaeman, ketika dikonfirmasi HR Online, via telepon selulernya, Kamis (11/02/2016).

Menurutnya, dengan sudah melapor dan dicek oleh BPJS Kesehatan, tentu pemilik KIS dari PBI akan menjadi jelas.

[ Baca juga : Soal Temuan KIS Tak Aktif, Dinsosnaker Banjar Diminta Responsif ]

"Jika belum melapor dan membawa datanya, ini masih abu-abu atau tidak jelas," tandas Dadang.

Pihaknya sendiri, lanjut Dadang, hanya menerima data penerima KIS-PBI dari pusat atau dari Kementerian Sosial RI, kemudian menyalurkannya.

[ Baca juga : Kadis Sosnakertrans Kota Banjar : KIS Tidak Aktif, Silahkan Adukan Ke BPJS Kesehatan ]

"Jadi, jika memang warga itu dinilai kategori warga kurang mampu, akan dikoordinasikan dan diserahkan kembali pada Dinas Sosial (Dinsos) daerah setempat. Nantinya, Dinsos mengupayakan pendataan atau pendaftaran ulang dengan disertai rekomendasi atas tupoksinya" jelasnya. (Nanks/R5/HR-Online)

Ari Resmi Gantikan Yayat GA Jadi Sekdes Mulyasari Banjar

Posted: 11 Feb 2016 09:45 AM PST

Sekdes Mulyasari, Ari, mengucapkan sumpah jabatan saat acara pelantikan Sekdes Mulyasari oleh Kepala Desa Mulyasari Wawan Gunawan. Ari menggantikan Yayat GA bertugas di Kantor Kecamatan Pataruman, Kota Banjar. Photo : Hermanto/HR.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Kepala Desa Mulyasari Wawan Gunawan siang tadi resmi melantik dan mengambil sumpah jabatan Ari sebagai Sekretaris Desa (Sekdes) Mulyasari, di Aula Kantor Desa Mulyasari, Kecamatan Pataruman Kota Banjar, Kamis (10/2/2016).

Ari secara resmi menggantikan posisi Sekdes Mulyasari yang sebelumnya dijabat Yayat GA. Setelah tidak menjabat Sekdes Mulyasari, Yayat GA bertugas di Kantor Kecamatan Pataruman, Kota Banjar.

Pelantikan itu turut dihadiri Camat Pataruman, Babinsa, Babinkamtibmas, anggota BPD, serta seluruh Ketua RT dan RW.

Ari mengaku siap menjalankan amanah untuk melanjutkan program-program Desa Mulyasari yang sudah berjalan sebelumnya, yaitu saat dijabat oleh Yayat GA.

“Saya tinggal melanjutkan program desa yang sudah berjalan, mudah-mudahan bisa lebih baik,” kata Ari kepada HR Online.

Setelah dirinya dilantik, langkah pertama yang akan dilakukannya adalah meningkatkan sumber daya manusia staf desa dan mempererat silaturahmi terlebih dulu dengan ketua RT dan RW. Hal tersebut untuk menciptakan komunikasi yang lebih baik. Karena menurutnya, berbagai permasalahan selalu muncul dari bawah. Oleh karena itu, dirinya berusaha menjalin hubungan baik supaya bisa mencari solusi dari permasalahan yang ada.

“Dan yang ketiga yaitu melanjutkan program desa. Karena saya ingin membangun Desa Mulyasari agar lebih baik, maju dan berkembang,” tandasnya. (Hermanto/R5/HR-Online)

Rahasia Alat Reproduksi Wanita yang Perlu Kamu Ketahui!

Posted: 11 Feb 2016 09:05 AM PST

 

Ilustrasi. Photo : Ist/ Net

Berita Kesehatan, (harapanrakyat.com),-

Dr. Barbara Levy, seorang peneliti dari American College of Obstetricians and Gynecologists, mengungkapkan informasi mengenai rahasia vagina wanita. Dilansir dari cosmopolitan.co.uk, Barbara menjelaskan bahwa vagina merupakan alat reproduksi wanita yang mempunyai bermacam bagian di dalamnya.

Kali ini, Barbara mencoba mengulas soal labia atau bibir vagina. Menurut dia, vagina memiliki dua labia, yakni labia mayor dan labia minor. Labia mayor adalah bagian terluar vagina yang dapat dilihat secara kasat mata.

Labia mayor merupakan tempat tumbuh rambut kemaluan yang berfungsi melindungi vagina dari bakteri. Berikut ini informasi mengenai labia mayor yang disarankan Dr. Barbara untuk anda ketahui.

Pertama ; Ukuran

Sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2005 menyebutkan, panjang labia mayor bervariasi mulai dari 7 hingga 12 centimeter. Pada sejumlah kasus, beberapa wanita merasa tidak nyaman karena memiliki vagina besar. Mereka kemudian memutuskan untuk merubah ukuran vagina dengan cara operasi labiaplasty.

Kedua ; Bentuk & Warna

Labia (mayor & minor) yang mengapit vagina bentuknya asimeteris sama dengan bentuk payudara. Kadang ditemukan juga labia minor lebih panjang dari labia mayor. Sedangkan mengenai warna, labia mayor memiliki macam warna, mulai dari warna ungu, merah muda dan coklat. Kondisi seperti itu normal.

Ketiga ; Tekstur

Tekstur labia mayor nyaris sama dengan kulit tubuh lainnya. Hanya saja, di bagian dalam vagina teksturnya lebih licin karena lembab. Labia mayor juga memiliki tekstur titik-titik menyerupai jerawat kecil yang terdapat dalam areola puting susu. (Deni/R4/HR-Online)

Kadis Sosnakertrans Kota Banjar : KIS Tidak Aktif, Silahkan Adukan Ke BPJS Kesehatan

Posted: 11 Feb 2016 03:13 AM PST

Ilustrasi. Photo : net/ist

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kota Banjar, menyarankan kepada masyarakat yang Kartu Indonesia Sehat (KIS) tidak aktif, untuk mengadukan masalah tersebut ke BPJS Kesehatan. Pasalnya, pihaknya hanya sebatas mengusulkan data ke Kementerian Sosial (Kemensos) RI.

"Silahkan adukan ke BPJS kesehatan, kan sudah ada posko pemantauan dan penanganan pengaduan distribusi KIS, khusus untuk peserta penerima bantuan iuran," kata Kadis Sosnakertrans Kota Banjar, Drs. Asep Tatang Iskandar kepada HR Online, Rabu (10/02/2016).

Tatang menambahkan, pihaknya melakukan pendataan dan verifikasi ke lapangan secara dinamis yaitu 6 bulan sekali, dengan dibantu Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) dan koordinasi desa/kelurahan setempat.

"Selanjutnya data itu diusulkan ke pusat, termasuk yang menentukannya nama-namanya ya pusat. Setelah itu, dikirimkan kepada BPJS untuk dilakukan pencetakan kartu," imbuhnya.

Menurutnya, kejadian demikian juga pernah terjadi pada program sosial lainnya. Bahkan pada saat verifikasi dilakukan dan nama tersebut tidak diusulkan kembali, tapi malah muncul dan mendapatkannya lagi.

"Ini jadi kebingungan di daerah, Lebih parah lagi orang sudah meninggal muncul lagi," ungkapnya.

Sementara Kabid Sosial Dinsosnakertrans, Hani Supartini, A.Ks, mengatakan, penyebab tidak aktifnya KIS yang sudah diterima warga, harus ditelusuri. Kemudian melakukan pengaduan ke BPJS untuk meminta penjelasan.

"Jika hasilnya data dari nama itu kondisinya sudah mampu, kita dorong untuk menjadi peserta BPJS kesehatan mandiri. Tapi jika memang masih dianggap kurang mampu, kita bantu upayakan pakai SKTM," jelasnya.

Pihaknya juga segera akan melakukan koordinasi kembali dengan semua desa/kelurahan, intansi terkait lainnya termasuk dengan BPJS. (Nanks/R5/HR-Online)

Ini Jembatan Maut di Ciamis yang Kerap Makan Korban

Posted: 11 Feb 2016 12:42 AM PST

Jembatan Bistir di Jalan Raya Kertahayu-Pangandaran, terkenal sebagai jembatan maut yang kerap memakan korban jiwa. Photo: Suherman/HR.

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Jembatan Bistir di Jalan Raya Kertahayu-Pangandaran, tepatnya di wilayah Dusun Cisaar, Desa Kertahayu, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, terkenal sebagai jembatan maut karena kerap terjadi kecelakaan hingga memakan korban jiwa.

Menurut cerita dari sejumlah pengendara yang mengalami kecalakaan di jembatan tersebut, bahwa kecelakaan yang terjadi di Jembatan Bistir tidak saja menimpa para pengendara asal luar daerah, tapi warga sekitar pun kerap mengalami.

Seperti diungkapkan Asep Puma, salah seorang warga Kertahayu, kepada HR Online, Kamis (11/02/2016). Menurut dia, kecelakaan yang terjadi di jembatan ini rata-rata akibat gangguan makhluk ghaib penunggu jembatan.

"Yang mengalami kecelakaan di sini, baik itu pengendara sepeda motor maupun mobil, biasanya terjadi akibat gangguan makhluk halus. Beberapa kali saya ikut evakuasi korban, korban yang selamat berceritanya sama, bahwa sebelum kecelakaan, mereka seolah tertidur dan tak sadarkan diri hingga kecelakaan terjadi," tuturnya.

Namun, lanjut Asep, ada juga yang mengaku jalan terlihatnya lurus hingga korban asyik menancap gas, tapi ternyata malah menabrak pembatas jalan atau tabrakan dengan pengendara lainnya.

Hal senada dikatakan Engkus, warga lainnya. Dia menuturkan, Jembatan Bistir sudah terkenal sejak dulu sebagai jembatan maut yang sering mamakan korban jiwa. Jalur Bistir antara Pereweh, Bojongnangka hingga jalan pertigaan Kertahayu, merupakan kawasan berbahaya dari gangguan makhluk ghaib.

"Selain di jembatan, di jalan yang kondisinya lurus ini pun kerap terjadi kecelakaan, mulai tabrakan atau mobil masuk ke sawah. Makhluk ghaib di sini memang tidak pernah menampakan diri, tapi gangguannya sangat membahayakan," ujarnya.

Menurut Engkus, makhluk ghaib menggangu dengan cara menggelapkan penglihatan pengendara. Ada juga yang mengendalikan stir kendaraan hingga pengendara kewalahan dalam mengendalikannya. "Stir mobilnya seperti ada yang mengendalikan oleh seseorang," katanya. (Suherman/R3/HR-Online)

Antisipasi DBD, Seluruh Mapolsek di Pangandaran Difogging

Posted: 11 Feb 2016 12:02 AM PST

Petugas dari Puskesmas Pangandaran tengah melakukan pengasapan/fogging di Mapolsek Pangandaran. Photo: Entang SR/HR.

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Guna mengantisipasi munculnya wabah demam berdarah dengue (DBD) di lingkungan kepolisian, Kapolres Ciamis, AKBP. Arif Rachman, SIK., MTCP., mengintruksikan kepada seluruh jajaran polsek agar melaksanakan pengasapan atau fogging.

Kapolsek Pangandaran, Kompol. Yudhi, mengatakan, pengasapan dilakukan di seluruh ruangan yang ada di Mapolsek Pangandaran. "Fogging ini dilakukan sesuai instruksi dari Kapolres Ciamis," kata Yudhi.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran, Yudi, saat dikonfirmasi HR Online, terkait penyebaran wabah DBD di Kabupaten Pangandaran, menyebutkan, bahwa sedikitnya sudah ada 19 orang yang terjangkit DBD.

"Semuanya dirawat di Puskesmas Pangandaran, bahkan sebagian padien ada yang dirujuk ke RSUD Ciamis dan RSUD Banjar," terangnya.
Berdasarkan catatan dari Dinas Kesehatan maupun pihak Puskesmas Pangandaran, dari jumlah penderita DBD, semuanya sudah mulai membaik, dan sebagian pasien sudah ada yang pulang. (Ntang/R3/HR-Online)

Pemdes Batulawang Banjar Bingung Tampung Ibu Muda Korban Perkosaan

Posted: 10 Feb 2016 10:21 PM PST

Kepala Dusun Karangsari, Desa Batulawang, Yayan (berpeci putih), tengah mendampingi korban Ds ke P2TP2A. Photo: Nanang Supendi/HR.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Meski korban pemerkosaan Ds (19), seorang ibu muda warga Dusun Karangsari, RT.03/10, Desa Batulawang, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, Jawa Barat, telah mendapat bantuan hukum dari P2TP2A Kota Banjar, namun pemerintah setempat merasa kebingungan menampung korban. Pasalnya, dia kini tak tinggal bersama orang tua angkatnya.

"Atas sikap Ds tersebut, terus terang kami jadi bingung, untuk sementara dia mau tinggal dimana," ucap Kepala Dusun Karangsari, Yayan, saat mendamping korban ke P2TP2A, Rabu (10/02/2016).

Dengan adanya kasus seperti ini, menurut Yayan, di Kota Banjar memang perlu mempunyai rumah singgah untuk penampungan dan pemulihan korban kekerasan. Jika saja ada fasilitas tersebut, setidaknya dia pun tidak merasa khawatir menampung Ds.

"Hanya saja sampai saat ini belum ada. Saya berharap ke depan Pemkot Banjar dapat memikirkan dan memperhatikan para korban kekerasan, salah satunya dibuatkan rumah shelter," harap Yayan. (Nanks/R3/HR-Online)

Jelang Pilkades Serentak, Kapolres Ciamis Kunker ke 27 Polsek

Posted: 10 Feb 2016 09:45 PM PST

Kapolres Ciamis, AKBP. Arif Rachman, SIK., MTCP., memberikan santunan kepada anak yatim saat melakukan kunjungan kerja di Polsek Pamarican. Photo: Suherman/HR.

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Dalam rangka giat Cipta Kondisi menjelang Pilkades serentak, Kapolres Ciamis, AKBP. Arif Rachman, SIK., MTCP., beserta jajarannya, melakukan kunjungan kerja (kunker) sekaligus silaturahmi ke seluruh Mapolsek di wilayah Kabupaten Ciamis dan Kabupaten Pangandaran, Kamis (11/02/2016).

Kapolres Ciamis AKBP. Arif Rachman.S.IK. MTPC., mengatakan, kegiatan tersebut untuk menjalin komunikasi lebih dekat terhadap para anggota kepolisian, dan meninjau kondisi lapangan secara langsung.

"Agenda kami selama dua hari ini akan mengunjungi 27 polsek yang ada di Kabupaten Ciamis dan Kabupaten Pangandaran. Selain untuk menjalin silaturahmi dengan anggota di semua polsek, kegiatan ini juga sekaligus meninjau persiapan pengamanan jelang Pilkades serentak," katanya, kepada HR Online.

Menurut dia, yang paling dikhawatirkan dan harus mendapat pemantauan pengamanan lebih ketat adalah desa-desa yang mempunyai bakal calon lebih dari lima.

Selama melakukan kunker, Kapolres Ciamis mengajak kepada seluruh anggota Polri untuk tetap siaga dalam menghadapi Pilkades serentak. Dirinya pun mengajak seluruh anggota termasuk ibu-ibu Bhayangkari untuk memberikan hak suaranya di Pilkades serentak nanti.

"Untuk menjaga kondisi keamanan, kami harap seluruh anggota polisi selalu siap siaga 24 jam, dan bagi anggota yang berdomisili di daerah yang melaksanakan Pilkades, kami harapkan semuanya bisa menyalurkan hak pilihnya, termasuk para Bhayangkari," ucap Arif.

Namun, Kapolres Ciamis mengimbau kepada seluruh anggota dan Bhayangkari, jangan ikut mengkampanyekan salah satu calon di Pilkades nanti.

Selain memberikan arahan kepada para anggota, dalam kegiatan kunkernya Kapolres Ciamis juga memberikan santunan terhadap anak yatim piatu. (Suherman/R3/HR-Online)

Gara-gara ‘Gituan’ Sama Pacarnya, Pemuda di Ciamis Ini Masuk Bui

Posted: 10 Feb 2016 08:34 PM PST

Seorang pemuda tanggung berinisial AA (19), warga Dusun Karanganyar, Desa Langkapsari, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, saat mendekam di sel tahanan Mapolsek Banjarsari. Foto: Suherman/HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Jajaran Satreskrim Polsek Banjarsari mengamankan seorang pemuda tanggung berinisial AA (19), warga Dusun Karanganyar, Desa Langkapsari, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis. AA diduga telah melakukan persetubuhan dengan perempuan di bawah umur berinisial WL (16), warga Dusun Cikalong, Desa Langkapsari, Kecamatan Banjarsari, yang tak lain adalah pacarnya.

AA ditangkap seminggu yang lalu di rumahnya. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, AA kini mendekam dibalik jeruji besi Polsek Banjarsari. Saat ditemui di sel tahanan Polsek Banjarsari, Rabu (10/02/2016), Aa mengaku menyesali perbuatannya. Dia pun tak menyangka jika perbuatannya harus berakhir di penjara.

“Saya tak menyangka akan berujung seperti ini. Padahal kejadiannya sudah setahun lalu. Saat melakukan persetebuhan pun kami lakukan atas dasar suka sama suka. Dan saat itu kami tengah menjalin hubungan pacaran,” terangnya.

Kapolsek Banjarsari, Kompol Deni Syarif, SE membenarkan adanya pengkapan tersebut. Menurutnya, pihaknya melakukan penangkapan setelah adanya laporan dari orang tua korban.

"Saat ditangkap, pelaku tidak melakukan perlawanan dan setelah diperiksa pun sudah mengakui perbuatannya. Dugaan sementara pelaku melakukan pemaksaan persetubuhan terhadap korban yang dimana masih di bawah umur. Setelah pemeriksaan selesai, nanti pelaku akan kami limpahkan ke Polres Ciamis guna pemeriksaan lebih lanjut," ujarnya.

Dari informasi yang dihimpun HR Online, kasus ini terungkap setelah WL akhir-akhir ini sering melamun dan menangis. Melihat gelagat aneh tersebut, kemudian orangtuanya mempertanyakan sebab perubahan sikap WL tersebut. Setelah didesak oleh orangtuanya, WL akhirnya mengaku bahwa keperawanannya telah dirampas oleh AA tepatnya pada tanggal 19 September 2015 lalu. WL pun memberikan kesaksian bahwa hubungan intim itu terjadi setelah AA melakukan pemaksaan.

Tak terima dengan hal itu, kemudian orangtuanya melaporkan AA ke polisi dengan tuduhan pemerkosaan dengan mengacu kepada Undang Undang Perlindungan Perempuan dan Anak.

Kendati Aa berdalih perbuatannya dilakukan atas dasar suka sama suka, namun apapun alasannya, dia tetap bisa dijerat dengan Undang-undang Perlindungan Perempuan dan Anak. AA pun kini terancam sanksi pidana paling berat selama 15 tahun penjara. (Suherman/R2/HR-Online)  

Harapan Rakyat Online

Harapan Rakyat Online


Kondisi Pasar Domba Banjarsari Ciamis Menjijikan

Posted: 10 Feb 2016 09:05 AM PST

 

Kondisi Pasar Domba Banjarsari, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat, perlu segera dibenahi. Banyak pedagang dan calon pembeli merasa jijik lantaran kondisi Pasar Domba Banjarsari tersebut memprihatinkan, becek dan kotor. Photo : Suherman/ HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Kondisi Pasar Domba Banjarsari, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat, perlu segera dibenahi. Banyak pedagang dan calon pembeli merasa jijik lantaran kondisi Pasar Domba Banjarsari tersebut memprihatinkan, becek dan kotor.

Uus, pedagang domba yang biasa berjualan di Pasar Domba Banjarsari, ketika ditemui HR Online, Rabu (10/02/2016), berharap Pemerintah Daerah Kabupaten Ciamis mengagendakan penataan dan pembangunan terhadap pasar tersebut.

Kepada HR Online, Uus menuturkan, kondisi pasar domba yang memprihatinkan itu sudah lama dibiarkan tanpa ada perhatian dari pemerintah. Dia tidak menyangkal kondisi itu membuat para pedagang dan calon pembeli merasa tidak nyaman.

“Saya berharap dinas yang membawahi pasar ini bisa melakukan penataan terhadap kondisi pasar ini. Apalagi selama ini pedagang selalu membayara iuran. Masa lokasinya tetap dibiarkan seperti ini. Setidaknya kami berharap lantai lokasi jualan kami ini diperbaiki,” katanya. (Suherman/R4/HR-Online)

TNI Diminta Peka Ancaman Keamanan di Wilayah Ciamis (Jabar-Jateng)

Posted: 10 Feb 2016 09:03 AM PST

 

Komandan Korem 062 Tarumanagara Kol. Inf. Sudarmadi, Komandan Kodim 0613 Ciamis yang baru Letkol Inf Slamet dan Letkol Inf. Rudi Jan Pribadi, melakukan salam komando. Photo : Ist/ Net

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Komandan Korem 062 Tarumanagara, Kol. Inf. Sudarmadi, meminta seluruh anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang ada di wilayah Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat untuk memiliki kepekaan tinggi dan selalu siaga.

Sudarmadi menegaskan bahwa wilayah Komando Distrik Militer (Kodim) 0613 Ciamis merupakan pintu masuk atau pintu gerbang Provinsi Jawa Barat yang berbatasan langsung dengan Jawa Tengah.

“Dengan demikian tingkat ancaman di wilayah ini juga lebih spesifik. Untuk itu dibutuhkan kesiagaan dan kepekaan yang tinggi,” kata Sudarmadi, pada acara serah terima jabatan (Sertijab) Komandan Kodim yang berlangsung di halaman Makodim 0613 Ciamis, Rabu (10/2/2016).

Sudarmadi juga mengingatkan bahwa wilayah Kodim 0613 Ciamis sangatlah strategis karena berada di wilayah perbatasan dengan Provinsi Jawa Tengah dan berbatasan langsung dengan pantai selatan.

Pada kesempatan itu, Sudarmadi juga memberikan pesan agar anggota TNI yang ada di wilayah Kodim Ciamis untuk tetap menjaga keharmonisan hubungan sosial dengan masyarakat. Dia beralasan hubungan yang terjalin baik antara TNI dengan masyarakat dapat mewujudkan ketahanan wilayah.

“Dengan membangun komunikasi yang harmonis dengan masyarakat, akan menjadikan TNI lebih dicintai oleh rakyat. Hubungan itu akan memberi manfaat positif dalam mewujudkan ketahanan wilayah,” ucapnya.

Terpisah dari hal itu, saat ini Komandan Kodim 0613 Ciamis dijabat oleh Letkol Inf Slamet (Mantan Komandan Batalyon 323 Raider). Letkol Inf Slamet menggantikan Letkol Inf. Rudi Jan Pribadi yang kini bertugas di Kodam III Siliwangi.

Acara sertijab Komandan Kodim 0613 Ciamis dihadiri sejumlah pejabat teras dari tiga wilayah naungan Kodim Ciamis, diantaranya Kabupaten Ciamis, Kota Banjar dan Kabupaten Pangandaran. (Deni/R4/HR-Online)

Sebelum Indonesia Merdeka, Hektaran Sawah di Pangandaran Ini Biasa Terendam Banjir

Posted: 10 Feb 2016 09:00 AM PST

Ratusan hektare lahan pesawahan yang telah ditanami padi di Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, terendam banjir. Photo: Entang SR/HR.

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Banjir yang menenggelamkan ratusan hektar sawah milik warga di Desa Tunggilis, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, merupakan banjir yang tanpa solusi. Pasalnya, hal itu sudah biasa terjadi sejak zaman Indonesia belum merdeka.

Seperti dikatakan Ade Samsudin, salah seorang warga Desa Tunggilis, kepada HR Online, Rabu (10/02/2016). "Dari zaman sebelum merdeka hingga saat ini zaman reformasi, belum pernah ditangani serius oleh pihak pemerintah. Ratusan pemilik lahan pertanian selalu menjadi korban bencana tahunan ini, menginggat sawah mereka sudah ditanami padi, kini terendam. Pada akhirnya tanaman padi pun mati," kata Ade.

Hal senada juga diungkapkan Marjuki, warga lainnya. Menurut dia, banjir yang merendam ratusan hektare sawah tersebut bukan banjir bandang yang hanya lewat sesaat saja, melainkan banjir yang memakan waktu cukup lama.

"Selama intensitas hujan terus terjadi di hulu sungai, yaitu di daerah yang dilintasi Sungai Citanduy, seprti Tasikmalaya, Ciamis dan Banjar, otomatis banjir akan lama. Namun, jika cuaca kembali normal, maka air pasti cepat surut," tutur Marjuki.

Para petani pun berharap banjir segera surut, karena jika terlalu lama merendam lahan pesawahannya, otomatis tanaman padi akan mati karena membusuk. Selain itu, mereka juga mengharapkan pihak pemerintah untuk turun tangan mengatasi masalah banjir di wilayahnya. (Ntang/R3/HR-Online)

Distan Ciamis: Gagal Panen Bisa Dapat Ganti Rugi

Posted: 09 Feb 2016 06:10 PM PST

Ilustrasi. Foto: Ist/Net

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Gagal panen atau puso yang sering menghantui petani kini sudah mendapatkan solusinya. Solusi tersebut bernama asuransi pertanian yang diluncurkan Kementerian Pertanian (Kementan). Asuransi pertanian tersebut memungkinkan petani yang mengalami gagal panen dan merugi mendapatkan klaim asuransi.

Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kabupaten Ciamis, Ir. Kustini, MP, ketika ditemui Koran HR, di ruang kerjanya, pekan lalu, membenarkan, bahwa sekarang ada fasilitas asuransi pertanian dari pemerintah pusat sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Pertanian Nomor 40 Tahun 2015. Menurut dia, para petani yang sudah terdaftar dalam asuransi akan diberi ganti rugi bila mengalami gagal panen minimal 70 persen dari luas lahan yang ditanam.

Kustini mengatakan, Kabupaten Ciamis sendiri pada kurun waktu tahun 2015-2016, mendapat kuota lima ribu hektare sawah yang bisa diasuransikan. Tetapi karena bagusnya respon para petani dengan adanya asuransi tersebut mengakibatkan banyaknya petani yang mendaftar.

"Dan pada kurun tahun 2015 s.d 2016 terealisasi lebih dari kuota, yakni 5517 hektar yang alhamdulillah kuota Ciamis ditambah oleh pusat. Untuk ikut serta dalam asuransi pertanian cukup ringan. Dalam setahun petani hanya dibebani premi sebesar Rp 36.000,-. Sebenarnya nilai premi sendiri adalah Rp 180.000,-, namun pemerintah memberikan subsidi sebesar Rp 144.000," katanya.

Jika gagal panen, lanjut Kustini, petani mendapatkan kompensasi Rp 6 juta setiap hektar lahan. Dengan adanya asuransi pertanian tersebut, para petani dapat mengklaim kerugian yang dialami pada lahan mereka. Apalagi ganti rugi yang dapat diklaim bukan hanya gagal panen saja, tapi juga bencana alam, serangan Organisme Penganggu Tanaman (OPT), penyakit hewan menular, perubahan iklim, banjir dan kekeringan.

Kustini berharap dengan adanya asuransi pertanian tersebut masa kekeringan panjang seperti yang terjadi beberapa bulan lalu tidak lagi menjadi ancaman dan persoalan. Karena para petani akan terbantu jika mengalami gagal panen. (Heri/Koran-HR)

BKPPD Banjar: PNS Lebihi Jam Istirahat Tidak Dibenarkan

Posted: 09 Feb 2016 05:10 PM PST

Ilustrasi. Foto: Ist/Net

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kota Banjar, Drs. Supratman, M.Si., menegaskan, jika ada PNS yang bermalas-malasan atau melebihi jam istirahat siang yang telah ditentukan, itu sangat tidak dibenarkan.

Sedangkan, mengenai pengawasan, tentu masalah itu menjadi kewenangan atasannya langsung dalam mengawasi anak buahnya. Menurutnya, hal ini ada pada tahapan di Peraturan Pemerintah Nomor 53.

"Jika ada PNS seperti itu, itu sangat tidak benar, dan bukan kewenangan pihak BKD, yang wajib menegur adalah atasannya terlebih dahulu. Kalau masih membandel, baru atasannya lapor ke walikota," terangnya, kepada HR, saat diyemui di ruang kerjanya, pekan lalu.

Lanjut Supratman, jika sampai ke teguran tidak puas, maka atasannya langsung melaporkan ke walikota. Sebab, dalam hal ini ada tahapan penindakan, dari sanksi ringan sampai berat. Sehingga, nantinya walikota akan memerintahkan tim untuk memeriksa PNS tersebut bila sudah memasuki tahap sanksi sedang dan berat.

"Tim tersebut nantinya diperintah walikota untuk memeriksa PNS yang bandel. Tim ini tadalah penanggung jawab Sekda, Ketua Asda Satu, Kabag Hukum, BKD, Inspektorat, dan atasan langsung atau kepala OPD," imbuhnya.

Dalam hal ini, kepala OPD atau atasan PNS di dinas tertentu, statusnya sebagai pembela atau bisa juga memberatkan PNS, yakni anak buahnya tersebut. (Hermanto/Koran-HR)

Duh! PNS Banjar Kerap Kelebihan Jam Istirahat

Posted: 09 Feb 2016 04:30 PM PST

Ilustrasi. Foto: Ist/Net

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Akhir-akhir ini, sejumlah oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang berada di lingkup Pemerintah Kota Banjar, sering melebihi jam istirahat siang. Seharusnya, para PNS itu masuk kembali jam 13.00 WIB, namun mereka kerap mengabaikannya hingga jam 13.30-14.00 WIB.

Ulah para oknum PNS Banjar ini tentunya mendapat sorotan dari berbagai pihak. Seperti yang dikatakan Wakil Ketua KNPI Kota Banjar, Wahidan. Menurutnya, hal tersebut sangat disayangkan. Karena, sebagai seorang abdi negara seharusnya mereka memiliki semangat kerja yang besar. Terlebih dengan berbagai fasilitas negara yang diterimanya.

"Lemahnya syahwat kerja seorang PNS akan berdampak pada buruknya pelayanan publik. Untuk itu, saya minta kepada Badan Kepegawaian Daerah dan Sekda sebagai jenderalnya PNS, memberikan sanksi tegas kepada pegawai yang malas dalam bertugas," ujar Wahidan, kepada Koran HR, pekan lalu.

Pendapat serupa diungkapkan salah seorang aktivis PMII Kota Banjar, Tsabit Habibi. Dia mengatakan, dengan banyaknya oknum PNS yang sering korupsi waktu, hal itu merupakan salah satu bentuk rendahnya kinerja para PNS di Kota Banjar.

"Kami sangat menyayangkan ulah para oknum PNS seperti itu. Tanpa sadar mereka sudah mengkhianati dan melangar sumpah janji sucinya saat dilantik menjadi PNS," kata Tsabit.

Masalah ini pun ditanggapi oleh Ketua Menuju Arah Gerak Sempurna (Marag’s), Ujang Bachyan. Menurut dia, seorang abdi negara menjadi pelopor dari penggerak dalam menjalankan roda pemerintahan, tentunya harus selalu menjunjung tinggi kehendak rakyat untuk mencapai pemerintahan yang baik.

Selain itu, PNS juga harus totalitas menjadi kepercayaan masyarakat dalam peningkatan pelayanan publik. Saat ini perlu seorang PNS yang berdisiplin dan berdedikasi tinggi, jangan sampai seorang abdi negara malah kehilangan kredibilitasnya akibat budaya ketidakdisiplinan seperti.

"Jangan sampai gertakan yang selalu didengungkan oleh pemerintah tentang slogan "Ayo Kerja," hanya dianggap sebatas wacana belaka. Tetapi itu harus diwujudkan dalam bentuk sikap nyata dalam meningkatkan kinerjanya," tandasnya.

Ujang mengatakan, dalam hal ini pemerintah harus selalu mengontrol para pegawainya. Ketika kedapatan ada anggota PNS yang malas-malasan saat jam kerja atau melebihi jam istirahat siang yang telah ditentukan, maka pemerintah harus berani memberikan teguran tegas. Karena, budaya ketidak disiplinan PNS ini akan berpengaruh sekali terhadap kualitas pelayanan kepada masyarakat. (Hermanto/Koran-HR)

Tahun Ini, Dana Infrastruktur Kelurahan di Banjar Rp. 1,5 Miliar

Posted: 09 Feb 2016 03:23 PM PST

Ilustrasi. Foto: Ist/Net

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Dinas Cipta Karya, Kebersihan, Tata Ruang dan Lingkungan Hidup (DCKTLH) Kota Banjar, melalui Bidang Cipta Karya, di tahun 2016 ini akan mengelola anggaran Infrastruktur Kelurahan sebesar Rp.12 miliar.

Anggaran sebesar itu diperoleh dari APBD Kota Banjar Rp.9 miliar dan Bantuan Provinsi Jabar Rp.3 miliar. Dengan demikian, maka 9 kelurahan yang ada di Kota Banjar ini masing-masing akan mendapatkan anggaran minimal Rp.1,5 miliar.

Hal itu katakan Kabid. Cipta Karya DCKTLH, David Abdillah, kepada HR, saat ditemui di ruang kerjanya, pekan lalu. "Anggaran per kelurahan sebesar itu hanya untuk program pembangunan infrastruktur saja. Kelurahan juga menerima dana operasional pemerintahan dan pemberdayaan masyarakat. Namun, untuk besaran dananya kami tidak tahu karena bukan domainnya," jelas David.

Menurutnya, jika dihitung secara keseluruhan, dana yang diterima kelurahan tidak beda jauh, bahkan sama besarnya dengan dana yang diterima desa melalui ADD. Hanya saja, kelurahan tidak mendapatkan kucuran dana dari pusat.

Dari jumlah dana infrastrukutur per kelurahan minimal Rp.1,5 miliar itu, lanjut David, sebagian besar dialokasikan untuk pembangunan kantor atau gedung kelurahan. Sedangkan, lebihnya salah satunya digunakan untuk pembangunan jalan lingkungan.

"Jadi pendapat saya, warga kelurahan tak perlu berkecil hati atas alokasi besaran anggaran yang diterimanya. Terlebih warga Kelurahan Muktisari yang menghendaki berubah status kembali ke desa, itu sangat tidak perlu," tukasnya.

Memang diakui pihaknya, bahwa proyek infratruktur kelurahan sampai saat ini tidak bisa dikelola secara swakelola oleh warga kelurahan, karena aturannya dikerjakan pemerintah kota. Dalam hal ini Cipta Karya selaku dinas yang ditunjuk, sedangkan teknis di lapangan dipihak ketigakan.

Namun, bisa saja warga dan LPM kelurahan ikut kerja di dalamnya, tetapi tidak bisa sebagai pelaksana. Jadi, bila mau diswakelolakan harus ada aturan dan juklaknya dari Pemkot Banjar.

Sehingga, Kelurahan Muktisari untuk kembali menjadi desa, itu akan susah dan tak mungkin terlaksana. Keinginan tersebut artinya kembali lagi ke belakang dan itu adalah suatu kemunduran.

"Kalapun misalnya teralisasi, tentu kelurahan yang lain nanti akan berpikir sama meminta perubahan status jadi desa lagi. Ini menjadi preseden buruk, karena Banjar sebuah kota semestinya desa yang ada harus meningkat status menjadi kelurahan semua," tandas David.

Dia menduga, usulan itu bukan sepenuhnya keinginan warga keseluruhan, tapi hanya kepentingan beberapa orang atau kelompok tertentu saja yang ada di wilayah Kelurahan Muktisari.

Justru, menurut David, sejauh mana pemerintah dan warga kelurahan untuk proaktif mampu mengupayakan berbagai sumber pembiayaan yang dialokasikan di wilayahnya. Dirinya yakin, kelurahan malah akan lebih maju, apalagi ditopang dukungan anggaran dari pemerintah daerah sebagaimana tanggung jawabnya.

Sedikit berbeda dengan desa, yang harus mempertanggung jawabkan atas dana yang dipergunakannya sebagaimana otonomi atau rumah tangganya. Hal itu adalah sebuah ancaman tersendiri bagi desa.

"Coba lihat, jarang pemerintah desa dengan dana yang dimilikinya mengalokasikan untuk biaya perbaikan, tapi kebanyakan terfokus total untuk pembangunan. Itu akan terasa beberapa tahun kedepan," katanya.

Sedangkan untuk kelurahan sendiri, perlu adanya perbaikan atas hasil pembangunan yang ada tentu akan langsung terpikirkan dan dibangun lagi oleh pemerintah kota. (Nanks/Koran-HR)

DPPKAD Pangandaran Yakin, Kebocoran PAD di Internal Kecil

Posted: 09 Feb 2016 02:19 PM PST

Ilustrasi. Foto: Ist/Net

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Sampai saat ini, Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kabupaten Pangandaran, belum memiliki petugas auditor bidang pajak. Sehingga belum bisa melakukan tindakan tegas jika terjadi kebocoran pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pajak daerah.

Hal itu dikatakan Sekretaris DPPKAD Kabupaten Pangandaran, Solihin, kepada HR, ketika ditemui di ruang kerjanya, pekan lalu. Menurutnya, guna mengantisipasi terjadinya kebocoran, pihaknya hanya melakukan sosialisasi dan menunggu kepemimpinan yang tegas dan berani.

"Kebocoran di internal yakin kecil, karena kami selalu memberikan pemahaman kepada para petugas bahwa semua itu harus berawal dari diri sendiri, yaitu kejujuran dan merasa bertanggungjawab terhadap amanah," ujarnya.

Sedangkan, kelemahannya adalah gerakan inovatif yang masih kurang dilakukan, dengan alasan pihaknya tidak mempunyai petugas auditor pajak. Sehingga, jangankan masuk ke ranah aplikasi atau sistem, untuk tindakan pun belum bisa dilakukan.

Karena, semua kewenangan itu ada pada seorang auditor pajak. Kecuali inisiatif dan kebijakan dari pimpinan langsung. Dengan demikian, maka diperlukan leadership yang tegas.

"Sistem di internal masih lemah dan belum maksimal, tinggal penguatan di eksternalnya saja, yaitu kebijakan serta kepemimpinan yang tegas dan berani," katanya.

Solihin mengaku, selama ini sosialisasi terus dilakukan, tinggal menunggu realisasi kepemimpinan atau leadership yang tegas. Sehingga, apapun alasannya tidak ada hubungannya, baik sedang ramai saat hari libur atau weekend, maupun hari biasa, pajak tetaplah titipan yang harus dibayarkan. (Mad/Koran-HR)

Rawan Kecelakaan, Warga Minta Jl. Langensari Banjar Diperlebar

Posted: 09 Feb 2016 01:12 PM PST

Bila malam hari, jalan sempit dan menikung di wilayah Lingkungan Langkaplancar, Kelurahan Bojongkantong, Kecamatan Langensari, Kota Banjar, kondisinya gelap sehingga kerap terjadi kecelakaan lalu-lintas hingga memakan korban jiwa. Photo: Muhafidz/HR

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Jalan sempit dan menikung yang ada di wilayah Lingkungan Langkaplancar, RT.03, RW.01, Kelurahan Bojongkantong, Kecamatan Langensari, Kota Banjar, bila malam hari kondisinya gelap sehingga kerap terjadi kecelakaan lalu-lintas hingga memakan korban jiwa.

Menurut warga sekitar, Kirun (41), sudah lama jalan tersebut tidak dipasang lampu penerangan. Selain itu, kecelakaan sering terjadi akibat kondisi jalan yang sempit, akibatya banyak pengendara motor hilang kendali.

"Lah wong jalan sempit, menikung pula. Pernah waktu itu dipasang lampu, tapi sering padam, soalnya di sini itu angker. Jadi lampunya dicabut lagi karena percuma padam terus," ujar Kirun, kepada Koran HR, pekan lalu.

Hal senada dikatakan Tahmid (65), warga lainnya. Karena di jalan tersebut sering terjadi kecelakaan, dia mengaku sudah terbiasa mengangkat orang meninggal akibat kecelakaan lalu-lintas.

"Biasanya kecelakaan terjadi pada sore menjelang maghrib, tapi seringnya malam hari. Memang ada rambu-rambu peringatan yang dipasang di tepi jalan, namun tak kunjung dihiraukan sama pengendara," tuturnya.

Dia juga mengatakan, dulu ketika ada longsor di daerah Dayeuh Luhur, semua mobil dari arah Jawa Tengah menuju Bandung dan sebaliknya, diarahkan melalui jalan ini. Karena ruas jalannya sempit, ada satu bis yang terperosok masuk irigasi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun HR, sampai saat ini memang warga setempat belum pernah mengajukan pelebaran jalan maupun pemasangan lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) kepada pihak pemerintah.

Namun, Tahmid berharap, pihak terkait supaya memasang lampu penerangan di sekitar lokasi yang rawan kecelakaan. Selain itu, pelebaran jalan Langensari segera dibahas agar kecelakaan lalu-lintas dapat diminamlisir. (Muhafidz/Koran-HR)

Bale Dusun di Lumbung Ciamis Ini Nyaris Ambruk

Posted: 09 Feb 2016 12:54 PM PST

Bale Dusun Parungsari nyaris ambruk dan butuh perbaikan. Photo : Eji Darsono/ HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Warga Dusun Parungsari, Desa Rawa, Kecamatan Lumbung, Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat, mengeluhkan kondisi bangunan Bale Dusun. Bangunan yang memiliki multiguna itu kondisinya sangat memprihatinkan. Warga khawatir kondisi atap yang lapuk mengancam keselamatan anak-anak yang kerap bermain di sekitarnya.

Aj. Iing, tokoh ulama setempat, ketika ditemui Koran HR, pekan lalu, berharap Bale Dusun Parungsari segera diperbaiki. Dia mengaku khawatir kondisi Bale Dusun yang nyaris ambruk itu memakan korban.

Maman, warga RT 28 RW 11, Dusun Parungsari, ketika ditemui HR, menuturkan, meski bangunan tersebut hanya digunakan sewaktu-waktu, tapi keberadaan bale dusun sangat dibutuhkan, baik untuk menggelar rapat maupun untuk menyimpan barang-barang milik dusun.

"Akibat kondisi bangunan yang sudah tidak layak pakai, setiap kali menggelar rapat lingkungan saja harus meminjam ruangan sekolah," katanya.

Ketua RT 28, Uce, ketika ditemui HR, menjelaskan, usia bangunan bale dusun sudah sangat tua dan tidak pernah mendapat perbaikan. Dia menilai wajar apabila kondisinya sudah rusak.

Kepala Dusun Parungsari, Kurniawan, menambahkan, pihaknya sudah mengajukan perbaikan bale dusun kepada Pemerintah Desa Rawa. Menurut dia, sementara ini Dana Desa (DD ) maupun Alokasi Dana Desa (ADD) belum bisa digunakan untuk pembangunan bale dusun.

"Kami mengakomodir segala bentuk usulan atau permasalahan yang ada di lingkungan, baik kebutuhan revitalisasi gedung bale dusun maupun hal lain yang berkaitan dengan kemajuan masyarakat yang ada di Dusun Parungsari. Hanya saja, setiap usulan maupun rencana ada proses," katanya. (dji/Koran-HR)

 
">Index »'); document.write('

?max-results=10">Label 6

');
  • ?max-results="+numposts1+"&orderby=published&alt=json-in-script&callback=showrecentposts1\"><\/script>");